
Ana diam - diam mendekat kearah Aditya.
ia ingin mengambil ponsel milik Aditya.
Ana sangat penasaran siapa yang menelpon Aditya.
Dia mengendap - ngendap disamping Aditya
Apa yang sedang ia lakukan ,mengendap - ngendap disampingku.
Aku sudah tidak tahan ingin menerkamnya.
untung lah tinggal beberapa hari lagi
aku menahan ini semua.
Ana mengambil ponsel Aditya, lalu membawanya kekamar.
Aditya sengaja membiarkan Ana mengambil ponselnya.
Baiklah Ana , sepertinya kau mulai cemburu padaku, benar kan?
ayo mengakulah Ana.
Ana menghidupkan ponsel Aditya lalu memeriksa panggilan masuk,
Amanda ?
"Kenapa Amanda masih saja menghubunginya, dia mau menipuku !
"Apa yang kau lakukan dengan ponselku ?
Aditya masuk dan membuat Ana menjadi panik,
"Ta..tadi aku hanya melihat ponselmu berbunyi.
Aditya duduk disamping Ana, ia mendekat dan menatap Ana dengan sangat tajam
Jarak mata Ana dan mata Aditya hanya satu Sentimeter saja
Aditya semakin mendekat kearah Ana,
Ana sudah memejamkan matany pikirannya sudah tak karuan,
walaupun Aditya sering melakukan itu, tetapi Akhir - akhir ini ia lebih berdebar saat Aditya mendekati dirinya.
Seperti sedang terhipnotis sesuatu yang memabukkan,
Ana takut jika ia mulai kecanduan sentuhan dari Aditya.
Aku pasrah ! ya sangat pasrah..
Aditya kusuma aku tidak pernah merasakan ini,
Aku menyukaimu sangat menyukaimu
jangan bilang jika setiap sentuhanmu padaaku membuat aku kecanduan.
Nafas mu begitu terasa sampai ketenggorokanku.
Aditya melihat Ana memejamkan mata dengan nafas tersengal - sengal
ia langsung tersenyum dan menjauh dari Ana
ia takut jika hasratnya tidak bisa ia kendalikan pada istrinya itu,
sedangkan Ana harus istirahat dahulu
Aditya ingin menyiapkan segalanya dengan rapi.
"Mengapa kau Seperti itu ?
kau sudah sangat menikmati saat aku menyentuhmu,
Ucap Aditya dengan nakal.
Ana yang melihat Aditya tertawa
langsung menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan.
"Sudah lah kau tak perlu malu,.aku juga sudah melihat semuanya.
Aditya tersenyum nakal.
"Kau tunggu saja nanti, ya...
Tangan nakal Aditya menyentuh dada Ana.
Tentu saja itu hal yang normal untuk sepasang suami istri.
Mereka tidak menyadari jika sudah merasakan takut kehilangan satu sama lain.
Dia menyentuhku , dan aku sukaa !"
Kau sudah gila Ana
Dia akan terus melakukan itu padamu.
Aditya keluat dari kamar dan masuk lagu dengan membawa susu yang baru ia buat.
"Ini minumlah, aku mau sudah ini kau memberikan aku seorang anak
__ADS_1
"Anak !?"
Aku belum siap, nanti sajalah.
Aditya membentak Ana,
"Kau belum siap !"
Kau tidak mau mengandung anakku ?
Kau ingin aku menyiksamu ? Ha
Ana terlihat takut , saat Aditya membentaknya.
"Baiklah aku akan memberikanmu Anak ?
Apa setelah itu kau akan mencampakkanku seperti sampah ?
Aditya tertawa geli .
"Apa aku terlhat seperti seorang yang hobi mencampakkan wanita.
"Bisa jadi, kenapa kau menginginkan anak dariku ?
Sial , pertanyaan sangat tidak masuk akal
Kau lihat Ana sepetinya hati ku ini tidak bisa jauh dari mu.
apa kau mendengar setiap detik detakannya
ia hanya mnyebut nama Anastasya , Anastasya
"Berhentilah bersikap bodoh seperti itu,.
kau kan istriku, kau halal untukku ?
"Iya istri yang tidak kau cintai iya kan?
Ana memancing Aditya.
"Jadi kau ingin aku mencintaimu ?
mengakulah !
Ana mengangguk
Aditya merasa sangat senang saat melihat anggukan kepala itu.
Ana apa yang kau lakukan ?
