Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 128


__ADS_3

Arya pulang kerumah Aditya dengan wajah di tekuk tak seperti biasanya


"Aku pulang " Merebahkan tubuhnya di sofa di hadapan Arya dan Ana karena dari kecil Arya dan Aditya memang selalu bersama, mengambil paksa remote televisi lalu menukah acara


" Stop " Ana menyuruh Arya kembali ke chanel berikutnya


" Aku ingin itu sekarang " Aditya dan Arya terkejut, terguling, dan terbelalak melihat permintaan Ana seperti yang ada di dalam canel tersebut


"Ini semua salahmu kenapa kau menukar acara canel televisi tadi jadi dia meminta hal yang aneh padaku " Aditya berbisik dengan pelan ketelinga Arya


Arya yang dari pagi kelelahan bukan lelah otot tapi lelah hati semua yang lelah tercampur aduk di hatinya tapi sepertinya memang orang - orang tak ada yang perduli padanya


Beberapa menit kemudian


Sesuai permintaan Ana ia ingin anak ayam yang menetas dari telurnya tetapi harus menetas di tangan Arya


" Untung saja kau istri Aditya jika bukan sudah habis aku kuliti, ada - ada saja permintaan perempuan hamil itu "


duduk sambil menyetir dengan beberapa anak buah di belakang mobil


" Aku sungguh menyesal tadi , kenapa aku harus menukar chanel televisi yang ada anak ayamnya menetas " Memebelalakkan mata menuju peternakan ayam


Live streaming sengaja di mulai di ponsel milik Arya terus terhubung di televisi rumah Ana


Ana tampak sangat senang pada saat Arya muai memasuki kawasan peternakan ayam


" Ihh anak ayam lucu sekali "


Tentu saja bukan Aditya yang di surur karena menurut mitos lelaki yang istrinya sedang hamil tidak boleh sama sekali membunuh, atau melakukan hal - hal yang aneh dengan hewan


" Baiklah aku sudah sampai " Arya memperlihatkan wajah kesalnya dikamera


" Ah aku sungguh menyesal menukar chanel televisi tadi " Terdengar suara Arya masih bergerutu


Tampak Ana dan Aditya sedang duduk berdua sambil berpelukan dan memakan cemilan


" Indah sekali hidup orang kaya " Arya semakin kesal sudah lelah seharian harus berjibaku dengan perasaan kecewa, luka, hancur lebur, remuk redam , turun naik ehh...


sekarang lagi - lagi ia harus terjun langsung kelapangan mengikuti permintaan Ana dan Aditya


" Bagaimana nyonya Ana ini aku sudah berada disamping kandang ayam dan sebelahnya telur - telur sedang di erami " Wajah Arya tampak menyebalkan sekali


" Ya masuklah aku ingin melihat kau menangkap ayam - ayam itu "Ana tampak sangat senang melihat banyak ayam - ayam di dalam kandang


" Sayang lihatlah ayam itu lucu sekali "


Aditya tersenyum bahagia


" Apa yang kau inginkan apapun itu akan aku lakukan sayang " Mengecup kening Ana


" Enak benar nasib sultan " Arya memperhatikan Aditya dan Ana yang sedang duduk bersantai memakan cemilan dan meminum kopi menonton live streaming yang ia lakukan tengah malam buta hanya untuk mengabulkan keinginan Ana yang sedang hamil


" Aku harus masuk baiklah ,apa aku harus menyiapkan kasur dan bantal agar bisa berbaring di dalam " Suara Arya terdengar begitu pasrah


" Arya aku mau kau menangkap ayam yang itu" Ana menunjuk Ayam di kameranya


Arya mengambil ayam di sebelahnya "Ini kan "


" Bukan yang itu yang di belakangmu yang ekornya berwarna putih agak panjang "


" Yang ini "


"" Bukan "


Kurang lebih lima belas kali Arya menangkap Ayam yang di maksud Ana tapi tidak juga tertangkap


Arya terduduk kelelahan " Bagaimana mungkin aku bisa menangkap ayam yang ekornya putih agak panjang apa aku harus mengambil penggaris dan mengukur ekor setiap ayam didalam ini "


Arya melihat ayam potong yang semua berbulu putih dan memiliki ekor yang sama


" Sayang ayam yang mana kau lihat semua warnanya sama " Aditya mengelus kepala Ana dengan lembut tanpa memperdulikan Arya yang sudah terduduk diantara ratusan ayam di dalam kandang tampak beberapa ayam duduk di kepalanya


