
Menyodorkan gelas minuman kepada Siska
Plak
.
Siska melempar gelas itu kelantai hingga pecah berserakan lalu Siska mengambil ponselnya dan memakai jaket yang diberikan oleh Arya padanya tersebut
" Kau taukan perasaan ku , tolong kau tutup pintu kamarku dan berpura - puralah menjadi aku "
Siska keluar dari dalam kamarnya dan berusaha menyelinap keluar ia akan kabur dari rumah
Meninggalkan potografer itu didalam kamar yang sudah ia kunci dari luar lalu melempar kunci kamarnya kedalam kolam berenang
banyaknya tamu yang datang membuat mereka sibuk dengan dirinya masing - masing Siska yang memakai jaket dan masih menggunakan kebaya pernikahannya menutup kepalanya dengan jaket tersebut ia melihat Arjuna, maminya dan Dimas sedang mengobrol bersama orang tua Arjuna tampak mereka semua sangat bahagia
" Berbahagialah kalian diatas penderitaanku "
Siska memberhentikan taksi lalu berniat memesan hotel ia akan menginap disana
.....
Arya tak sengaja menyenggol gelas hingga jatuh dan berserakan di lantai
" Awww "
langsung menghisap jarinya yang terluka
Seorang pelayan menghampirinya lalu dengan cepat membersihkannya
Aditya tampak keluar dari kamarnya jam menunjukkan pukul 23 : 00
seperti biasa semenjak kehamilan Ana ia akan selalu turun kebawah untuk mencari makanan pengganjal perutnya
" Aku lapar " Buru - buru kedapur dan mengambil makanan , melahap dengan rakusnya lalu ia tersandar di kursi meja makan karena kekenyangan
" Yang disini juga bersihkan "
Aditya bangkit dari kursinya dan melihat Arya yang masih sibuk dengan pelayan yang sedang membersihkan sesuatu
" Apa yang kau lakukan ?"
" Aku tak sengaja menjatuhkan gelas kelantai"
menunjuk kearah lantai yang berserakan
" Cepat kalian bersihkan panggil yang lain aku tak mau butiran - butiran beling nanti terinjak oleh istriku "
dengan wajah yang benar - benar serius
"Baik tuan " , berlari kebelakang dan memanggil beberapa orang pelayan di dapur dan berlari keluar
Beberapa orang pelayan keluar dengan kaca pembesar di tangannya memastikan jika tidak ada pecahan beling yang berada di lantai mereka berjongkok dan mengelilingi tempat jatuhnya gelas tadi
Arya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Aditya " Maafkan aku karena aku kalian harus repot malam - malam begini mencari pecahan beling "
Menelik air minim di tangannya dan kembali kekamarnya
" Tidak apa - apa tuan , ini memang sudah tugas kami "
Melanjutkan pencarian dan memastikan bahwa tak ada lagi butiran pecahan gelas yang berserakan dilantai
.Hening sepi malam ini tak terdengar suara jangkrik Arya memejamkan matanya ia masih terbayang - bayang wajah Siska dan melihat handuk berwarna merah muda yang di pinjamkan padanya tergantung di dekat lemarinya ada tulisan nama Siska di handuj tersebut .
__ADS_1
10 menit
20 menit
satu jam berlalu
Seseorang datang masuk kekamar Arya yang lupa ia kunci " Arya? "
"Aditya apa yang sedang kau lakukan "
Tampak Arya sedang mengelus jagoan kecilnya
" Kau mengagetkanku malam - malam begini "
menjauhkan tangannya dan segera berdiri
Aditya tampak tak terlalu perduli dengan apa yang barusan ia lihat " Cepat kau lihat ini "
menyodorkan ponselnya kepada Arya
" Hanya sebuah pesan, jadi apa masalahnya "
Terdiam dan kembali membaca ulang pesan tersebut " Ha Amanda masih menganggumu "
melihat kearah Aditya yang tampak cemas
" Santai, besok pagi kita akan mengakhiri semuanya " Arya bersikap seperti super hero
" Bukan itu masalahanya "
Aditya mondar - mandir di hadapan Arya
" Jadi apa ? " Memperhatikan Aditya yang terus saja mondar - mandir di hadapannya
" Dit, berhentilah aku pusing melihatmu mondar - mandir di hadapanku "
" Tadi aku menyuruh Ana membukanya , apa yang ada di pikirannya tentangku .
