Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 185


__ADS_3

Ana langsung menginjak kaki Siska


nampak wajah Rima hanya tersenyum saja


" Kak Marisa ? Ah kau terlalu berlebihan memujiku, jangan samakan aku dan dia, dia itu cantik sekali " Rima memuji Marisa


Siska berbicara perlahan " Jelas Saja kau memujinya bukankah dia kakak kandungmu "


Ana mencubit lengan Siska


" Sudah hentikan belum saatnya kau berbicara begitu padanya " Ana tersenyum di hadapan Rima


" Ayo duduk, cepat aku lelah berdiri seperti patung ini "


Siska berjalan menuju tempat duduk, kebetulan tempat duduknya sangat licin sekali


" Duduklah di samping ku, " Dimas menggandeng tangan Rima


Arjuna hanya sebagai penonton saja ia tak mengerti apa yang terjadi


" Kak Dimas, aku sebaiknya menunggu di mobil saja " Arjuna permisi kepada Dimas


" Ya pergilah " Tak ada penolakan sama sekali dari Dimas, lagian Dimas juga tau jika Arjuna sangat bosan berada di tempat itu


Arjuna bergegas pergi keluar " Hmm sombong sekali dia, tapi baguslah dari pada dia berada di sini merusak pemandangan saja "


" Siska jaga ucapanmu, ingat dia itu suamimu, kau tak pantas berbicara begitu padanya ingat jika ia tak ridho dengan sikapmu kau bisa celaka nanti "


Ana kesal melihat tingkah Siska yang semena -mena pada Arjuna, terlebih sahabat yang baik adalah sahabat yang mengingatkan kita kepada kebaikan


" Iya uztadzah " Siska mengangguk


" Oke baiklah sebelumnya aku sangat bersyukur dan terharu kalian bisa berada di sini, karena ada satu hal yang akan aku umumkan di sini "


Aditya tampak sangat serius mendengarkan pembicaraan Dimas


Tentu saja, Dimas tak pernah main - main jika soal cinta tapi ia berani mengambil resiko dengan berpura - pura menyukai Rima

__ADS_1


Alasannya simple karena Dimas mencintai Ana secara tulus, karena cinta yang sesungguhnya tak akan menyakiti justru melindungi meski tak saling memiliki


Aditya tau Dimas melakukan itu untuk Ana,


tapi ia lupa jangan pernah bermain - main soal cinta, kau tidak tau jika panah asmara benar - benar menancap di hatimu


" Wah aku sudah tak sabar ingin mendengarnya, bukan begitu sayang " Menarik tangan Ana lalu mengecupnya


Rima tampak malu - malu saat Dimas membicarakan itu, ia sudah tak sabar menunggu ucapan Dimas yang mengakui hubungan mereka, Rima memain-mainkan kursi tempat duduknya, mungkin karena ia gugup, bentuk kursi yang menukik kebawah justru malah membuat Rima melorot jatuh kebawah meja, apa lagi ia memakai gaun murahan yang ia beli di pinggir jalan yang dasarnya licin itu


Siska langsung tertawa terbahak - bahak


" Kampungan, dasar norak hahahaha"


" Siska !" Ana membesarkan matanya


Dengan sigap Dimas menarik Rima yang sudah berada di bawah meja


" Ayo cepat Rima "


Jedugggggg,


kali ini Ana yang tak tahan tertawa " Haha maaf Rima kau sungguh menghibur kami "


Rima yang biasanya ikut tertawa geli jika terjadi hal - hal yang lucu bersikap dingin kali ini . tampak lebih sensitif ia terlihat marah


melihat Ana tersenyum berbeda saat yang menertawakannya Siska, Aditya langsung menangkap signal


Kau cemburu pada istriku kan!


Dimas pun menyadarinya, tak ada yang tau sama sekali apa yang di pikirkan Dimas tapi yang jelas ,tampak dari kedua mata Dimas ia tak terima dengan sikap Rima yang merespon Ana seperti itu


" Kau tetap cantik meski jidatmu agak sedikit benjol " Dimas memegang jidat Rima


" Ayo cepat apa yang kau ingin umumkan kak, hari sudah malam kau lihat kami sudah lapar"


Siska memaksa

__ADS_1


"Jika lama ini hanya akan membuang - buang waktuku saja " Siska yang ceplas - ceplos langsung emosi


"Baiklah aku ingin memberi tau jika mulai sekarang aku dan Rima resmi berpacaran "


Dimas memegang tangan Rima, tampak sangat tulus sekali


" Wah kejutan, ini sangat patut di rayakan ,mari bersulang " Siska mengangkat minuman lalu meneguknya sendiri, tenang saja bukan alkohol hanya segelas air putih


Rima langsung memegang tangan Siska


" Apa kau senang mendengarnya Siska, aku akan menjadi kakak iparmu"


Sontak saja membuat Dimas batuk


" Cepat berikan kak Dimas minum " Ana memberikan segelas minuman yang berada di dekatnya, ia sampai lupa jika lelaki yang berada di sampingnya itu juga sedang cemburu tingkat dewa padanya


" Hmmmm "


" Tentu saja Rima aku sangat setuju, apa lagi aku juga sudah tau bibit, bebet, bobot keluargamu dengan sangat jelas "


" Maksudmu bagaimana Siska "


Rima nampak terheran - heran


" Sebaiknya langsung saja katakan, "


Dimas langsung menginjak kaki Siska dari bawah meja


"Awwwwwwwwww, Kak Dimas kenapa kau memijak kakiku, sakit tauu!! "


" Rima aku sekarang sudah meresmikan hubungan kita, apa kah mulai besok aku boleh mengenal keluargamu lebih jauh "


Dimas memberikan penawaran, sekali lagi Rima terdiam tak bersuara, membuat Aditya semakin tak sabar ingin membuka kedoknya


" Aaaaa tentu saja kak Dimas "


Menjawab seperti biasa ,jika orang tak teliti tak kelihatan sama sekali jika ja sedang menyembunyikan sesuatu

__ADS_1


untung saja mereka sudah paham sekali


" Baiklah Rima karena kau sekarang adalah kekasih kakakku, maka kau juga harus menerima syarat dariku, tenang saja kau jangan khawatir ini tidak berat sama sekali santailah " Siska tersenyum sinis


__ADS_2