
Ana disuguhi dengan pemandangan yang indah , wajahnya tampak berseri - seri
ditempat yang mulai memasuki sore hari tersebut tampak suasana semakin romantis saja , Oma Rita papa dan mama nya langsung berpamitan naik helikopter menuju jakarta
" Sayang mama ,papa dan oma langsung balik kejakarta ya , kamu masih mau disini atau langsung pulang
" Sebentar lagi ma , ucap Aditya
Adit masih mau berduaan dengan Ana disini
" Kalian sungguh bikin mama dan papa iri
bukan begitu pa
Mama Aditya memeluk papa Aditya
" Kalian ini , minggir
Oma Rita tampak menggeleng - gelengkan kepala
Ayo cepat pulang atau kalian ingin tinggal disini bersama mereka
" Mm mana mungkin kami bisa meninggalkan perempuan tua ini,
mama Aditya memeluk oma Rita
" Kau ini ,
oma Rita tersenyum malu
" Dagh oma , nanti Ana akan main kerumah Oma yaa
" Iya sayang oma tunggu ya
oma Rita sangat menyayangi Ana kasih sayang oma Rita begitu tampak jelas kepada Ana , tentu saja semenjak kedatangan Ana di rumah mereka semua berubah total oma Rita lebih ceria , mama papa Aditya pun lebih memperhatikan oma Rita yang selalu kesepian itu
" Aku cemburu
" Maksudnya ,
Ana merasa heran
" Iya semua orang benar - benar menyayangimu lihatlah mereka semua tampak takut kehilanganmu dari pada aku
Ana memeluk Aditya berdiri menghadap danau biru yang indah itu
Dari belakang sudah berdiri seorang perempuan dan laki - laki dengan melipat kedua tangannya
" Ehemm
Ana melepaskan pelukannya dari Aditya lalu mereka membalikkan badannya
" Benar - benar akhir yang indah ya ,
Aku harus membalasmu
Arya menarik tangan Aditya lalu menyeretnya kebawah
" Arya hentikan
Arya terlihat membabi buta
" Kau rasakan ini Arya melemparkan lumpur kebadan Aditya
__ADS_1
ini buaya yang akan menggigitmu dan ini tanganmu yang akan aku potong - potong
Aditya meminta ampun sambil tertawa ,
" Ana tolong aku lihat ini dia sudah tidak waras
Arya membasahi baju Aditya ia sengaja membuat Aditya tampak sangat kotor
" Arya hentikan , hahaha ampunnn
pakaianku semuanya sudah dibawa dengan helikopter pengangkut barang itu , tinggal pakaian dibadan ini saja lagi
Siska berdiri disamping Ana
" kau lihat kelakuan mereka seperti anak kecil saja
sambil menggeleng - gelengkan kepala
" Siska lihatlah kelakuan pria yang mencintaimu ini dia membuatku tak bisa bernafas
Arya langsung berhenti bermain - main dengan Aditya , ia langsung melihat kearah Siska wajahnya tampak langsung memerah ia tak bisa membayangkan saat Siska melihat ia kentut sembarangan dan buang air besar di depan matanya
Aditya memukul pundak Arya lalu membisikkan
" Dia sangat suka mendengar suara kentutmu yang terlihat begitu seksi itu kawan
Arya menjitak kepala Aditya lalu berlari keatas
" Arya beraninya kau , berlari mengejar Arya
" Hmm aku tak menyangka mereka seperti itu sungguh kekanakan sekali
" Tetapi aku melihat aroma - aroma orang yang mulai...
Ana tertawa lalu mereka berjalan menyusul Aditya dan Arya kearah pedesaan
Arya dan Aditya masih menggunakan baju yang basah lalu berpamitan kepada kepala suku tidak lupa Aditya mengucapkan banyak terimakasih kepada semua warga desa yang sungguh baik telah iklas membantunya untuk menyiapkan surprise kepada Ana istrinya
" Bapak saya sangat berterimakasih
Aditya memeluk bapak kepala suku diikuti oleh Arya dan Siska
Pak karta yang merupakan sesepuh desa
tak tahan menahan tawa saat melihat Arya menyalaminya
" Nak Arya memang luar biasa
Kenapa bapak ini tersenyum - senyum ya ampun aku sudah tidak punya harga diri lagi di desa ini
Arya menunduk malu dengan wajah yang merah
" Hmm bagaimana danau biru indah ?