" Jadi mau yang mana " Arya masih berusaha sabar ia memaksakan senyumnya


sebuah senyuman manis untuk seseorang yang mengalami masalah perncernaan akibat kotoran yang susah keluar, bisa kalian bayangkan bagaimana senyuman Arya saat ini


" Aku terserah Aditya saja yang mana " Ana memeluk Aditya


" Bagaimana kalau ayam goreng saja sayang, aku jadi tidak tertarik lagi dengan ayam dan telurnya yang sudah menetas aku takut nanti jika di bawa kemari bakteri dan berbagai macam penyakit akan menempel "

__ADS_1


Ana memeluk dengan manja, lemah lembut dan gemulai


Arya yang mendengar Ana mengatakan demikan tampak sangat marah ia merasakan seperti asap keluar dari telinganya karena menahan rasa sabar yang amat sangat besar


"Jadi bagaimana selanjutnya tuan dan nyonya apa aku boleh pulang atau kalian ingin aku masih di sini bersama para bangsa ayam nenek mamak dan tuo tengganai ayam "


berusaha tersenyum seperti tadi kali ini tingkat senyuman Arya lebih agak ekstrem


" Ya sudah pulang saja aku dan Ana sudah sangat lelah Ana juga harus beristirahat jangan sampai kelelahan "


Mematikan televisi " Live streaming selesai "


Arya masuk kedalam mobil dengan bau ayam yang membuat orang orang didalam mobil muntah - muntah


" Kalian turunlah aku bisa mengendarai mobil ini sendiri " Menyuruh para pengawal turun dan pindah kemobil satunya lagi


" Maaf tuan " Mereka menunduk


" Ah tidak masalah aku bisa membuka bajuku dan mematikan AC lalu membuka seluruh kaca mobil " Arya langsung mengemudikan mobil


" Puas kalian membuatku seperti ini aku tidak bisa membayangkan jika nanti memiliki seorang istri dan dia sedang hamil lalu memintaku untuk masuk mengambil anak macan, ah mengerikan sekali jika istri mengidam ternyata " Arya menggelengkan kepala sekaligus membayangkan tingkat keekstreman istri yang lagi mengidam


.....


" Selamat pagi semua " Wajah Ana dan Aditya tampak berseri - seri maklumlah orang kaya mereka tak pernah merasakan masukin air kedalam botol sampo yang hampir habis


nggak pernah merasakan duduk antri di dalam mobil angkot kalau lagi apes bersebelahan dengan orang yang bau keteknya lebih pahit dari kehidupan ckckc


" Pagi " Wajah Arya tampak masam semasam hatinya yang tiap pagi akan bertemu dengan kenyataan dan menghadapi pahitnya saat cinta tak harus memiliki berada di depan mata


" Kau pergi bersama Ana saja " Aditya menawarkan


.


j Tidak usah aku ada urusan sebentar nanti sebaiknya aku membawa mobil sendiri saja "


sambil mengoles roti dengan selai


" Baiklah kalau begitu aku akan kekantor bersama Ana sekalian "


" Ya pergilah hati - hati dijalan "


Mereka benar - benar tidak berterimakasih sama sekali kepadaku setelah semalam membuatku sudah seperti raja ayam


benar - benar keterlaluan


Melahap roti di tangannya dengan rakus


.......


" Dagh sayang " melambaikan tangannya kearah Aditya lalu berjalan kedalam ruangan


" Biar aku saja yang membawa tasmu "


Siska berhenti dan memperhatikan Arjuna


Hh ide bagus juga dia menawarkan sesuatu yang membuatku menjadi ratu, oke baiklah Arjuna kau sengaja membuka jalan untukku mengacak - ngacak hidupmu


Melemparkan tas kewajah Arjuna yang lebih tinggi darinya " Ini ambil "


Arjuna tersenyum " Sesungguhnya jika kau ingin memiliki rezeki yang banyak maka buatlah hati istrimu senang maka rezeki akan selalu datang menghampirimu "


" Berhentilah berkhotbah itu akan membuat kotoran di dalam telingaku memberontak untuk keluar "


Siska melanjutkan jalannya tampak seorang perempuan sepertinya mahasiwa baru yang sedang mencari - cari ruangan kelas


" Kamu Siska kan "


Seorang perempuan menghampiri Siska


" Iya kamu " Berusaha mengingat perempuan ini


" Aku Alena kamu lupa "


dia tersenyum manis dengan lesung pipi yang dalam kelihatan sangat jelas di pipi cabinya


