Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 141


__ADS_3

" Nona Den Arjuna menunggu anda " Seorang perempuan muda seumuran dirinya dan tampak berpendidikan menjemput Siska yang masih berdiri di luar


penampilannya sangat berbeda ia tampak rapi dan pakaiannya tidak sama dengan semua pelayan di rumah ini


" Oh iya ,aku sudah dari tadi menunggu seseorang menjemputku di luar sini "Berbicara ketus


" Maaf nona, saya tadi dari belakang karena tak ada satu orang pelayan pun yang berani menjemput Anda "


Siska terkejut mendengar ucapannya


" Maksudmu bagaimana ha "


Siska kembali berbicara keras


"Bukan begitu nona, maksudnya siapa yang berani berbicara dengan anda istri tuan Arjuna " Ia berbicara sambil menundukkan eajahnya


Siska pun mengakhiri perdebatannya ia melangkah masuk dan mendapati jika rumah Arjuna benar - benar bagus sekali, ia mengamati setiap sudut rumah yang megah ini, tampak ukiran khas keraton yang berwarna emas di setiap ruangan, Siska tak menyangka jika Arjuna juga orang kaya


Ternyata dia kaya, aku pikir dia standar standar saja, pantas saja mami dan Dimas memperlakukan ia seperti anak emas


Siska mendekati beberapa ornamen yang berbentuk seperti emas itu lalu menyentuhnya " Emas asli ternyata, rupanya dia memang benar kaya sekali "


Siska tak menyangka gaya Arjuna yang sangat kampungan saat pertama kali datang


kerumahnya ternyata adalah seorang bangsawan jogja


"Siska " Arjuna berteriak memanggil Siska


Siska menoleh kearah Arjuna karena kaget mendengar Arjuna yang bak seorang paduka raja melakukan hal sesuka hatinya di tempat itu


" Bisa tidak kau tak usah berteriak seperti itu kau hampir saja membuat copot jantungku "


Siska tampak marah, tapi Arjuna seperti tak perduli dengan sikapnya tersebut


" Apa a aku boleh mengajukan permintaanku ,Den Arjuna yang kaya raya "


Siska tersenyum bahagia


" Ikut aku dulu " Arjuna menarik tangan Siska dan mengajaknya masuk kedalam ruangan besar dan megah, seperti sebuah kamar seorang ratu besar sekali


" Baiklah aku akan mengikutimu, apa pun itu jika menyangkut permintaanku aku akan melakukannya "


Siska berjalan mengikuti Arjuna dari belakang


Siska memandangi dinding kamar yang ia masuki, seperti sebuah kamar tapi luas ternyata " Luas sekali ini tempat apa sih Arjuna "


Bertanya kepada Arjuna tapi ia sama sekali tak menggubris ocehan Siska ia seperti sedang fokus terhadap sesuatu


Langkah kaki mereka semakin cepat


"Apa harus berjalan secepat ini, kaki ku capek sekali jika kau berjalan secepat itu "


Arjuna berhenti dan menoleh kearag Siska lalu kembali berjalan, ia benar - benar bersikap acuh tak acuh kepada Siska


weewww Siska kau lihat dia tak memperdulkanmu sama sekali, tempat apa lagi ini begitu besar dan panjang, atau jangan - jangan ia akan membunuhku


Siska mendadak ketakutan


lagi - lagi mereka memasuki lagi sebuah ruangan kecil


Tampak sosok perempuan sedang terbaring lemah ia tampak sangat senang sekali bertemu Siska perlahan terdengar suaranya memanggil nama " Siska "


Ia melihat Siska dan mengarahkan kedua tangannya untuk meminta Siska memeluknya


Arjuna membisikkan sesuatu ketelinga Siska " Pergilah kesana dulu setelah ini semua keinginanmu akan aku kabulkan "


Siska mengangguk tanda setuju perempuan itu adalah mama Arjuna yang sedang terbaring lemah dengan banyak. kabel di tubuhnya


Bukankah ia terkahir bertemu dengan ku sangat sehat sekali, apa yang terjadi padanya, pantas saja Arjuna merasa sangat sedih sekali ternyata ibunya sedang sakit


" Kemarilah sayang peluk mama " tanpa ragu Siska langsung mendekat dan langsung memeluk hangat tubuh mama Arjuna


" Mama " Dengan spontan Siska menyebut Mama Arjuna dengan panggilan mama


Siska kau menyebutnya mama? waw Siska ini surprise sekali apa itu pertanda kau sudah menerima ia sebagai mertuamu dan Arjuna sebagai suamimu, waw


terjadi pergulatan batin di dada Siska ia sendiri tak percaya dengan apa yang baru saja ia katakan

