
Aditya melihat jam ditangannya , meeting dengan klien sudah selesai,
Bima mengajak Aditya untuk makan siang dirumahnya,
Tentu saja Aditya tidak menolak, ia berencana besok pagi baru akun turun untuk menyurvey Lokasi yang akan dijadikan tempat tambang tersebut.
"Kamu rencana berapa hari disini Dit ?
"Tiga hari kak, lagian aku mau cepat balik ke jakarta ,untuk wisuda.
"Bagaimana Ana , apa dia menjadi istri yang baik, dia itu sangat galak .
hehehe
Aditya tersipu malu saat Bima bertanya padanya.
"Kenapa kau tak menjawab Ha.
ayo lah ceritalah kepadaku , anggap lah aku ini temanmu.
Sambil merangkul Bima
Kalau aku beri tau apa yang kulakukan pada adiknya, habislah aku.
Dia disini sangat disegani oleh warga dan ketua suku dayak,
Aditya membayangkan semua kelakuannya kepada Ana.
Adikmu sangat cantik ia seperti anggur yang memabukkan.
Tapi benar katamu dia ibarat seekor belut yang susah sekali ditangkap hatinya.
Sesampainya dirumah Bima,
Aditya disambut oleh kedua anak Bima yang sangat lucu sekali
"Silahkan masuk ,
Siapa perempuan jelek berambut kriwil ini,.
Oh mungkin dia pembantu mereka.
Pada saat menikah Aditya memang tidak terlalu memperhatikan siapa saja yang datang , sampai dia tidak mengenali Anya kakak iparnya.
"Ayo duduk lah disini
Aditya memegang anak kembar yang sangat lucu itu.
Kalau saja Ana tidak keguguran tempo hari,
pasti aku akan segera menimang anak selucu ini.
Tampak Bima sudah duduk, di meja makan
ia melihat perempuan itu begitu cekatan menyiapi makanan.
"Aditya duduklah disini , kita makan dulu
masakan buatan kakak iparmu yang sangat lezat ini.
Perempuan itu tersipu malu dengan pujian
yang diucapkan oleh Bima.
Aditya terkejut saat Bima memperkenalkan perempuan jelek itu adalah istrinya, ia tak habis pikir kenapa bisa seorang Bima yang sangat ganteng dan cerdas , seleranya adalah
perempuan seperti ini.
Apa aku tidak salah dengar, dia menyebutnya sebagai istri?
Bagaimana bisa dia betah bertahan bersamanya,
Membayangkanya saja aku tidak mampu
Huh..
Aditya langsung berdiri menuju meja makan,
Tampak berbagai macam jenis makanan terhidang diatas meja.
"Duduklah kemari,
"Banyak sekali ini kak,
__ADS_1
"Yah, seperti itu lah istriku , jika aku menelpon akan ada tamu yang kerumah , dia akan segera memasak sebanyak mungkin.
"Apa tidak ada pembantu dirumah ini ?
"Dia tidak mau menyewa pembantu, lagian kau taulah , susah sekali mencari pembantu yang baik sekarang.
Kedua anak kembar itu mendekati Aditya.
"Hey sayang kau bermainlah disana bersama mama ya om Aditya mau makan dulu.
Anya menggendong mereka berdua lalu membawanya bermain kedepan.
Aditya langsung mencicipi makanannya.
Gila, masakan perempuan jelek itu sangat enak sekali, tak kalah enak dengan masakan
chef hotel bintang 5.
"Bagaimana enakkan ?
Hmm, dia sangat pandai memasak , dia perempuan yang sangat cerdas dia lulusan kedokteran , tepatnya ia seorang yang bergelar dokter , lulusan terbaik di kampus ternama disini,
karena semenjak menikah aku dan keluarganya pindah kembali kesini,
padahal ia waktu itu sedang mengandung anakku,
Setiap orang yang melihatnya bersamaku pasti memandangya sebelah mata.
Termasuk kau bukan ?
Bima tersenyum.
Aditya langsung mengambil air putih , karena tidak enak dengan Bima yang bisa mengetahui apa yang ada dipikirannya.
"Lanjutkan lah makanmu,
Bima kembali bercerita,
"Kau tau Aditya pada saat aku masih muda,
aku melihat perempuan itu dari fisiknya,
setelah aku tamat SMA aku sadar, fisik itu bukan lah segalanya,
Kau lihat bukan , banyak yang cantik dan ganteng bercerai, fisik bukan jaminan kebahagiaan
Awalnya aku tak mencintainya , lambat laun
semakin hari cinta dihatiku tumbuh dengan bersemi.
