
" Aku baik - baik saja " Aditya tampak tegang
"Bagaimana denganmu hari ini di kampus apa semua tampak baik - baik saja "
Aditya semakin tegang ia menutup mulutnya apa dia salah bertanya
Apa yang kau tanyakan padanya Aditya, apa kau sudah gila , itu akan membuat Arya semakin terluka
" Aku bertemu Siska hari ini , dan aku tau kau pasti akan bertanya ini " Arya menarik nafas lalu hembusannya terdengar jelas di ponsel milik Aditya
" Halo, halo Arya suara mu tak terdengar " Aditya sengaja mematikan ponselnya karena tidak enak jika harus mendengar lebih lama lagi keluh kesah hati Arya
" Maafkan aku Arya nanti kita akan membahasnya di rumah saja"
.......
Jam kantor sudah selesai tugas Arya sebagai pegawai kampus sudah selesai saatnya ia pulang kerumah kebetulan juga Ana dan teman - temannya sudah selesai belajar mata kuliah hari ini
Arya baru keluar dari mushola kampus ia habis sholat , semenjak ujian yang
bertubi - tubi menghampirinya ia sama sekali tak pernah lagi meninggalkan sang oenciptanya mencoba berubah arah meninggalkan yang buruk dan berubah menjadi lebih baik , Arya mendadak gugup saat Siska menoleh ke arahnya
" Sial apa yang di lihatnya , apa ia sedang melihat kearahku baiklah ,sepertinya dia memang menatap kesini "
Arya buru - buru memasang sepatu dan tak melihat lagi kearah Siska ia lalu berdiri dengan sangat tergesa - gesa tanpa menoleh kekanan dan kekiri, berdiri lalu berjalan dengan langkah kaki yang cepat , ia sudah tak sabar ingin pergi dari tempat itu
tiba - tiba seorang perempuan berlari mengejarnya , perempuan tersebut tampak juga keluar dari mushola tersebut
" Mas... mas
Arya berhenti dan membalikkan badannya terlihat seorang perempuan berjilbab panjang ,menggunakan kaca mata menghampiri nya,sedangkan Siska dan Rima masih berdiri di dekat mereka , tepat sekali mereka berdua masih memandangi Arya yang sedang berjalan
" Iya mbak ada apa " penasaran melihat perempuan itu tersenyum - senyum seperti ada yang aneh membuat Arya semakin menjadi salah tingkah
" Maaf mas " Melirik kearah bawah
" Iya mbak, ada apa mbak sudah saya maafkan jika pernah berbuat salah dengan saya " Berbicara agak keras dan sangat percaya diri berharap Siska mendengar jika ia sekarang berubah menjadi lelaki yang berbudi luhur dan seorang pemaaf
apa lagi posisi Rima dan Siska berada beberapa langkah darinya sudah dipastikan mereka mendengar sangat jelas ucapan Arya
Berdiri dengan bahu yang agak naik dan berdehem " Ehem, sudah mbak tidak perlu begitu "
Perempuan tersebut semakin tak mengerti dengan ucapan Arya dia hanya fokus dengan kaki Arya
" Bukan mau minta maaf mas, saya juga nggak kenal sama masnya sama sekali cuma yang jadi masalahnya mas memakai sepatu saya "
Menunjuk kekaki Arya
Arya yang tadinya bersikap seperti laki - laki berhati mulia dengan percaya diri langsung mendadak ciut, saat ia menoleh kebawah kakinya. benar saja ternyata dia memakai sepatu berwarna pink dengan gambar helo kitty yang melekat di sekelilingnya
Astaga apa ini kenapa aku bisa seceroboh ini apa mereka masih berdiri di sana melihatku
Arya memiringkan kepalanya dan menaruh kedua tangannya di wajahnya, lalu merenggangkan jari - jarinya untuk mengintip apakah Siska dan Rima masih berada di dekatnya atau tidak
Astaga ternyata mereka masih di sana berdiri menghadap kemari
Ya penampilan yang sangat matcing sekali berpakaian kemeja putih, celana hitam dengan sepatu berwarna pink bergambar helo kity
" Astaga ini sungguh memalukan " Duduk dan membuka sepatunya dengan cepat lalu memberikan kepada perempuan itu
Arya buru - buru pergi meninggalkan tempat itu dengan wajah memerah
"Mas - mas " Perempuan itu memanggil kembali
" Apa lagi dia memanggilku "
" Iya mbak ada apa lagi " Nampak Arya sedang menahan malu
" Masnya nyeker gitu, itu sepatunya masih tertinggal di mushola " menunjuk kearah mushola
" Oh, iya terimakasih mbak " Melihat kebawah ia berjalan tanpa alas sudah seperti kaki bebek saja
Berlari mengambil sepatunya dan sekali lagi melewati Siska dan Rima yang sedang menutup mulut karena menahan ingin tertawa
" Permisi " Arya langsung berlari dengan kencangnya
__ADS_1
Rima mengalihkan wajahnya menahan tawa sedangkan Siska ikut tertawa terkekeh
" Haahahahahah, perutku sakit sekali melihat kelakuannya " Rima memukul dinding karena geli sekali melihat kelakuan Arya yang konyol sekali
" Dia tidak berubah selalu terlihat konyol seperti biasa " Siska menggelengkan kepala
Ana yang keluar dari toilet menghampiri mereka " Kenapa kalian tertawa terkekeh seperti itu " Sambil memegang perutnya yang sudah agak nampak gendut
" Haha biasa kelakuan kak Arya " Rima memegang perutnya menahan tawa
Tak lama seorang lelaki berwajah rupawan keluar dari mushola siapa lagi kalau bukan
Arjuna yang kini menjadi suami Siska wajahnya juga tampan tak kalah dari Arya cuma dia memang tak ada nakal - nakalnya sama sekali berbeda dengan Arya yang mahir untuk urusan perempuan
" Wihh mas Arjuna ganteng ya, habis sholat "
Rima terpana melihat alis tebal Arjuna yang masih basah karena tersiram air wudhu
" Huss " Ana menyenggol Rima
" Ayo balik jawab Siska jutek " Berjalan duluan meninggalkan Ana dan Rima mood nya mendadak buruk saat melihat Arjuna
" Main kerumah aku aja gimana , sekalian kita ngumpulin tugas buat besok " Ana merayu teman - temannya karena ia bosan sendirian di rumah ya sekedar kiasan yang keluar dari mulut nona kaya padahal di rumah nya banyak sekali pelayan yang bekerja di rumahnya mana mungkin ia sendirian di rumah sebesar itu
" Baiklah, tapi kau kan tau Ana aku selalu membawa remote control itu kemanapun aku oergi " Menunjuk Arjuna yang berada di belakangnya dengan sangat kesal
"Kalian kan tau sekarang hidupku seperti seekor anak kijang yang di tawan dalam kandang pemburu " Siska tampak sedih
" Dia terlalu mendramatisir keadaan ,
payah sekali, sebenarnya kau hanya harus mencoba saja Siska " Ana memberikan nasehat
"Tidak akan Ana, itu semua sudah harga mati tidak bisa di tawar lagi titik.
