
Seorang lelaki berdiri di depan sebuah warung ia sengaja menggunakan tutup wajah
" Pak ada tissue
Ayahnya Bima tak menyadari jika lelaki yang berpura - pura membeli tisue adalah putranya
" Ada , mau berapa ?
Bima sangat iba melihat ayah dan ibunya yang sudah tua sendirian di rumah.
meski ayah dan ibunya masih kelihatan sehat sekali dan tidak kekurangan uang
Tetapi betul kata orang naluri seorang ibu itu lebih tajam ia mencium bau aroma Bima
" Bima ?
Bima langsung membuka masker penutup wajahnya
" Kau mungkin bisa menipu ayahmu , tapi tidak dengan ibu
Bima memeluk ibunya dan menyalami ayahnya
" Tumben nak kau sendirian kesini , ada apa ?
Ibu nya langsung mengajak Bima masuk
" Sudah masuk aja dulu makan di dalam
kamu pasti capek kan
" Nggak bu , mana mungkin Bima capek kan cuma duduk aja di pesawat
Bima memeluk Ayah dan ibunya sambil berjalan ia memang sengaja tak menyebutkan apa tujuannya pulang kekota kelahirannya ini
karena ia tak mau membuat ayah dan ibunya khawatir
" Minumlah nak , ibunya memberikan secangkir susu hangat untuk Bima
" Aku mau beristirahat dulu bu , karena ada urusan mendadak , jika sudah selesai besok sore aku akan terbang kembali ke kalimantan
" Pergilah sayang , .
Bima berjalan kekamar Ana ya , karena kamar itu hanya ada dua kamar Ana dan orang tuanya , selama ini Bima memang tak punya kamar ia hanya berbaring di depan televisi
" Bima , bagaimana kabar menantu dan cucu ibu
Bima tersenyum ,
" Mereka baik - baik saja bu, itu ada titipian Anya diluar untuk ayah dan ibu Bima lupa membawa masuk
Ayah dan ibunya buru - buru keluar melihat oleh - oleh yang di bawa Bima , meski Bima tau orang tuanya selalu begitu jika mendengar oleh - oleh , ia harap maklum karena orang tuanya memang bukan orang mampu , tetapi tanpa doa kedua orangtuanya Bima tak mungkin bisa sukses seperti sekarang meski kekayaan yang ia dapat berasal dari mertuanya , tetap saja doa orang tua adalah kunci ampuh kesuksesan hidup setiap anak
" Anak kita ya pak
Bima tersenyum - senyum melihat tingkah kedua orang tuanya
ia membuka pintu kamar Ana , ia melihat kamar tersebut di penuhi nama Aditya
" Aditya cinta Ana
" Ana milik Aditya selamanya
" Hmm benar - benar norak sekali dia ,
ini tak mungkin Ana pasti ulah Aditya
Bima berbaring di kamar Ana lalu membuka ponselnya dan melihat poto Aditya sedang memeluk perempuan yang berbaju seksi
ia sudah mengantongi identitas perempuan tersebut , dan ia pun berhasil menyelinap masuk kedalam apartement milik Aditya hingga menemukan sebuah sobekan surat perjanjian antara Ana dan Aditya
" Besok pagi aku akan langsung kekantornya
Raut wajah Bima tampak berbeda ntah apa yang sedang ia pikirkan
........
Aditya masih memandangi istri nya yang tertidur , ia tidak tau jika besok pagi Bima akan datang menemuinya
" Sungguh cantik dan manis sekali
Aditya meraba - raba bagian dalam dada Ana
__ADS_1
Ana langsung terbangun melihat kelakuan suaminya itu
" Aditya hentikan !
ini kantor
"Mm jadi jika bukan di kantor apakah kau mau
Aditya menggoda Ana kembali
Kalau begitu ayolah kita pulang sekarang aku sudah tidak tahan lagi
Ana dan Aditya keluar dari kantor , ternyata Rada berdiri di depan pintu dengan wajah tidak enak , sepertinya ia mendengar apa yang dibicarakan sepasang suami istri muda itu
" Pak Aditya
Suara Rada tampak bergetar
Saaya haaa nya mau memberikan pulpen anda yang ketinggalan tadi
" Oke baiklah ,
Aditya langsung menggandeng Ana
" Dit , apa Rada tadi mendengar obrolan kita
" Memang kenapa jika dia mendengarnya , ada yang salah , dia kan punya telinga biarkan saja
"Bukan begitu
" Kau malu
" Bukannn , maksudku
" Kau malu jika seluruh dunia tau aku selalu menginginkan mu dimanapun dan kapanpun
Aditya meninggikan suaranya
" Ah hanya buang - buang waktu saja berdebat denganmu
.....
