
Keadaan Ana semakin membaik
ia sudah terlihat segar kembali.
"Kau mau kemana pagi sekali mau kekampus
"Iya tugas kampus sudah menumpuk selama seminggu ini,
"Apa perlu aku menyuruh seluruh dosen yang mengajarimu untuk berhenti memberi tugas.
Memang terdengar agak gila, tapi itulah kenyataannya Aditya sedang terkena panah asmara.
Ia begitu takut jika Ana merasa kelelahan.
"Kau pergi naik apa?
"Ya naik ojek lah,
Kamu ini kenapa sih Aditya ,banyak sekali pertanyaan.
Udah aku mau pergi dulu.
"Ingat pesanku, sudah pulang kuliah kamu langsung pulang,
"Tapi nanti aku mau pergi bersama temanku boleh tidak,
"Kemana ?
"Sebentar saja , aku hanya ada sedikit urusan
Sepertinya aku tau kau pasti akan kembali ketempat itu.
Aditya bergegas untuk kekampus,.
Hanya untuk memantau Ana saja ,karena ia hanya tinggal menunggu wisuda beberapa hari lagi.
****
Dikampus
Dimas sudah menunggu Ana di gerbang,
ia terlihat sangat tampan hari ini.
Cuma Ana memang tak menyadari jika Dimas sebenarnya menaruh hati padanya.
"Apa kau sudah sehat ?
"iya kak, aku sudah pulih.
"Apa Aditya menyakitimu ?
Tak lama muncul Aditya secara tiba - tiba dibelakang mereka.
Ia berdehem , seolah menekankan Ana untuk tidak berbicara macam - macam padanya.
"Adit, apa - apaan sih ?
Dimas hanya tersenyum melihat kelakuan Aditya
Setelah sampai dikelas Amanda duduk disamping Ana.
Dengan tatapan tidak menyenangkan
"Kamu kenapa Amanda ?
Amanda langsung memeluk Ana,
"Aku benci dengan Aditya , ia mengatakan gak mau lagi berhubungan denganku.
Apa kau tau , di kampus ini perempuan yang bernama Ana selain dirimu ?
"Siapa? Aku nggak tau,
Kamu kenapa ?
"Aditya sering sekali memanggilku dengan nama Ana.
Ah benarkah itu Amanda,
Apa sekarang dia diam - diam menyukaiku
yess,,, aku tidak terlalu perduli denganmu Amanda.
Iya kau memang cantik dan kaya.
Tapi aku jauh lebih sempurna darimu
Ana menaikkan bahunya.
"Kasihan Amanda salah curhat wkwkkwjw
Ana masih tersenyum - senyum jika benar Aditya melupakan Amanda, berarti dia menepati janjinya.
Mata kuliah pertama telah usai,
__ADS_1
semua orang tiba - tiba berlari kekantin
"Ayo cepat cepat !
Ana penasaran ada apa sih,
Dia juga tidak menemukan Rima disana
Ana berjalan bersama Amanda kekantin, sebenarnya Ana tidak mau terlalu Akrab dengannya, tapi perempuan ini terus saja menempel padanya.
Pergilah kau Amanda, aku tidak suka kau dekat - dekat denganku.
Aku tidak mau jika Aditya memiliki perasaab lagi padamu.
Orang - orang berkumpuk di kantin,
Rupanya Dimas berdiri ditengah sebuah lingakaran, dengan memegang sebuah bunga
Dan microphone.
Ana terkejut saat Dimas memanggil namanya.
"Anastasya , bisakah kau kemari.
Ana kebingungan melihat apa yang sedang dilakukan Dimas padanya.
Ditambah lagi ada Siska sahabat Ana ikut menemani Dimas.
"Ana aku ingin mengatakan sesuatu padamu,
bahwa sudah sejak pertama aku melihatmu
Aku sudah mulai mencintaimu.
Suara kantin riuh sekali melihat Dimas dan Ana.
Aditya yang baru tiba pun merasa sangat marah melihat Ana dan Dimas ditengah - tengah sana.
Belum sempat Dimas melanjutkan ucapanya
Amanda mengahampiri Aditya langsung memeluknya.
Aditya yang sangat marah melihat Ana,
langsung menjolak Amanda jatuh kelantai
tentu saja semua orang fokus melihat mereka berdua yang sedang bertengkar
"Aditya siapa perempuan itu ? ha
Aditya membalikkan badanyya.
