
" Ah aku lupa rumah sakit ini
" Cepat kau lepaskan Arya dari kursi ini
" Bagaimana mungkin bisa terjadi seperti ini , apa yang kau lakukan , apa kau bersama...
Bella mengingat Arya yang playboy ini hobi melakukan hubungan seksual diatas kursi
Arya terkenal dengan bad boy , tentu saja plapboy tampan yang punya banyak uang kala itu, tetapi Arya sekalipun tak pernah menyentuh Bella , padahal Bella sungguh menggoda siapa saja
Bella melirik kearah Arya
Arya tak terlalu fokus dengan pertanyaan Bella karena sekarang ia merasakan HIV , hasrat ingin Vivis heheh
" Dit , tapi aku ingin buang air kecil bagaimana ini
Arya berbisik kepada Aditya
" Bella kau suruh salah satu perawat untuk mengantar Arya kekamar kecil
" Kenapa dia
"Dia ingin buang air kecil
" Kenapa tak bisa kau tahan saja sih brow
" Kau lihat ini kau pikir aku bisa berjalan sendiri
Arya menekan suaranya ia tampak sangat kesal
Aditya menyuruh beberapa orang mengangkat Arya dan kursinya kedalam toilet
Salah seorang pengawal kembali lagi
" Tuan pintunya tidak bisa di tutup
" Kalian ini bodoh sekali , biarkan saja pintunya terbuka cukup kalian menghadap kebelakang bentuk saja barisan lingkaran
Ah untuk buang air kecil saja sangat sulit sekali , sebaik - baiknya besok - besok aku harus menggunakan celana dalam besi saja agar aman ,
Apa mungkin ini teguran dari tuhan karena tingkah lakuku yang hobi main perempuan , Arya ini baru sebagian kecil teguran tuhan , belum lagi teguran besar , ya tuhan aku tobat
Seorang perawat lelaki yang agak gemulai masuk kedalam toilet , Arya sudah mulai merasakan ada sesuatu yang tidak beres akan terjadi
" Cepat lepaskan bajumu
suaranya terdengar lembut , para bodyguard yang berdiri di luar mendengar dengan jelas ucapan perawat lelaki tersebut
" Aku ingin buang air kecil bukan ingin mandi
Perawat itu melempar senyum kepada Arya lalu memainkan matanya
Astaga apa yang akan dilakukan ulat nangka ini , ia tersenyum dan memainkan matanya padaku , lihat saja berani dia macam - macam padaku aku akan segera menendangnya dari sini
Perawat tersebut mulai membuka baju Arya dan memainkan jarinya di tengkuk Arya
"Apa yang sedang kau lakukan
Nafas Arya tampak tak beraturan ia sudah mengambil posisi dengan mengepal kedua tangannya
" Aku hanya membuka bajumu susah sekali ,
Apa yang sedang ia lakukan di belakangku atau jangan - jangan ia ..
Pikiran Arya sudah melayang kemana - mana memikirkan sesuatu yang sangat jijik ia bayangkan
Atau dia sedang membuka celananya , aku merasakan sesuatu yang lembut di punggungku apa itu ,
Brengsek aku sudah tidak tahan lagi
__ADS_1
Krakk..
krakkk
Bunyi sobekan celana Arya terdengar , ia berdiri dari tempat duduknya dengan siap untuk menghajar perawat lelaki itu Arya tampak sangat emosi
Ia langsung berdiri dan membalikkan badannya
" Balon ?
