Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 136


__ADS_3

" Kau tau aku lagi tanggung " Menarik selimut


" Ayo kita mulai lagi " Aditya membujuk Ana


" Sudahlah aku sudah tidak bernafsu lagi "


Ana menarik Selimut dan tertidur


........


Dikampus siang ini


Rima sudah mulai masuk kuliah kembali


mereka duduk di kantin dengan tambahan anggota baru siapa lagi kalo bukan Alena


" Kenapa wajahmu begitu Ana " Rima bertanya heran


" Lagi bete, males banget mau pulang kerumah " Mengenyampingkan bibirnya


" Kenapa lagi kau Anastasya " Siska bertanya balik kepada Ana yang tampak tidak bersemngat sekali


" Kalian tau paman dan bibi Aditya yang dari desa itu sedang berada di rumahku "


" Are you sure , oh selamat datang masalah baru " Siska akhirnya tertawa


"Sialan kau bisa tidak kau tak usah sebahagia itu Siska " Ana tampak sangat kesal melihat Siska yang masih tertawa cekikikan


Arya lewat di depan mereka bersama rektor seperti sedang mengamati beberapa gedung ntah apa yang sedang mereka bicarakan


Alena langsung menjerit histeris melihat Arya yang berada di sana " Ya ampun kakak ganteng , lihatla itu calon suamiku berada di sana "


" Alena kau berteriak tepat di telingaku aduh kau bisa membuat pecah gendang telingaku "


Rima menutup kedua telinganya dengan kedua tangannya


"Bagaimana mungkin aku bisa menahan rasa cintaku saat melihat jodohku berada di dekatku "


Alena meletakkan tangannya di dada


Rima yang tak tau terkejut melihat Alena mengatakan hal memalukan seperti itu apa lagi dia seorang perempuan, tidak pantas sekali bersikap seperti itu , dia saja yang memiliki perasaan suka dengan Dimas tak berani untuk bersikap mengerikan seperti itu ia melirik ke arah Ana dan Siska


Ana memberi kode untuk jangan berkomentar sama sekali ,Rima mengangguk tanda mengerti


Arya yang melihat Alena berteriak langsung buru - buru kabur mengajak pak rektor untuk pergi


aduh gadis gila itu berada di sana , apa yang ia lakukan berteriak kencang sekali


" Apa dia kekasihmu " Pak rektor bertanya pada Arya


"Bukan pak " Arya menggaruk kepalanya


" Hmm aku rasa itu resiko orang ganteng " Pak rektor yang humoris itupun menggodanya.


Siska yang sudah geram dengan sikap Alena dari kemarin terpancing emosinya


" Alena kau ini memalukan sekali ya, apa begitu caramu menarik perhatian lelaki "


Siska berbicara dengan sinis


"Siska apa kau tau rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama ya seperti itu perasaanku berbunga - bunga " Menaruh tangannya di dada kembali sambil tersenyum terlihat lekukan lesung pipit yang sangat jelas


Ana dan Rima saling memberi kode agar mereka tak saling bertengkar satu sama lainnya


" Ehem baiklah bagaimana kalau kita langsung pulang saja"


Ana dan Rima bergegas berdiri


Wajah Siska tampak marah sekali saat Alena menyebut soal cinta ia tak tau bagaimana cinta Arya dan dirinya


" Sudah ayo kita pulang Alena sebaiknya kau pulang duluan ya " Rima berbicara lembut sekali agar Alena tak tersinggung

__ADS_1


" Oh tidak masalah teman aku sudah mengatur sketjul untuk kegiatanku hari ini "


Matanya tampak berbinar sekali ntah apa yang sedang ia pikirkan , seperti sedang mengatur sebuah rencana besar


"Siska membuang muka saat Alena berbicara


" Ngomong - ngomong aku tak melihat Arjuna dari tadi "


Siska mendadak keki ia seperti tak bisa berbicara sama sekali lidahnya tampak kaku


" Ia aku juga " Rima kembali berbicara


Tak butuh waktu lama Arjuna melewati mereka


" Eh itu orangnya panjang umur ternyata "


Arjuna melewati Siska dengan cuek sekali di hadapan mereka bertiga


Ana melirik kearah Arjuna dan kembali melirik Siska " Kenapa dia tumben sekali "


"Sudah biarkan saja tidak terlalu penting " Mereka pun masuk kedalam mobil masing - masing


Rima masih berdiri tak berani berbicara untunglah Ana paham " Ayo pulang bareng aku aja" Ana menarik tangan Rima


Dengan cepat Rima masuk kedalam mobil Ana, karena ia agak trauma pulang bareng Siska


.......


" Syukurlah hari ni semua kerjaan selesai"


Arya tampak letih sekali ia merebahkan tubuhnya di kursi


Membuka dompet dan melihat poto ibunya


" Ibu hari ini aku akan menjengukmu semoga kau menjadi lebih sehat ya bu "


Bergegas turun kebawah dan menuju parkiran mobil


Tut


tut


Pintu mobil terbuka ia langsung masuk kedalam mobil


menghidupkan musik dan menikmati perjalanan lagu yang ia putar pas sekali dengan suasana hatinya


" Untunglah aku di pinjamkan mobil oleh Aditya dia sungguh sangat baik kepadaku "


Memandangi poto Ana dan Aditya yang tergantung di spion mobil


Sekitar 30 menit perjalanan Arya sampai di rumah sakit jiwa tempat ibunya di rawat


"akhirnya sampai juga " Arya tersenyum sudah tidak sabar lagi ingin bertemu ibunya


" Iya kita sudah sampai "


Sahutan seorang perempuan terdengar dari belakang mobil tersebut kebetulan mobil yang terdiri dari 3 baris, baris depan, tengah dan belakang .


