
Wajah Arya pucat seketika melihat apa yang terjadi di depan matanya
ia bahkan mematung tanpa suara, melihat apa yang terjadi di hadapannya
Terlihat Aditya berdiri dan memanggil namanya " Arya, cepatlah kemari , apa yang sedang kau pikirkan, tolong aku, bantu aku berdiri "
Arya langsung terbangun dari lamunannya saat mendengarkan Aditya yang berteriak memanggil namanya, ternyata ia hanya sedang menghayal saja jika Aditya tertabrak mobil dengan kencang, memang benar Aditya memang terjatuh ke parit karena di tabrak mobil odong -odong yang tidak bertenaga sama sekali
Oh.. Arya kau sudah membuat orang cemas saja xixixix
Arya langsung berdiri mendekati Aditya
" Ya ampun Dit, kau barusan hampir saja membuat jantungku copot "
Arya melihat kearah mobil tua yang sudah terlepas semua pintu dan bannya
Seorang lelaki tua keluar dari dalam mobil tersebut " Astaga, Mas nya bisa nggak kalau jalan lihat -lihat , bagaimana ini siapa yang menggantikan kerusakan mobil saya "
Lelaki pemilik mobil nampak marah sekali karena melihat mobilnya yang hancur berantakan
Aditya langsung menepuk pundak Arya
" Kau uruslah dulu lelaki tua ini, aku akan segera kerumah sakit "
Kaki Aditya hanya lecet saja, untung saja pada saat kejadian ia berhasil menyingkir selangkah, lagipula yang menabraknya hanyalah mobil tua, yang memang sudah tak layak pakai
" Baiklah kau cepatlah pergi "
Aditya pun pergi meninggalkan Arya di tempat itu
" Bagaimana ini Pak, aduh lihat lah,ini mobil mata pencarianku ,temanmu tadi sudah membuatnya hancur "
Arya menggaruk kepalanya karena ia sekarang sedang berhadapan dengan orang tua, serba salah jika di kerasin ia akan tetap menyalahkan, benar salah Aditya yang tak melihat, tapi mobil yang ia miliki memang sudah tak layak untuk berada di jalan raya
" Oke sekarang mau nya bapak bagaimana, apa mau di bawa ke bengkel, atau mau di ganti dengan yang baru " Arya menghela nafas panjang
" Mas, sedang menghina saya, mas pikir mobil saya ini jelek, rongsokan, iya "
__ADS_1
" I.. Y.. A " Arya menjawab dengan tegas karena sangat menyebalkan sekali berurusan dengan lekaki di hadapannya ini
Lelaki itu tiba -tiba terdiam lalu memandangi wajah Arya dengan seksama
Ia mengelilingi Arya, untung saja jalanan di sana sudah sepi tidak ada orang sama sekali karena sudah masuk jam kerja
Arya berbicara didalam hatinya " Apa yang sedang ia pikirkan, apa dia akan mengajakku duel "
" Sepertinya kita pernah bertemu, tapi dimana ya, Mas"
Arya langsung menatap lelaki itu lalu
" Wah benar ingatan anda masih sangat bagus sekali rupanya Pak, tentu saja anda orang yang sama kan ,supir taksi yang membawa istri orang tadi tersesat di tengah kuburan itu "
Arya tersenyum
Lelaki tua itu sekarang yang pucat
" Waduh dia suami perempuan setengah gila itu, sebaiknya aku jangan cari gara -gara dengan mereka "
" Ya sudah Masnya pergi saja sana, memang mobil saya tadi yang salah karena kalau dia sedang ngebut di bawa ngerem mendadak semuanya memang bisa lepas karena bautnya banyak yang hilang "
Untunglah Arya tak setega itu ia memberikan amplop yang harganya seharga sebuah motor baru " Ini ambillah untuk bapak, sebaiknya bapak mengganti profesi jadi tukang ojek aja ya "
Lelaki tersebut tampak ketakutan menerima uang dari Arya, " Sudah ambil saja itu rezeki bapak, anggap saja sedekah dari teman saya tadi, tolong bapak bantu doakan istrinya agar baik -baik saja, istrinya sedang kritis di rumah sakit karena baru saja melahirkan "
Lelaki tersebut termenung saat Arya pergi dengan menggunakan taksi
" Perempuan itu kan, ya ampun semoga saja dia baik -baik saja, walaupun dia aneh tapi lihatlah setiap bertemu dengan dia dan suaminya meski dengan cara yang aneh tapi aku selalu mendapatkan rezeki dari mereka "
Membuka amplop dan melihat isinya "alhamdulillah bisa untuk membeli beras, bahkan bisa membeli satu buah motor, orang baik semoga saja selalu mendapatkan keberkahan aaaminnn"
Meninggalkan lelaki tua tersebut kita beralih ke rumah sakit melihat keadaan Ana dan anaknya
Aditya yang baru tiba langsung mengajak kedua orang tersebut untuk segera mendonorkan darahnya
tetapi sebuah kejadian tak terduga membuat Aditya terkejut saat dokter mengatakan jika ia datang di waktu yang sangat tepat sekali
__ADS_1
" Syukurlah Sepupu, kau mendapatkan dua pendonor karena kita hanya membutuhkan satu pendonor saja, karena sudah ada empat orang yang mendonorkan darahnya pagi ini "
Aditya berucap syukur, tetapi ia tak tau siapa pendonor darah untuk Ana tersebut
Ia langsung menuju ruangan Ana ,dan sama sekali tidak terduga saat ia melihat Rima dan keluarganya berada di sana, Siska tau jika Aditya tampak emosi sekali saat melihat Rima
" Kau ? "
Siska menahan Aditya " Kak Adit, Rima dan keluarganya sengaja datang pagi -pagi ini untuk mendonorkan darah mereka untuk Ana, dan kau harus berterimakasih pada mereka karena kondisi Ana berangsur membaik "
" Cuma tadi dokter mengatakan jika Ana... "
" Ehemmm " Mama Aditya berdehem
.............
Yahhh.. keputus lagi thor... tanggung thor lanjutin kenapa
Netizen : Oh syukurlah ternyata Ana baik -baik saja Thor
Author : Hehe iya, tapi yakin Ana baik -baik aja 😦
Next
Netizen :Thor pleasee lanjut
Author : hape author jadul jadi baterainya mudah Low, adohhh 😩😩😩😩
Next
Thor pokoknya jangan bahas Siska sama Arjuna sebel tauu...
Author : Nanti di bahas di novel satunya, ya tenang aja, nanti kita kupas setajam silet...
Udahh ya... ponselnya kita carger dulu ya zeyankk....
😘😚
__ADS_1