Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 79


__ADS_3

Seorang lelaki berdiri di depan sebuah warung ia sengaja menggunakan tutup wajah


" Pak ada tissue


Ayahnya Bima tak menyadari jika lelaki yang berpura - pura membeli tisue adalah putranya


" Ada , mau berapa ?


Bima sangat iba melihat ayah dan ibunya yang sudah tua sendirian di rumah.


meski ayah dan ibunya masih kelihatan sehat sekali dan tidak kekurangan uang


Tetapi betul kata orang naluri seorang ibu itu lebih tajam ia mencium bau aroma Bima


" Bima ?


Bima langsung membuka masker penutup wajahnya


" Kau mungkin bisa menipu ayahmu , tapi tidak dengan ibu


Bima memeluk ibunya dan menyalami ayahnya


" Tumben nak kau sendirian kesini , ada apa ?


Ibu nya langsung mengajak Bima masuk


" Sudah masuk aja dulu makan di dalam


kamu pasti capek kan


" Nggak bu , mana mungkin Bima capek kan cuma duduk aja di pesawat


Bima memeluk Ayah dan ibunya sambil berjalan ia memang sengaja tak menyebutkan apa tujuannya pulang kekota kelahirannya ini


karena ia tak mau membuat ayah dan ibunya khawatir


" Minumlah nak , ibunya memberikan secangkir susu hangat untuk Bima


" Aku mau beristirahat dulu bu , karena ada urusan mendadak , jika sudah selesai besok sore aku akan terbang kembali ke kalimantan


" Pergilah sayang , .


Bima berjalan kekamar Ana ya , karena kamar itu hanya ada dua kamar Ana dan orang tuanya , selama ini Bima memang tak punya kamar ia hanya berbaring di depan televisi


" Bima , bagaimana kabar menantu dan cucu ibu


Bima tersenyum ,


" Mereka baik - baik saja bu, itu ada titipian Anya diluar untuk ayah dan ibu Bima lupa membawa masuk


Ayah dan ibunya buru - buru keluar melihat oleh - oleh yang di bawa Bima , meski Bima tau orang tuanya selalu begitu jika mendengar oleh - oleh , ia harap maklum karena orang tuanya memang bukan orang mampu , tetapi tanpa doa kedua orangtuanya Bima tak mungkin bisa sukses seperti sekarang meski kekayaan yang ia dapat berasal dari mertuanya , tetap saja doa orang tua adalah kunci ampuh kesuksesan hidup setiap anak


" Anak kita ya pak


Bima tersenyum - senyum melihat tingkah kedua orang tuanya


ia membuka pintu kamar Ana , ia melihat kamar tersebut di penuhi nama Aditya


" Aditya cinta Ana


" Ana milik Aditya selamanya


" Hmm benar - benar norak sekali dia ,


ini tak mungkin Ana pasti ulah Aditya


Bima berbaring di kamar Ana lalu membuka ponselnya dan melihat poto Aditya sedang memeluk perempuan yang berbaju seksi


ia sudah mengantongi identitas perempuan tersebut , dan ia pun berhasil menyelinap masuk kedalam apartement milik Aditya hingga menemukan sebuah sobekan surat perjanjian antara Ana dan Aditya


" Besok pagi aku akan langsung kekantornya


Raut wajah Bima tampak berbeda ntah apa yang sedang ia pikirkan


........


Aditya masih memandangi istri nya yang tertidur , ia tidak tau jika besok pagi Bima akan datang menemuinya


" Sungguh cantik dan manis sekali


Aditya meraba - raba bagian dalam dada Ana

__ADS_1


Ana langsung terbangun melihat kelakuan suaminya itu


" Aditya hentikan !


ini kantor


"Mm jadi jika bukan di kantor apakah kau mau


Aditya menggoda Ana kembali


Kalau begitu ayolah kita pulang sekarang aku sudah tidak tahan lagi


Ana dan Aditya keluar dari kantor , ternyata Rada berdiri di depan pintu dengan wajah tidak enak , sepertinya ia mendengar apa yang dibicarakan sepasang suami istri muda itu


" Pak Aditya


Suara Rada tampak bergetar


Saaya haaa nya mau memberikan pulpen anda yang ketinggalan tadi


" Oke baiklah ,


Aditya langsung menggandeng Ana


" Dit , apa Rada tadi mendengar obrolan kita


" Memang kenapa jika dia mendengarnya , ada yang salah , dia kan punya telinga biarkan saja


"Bukan begitu


" Kau malu


" Bukannn , maksudku


" Kau malu jika seluruh dunia tau aku selalu menginginkan mu dimanapun dan kapanpun


Aditya meninggikan suaranya


" Ah hanya buang - buang waktu saja berdebat denganmu


.....


