
Aditya harus segera memutuskan Amanda,
ia tak bisa terus - terusan seperti ini
mungkin saja sebenarnya Aditya mulai merasakan siapa sebenarnya pemilik hatinya
Ia berencana untuk kerumah Amanda,
"Halo , Amanda,
"Iya sayang, kenapa ?
"Aku mau kerumah mau ngomong sesuatu yang penting.
"Kamu mau ngelamar aku ya ?"
oke deh aku tunggu ya.
Aditya pun menutup telponnya,
Ia bergegas menuju rumah Amanda.
####
Amanda yang sudah berdandan sangat cantik, berharap Aditya akan membicarakan sesuatu yang membuat ia sangat senang.
"Mmm, kira - kira aditya mau ngomong apaan
ya ?
ih udah nggak sabar,.
Tak lama muncullah Aditya didepan rumah Amanda,
Amanda langsung memeluk Aditya
Kali ini berbeda,
Aditya mendorong Amanda ia menolak untuk dipeluk,
"Aku cuma sebentar, kesini manda,
aku cuma mau bilang,
Sepertinya hubungan kita tidak bisa dilanjutkan lagi.
"Maksud kamu apa Aditya ?
Kamu kan tau kalau aku sangat mencintai kamu.
"Iya aku tau ,aku kan tidak pernah bilang,
kalau kamu sekarang pacar aku,
Lagian kita nggak ada hubungan apapun
semuanya mengalir , atas dasar suka sama suka kan.
"Kenapa kamu berubah secepat ini Dit ?
Apa ada wanita lain di hati kamu ?
"Maafkan aku Amanda, kamu sudah sangat lama meninggalkan aku sendirian disini.
Aditya lalu pergi, ia hanya ingin menegaskan kepada Amanda , kalau ia tidak ada hubungan apa - apa dengan Amanda.
"Siapa perempuan itu ?
Aku ingin mengenalnya.
Amanda berteriak , ia menangis tersedu -sedu.
Ia ingat dulu pernah menyakiti Aditya pada saat ketahuan selingkuh,
Hingga akhirnya mereka putus dan Amanda pergi kekanada,
Ia ingat kata - kata Aditya, jika ia tak bisa hidup tanpa Amanda,
"Kenapa ia cepat sekali berubah ,
Sambil menangis terisak.
"Siapa wanita yang telah menggantikan posisiku.
####
Aditya kembali pulang kerumah
Ia melihat jam tangan dengan gelisah, ia menunggu Ana pulang lama sekali,
Akhirnya ia memutuskan untuk membuntuti
Ana pergi kemana.
Rupanya Ana pergi kesuatu tempat, yang letaknya cukup jauh dari tempat tinggal mereka.
__ADS_1
Ia melihat Ana sedang menelpon seseorang,
Lalu ia menaiki bukit tersebut.
Diam - diam Aditya mengikuti Ana naik kebukit tersebut.
Aditya terkejut melihat tempat itu sangat indah.
Ia mengendap - ngendap lalu bersembunyi di balik batu yang sangat besar untuk melihat apa yang akan dilakukan Ana.
Yah, diatas bukit tersebut ada dua buah batu yang sangat besar,
Ana dan Siska meyakini batu itu adalah batu jodoh,
Jika ada lelaki yang mengatakan cinta pada seorang perempuan,tepat diatas batu tersebut, maka cinta mereka akan awet selamanya.
"Pantas saja dia sering menghilang sesudah pulang kuliah, rupanya dia kemari !
Tak lama Siska datang menemui Ana,
Siska membawa cemilan yang begitu banyak,
Baru saja Siska sampai diatas bukit, ia mendapatkan telepon dari maminya untuk segera pulang kerumah.
"Ana , aku harus pulang , ini mami mendadak nelpon , nggak tau mau ngapain.
" Ya , udah nggak apa- apa , kamu pulang aja mana tau emang ada hal yang penting, mau di omongin .
"Kamu mau pulang bareng aku , atau masih disini?
"Aku disini aja , lagian aku kalau pulang juga sendirian, mending aku disini aja.
Sambil tersenyum.
"Ya udah aku tinggalin aja semua makanan disini ya..
Kamu takut pulang ,takut gilanya Aditya kumat lagi kan ?
hehehe
Siska pun tertawa .
Aditya yang mendengar ia dikatakan gila oleh Siska langsung menggigit giginya menahan amarah.
Sialan berani sekali temannya itu mengatai aku , apa saja yang sudah ia ceritakann ya !
