Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 214


__ADS_3

Arya langsung buru -buru keluar karena jika sudah berurusan dengan perempuan ia tetap akan kalah


Aditya pun keluar ia berpura -pura sedang mengejar Arya " Arya tunggu dulu "


" Apa lagi Dit , ah kau lihat istrimu sedang marah besar padaku sekarang ,apa lagi yang kau mau " Arya menarik nafas dalam -dalam


" Kau harus memastikan jangan sampai Ana tau apa yang telah kita perbuat dengan kado dari Rima tersebut , kau tau jika Ana sampai tau aku ikut melakukan itu , sudah pasti ia juga akan mengusirku tidur di luar kamar "


Aditya tampak sangat cemas


" Kau tau aku saja takut bertemu dengan gadis itu, kau tau kan kita sudah memperlakukannya seperti apa "


Arya terduduk di lantai


" Arya... Arya.. "Menepuk pipi Arya


"Ayolah kawan aku mohon, hanya kau yang bisa aku andalkan siapa lagi kalau bukan kau, "


Oma.Rita tampak ingin naik keatas menuju kamar Ana , membuat Aditya semakin panik saja


" Arya cepat lakukan tugasmu aku mohon ,lihat oma akan keatas , aku bisa di hukum jika sampai ia tau aku telah membuat Ana menangis "


Aditya berdiri dan kembali masuk kedalam kamar untuk menenangkan Ana

__ADS_1


"Sayang sudah jangan menangis aku yang menjamin jika nanti sore Rima akan ada di sini"


Meski Aditya sendiri juga tidak yakin ,hanya ini cara membuat Ana bisa terdiam ,jika tidak ia akan di marahi Oma habis-habisa


" Benar ya, kau janji "Memberikan jari kelingkingnya


" Iya aku janji, ayo sekarang cepat hapus air matamu " Aditya dengan cepat mengelap air mata dari pipi Ana


Tepat sekali Oma Masuk dan melihat Aditya memegang pipi Ana " wah cucu Oma romantis sekali, eitzz Aditya jaga jarak dengan Ana jangan terlalu dekat berbahaya ... "


Aditya langsung berdiri dan menjauh


Sedangkan Oma langsung melihat Bian dia tak terlalu fokus dengan wajah Ana yang merah karena habis menangis


Toettt...


Hanya dengan memuji Ana saja sesuatu terlihat menyempit


"Aduh sungguh berbahaya sekali ,pujian ini langsung sempit " Aditya membetulkan resleting celananya bermaksud meluruskan sesuatu yang agak membengkok kesamping


Oma asik bernyanyi-nyanyi dan bersalawat di hadapan Bian, padahal jelas -jelas Bayi seumuran Bian itu lebih banyak menghabiskan waktu untuk tidur


Tak lama terdengar langkah kaki ternyata Siska telah meunggu di bawah,

__ADS_1


Aditya pun langsung menyuruh nya untuk naik keatas


" Terimakasih kak Aditya "sedangkan Arjuna ia memilih menunggu di mobil ntah apa yang sedang ia pikirkan di dalam mobil, tapi Siska benar -benar acuh sekali padanya


"Permisi Ana... "


Ana menaruh jarinya telunjuknya di bibir dan menunjuk kearah Oma yang tampak tertidur di sebelah keranjang Bian


Siska pun melangkah maju dengan perlahan


lalu duduk mengobrol di samping Ana,


" Kau sudah tau perihal Rima "


Ana mengangguk


"Aku sungguh merasa bersalah sekali, pada Rima Ana, kita sama sekali telah memvonis dirinya tanpa mengedapankan asas praduga tak bersalah karena kita baru mengetahui jika ia adalah adik kandung Marisa"


"Kita telah menuduh sahabat baik kita sendiri, padahal ia sama sekali tak akan mungkin Setega itu, aku dari awal tidak percaya jika ia sejahat itu, terlebih aku tau dari Mama jika ia dan keluarganya mendonorkan darahnya untukku , kita jahat sekali Siska "


...........


Crazy upp...lanjut besok siang ya...

__ADS_1


karena sudah mendekati akhir cerita 😀


__ADS_2