" Bagaimana keadaanmu , apa sudah enakan


Arya duduk di atas bantal


Kau tau aku sangat membutuhkanmu di kantor


Arya langsung membayangkan Aditya yang akhir - akhir ini berperilaku aneh di kantor


semenjak Ana hamil


" Tenang saja besok aku akan masuk kekantor , jangan khawatir


" Jika belum pulih betul jangan kau paksakan


Aditya dan Ana naik kekamar atas


Seperti biasa pemandangan yang selalu di lihat Arya kelakuan Aditya yang terlihat begitu mesra ia sengaja merangkul Ana


" Dit , kau tak malu , lihatlah Arya melihat kita


" Biarkan saja ia sudah sering melakukannya


" Maksudnya


Ana terheran - heran mendengar ucapan Aditya tentang Arya


Seburuk itukah Arya , hmm pantas saja Dimas sangat marah Siska dekat - dekat dengan Arya


" Kenapa masih berdiri di luar ?


Cepat masuk kamar


Ana langsung buru - buru masuk kamar


setelah itu pertempuran berlanjut


......


Setelah mengantar Rima pulang kerumah dengan santai dan bahagia Siska pulang kerumah kebetulan hari sudah menunjukkan pukul 5 sore

__ADS_1


la memarkirkan mobil seperti biasanya


" Ah mami pasti sedang ngerumpi dengan, teman - temannya yang tidak jelas itu


Siska melihat beberapa buah mobil mewah berada di halaman rumahnya


" Siska ,


" Itu dia baru pulang ,


Mami nya berbicara dengan beberapa orang yang berpakaian batik


" Iya mi ,


" Kesini dulu nak, ini ada pakdemu dari jogja


Siska menghampiri mereka lalu bersalaman dengan semuanya , tampak seorang lelaki menggunakan blankon dan batik persis seperti gatot kaca menurut Siska


" Ini Arjuna , kamu masih ingat nggak


" Arjuna mana ya , jawab Siska jutek


Mami nya nampak malu melihat sikap Siska yang cuek , berbeda sekali dengan Arjuna yang dari tadi tak berhenti memandang Siska membuat Siska menjadi sangat risih


" Mi , Siska mau kekamar dulu ya , ganti baju


permisi bude , pakde


Siska langsung menuju kamarnya


" Aku baru tau mami punya sodara di jogja pantas saja penampilannya mirip wayang orang hahah


Siska memejamkan matanya lalu tertidur


Tokk...


tokk


tokk


" Siska jam berapa ini


Siska terkejut mendengar maminya membangunkannya


"Iya mi


Astaga aku ketiduran sampai pagi


Siska buru - buru mandi lalu bersiap untuk pergi kuliah


Maminya terkejut melihat Siska yang mau pergi malam - malam begini


" Mau kemana sayang


" Kuliah mi


" Kuliah ?


Maminya tersenyum geli


" Ini jam 8 malam , makanya jangan tidur sore - sore nggak baik


Dimas yang sedang bermain catur dengan seseorang laki - laki pun ikut tertawa


" Siska duduk disini dulu


Dengan wajah marah kepada Dimas ia duduk disamping maminya


" Apa loe ketawa


" He , sudah malu sama Arjuna


"Bodo amat , ucap Siska jutek


" Siska mulai besok kamu kekampus barengan sama Arjuna ya , dia pindah kuliah di kampus kamu dan sekarang tinggal di sini


pakde dan bude kamu ingin dia lebih dekat dengan kamu


Siska terkejut mendengar ucapan maminya


" Maksudnya bagaimana mi ,

__ADS_1


__ADS_2