Kenapa kau terlihat begitu tak terkendali
"Bukan maksud aku ... bukan begitu.
Aditya langsung keluar kamar dengan tersenyum bahagia.
****
Dimas sudah tak sabar menahan kerinduan dengan Ana.
Rasa cinta yang sangat besar membuat ia memutuskan untuk datang keapartemant milik Aditya.
Ia sudah siap dengan segala resiko yang akan ia dapatkan nanti,
lagian Aditya juga tidak mencintai Ana.
Dimas sudah berdiri didepan pintu apartemant milik Aditya
ia berpakaian saat rapi, dengan baju kaos bercorak garis - garis
berwarna biru muda.
Tok..
tok..
tok..
Aditya membuka pintu, ia melihat Dimas berdiri didepan pintu dengan membawa bunga ditangannya.
"Dimas sedang apa kau disini ?
"Aku ingin bertemu Ana?
"Maksudmu apa ? aku tidak mengerti.
Dimas menerobos masuk kedalam
"Sudahlah Aditya aku sudah tau semuanya.
termasuk perjanjian itu.
Aditya terkejut
"Siapa yang memberi tau mu ?
Apakah Ana.
"Itu tidak penting mana dia , aku ingin bertemu dengannya.
Ana yang mendengar keributan diluar kamar langsung keluar.
__ADS_1
"Ada apa sih ribut - ribut.
Dimas dan Aditya saling berpandangan saat melihat Ana keluar dari dalam kamar dengan menggunakan pakaian yang seksi.
Dimas terkejut, ia berpikir apa yang dilakukan Aditya dengan Ana ?
Bukankah mereka membenci satu sama lainnya.
"Kak Dimas ?
Mengapa aku sangat membenci Ana menyebut Dimas dengan panggilan "Kak"
Apakah dia tidak tau jika aku juga lebih tua darinya.
Apakah ia lupa pesan ibunya untuk memanggilku Kanda.
"Ana aku membawakan ini untukmu ,
Menyerahkan bucket bunga mawar berwarna merah , serta beberapa batang coklat.
Ana tersenyum kepada Dimas.
"Terimakasih kak Dimas, kau tak perlu
repot - repot begini.
Repot - repot , apa kau tak melihat aku lebih dari Dimas memberikan semuanya untukmu.
Aku sangat benci melihat kalian berdua berada didepanku.
"Ana cepat kau ganti pakaianmu ?
Apa kau tidak malu menggunakan pakaian itu
dihadapan Dimas,
Cukup aku saja yang melihat semuanya.
Ana baru menyadari jika ia berpakaian sangat transparan.
"Oh , iya
Ana langsung menutup tubuhnya dan berlari
masuk kekamar, untuk segera berganti pakaian.
Dimas mendengar apa yang dikatakan Aditya
Ia tak terlalu memperdulikannya.
Dimas kau ini, benar - benar tebal muka ya ?
Aku sudah mengatakan hal - hal yang membuatmu berpikir, tetap saja kau tak perduli, sepertinya kau ingin sekali memiliki Anastasya ku itu.
Ana kembali keluar.
"Kak Dimas kenapa kesini ?
"Iya aku merindukanmu.
Kau susah sekali di telpon, padahal aku sangat ingin mendengar suaramu.
Wajah Aditya memerah, ia menahan amarah mendengar ucapan dari mulut Dimas,
Ingin kurobek - robek mulut lelaki ini,
dia mengatakan kangen kepada istri orang lain,
Dimas kau sadar, ia itu istri orang lain
Dimas melihat kearah Aditya.
"Aditya kau tidak masalah bukan jika aku kangen dengan Ana ?
Aditya masih terdiam berusaha untuk bersikap sewajarnya.
"Jika aku merasa tidak suka terus kau mau apa?
Aditya mulai terpancing emosi, karena
rasa cemburu dihatinya mulai sangai bergejolak.
"Hey Aditya kau tak mungkin kan serakah itu,
ingin memiliki keduanya
Dimas tertawa.
Ana yang menyadari jika suasana sudah mulai menjadi panas, langsung buru - buru mengambil minuman
"Kak Dimas kau mau minum ?
"Tidak usah Ana ,aku hanya sebentar saja mampir kesini,
Aku hanya ingin melihat keadaanmu apakah kau baik - baik saja bersama pria ini.
Menunjuk kearah Aditya.
sambil tersenyum bercanda, padahal aura persaingan sudah mulai terlihat sangat jelas
Antara Aditya dan Dimas.
__ADS_1