"Alena anak pakde yang jual gorengan di dekat rumah pak Samsir guru ngaji kita dulu kan " Siska tersenyum ia berkeliling tak menyangka jika Alana yang kumal menjelma secantik ini ia bahkan tak tampak seperti anak pakde penjual gorengan


Mengupil dengan dalam di depan Siska lalu menyodorkan tangannya " Apa kabar "

__ADS_1


Arjuna yang memperhatikan mendadak ingin muntah


Ya dulu Alena di juluk si upil besar setiap pakde penjual gorengan menjual gorengan Alena selalu berada di depan wajan tetapi anehnya gorengan tersebut selalu laku keras setiap hari habis tak tersisa, ternyata kebiasaannya sampai sekarang masih tersisa


" Kau kenapa ada disini " Siska bertanya sambil mengelap tangannya kebaju milik Arjuna


Bayangkan saja wajah Arjuna berubah menjadi sangat aneh, apalagi Arjuna terkenal bersih dan rapi


" Kampusku mengadakan pertukaran pelajar aku terpilih untuk beberapa bulan kedepan untuk berkuliah di sini "


" Memangnya kau kuliah dimana "


" Aku kuliah di kampus xxxx di tempat mbahku "


Siska terpukau ia tak menyangka jika Alena bisa terpilih karena otak Alena lebih kurang dia


Menyodorkan kertas kepada Siska " Apa kau tau ruangan kelas ini "


" Hei Alena kita satu kelas " Alena tampak bahagia


Lalu mereka menuju kekelas Alena memang cantik tapi dia norak sekali sungguh membuat Siska menutup wajahnya ia memegang baju Siska


" Pasti baju kamu mahal ya Siska "


" Nggak juga Alena , ini hanya satu juta saja "


.


" Behh kok kamu ya mau beli baju kek gini aja semahal itu kamu pegang ini bajuku cepat pegang " Menarik tangan Siska dan meletakkan di bajunya


" Gimana samakan, ini cuma 25 ribu kalau beli banyak bisa lebih murah lagi besok - besok kalau mau belanja ajak aku aja "


Siska tersenyum dan mengajak Alena masuk kedalam kelas, karena Rima tidak masuk kuliah hari ini maka Alena duduk di tempat Rima sementara


" Ana kenalin ini teman aku " Ana tersenyum dan mengulurkan tangannya


Siska menepuk tangan Ana lalu berbisik " Tidak usah tangannya habis memegang upilnya


Siska tak menyadari jika ia juga suka mengupil dan sama - sama parah dengan Alana


Dengan cepat menarik tangannya dan melipat kedua tangannya " Aku Ana senang berjumpa denganmu "


" Iya kamu cantik sekali ya, nama kita juga hampir sama, Ana, Alena " Ana tersenyum


" Terimakasih Alena kamu juga cantik sekali, semoga kita bisa menjadi teman yang baik ya"


Tak lama Arya masuk kedalam kelas dengan wajah yang tampan dan wangi parfum yang khas sekali


" Ini dosen ganteng bener ya " Alana tampak sangat kagum


Siska berdehem " Ehem "


" Bapak saya boleh bertanya tidak "


Semua orang memandang Alena yang memiliki nyali yang besar, sebenarnya lebih ketidak tahu malu sih


Arya yang sedang gugup terpaksa menatap Alena yang duduk tepat di belakang Siska mau tidak mau suka tidak suka otomatis ia juga melihat kearah Siska


" Iya silahkan "


" Bapak sudah menikah atau belum pak "


Alena bertanya dengan genit sekali membuat Arya sangat malu sekali


" Ayo pak jawab " Beberapa mahasiwa mengomentari


Ana berbisik kepada Siska " Ini teman kamu agak ekstrim ya "


Siska juga terkejut " Aku juga tak menyangka dia jadi seperti ini "


:Saya belum menikah " Arya tersenyum gugup


" Sudah ya kita langsung mengumpulkan tugas saja "


" Pak satu pertanyaan lagi "


Alena memaksakan bertanya lagi dengan Arya kali ini terlihat lebih ngotot


" Iya silahkan " Arya menggaruk kepalanya

__ADS_1


" boleh saya mengajukan diri menjadi calon istri bapak, karena sejak pertama kali melihat bapak saya sudah sangat yakin kalau bapak adalah jodoh saya yang dikirimkan tuhan untuk menemani saya hingga menutup mata "


__ADS_2