" Ha suara siapa itu " Arya mendadak merinding ia melihat kebelakang dan ternyata


" Hallo kakak ganteng, maaf aku ketiduran di mobil ini suara alunan musik yang kau putar tadi menina bobokan aku "


Alena berdiri dan nampak sangat senang sekali


" Bagaimana mungkin kau bisa berada dalam mobilku apa kau manusia jadi - jadian "


Arya tampak sangat kaget ,wajahnya tampak sangat panik


" Terimakasih telah memujiku kakak ganteng, iya benar aku manusia jadi - jadian


jelmaan bidadari yang akan segera menjadi pendampingmu "

__ADS_1


Astaga apa lagi ini tuhan kenapa nasib ku sial sekali, cobaan silih berganti dan sekarang aku di hadapkan dengan perempuan gila ini


" Cepat turun kau dari mobil ku " Arya segera membuka garasi mobilnya


" Aku ingin ikut denganmu " Arya tak punya pilihan lain lagi karena sekarang semua orang sedang memandang kearahnya merasa sangat aneh karena dari belakang garasi mobilnya ada perempuan yang keluar


Apa yang mereka pikirkan tentangku menatapku sangat aneh, apa dia pikir aku menyekap perempuan ini, dia gadis gila yang pertama melakukan ini padaku, pas sekali ingin sekali aku memasukkannya kedalam rumah sakit ini, menukarnya dengan ibu didalam


Arya mengelap dahinya yang bercucuran keringat bukan karena ketakutan ia merasa sangat gerogi berhadapan dengan perempuan gila yang mengejar -ngejarnya


Alena langsung turun dan menggandeng tangan Arya , dan untuk pertama kali ia merasa sangat jijik di gandeng oleh perempuan seperti ini, Alena ini cantik tapi sayang kelakuannya ekstrem sekali


" Kak Arya mau menjenguk siapa"


Dia cerewet sekali, hiii makhluk apa dia ini


j " Bisakah kau melepas tanganmu " Arya melepaskan tangan Alena


" Oke baiklah karena kakak yang memintanya"


Alena tersenyum dan memperlihatkan lesung pipinya yang dalam


" Aku ingin bertanya bagaimana kau bisa masuk kedalam mobilku, cepat katakan "


Arya tampak sangat emosi


" Mau tau banget atau mau tau aja " Alena tertawa cekikikan melirik kearah Arya


Gila perempuan ini, aku sungguh meragukan kondisi kejiwaannya dia berani menatapku ntah mengapa aku sangat jijik melihatnya ingin sekali aku menampar wajahnya, untung saja dia perempuan kalau lelaki habis lah dia


" Kan kakak membuka pintu mobil tadi dari jauh langsung saja aku masuk kedalam mobilmu, kan aku sudah pernah bilang jika aku suka dengan seseorang maka aku harus mendapatkannya bagaimanapun caranya "


"Apa kau sudah gila " Arya terlihat sangat marah


Tetapi seorang perempuan paruh baya lewat di papah oleh suster dengan wajah tersenyum ia memanggil Arya " Arya apa kau sudah datang sayang "


Ibunya langsung memeluk Arya


" Ibu bagaimana keadaan mu apa kau baik - baik saja "


Arya tampak berkaca - kaca melihat ibunya yang semakin hari semakin pulih saja kejiwaannya


" Kau lihat ibu sangat baik - baik saja "


Alena masih berdiri dan langsung mengambil tangan ibunya " Hallo ibu apa kau baik - baik saja "


Ibu Arya terkejut melihat perempuan yang berdiri di samping Arya karena memang Arya tidak pernah memperkenalkan perempuan manapun kepada ibunya kecuali jika perempuan itu akan dijadikannya seorang istri


" Dia " Belum sempat Arya menjawab Alena langsung memotong pembicaraan Arya


" Saya Alena ibu calon istrinya kak Arya "


Menggandeng Arya dengan manja


Tentu saja Arya tak bisa berbuat apapun di hadapan ibunya jika ia membentak Alena maka ia takut kejiwaan ibunya kembali terguncang


Ya tuhan gilaaaa apa cobaan ku semakin bertambah saja


" Benarkah kenapa Arya tak pernah bercerita tentangmu "


Ibunya tampak bahagia sekali mendengar kabar itu


"Aku yang sangat ingin sekali menjadi istrinya ibu, aku harap. dia juga begitu kepadaku, apa ibu merestui aku menjadi menantu ibu "


Lagi - lagi Alena bersikap sangat ekstrim


Ibu Arya memeluk Alena " Kemari nak, kau sangat cantik, aku tidak pernah memilih siapapun untuk menjadi menantuku, asal ia benar - benar bisa membuat anakku menjadi nyaman bahagia "


:Arya mengusap wajahnya " Tamatlah riwayatku "


" Ibu sudahlah kau jangan terlalu banyak bicara kau kembalilah istirahat di dalam bu, sudah ayo suster cepat bawa ibuku masuk kedalam kembali "

__ADS_1


Baru kali ini Arya ingin cepat - cepat pulang kerumah, biasanya ia sangat betah berlama - lama di dekat ibunya terlebih keadaan ibunya semakin membaik


__ADS_2