
"Rima ? " Aditya dan Arya saling berpandangan
Tanpa di suruh Rima langsung masuk menemui mereka
" Selamat pagi kak Arya, kak Aditya, maaf aku baru bisa muncul lagi, aku membawakan kado kecil ini untuk Ana dan bayinya "
Menunjukkan kado kecil yang di pegang oleh Rima
Aditya dan Arya semakin cemas saja mereka sangat curiga dengan kado yang di bawa oleh Rima
Arya pun berbisik " Aku takut ada sesuatu yang membahayakan dari dalam kotak itu "
Aditya pun langsung panik ia tak bisa berkata apa -apa, untunglah Arya tersenyum manis " Wah kadonya manis sekali, lihatlah berikan padaku biar aku yang memegangnya "
Reflek Rima langsung menggeser tangannya
" Tidak bisa,, ini akan aku berikan langsung untuk Ana kak, hehe lagian dari mana kakak tau kado ini manis ,Emang tau isinya apa ?"
Rima tersenyum manis
Aditya dan Arya yang melihat senyuman Rima tersebut ibaratkan melihat senyuman horor dari bibir Rima
Deg...
Deg...
" Mm Ana di atas kan kak aku akan langsung keatas " Tentu saja Rima bersikap seperti biasa karena memang dia tidak merasa tidak ada masalah sama sekali pada Ana dan keluarganya .
Aditya dan Arya tak bisa menghentikan langkah kaki Rima dia dan Arya berjalan membuntuti Rima dan dengan cepat memperhatikan gerak -gerik Rima
Arya kembali berbisik " Aku akan mengambil kado itu dan membawanya keluar, kau bantu aku Dit "
" Caranya bagaimana ? ,perempuan ini sangat licik ,Dia bisa berubah -rubah menjadi apa saja yang ia mau " Aditya menahan emosinya
Rima melangkah masuk kedalam kamar, nampak Ana sudah berganti pakaian dan Bian kecil berada di gendongannya, jendela memang sengaja di buka agar cahaya mentari pagi bisa masuk kedalam ,sangat bagus untuk Bian
" Rima, kau di sini " Ana pun tampak gugup, tapi Ana belum tau jika dalam tubuhnya ada donor darah keluarga Rima dan Rima juga sekarang
Wajah Ana terlihat kaku, matanya melirik kearah Arya dan Aditya yang mengikuti Rima, beberapa bodyguard pun mendekat, tapi tetap tak kelihatan jika mereka sedang mengikuti Rima, meski Rima menyadari sikap orang -orang dengannya agak aneh, dia tak terlalu ambil pusing sepertinya
" Aku sangat merindukanmu, maafkan aku baru bida menjengukmu sekarang " Rima tampak tulus sekali
" Ular berkepala dua, dia benar -benar jago akting ternyata " Arya berbisik kembali
" Oh terimakasih Rima, kau tak perlu repot -repot " Rima memberikan kadonya kepada Ana, dengan sigap Aditya mengambilnya
" Baiklah aku akan menaruhnya di situ "
Aditya langsung berpura -pura menaruhnya di atas meja, dengan cepat ia dan Arya berlari membawanya turun, sementara itu Rima dan Ana mengobrol di dalam kamar tentu saja dengan pengawalan yang sangat ketat
__ADS_1
" Siapa namanya Ana, dia tampan sekali "
Rima duduk di samping Ana, meski Ana juga gugup sekali, tapi ia sama sekali tak percaya jika Rima bisa setega itu padanya, tak ada sekali kecurigaan yang bisa ia tuduhkan pada Rima
Dia tulus sekali sepertinya apa memang dia sangat berbahaya padaku,
Ana membuka obrolannya dengan Rima
" Kau di antar kak Dimas kemari ya "
Rima terdiam dan hanya tersenyum saja
Ana memegang pundak Rima
" Ada apa Rima ... "
Rima menggeleng " Kau tak mau lagi bercerita padaku Rima "
Sambil menunduk Rima bercerita " Aku tau kak Dimas tidak benar - benar menyukaiku Ana " Mengangkat wajahnya
Ana berpura -pura tidak tau, sebenarnya ia juga tak setuju dengan cara Dimas seperti itu, karena sama saja mempermainkan hati orang lain, dan itu tidak lah baik
" Maksudnya... "
Rima pun berdiri dan melihat Jam
" Sudah hampir jam delapan, aku harus kekampus dulu " Rima berdiri dan hendak pamit
Rima hanya tersenyum, dan Ana masih berpura -pura tidak terjadi apapun
" Aku pamit dulu Bian ganteng, baik -baik sama Mama ya, ...."