wajahnya tampak panik sekali
"Jangan khawatir aku akan menghubungi orang kepercayaanku besok kau bawa saja Ana kita akan menjelaskan semuanya
" Kau yakin "
" Tenang saja kau serahkan padaku "
Arya menenenangkan Aditya
" Sekarang kau cepat kembali keatas dan cepat peluk istrimu " Membalikkan tubuh Aditya dan dengan cepat menutup pintu kamarnya
" Dagh sampai jumpa , Dia seeanaknya saja mengangguku "
Merebahkan tubuhnya dan berusaha memejamkan matanya
Kring
kring
" Apa lagi yang ia inginkan, arggh
biarkan saja " menutup wajahnya dengan bantal
Ponsel kembali berbunyi lagi
__ADS_1
" Apa dia hanya bisa mengangguku "
Beridiri dan mengambil ponselnya
.....
" Angkatlah telponku kak Arya aku mohon "
Dengan wajah mengiba
Memencet kembali nomor telpon dan melatakkannya di telinga tetap saja tidak di angkat " Apa dia sudah tidur?
" Baiklah aku akan mematikan ponselku "
Melihat layar ponselnya 8 panggilan tak terjawab dari Siska
kaget, bahagia, senang bercampur aduk perasaannya " Siska menelponku jam segini ada apa? aku telpon balik atau tidak ya "
Masih berpikir keras
" Baiklah sekali lagi aku menelponnya sebelum ponsel ini aku matikan jika tidak juga di angkat maka aku tidak akan pernah lagi menghubungimu lagi kak Arya "
Sambil menangis
" Ha dia menelpon lagi bagaimana ini apa aku angkat saja , aduh bagaimana ini "
Tidak sengaja Arya menjawab telpon dari Siska
Terdengar suara Siska di ujung telpon
" Halo kak Arya , apa kau mendengarku halo? "
Mendekatkan ponsel di telinganya dengan penuh deg - deggan " Iya Siska ada apa ?"
" Aku kabur dari rumah kak, aku menunggumu sekarang di hotel skyblue kamar nomor 302 "
Siska mematikan ponselnya " Halo Siska ? "
Tanpa pikir panjang Arya langsung keluar dan mengambil kunci mobil terdengar suara pagar terbuka tengah malam begini, Aditya langsung berdiri dan melihat dari jendela kamarnya Arya mengemudikan mobil seperti sedang terburu - buru
" Mau kemana dia tengah malam begini "
Aditya berpikit Arya sedang mencari tau apa lagi yang akan direncanakan Amanda
Lalu melanjutkan tidurnya dengan memeluk Ana yang masih tertidur nyenyak disampingnya dengan perut yang mulai nampak agak membesar.
Didalam perjalanan menuju hotel Arya tak habis pikir apa yang sebenarnya yang sedang di lakukan Siska di dalam hotel malam - malam begini " Apa yang di lakukannya di hotel "
Arya buru - buru masuk kedalam hotel dan naik keatas menggunakan lift
" Nomor 302 " Arya mencari kamar Siska
Ternyata Siska sengaja menunggu Arya datang ia menunggu di pintu kamarnya
" Kak Arya " Untuk pertama kalinya Siska memeluk Arya dengan erat perasaan Arya malam ini amat senang, senang bercampur heran pertama ia senang bisa di peluk Siska
yang membuat heran apa yang di lakukan Siska malam - malam begini memakai kebaya dan sendirian di kamar hotel
Siska menariknya kedalam kamar hotel
" Siska apa yang kau lakukan sebenarnya apa yang terjadi "
Siska membuka jaket yang diberikan Arya lalu ia membuka kancing kebayanya satu persatu ,pintu kamar hotel tersebut masih terbuka mereka tidak sadar jika Dimas juga baru datang dan mendengar apa yang mereka bicarakan dari luar
__ADS_1
" Siska apa yang kau lakukan cepat kau pakaikan pakaianmu "
Arya menundukkan wajahnya ,padahal ia sudah sangat sering melakukan itu dengan banyak wanita dan sudah tak terhitung lagi berapa banyak wanita yang sudah ia tiduri tetapi tak berlaku kepada Siska ia seolah menjaga Siska jangankan untuk menyentuhnya menatapnya saja terlalu lama ia tak berani.