Dia menjelma menjadi bidadari dirumah ini,
saat aku berada di luar rumah,
pikiranku ingin selalu cepat - cepat pulang kerumah,
ditambah lagi jika kita akan menikah,
Kita harus menyiapkan ibu yang baik untuk anak - anak kita nanti,.
aku beruntung memiliki Anya.
Aditya terdiam mendengar kata - kata yang keluar dari mulut Bima.
"Aku tidak pernah menuntutnya untuk merubah fisiknya,
aku membiarkannya seperti itu , tapi asal kau tau saja ia sangat jago diranjang .
Bima membisikkan itu ketelinga Aditya.
Aditya pun tersipu - sipu malu mendengar ucapan dari Bima tersebut.
Sudah, aku mau istirahat dulu
Sepertinya Anya ku sedang menungguku dikamar.
Dia menggoda Aditya.
"Hmm beruntung sekali ia mendapatkan Anya itu, tetapi lebih beruntung aku mendapatkan Adikmu yang memiliki segalanya hehe.
Aditya langsung teringat dengan Ana.
" Bagaimana mungkin aku bisa seperti Bima,
__ADS_1
sedangkan aku tidak tau apakah dia mencintaiku atau tidak !
Aditya beranjak dari meja makan dan langsung pergi menuju kamar yang telah disiapkan oleh Anya kakak iparnya.
Ia mengeluarkan ponselnya yang sengaja ia matikan dari tadi.
" Sepuluh panggilan tak terjawab
"Anastasya"
Dia menelponku ? dan aku mematikan ponselku , pasti dia sedang berpikir
macam - macam tentangku.
Aditya menelpon balik,
tetapi Ana tidak mengangkatnya.
Tulilit
tulilit..
Suara ponsel Ana berdering .
"Aditya ?
Ah, aku tidak mau mengangkatnya !
Seenaknya saja dia tidak mengangkat telpon dariku. bahkan dengan sengaja ia mematikan ponselnya.
Dia pikir aku segampang itu untuk dirayu ,
Meskipun dia tidak mencintaiku seharusnya dia harus menghargai aku walaupun hanya sebagai sesama manusia saja .
uh..
Ana memukul - mukul bantal dihadapannya.
"Aku akan menghitung berapa kali kau akan menghubungiku , ini pembalasan karena kau tak mengangkat telpon dariku.
"Sudah kuduga ia pasti sekarang sedang marah padaku,
Notifikasi pesan masuk kedalam ponseln Ana,
"Angkatlah telepon ku ini, aku tau kau sedang melototi layar ponsel mu kan,
Hmm.. apa kau tak ingin mendengar suara suamimu yang ganteng ini ?
" Benar - benar dia tidak merasa bersalah sedikitpun , Aku rasa sekarang dia sedang bersenang - senang dengan seekor perempuan - perempuan tidak jelas disana ,
iya seekor ... arggghhhhh....
Ana bisa tidak kau jangan menampakkan
kalau kau sedang tak bisa bernafas padanya.
" Aku balas atau tidak ya ?
Biarkan sajalah ..
Pesan kedua masuk,
"Jika kau tak mau menjawab dan membalas telponku ini, aku akan mematikan ponselku
"Beraninya dia mengancamku , kau lihat saja Aditya kau pikir aku tidak bisa bertahan ,
kita lihat saja kau atau aku yang akan menang.
Aditya merasa sangat gelisa saat Ana tak membalas dan mengangkat telepon darinya.
"Bagaimana mungkin aku bisa seperti Bima,
Huh, istrinya sangat mencintainya meski ia tau Bima awalnya tak mencintainya.
Sedangkan Anastasya ku, ia sangat susah ditaklukkan , lihat lah ini !
Aditya uring - uringan dikamarnya, dengan pintu kamar yang masih terbuka.
Untunglah kedua anak kembar yang lucu itu masuk kedalam kamarnya.
Aditya menggendong mereka berdua
"Sayang , apa yang harus aku lakukan untuk membujuk tantemu yang sangat susah dikendalikan itu,
__ADS_1
"apa kalian tau ?
Kedua balita kembar itu tampak keheranan tak mengerti dengan apa yang diucapkan Aditya.