__ADS_1


" Bagaimana keadaanmu sayang apa kau sudah bisa memberikan kabar bahagia untuk mama " Suara wanita tersebut tampak sangat tulus ia tampak sangat bahagia melihat Siska terlebih Siska memanggilnya dengan sebutan mama


Siska tampak bingung ia merasa sedang berada di dalam situasi tersulit saat ini, di satu sisi ia sudah tak sabar ingin Arjuna menceraikannya tetapi di sisi lain ia merasa sangat tidak tega melihat keadaan mama Arjuna yang mau tidak mau statusnya adalah mertuanya


Didala. ruangan tersebut juga berdiri beberapa orang termasuk perempuan tua yang bersikap buruk kepada Siska di depan tadi


Tiba - tiba perempuan paruh baya yang memegang kipas di tangannya tersebut berbicara " Dari penampilannya saja memakai celana robek - robek dan rambut di ikat , benar - benar tidak mempunyai tata krama kerumah mertua, atau jangan - jangan dia mandul "


Kata - kata tajam dan langsung menancap tepat di dada Siska


Siska naik pitam tapi ia mencoba tersenyum


" Brengse* apa yang kau katakan aku mandul awas saja kau ya setelah keluar dari rumah ini aku memastikan jika gigimu dan rambutmu akan aku rontokkan "


Arjuna membela Siska dihadapan keluarga besarnya yang sedang berdiri "Jaga ucapanmu bibi, aku tau kau tak menyukai mama karena ia selalu sakit - sakitan di rumah ini tapi apa kau lupa, aku adalah anak laki - laki satu - satunya penerus yang berhak atas apapun di rumah ini , jngat kau hanya ipar di sini mama ku pemilik rumah ini , kau lupa jika bukan karena kebaikan hati mama sudah lama kau di buang dari keluarga besar ini "


Arjuna tampak sangat marah " Pilihan yang sangat buruk, putriku lebih baik dari pada perempuan ini " Melebarkan kipas ditangannya lalu menaikkan dagu berjalan meninggalkan ruangan


Bahkan ia bersikap seperti pemilik rumah ini, ternyata dia hanya menumpang di rumah ini


kau dengar perempuan tua, tentu saja Arjuna akan selalu membelaku


****** kau, perempuan jelek !


Siska tampak puas meski ia tak tau jika semua rencananya akan kacau balau


" Tolong dudukkan aku " Mama Arjuna berbicara sangat lembut ia memegang wajah Siska, lalu beberpa dokter melepaskan selang yang sedang menempel di dadanya


" Tidak apa - apa di lepad dok " Arjuna tampak khawatir


"Tenang saja mas, ibu mas hanya butuh sesuatu yang membuat ia bahagia "


" Pelan - pelan ma " Arjuna membantu mendudukkan ibunya Siska pun ikut memegang tangan ibu Arjuna


" Aku ingin pindah di kamar sebelah aku ingin tidur dengan menantuku malam. ini "


Ibu Arjuna menyuruh para pelayan mengantarnya keruangan sebelah yang tak kalah besar dari ruangan tersebut Ia menoleh kearah Siska


Siska berpikir sangat bahagia ternyata perempuan tua itu sakit hati karena Arjuna tidak menikah dengan anaknya


mendengar bibi tersebut mempunyai anak gadis yang akan di jodohkan pada Arjuna membuat Siska semakin bahagia


Arjuna kembali menghampiri Siska


" Kau ikuti saja permintaan ibuku, ia sedang sakit keras ia di vonis dokter 2 bulan lagi umurnya " Arjuna tampak sangat berbeda selama berada di rumah ini ia tak sama dengan Arjuna yang Siska kenal selama ini


ia tampak sangat dewasa dalam bersikap


bertanggung jawab dan sangat tegas dalam berbicara


Siska mengangguk tanda setuju


tak apalah Siska ini semua demi kebaikanmu juga, tak masalah bukan jika aku sedikit berkorban untuk kebahagianku juga


Siska pun mengikuti ibunya masuk kedalam kamar lalu ibunya menyuruh beberapa orang elayan menutup pintu kamar tersebut , ia langsung terbaring lemah


Ia mengajak Siska untuk duduk di sampingnya , ia begitu lembut berbicara benar - benar berbeda dengan sikap siska yang terkesan amat keras


"Siska kau buka lemari mama yang ini nak "


