
Aditya bergegas kekampus ia menempel lehernya dengan perban.
lalu Aditya tersenyum melihat dirinya dicermin.
"Boleh juga permainan mu Ana,
Ganas sekali.
Sambil menempelkan perban dilehernya.
********
Dikampus
Ana masih menggunakan Syal miliknya
*Apa kabar Dimas ya ?
He, Dimas lagi sibuk ngurusin penelitian skripsinya.
Kalau Aditya ia sudah selesai tinggal menunggu jadwal wisudanya aja keluar.
Dikampus , Arya memperhatikan Ana yang lewat didepannya ia masih melihat Ana menggunakan Sal dilehernya.
Kenapa sih Arya, ini melihatku seperti penjahat saja.
Dia terus mengikutiku, apa yang dia inginkan dariku,
"Sambil melirik sesekali kearah belakang.
Benar, dia masih mengikutiku, apa aku harus berenti saja.
Tidak - tidak Ana itu sama saja kau akan bunuh diri , kau biarkan saja dia
Ana mempercepat langkahnya, lalu ia melihat Arya berhenti karena dipanggil oleh temannya.
"Hah, untunglah..
Ana mengurut dadanya dan langsung menuju ruangan kelasnya.
#########
Didalam kelas
Rima sudah menunggu Ana,untuk memamerkan karya ilmiahnya yang menang lomba tingkat nasional.
"Oh selamat Rimaku sayang,
Kamu memang is the best .
Sambil memeluk Rima.
Tak lama dosenpun datang,
tetapi Ana heran , tak seperti biasanya Amanda tak masuk.
Kemana Amanda ? kenapa ia sudah dua hari tak masuk kuliah ?
Semenjak hari ulang tahunnya malam itu.
Ah, kenapa aku harus peduli, terserah dia lah
Bukan urusanku !"
Ana mulai tampak sedikit egois.
Apakah aroma persaingan itu akan segera dimulai ntah lah.... he.
Jam pertama sudah habis, Rima mengajak Ana kekantin.
******
Di ruangan dosen.
Arya sibuk memperhatikan leher Aditya
yang menggunakan perban.
Kenapa dengan leher Aditya ?
aku ingin sekali melihat isi dibalik perban tersebut.
Arya memiringkan kepalanya dan diam - diam
ingin menyentuh perban dileher Aditya.
Aditya menyadari apa yang sedang dilakukan temannya itu.
Ternyata dia tak habis - habisnya ingin tau apa yang terjadi padaku,
Ingin sekali aku tonjok mukanya.
Aditya mengepalkan tangannya, dan menggigit gigi gerahamnya.
"Apa yang kau lihat Arya ? Ha ?
Aditya membesarkan matanya kearah Arya.
"Aku hanya ingin melihat , apa yang kau perban dilehermu itu ?
"Tentu saja bekas luka, Kau pikir ini bekas
__ADS_1
apa ?
Oh jangan - jangan kau berpikir ini bekas serupa yang sering kau berikan dengan semua perempuan - perempuan mu itu ya ?
Arya terdiam ia merasa tak enak, karena Aditya membentaknya di ruang dosen
Ehemmm....
Seorang mahasiswa berkacamata berdehem
karena suara Aditya begitu besar.
" Dit, pelan kan suaramu sedikit !
"Tidak akan ,. jika kau terus mengangguku maka..
Arya langsung memotong pembicaraan Aditya.
dengan suara berbisik
"Baik .,,aku akan keluar .
Aku tunggu kau dikantin.
Arya langsung tersenyum melewati mahasiswa berkacamata tersebut.
"Permisi .
######
Dikantin
Ana dan Rima masih menunggu pesanan makanan datang
Dari kejauhan Arya sudah melihat tempat duduk Ana,.
Ia pun langsung mengambil tempat duduk tepat di belakang meja Ana.
Arya juga memperhatikan Ana menggunakan sal yang berukuran agak besar.
Ana menyadari kedatangan Arya
Kenapa dia harus duduk dikursi belakang ini.
Sepertinya dia benar - benar ingin mencari tahu .
Ntah lah, kemana Aditya ? mengurus temannya yang satu ini saja tidak becus.
Ana mulai merasa tidak nyaman.
Makanan baru datang .
Rima yang lapar, langsung saja menyantap
Ana masih tak selera, ia berencana mau mencuci tangan dulu diwastafel
Pada saat berdiri ia tak sengaja menginjak salnya yang panjang, hingga membuat bekas dilehernya kelihatan.