" Bagaimana keadaanmu , apa sudah enakan
Arya duduk di atas bantal
Kau tau aku sangat membutuhkanmu di kantor
Arya langsung membayangkan Aditya yang akhir - akhir ini berperilaku aneh di kantor
semenjak Ana hamil
" Tenang saja besok aku akan masuk kekantor , jangan khawatir
" Jika belum pulih betul jangan kau paksakan
Aditya dan Ana naik kekamar atas
Seperti biasa pemandangan yang selalu di lihat Arya kelakuan Aditya yang terlihat begitu mesra ia sengaja merangkul Ana
" Dit , kau tak malu , lihatlah Arya melihat kita
" Biarkan saja ia sudah sering melakukannya
" Maksudnya
Ana terheran - heran mendengar ucapan Aditya tentang Arya
Seburuk itukah Arya , hmm pantas saja Dimas sangat marah Siska dekat - dekat dengan Arya
" Kenapa masih berdiri di luar ?
Cepat masuk kamar
Ana langsung buru - buru masuk kamar
setelah itu pertempuran berlanjut
......
Setelah mengantar Rima pulang kerumah dengan santai dan bahagia Siska pulang kerumah kebetulan hari sudah menunjukkan pukul 5 sore
__ADS_1
la memarkirkan mobil seperti biasanya
" Ah mami pasti sedang ngerumpi dengan, teman - temannya yang tidak jelas itu
Siska melihat beberapa buah mobil mewah berada di halaman rumahnya
" Siska ,
" Itu dia baru pulang ,
Mami nya berbicara dengan beberapa orang yang berpakaian batik
" Iya mi ,
" Kesini dulu nak, ini ada pakdemu dari jogja
Siska menghampiri mereka lalu bersalaman dengan semuanya , tampak seorang lelaki menggunakan blankon dan batik persis seperti gatot kaca menurut Siska
" Ini Arjuna , kamu masih ingat nggak
" Arjuna mana ya , jawab Siska jutek
Mami nya nampak malu melihat sikap Siska yang cuek , berbeda sekali dengan Arjuna yang dari tadi tak berhenti memandang Siska membuat Siska menjadi sangat risih
" Mi , Siska mau kekamar dulu ya , ganti baju
permisi bude , pakde
Siska langsung menuju kamarnya
" Aku baru tau mami punya sodara di jogja pantas saja penampilannya mirip wayang orang hahah
Siska memejamkan matanya lalu tertidur
Tokk...
tokk
tokk
" Siska jam berapa ini
Siska terkejut mendengar maminya membangunkannya
"Iya mi
Astaga aku ketiduran sampai pagi
Siska buru - buru mandi lalu bersiap untuk pergi kuliah
Maminya terkejut melihat Siska yang mau pergi malam - malam begini
" Mau kemana sayang
" Kuliah mi
" Kuliah ?
Maminya tersenyum geli
" Ini jam 8 malam , makanya jangan tidur sore - sore nggak baik
Dimas yang sedang bermain catur dengan seseorang laki - laki pun ikut tertawa
" Siska duduk disini dulu
Dengan wajah marah kepada Dimas ia duduk disamping maminya
" Apa loe ketawa
" He , sudah malu sama Arjuna
"Bodo amat , ucap Siska jutek
" Siska mulai besok kamu kekampus barengan sama Arjuna ya , dia pindah kuliah di kampus kamu dan sekarang tinggal di sini
pakde dan bude kamu ingin dia lebih dekat dengan kamu
Siska terkejut mendengar ucapan maminya
" Maksudnya bagaimana mi ,
__ADS_1