Awas saja kau nanti ya Anastasya.
Aditya melihat Ana mengeluarkan kertas
Lalu ia berteriak sangat kencang.
"Aku sangat membencimu Aditya !!
Kau lelaki mata keranjang,...
Kau menyebalkan..
Aditya berusaha sabar , meski ia benar - benar sudah tidak tahan ingin marah.
Hey perempuan tidak waras, kau barusan mengata - ngatai aku
Sabar Aditya, sabar, jika kau bersuara ia akan tau jika ada orang disini.
Aditya tukang mabuk,
Kalau tidur suka ngorok..
Aku sangat benci berada disampingmu.
Kau tahu tidak Aditya,! setiap malam
diam - diam,
Aku harus menyumpal telingaku dengan kapas agar aku bisa tidur dengan nyenyakk..
Keterlaluan sekali dia mengata - ngatai aku,
Aditya mengepal tangannya.
Ia barusan mengata - ngatai, aku tukang ngorok,
huh.
Muka Aditya, tampak begitu merah, ia bersender dibatu tersebut.
Jadi tempat ini adalah tempat untuk kau mengata-ngataiku , bersama temanmu itu tadi ha?
Apa lagi itu, gulungan - gulungan kertas kampungan, yang kau bawa ?
Ia melihat Ana memasukkan gulungan itu kedalam plastik dan memasukkannya kedalam pohon.
Lalu berteriak kembali, sambil memakan semua cemilan yang dibawa oleh Siska tadi.
"Hey kau tuan Aditya yang kaya raya, kau lihat aku menggunakan sal hari ini, itu karena ulahmu.
__ADS_1
Aku berdoa setiap saat agar aku segera lulus kuliah agar perjanjian ini berakhir
Aku tidak akan membuat kau mengakhiri perjanjian itu ,
Kau dengar Anastasya,
Hentikan ocehan mu itu, ingin sekali aku mencakar - cakar tubuhmu sekarang.
Aditya mengarahkan tangannya kebatu mencakar - cakar batu disana.
"Kau tau Aditya kau pasti sekarang lagi bersenang - senang kan ?
Yah aku tau , kau lagi bersama Amanda
kau benar - benar laki murahan.
Dia benar - benar , sudah gila berbicara sendiri
Tak henti - hentinya mulut nya
mengumpat aku seorang diri.
Sabar Aditya , sabar,
Tarik nafas mu dulu dan kau akan merasa sedikit lega.
Baiklah kau lihat apa yang ia lakukan lagi.
Aditya kembali mengintip ,
Ana sudah tidak ada dihadapan Aditya.
"Hah kemana dia,? Aditya melihat kearah kiri dan kanan juga tidak ada.
Rupanya Ana muncul dari semak - semak dibelakang Aditya,
Ana membawa sebotol air mineral.
"Hah sedang apa dia disana?
Aditya membaring kan badannya agar Ana tak dapat melihatnya.
Ana terlihat sedang berjongkok,
"preeett...
prottt..
buarr...
pisss.. piss..
"Syitttttt uweekks ,, jorok sekali ternyata gadis yang menarik hatimu ini Aditya, lihatlah kelakuannya ,
Ia buang air besar di semak - semak
dan kau suka sekali menciumi bokongnya itu.
"Ana , ternyata kau sungguh jorok sekali,
kau bisa buang air besar, ditempat seperti ini dan hanya mencucinya dengan sebotol air mineral.
Cuihh....
Ana pun sudah selesai ia kembali berdiri,
lalu melempar botol kosong tersebut, kearah Aditya yang sedang terbaring.
"Aduhh...
Aditya langsung menutup mulutnya,
"Ih botol apa ini..
Aditya menjatuhkan botol tersebut dengan sangat jijik.
"Aku tak menyangka kelakuan mu Anastsya .
Ana berbaring di rerumputan diatas bukit tersebut.
Lalu memandangi langit
Tak lama Ana melihat jam
"Sudah hampir magrib, sebaiknya aku segera pulang saja.
Tenang saja Ana kau jangan berharap lebih pasti Aditya itu lagi bersenang - senang dengan Amanda.
kau jangan terlalu memikirkan dia Ana sudahlah.
Ana menuruni bukit tersebut dengan perlahan,
Tak lama Aditya pun menyusul kebawah,
Lalu mengambil mobilnya yang ia sembunyikan disemak - semak, dan sengaja ia tutupin dengan rumput -rumput disana.
__ADS_1