Berdiri " Ana aku pamit ya, "
Ana mengangguk " Rima terimakasih ya,.. aku sangat senang kau datang kemari "
Rima mengangguk lalu " Apa kau tak menyuruhku untuk sering -sering berkunjung kemari, seperti dulu Ana, apa kau takut padaku "
Jrengggggg.....
Ana terdiam dan tampak ketakutan
" He,.. aku hanya bercanda Ana, "
Rima pun turun kebawah
Di bawah Arya dan Aditya menaruh kado tersebut di tengah halaman samping, di sana juga ada anjing pelacak dan petugas pendeteksi Bom, awalnya Rima hanya melihat saja dari kejauhan
" Apa itu, apa mereka sedang melakukan atraksi " Rima pun melihat kesana
__ADS_1
Para bodyguard tidak ada yang di suruh berpesan jika Rima turun dan memberitahu mereka di bawah lagian siapa sangka Rima akan secepat itu turun kebawah
Betapa terkejut Rima ternyata apa yang ia lihat kado yang ia berikan untuk Ana tersebut berada di tengah -tengah kerumunan
Rima berdiri dan melihat secara langsung
Petugas pun menyiram kotak tersebut beberapa Anjing membuka kotak itu dengan sangat beringas, kotak tersebut terbuka dan terlihatlah boneka kuda poni kecil berwarna biru
Arya dan Aditya saling memandang satu sama lain, dan lebih terkejutnya lagi mereka melihat Rima berdiri
" Aduh matilah kita " Arya memegang dadanya
Rima yang berdiri mematung langsung menangis ia mengambil kuda poni kecil yang sudah robek di gigit oleh anjing besar tersebut ,ia menaruhnya di dada
" Aku tak menyangka jika hadiah dari orang yang tak punya seperti aku, memang tak pantas berada di rumah ini , kalian tau aku sengaja menabung untuk membeli boneka ini sejak awal kehamilan Ana, dan bagiku ini bukanlah sesuatu yang murah, kenapa kak Adit, kak Arya kalian mencurigaiku, apa aku tak pantas menjadi teman orang kaya " Rima menangis lalu pergi berlari meninggalkan mereka
Arya dan Aditya hanya mematung, mereka membisu kebingungan,
beberapa orang petugas pun izin untuk pamit " Tuan Aditya kami harus segera pergi, karena kotak hadiah yang anda curigai tadi hanya berisi sebuah boneka biasa saja "
" Terimakasih Pak, "
Rombongan petugas pun pergi meninggalkan mereka
" Arya, apa kau yakin Rima benar -benar jahat,Ha, apa kita terlalu keterlaluan padanya,
bagaimana laporan kepolisian kematian nenek, apa petugas kepolisian sudah menghubungi kita "
Arya pun tampak bingung " Belum ada laporan dari mereka Dit, nanti aku akan kesana untuk menanyai perkembangan kasus nenek, kau kan tau aku beberapa minggu ini sibuk mengurus urusan yang lain "
Aditya mengangguk, mengerti
...........
Haii.....
Lah gimana? penasaran kan..
sama author jugak penasaran, bagaimana kelanjutannya,
wkwkwkwwk
Terus apa lagi, sebenarnya Rima jahat nggak sih Thor "
Author : menurut kalian gimana jahat nggak? "
garuk -garuk kepala
" Thor masih banyak yang belum terungkap, jangan tamat dulu dong Thor "
__ADS_1
Author : garuk -garuk kepala sambil senyum-senyum
Terimakasih banyak untuk yang komentar negatif atau positif, semoga kalian selalu di murahkan rezeki selalu aaminnn 😊