" Sangat indah ,ucap Ana dengan tersenyum
"Danau itu tidak bisa dikunjungi sembarangan tetapi hanya waktu tertentu saja , kalian lihat warnanya biru
menurut kepercayaan penduduk sini dahulu ada seorang putri dan seorang pangeran yang hilang disana
karena untuk membuktikan cinta mereka sungguh dalam, karena tidak direstui orang tua mereka yang saling berselisih
sebelum tenggelam mereka bersumpah bahwa setiap musim bunga sakura berkembang siapapun pasangan yang datang kedanau tersebut diyakini cintanya akan abadi hanya maut yang memisahkan
__ADS_1
ya pasangan yang saling mencintai ya ,
bunga sakura memang tumbuh disekitar sini semenjak kejadian putri dan pangeran itu tenggelam ,
" Kalian lihat itu , menunjuk beberapa batang pohon sakura yang sangat cantik
memang jika dijelaskan secara logika tidak masuk akal , tetapi benar terjadi ada pohon sakura ditengah desa ini ,karena Ana , Aditya dan Arya sampai kesini kemarin pada malam hari jadi mereka tak bisa melihat jika ternyata desa ini sangatlah indah. keindahannya semakin terlihat jelas pada siang hari.
" Indah sekali desa ini , ucap Ana dengan girang
Aditya dan Arya saling berpandangan meski itu hanya kepercayaan nenek moyang mereka berdua tetap menghargainya
" Aaamiinn mudah - mudahan saja pak
" Jangan kapok kemari ya neng Ana ,
" Ah , bapak tentu saja tempat ini sangat indah
Ana pun berpamitan dengan istri kepala adat tersebut
Kopilot sudah menunggu di dalam helikopter berwarna putih yang bertuliskan bratawijaya grup
Ana melihat tulisannya
" Helikopter ? kita naik ini , bagaimana dengan mobil yang kita bawa tadi
" Mobil itu memang sengaja untuk alat transportasi warga jika ingin berobat keluar karena tak mungkin mereka memakai kendaraan bermotor
Ana terlihat sangat takut saat hendak naik helikopter karena ini untuk pertama kalinya ia naik itu
" Aditya aku takut aku sama sekali belum pernah naik ini
Sementara itu tanpa disadari meski Arya kelihatan menjaga jarak dengan Siska tetapi mereka berdua sangat meresapi petuah yang keluar dari mulut ketua adat tersebut , jika pasangan yang saling mencintai berada disana pada saat bunga sakura sedang mekar maka cinta mereka akan abadi
Diam - diam Siska membayangi kembali saat Arya meneriaki namanya ,
meski ia sempat mendengar suara kentut Arya yang begitu besar dan merepet itu ,
untunglah pada saat Arya membuka celananya dan memiringkan bokongnya Siska langsung berlari kebalik batu besar untuk bersembunyi karena malu melihat Arya sedang seperti itu
" Ayo lah sayang , istriku ini tidak apa - apa
Aditya mengendong Ana
" Sungguh sangat drama sekali
Aditya mencibir Arya
" Susah memang kalau jomblo , selalu iri melihat orang bahagia
Aditya dan Ana duduk bersebelahan Ana masih tampak membenamkan wajahnya di dada Aditya
Sedangkan Arya dan Siska duduk saling berjauhan
Siska melihat jelas bagaimana Aditya dan Ana tampak saling mencintai meski Aditya tak pernah mengutarakan cintanya pada Ana tetapi semua perlakuannya terhadap Ana sudah mewakilkan hatinya
Tapi tetap saja seorang perempuan itu ingin mendengarkan langsung ucapan cinta dari mulut lelaki yang mereka cintai
" Ayo coba kau buka matamu perlahan , jangan takut aku memegangmu
coba lihat pemandangan dari atas ini sangat indah
Aditya menunjukkan sebuah pertambangan besar yang membentang ditengah hutan
__ADS_1