Perawat itu langsung berdiri tegap
" Yap sudah selesai , ternyata segampang itu melepaskan kau dari kursi itu
Suara perawat itu berubah langsung menjadi suara lelaki normal
Dia tertawa keluar toilet
"Sudah selesai ,
Arya keluar dengan wajah lemas
Semua orang di ruangan IGD tersebut menatap kearah nya
" Secepat itukah rupanya
Aditya terheran - heran
Sebelum perawat itu masuk kedalam toilet Bella sudah tau apa yang harus ia lakukan untuk melepaskan Arya dari kursi tersebut ,
ia hanya memberikan syok terapi agar Arya bisa mengsugestikan dirinya sendiri untuk bisa dengan sekuat tenaga melepaskan dirinya dari kursi tersebut , kebetulan Bella sedikit paham dengan sifat Arya , Arya sangat anti dengan hal - hal yang berbau terong - terongan , tentu saja sedikit banyak Bella punya beberapa kisah dengan Arya , secara mantan pacar ecieee
Dia sengaja memanggil salah satu perawat terbaik di rumah sakit ini , ia membisikkan apa yang harus perawat itu lakukan di dalam toilet tadi , kebetulan Arya juga ingin buang air kecil pas sekali
Perawat tersebut tampak tersenyuk dengan Arya lalu kembali mengedipkan matanya kembali
Ia sengaja menggoda Arya
" Kak Arya
Arya membuang mukanya lalu berjalan kearah pintu keluar
Seketika semua orang menutup wajahnya
" Arya
Aditya memanggil Arya , lalu Arya berhenti dan melihat perempuan - perempuan di dalam ruangan di IGD menutup wajah dengan kedua tangannya
Sedangkan Ana dan Bella sudah berusaha untuk tidak tertawa
" Kau yakin akan keluar seperti itu
" Tentu saja , emang kenapa
" Coba kau lihat , bokong mu itu kelihatan
celana belakangmu itu sobek
Aditya tertawa terpingkal - pingkal
Arya langsung meraba bokongnya , dan langsung menempelkan bokongnya di kaca bening pintu masuk ruang igd tersebut
Astaga lagi - lagi aku kehilangan harga diriku
di depan Siska , ya ampun aku sudah merasa di telanjangi di depan umum
Dari luar ruangan seorang dokter lelaki terkejut melihat bokong yang menempel di kaca , ia memperhatikan dari luar
" Benar ini bokong
__ADS_1
Ia membuka pintu kaca tersebut yang masih di tempeli oleh Arya
" Permisi
" Sayang ,
Bella langsung menyambut kedatangan suaminya yang juga dokter kandungan di rumah sakit itu
" Sepupu , ucap nya menegur Aditya dan Ana
kalian ada apa disini
Aditya menunjuk Arya , tentu saja suami Bella sangat mengenalnya dia adalah Arya sahabat baik Aditya dan juga mantan pacar Bella
Raut wajahnya langsung berubah
biasa raut wajah seorang suami yang cemburu
Dengan sigap Arya berlari keluar dan berteriak menyuruh Aditya membuka pintu mobil
Siska dan Rima berpamitan pulang kerumah karena hari sudah mulai gelap , meski Arya sama sekali tak mempedulikannya , Siska sangat mengerti
"Aku pulang duluan ya
" Siska , Rima hati - hati di jalan ya
Aditya pun berpamitan pada kedua sepupunya itu
" Kami pamit pulang dulu ya sepupu
" Baiklah ,
Mmm kapan kalian akan mengadakan syukuran kehamilan sepupuku ini
" Nanti kalian tunggu saja undangan dari kami sepupu
" Jangan lama - lama ya
Ana tersenyum lalu pergi mereka menuju mobil
" Jadi itu Arya mantan pacarmu
" Kenapa ?
"Aku tak percaya kau punya mantan sebodoh itu , lihat saja kelakuannya
Bella tau suaminya sedang cemburu , ia tak terlalu perduli karena Arya hanya masa lalunya saja
....
Didalam mobil
Arya satu mobil dengan Aditya dan Ana
mobil yang di bawa Ana tadi sudah di antar pulang oleh salah satu bodyguard Ana
" Awww perih sekali , aku rasa bokongku terluka
Ana dan Aditya sudah tidak tahan untuk tertawa
" Cuma lecet sedikit , ucap Ana
Aditya langsung melotot kearah Ana
"Apa kau tadi melihat bokong milik Arya
" Heii hentikanlah pertengkaran kalian di situasi seperti ini , tolong kalian lihatlah aku
Mereka melihat Arya sudah bersandar dengan baju terbuka , rambut acak - acakan dan celana belakang yang sudah sobek
__ADS_1
" Aku belum makan dari pagi
" Baiklah pak kita sebaiknya mampir di restoran dulu