"Tentu saja dia sangat berbeda
Dia telah memiliki hatiku.
Semua orang yang berada disana mendengar semuanya termasuk Ana dan Dimas
Apa yang dimaksud Aditya itu adalah aku
Ana, apa jangan - jangan Aditya sebenarnya juga mencintaimu
Ana merasa sangat senang.
"Akan kuhabis perempuan itu lihat saja nanti Aditya.
Hey ,Amanda jaga bicaramu ,
kau ingin menghabisiku, sini ayo kalo berani
aku ini Anastasya jangan sekali - kali kau menantangku.
Ana ? bangun kau sadar apa yang kau ucapkan
kau sungguh yakin sekali jika perempuan yang dimaksud Aditya itu adalah dirimu.
Aditya meninggalkan Amanda yang terjatuh,
lalu ia mengirim pesan kepada Ana
."Hentikan atraksi bodoh bersama Dimas itu
Apa kau tidak malu menjadi pusat perhatian orang.Sadar kau itu istri orang !!
Alasan yang selalu diucap Aditya.
Ana meninggalkan Dimas
" Kak aku buru - buru,
Siska maafkan aku Aditya sedang memarahi aku,
Kau tau kan jika aku tak menurutinya ia akan melakukan apa.
Siska memahami kondisi sahabatnya itu
__ADS_1
Dimas pun dangat paham dengan segala konsekuensi yang ia dapatkan
memang salahnya terlalu cepat untuk mengatakan ini, ditambah lagi pertengkaran Aditya dan Amanda membuat momen ia menembak Ana jadi terganggu.
Dimas terlalu bodoh, apakah dia tidak memiliki feeling jika seorang perempuan dan laki - laki berada satu rumah,
mustahil jika tidak akan tumbuh rasa cinta.
Ditambah lagi Ana dan Aditya sama - sama memiliki daya pikat yang tinggi.
Dimas tidak tau jika diantara Ana dan Aditya telah tumbuh rasa cinta yang besar.
**6***
Ana langsung pulang kerumah,
ia melihat Aditya sudah duduk dengan muka yang merah.
"Apa yang kau lakukan tadi ? ha ?
Kau senang kan melihat Dimas mengatakan itu.
"Kamu ini kenapa sih Dit, sepertinya marah terus, kalau kamu nggak suka dengan aku ya udah aku pergi dari sini.
"Coba aja kalau bisa.
Ucap Aditya menantang.
Ana masuk kekamarnya
"Aditya itu maunya apa sih, kenapa dia
marah - marah terus padaku.
Aditya masuk kekamar dan membuka bajunya
"Kau mau apa Dit ?
"Seperti janjimu berikan aku Anak ?
Aditya langsung melampiaskan hasrat nya
kepada Ana setelah satu minggu lamanya terpendam.
Ana benar - benar kelelahan ,
ia sudah menyerah Aditya terus melakukannya berulang kali
"Jika kau terus - terusan dekat dengan Dimas
kau lihat saja aku akan melakukannya dimanapun sesukaku termasuk di kampus.
"Apa kau sudah tidak waras ?
iya kau yang telah membuatku tak waras
kau sadar tidak nona Anastasya coba lihat aku kau sudah memiliki hati ini.
Ana capek sekali, ia sangat haus.
ia keluar kamar dengan hanya menggunakan handuk untuk mengambil air minum.
"Mulai malam ini dan seterus nya ,aku akan membuat rambut mu basah setiap pagi
"Maksud mu kau akan menyiram kepalaku ?
"Iya aku akan menyiramkan kepalaku denganmu
Ana tidak mengerti apa yang dimaksud Aditya.
"Kau tidak perlu mengerti , cukup aku saja yang mengerti
"Apa kau sudah meminum susu itu ?
"Aku tidak suka rasanya susu itu tidak enak
kau saja yang meminumnya.
"Kau harus meminum susu itu setiap hari,
"Aku tidak mau, coba saja kau cicipi rasa nya
Aditya mulai merasa kesal karena Ana tidak mau meminum susu hamil tersebut.
"Emangnya itu susu buat apa ?
Jangan - jangan kau sengaja ingin membunuhku secara perlahan.
Kau ini pintar atau bodoh sebenarnya?
Aku heran ,apa kau memang tak pernah
mengenal cinta sebelumnya
apa kau tak bisa mengartikan sikap ku ini.
__ADS_1