Gawat apakah Arya melihatnya?
Rima melihat banyak sekali bekas dileher Ana.
"Leher mu kenapa Ana ?
"Biasa ini bekas masuk angin.
Ana kembali memasang sal di lehernya,
"Untunglah Rima sangat polos dia tidak mengerti dengan bekas dileherku
Ana menghela nafas panjang.
*****
"Sudah kuduga tanda merah dileher Ana dan luka di leher Aditya ?
apakah saling berhubungan ?
Tak lama Aditya pun datang menghampiri Arya.
Ia duduk membelakangi Ana dan Rima.
"Udah pesan makanan belom?
"Udah , punya loe udah gue pesanin kok ucapnya.
Ana kembali dari mencuci tangan.
Ia melihat Aditya duduk tepat dibelakang kursinya.
Waduh gawat ! apa -apaan sih Aditya duduk dibelakang kursi ku,
pergilah kau Aditya, Arya sedang mengintai kita.
Ana pun langsung duduk membelakangi Aditya.
Arya mulai bertanya , pertanyaan nakal .
"Dit, jadi bekas leher loe kena apaan ?
"Kan , gue udah bilang tadi kena penyukur rambut.
__ADS_1
"Gila ya rambut apaan Dit , sampe keleher .
Arya tertawa terbahak - bahak.
"Atau kau malam tadi habis digigit seseorang ya.? Ayoo ngaku ?
Kurang ajar, sekali si Arya ini,
Hellow Aditya cobalah kalo ngasih jawaban
yang masuk akal sedikit !
Penyukur rambut, sampai keleher
itu alasan paling ***** yang pernah aku dengar.
Ana langsung berdehem dibelakang Aditya
"Ehemm....
Aditya memutar kepalanya tepat kearah pipi Ana.
Oh ternyata dari tadi dia ada dibelakangku
baiklah aka aku kerjai saja dia.
"Dahulu waktu loe pacaran sama Amanda , gue nggak pernah lihat leher loe sampe di perban Dit ?
Atau jangan - jangan loe diam - diam menyimpan perempuan lain ya?
"Menurut loe ?
"Kenalin dong ke gue, hebat loe cari cewek yang lebih ganas dari Amanda.
Ana langsung berdiri, dan mengajak Rima pergi.
Ia berbalik arah lalu salnya terjatuh.
Arya langsung melotot melihat dengan sangat jelas leher jenjang Ana yang putih,
Penuh kecupan merah.
Ana langsung buru - buru mengambil salnya lalu pergi.
"Gila ya , gue nggak nyangka, Anastasya cowok nya ganas juga ?
Lehernya sampe merah - merah gitu.
Aditya berdehem, sambil mulai mengalihkan
pembicaraan.
"Udah - udah makan, nggak usah pikirin dia, nggak penting.
Lagian Ana make sal aja pake lepas, lepas trus
Arya rese ini kan , jadi pengen tahu terus.
"Apa jangan - jangan Dimas lagi yang bikin hhahaa
Dimas kan suka banget sama Ana.
menurut loe Dimas cocok nggak sama dia Dit?
Cocok dari hongkong , heh Arya loe lihat
pake mata loe, gantengan juga gue
kemana -mana.
Ana itu istri gue, paham istri Aditya kusuma.
Jangan dikaitkan bini gue sama Dimas.
"Nggak cocok lah, Ana itu nggak pantaslah pokoknya.
"Jadi menurutloh Ana itu pantas sama siapa?
Arya mulai memancing Aditya untuk membuka suara.
Ayo Arya kamu sangat pintar, Aditya akan menjawab pertanyaan ini, dengan nggak sadar.
Ayo cepat ngaku, aku sudah tak sabar ingin mendengar pengakuan darimu Aditya.
Aditya hampir saja menjawab pertanyaan Arya.
" Ya dengan ..
"Maksud loe si Anastasya itu pantasnya sama gue gitu kan ?
Itu kan yang loe mau dengar dari mulut gue ?
Aditya menaikkan nada suaranya , dan meletakkan sendok dan garpu dipiringnya.
"Dit, bukan gitu Dit, loe jangan marah gitu dong bro? gue kan cuma bercanda .
"Ah malas gue.
Aditya langsung pergi meninggalkan Arya dikantin.
Huh untunglah aku bisa pergi dari Arya,
__ADS_1
Hampir saja tadi ketahuan !
Aditya mengelus dada.