Menunjuk lemari besar yang berada di depannya


"Yang ini " Siska berdiri di depannya ia tampak ragu - ragu membukanya


" Sekarang bukalah " Siska membuka lemari besar tersebut


Mama Arjuna tersenyum bahagia, melihat Siska membuka lemarinya tersebut


" baju - baju dalam lemari ini sengaja mama simpan tak boleh seorang pun mmengambilnya, ini sudah mama siapkan sejak lama jika nanti Arjuna menikah maka semua nya akan menjadi milik istrinya nanti "


" Ambil satu baju dan coba kau pakai sayang mama ingin melihat kau memakai pakaian di dalamnya "


Siska mengambil salah satu pakaiannya ia bingung mau mengambil yang mana karena baju di dalam lemari itu sangat lah banyak


Aduh banyak sekali pakaiannya. aku sampai bingung harus memilih yang mana


baiklah yang ini saja,

__ADS_1


Siska mengambil satu baju yang berada di dbawah


" Sekarang coba lah nak mama ingin sekali melihat kau memakainya "


Siska tampak panik, ia harus melepas pakaian di hadapan Arjuna


Arjuna pun sama. ia terlihat sangat panik juga ia pun langsung berdiri dan berpura - pura ingin keluar kamar


" Ma, Arjuna keluar dulu sebentar "


Arjuna memegang gagang pintu


" Kau mau kemana nak, cepat bantu istrimu dulu memakaikan baju itu, karena sulit sekali nemakainya, lihatlah siapa yang akan memasangkan resletingnya nanti di belakang"


Siska dan Arjuna tampak panik mereka sama sekali belum pernah menyentuh tubuh satu sama lain


" Bagaimana ini " Wajah Siska dan suaranya tampak cemas


" Sudah lah sayang kalian tak perlu malu, aku ini mama kalian " Arjuna pun tak punya pilihan


" Sudah lakukan saja demi keinginanmu kan "


Arjuna membalikkan badan Siska


Tangan Arjuna dingin sekali saat ia menyentuh tubuh Siska untuk pertama kali


Yaqeen pertama kali ,lah waktu first kiss Siska di mobil nggak di sentuh apa babang Arjuna wkwkwkwk


" Kau sudah gila Arjuna, mana mungkin aku bisa membuka baju di hadapanmu " Siska menggigit gigi nya


Siska membuka pakaiannya satu persatu


Arjuna langsung membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju tempat tidur mamanya berpura - pura memijat kaki ibunya


" Mama apa kau merindukanku " Mencoba mengalihkan perhatiannya


" Tentu saja sayang pertanyaan bodoh sekali siang malam aku merindukanmu di sini, bagaimana penelitianmu sudah selesai "


" Masih proses Ma, mama harus sehat lagi biar kita bisa seperti dulu lagi "


Siska tak memperdulikan obrolan Arjuna ia sekarang sedang kesulitan memasang resleting bajunya


" Aduh susah sekali " menarik resleting bajunya yang sedang tersangkut


Ibu Arjuna melihat Siska yang kepayahan menarik resleting tersebut


" Arjuna cepat tolong istrimu memasang resleting bajunya ,lihat ia kesulitan sekali "


Arjuna dan Siska kembali terdiam mata mereka saling berdu seolah mengerti apa yang di pikirkan satu sama lainnya.


Arjuna berusaha bersikap santai meski jantungnya terasa ingin berdebar ingin meloncat keluar


" Sialan kau menyentuhku "


Arjuna memegang pingganh Siska dan menarik resleting baju di belakangnya


llalu membalikkan badan Siska dan memasang resleting baju yang lengket tepat didada Siska


" Maaf " Arjuna meminta izin terlebih dahulu


Nafas Arjuna dan Siska beradu dekat sekali membuat mereka menjadi salah tingkah


" Coba lihat Arjuna, menantu mama cantik sekali memakai baju ini, kau tau sayang ini baju pertama yang mama kenakan saat papa kalian datang melamar mama " Wajahnya tampak bahagia meski dengan selang yang masih berada di hidung


" Bagaimana menurutmu Arjuna "


Wajah Arjuna berubah merah kembali " iya ma sangat cantik "


Ah baju apa ini aku tidak menyukainya


" Baju itu akan menjadi milikmu semuanya nak, semua benda di kamar ini adalah milikmu " Ia meneteskan air mata sambil tersenyum bahagia


Siska seperti sedang berada di tengah - tengah jurang karena tak tau harus berbicara apa


" Sebaikanya mama. tidur saja dulu , Arjuna dan Siska ingin beristirahat sebentar "


" Baiklah sayang tapi malam ini Siska menemani mama ya nak, " Merayu Siska

__ADS_1


Tentu saja Siska tak tega ia pun menyetujuinya " Iya ma nanti Siska tidur disini"


__ADS_2