" Jadi bagaimana sekarang " Rima meminta pendapat Ana
" Ya sudah ajak aja, dia kan suami mu sekarang tak mungkin aku mengajarkanmu untuk membantahnya lagian Arjuna tidak menyakitimu juga ingat Siska dia itu sekarang derajatnya lebih tinggi dari kedua orang tuamu tetap saja jika ia ridho sama kamu berarti tuhan juga ridho sama kamu " Ana tersenyum
" Ah berisik " Siska berjalan masuk kedalam mobil tak lama Arjuna menyusul ia langsung duduk di samping Siska
" Rima naik mobil aku aja ya "
" Ee nggak bisa Rima harus sama aku aja , kalau nggak aku nggak mau ikutan kerumah kamu " Siska membuang mukanya
" Ya sudah kamu naik mobil Siska aja, tapi hati - hati ya " Ana berbisik menggoda
" Padahal aku tak mau nanti terjebak ikut campur urusan suami istri aku tak yakin jika di dalam mobil akan baik - baik saja " Rima menampakkan wajah cemasnya seperti sedang meminta bantian dengan Ana
" Aku tunggu di rumah ya, dada " mobil Ana melaju duluan dan meninggalkan mobil Siska yang jauh tertinggal di belakang
.....
Di dalam mobil
" Jadi itu lelaki yang kau sukai " Arjuna tiba - tiba bertanya dengan begitu santai
Siska terdiam mendengar Arjuna bertanya seperti itu antara percaya atau tidak mendengar kata - kata yang keluar dari mulut Arjuna
*Apa mungkin dia lelaki normal ? Aku meragukannya . coba saja kau bayangkan seorang lelaki yang tiba - tiba mau saja menikah dengan orang yang baru ia kenal bukan karena telah di jodohkan sejak lama karena sesuatu hal apa lagi katanya ia keturunan bangsawan tapi kok mau saja di menikah dengan perempuan sepertiku
apa lagi dia ini memiliki sifat berubah - rubah pertama kali datang berlogat jawa kental ia memakai baju aneh dan mengaku tak bisa apapun rupanya lambat laun ia menunjukkan semuanya sekarang , lihat saja ia berpakaian sudah seperti lelaki seusianya tidak lagi menggunakan blangkon seperti biasa .
gaya bicaranya juga sudah seperti orang - orang disini pada umumnya meninggalkan aksen jawa kentalnya. ntah lah aku merasa heran sekali melihatnya sekarang.
apa lagi tiba - tiba dia bertanya tentang perasaanku apa dia tak punya hati bertanya sesuatu sedetail itu, seharusnya dia tak oerlu lagi bertanya karena ia sudah tau apa jawaban dari pertanyaan*nya itu .
" Baiklah jika kau tak mau menjawabnya tidak masalah " Tersenyum dan kembali menyetir bersikap sangat dewasa berbeda sekali dengan pertama kali saat ia bertemu Arjuna
Rima yang terjebak dengan perbicangan Siska dan Arjuna berpura - pura fokus menghapal ia mengangkat bukunya keatas dan berpura - pura untuk tidak mendengar
Apa aku bilang ini akan terjadi lihatlah Ana aku terjebak dengan semua ini mereka berdua sebentar lagi pasti akan membuat masalah lagi, aduh
"Bagaimana denganmu Rima jika Siska tak menyukaiku apa kau mau menggantikan posisi Siska untukku "Arjuna tertawa dan menggoda Rima
Wajah Rima kembali memerah ia seperti terjebak di antara harimau dan buaya
__ADS_1
Rima berusaha tersenyum tidak enak karena benar - benar tidak tau harus berbicara apa lagian ia tau walau Siska sangat membenci arjuna tetap saja tidak menutup kemungkinan jika nanti tiba - tiba Siska juga jatuh cinta dengan Arjuna ia banyak belajar dari pengalaman Ana dan Aditya yang jelas nyata di depan matanya
" Memang sudah tidak waras " Siska akhirnya mengeluarkan suara
Arjuna tampak tersenyum puas
" Arya namanya ya kan, asisten dosen yang tadi masuk apa kau tak melihat jika aku lebih keren darinya " Arjuna kembali melirik dan melihat wajah Siska melalui kaca spion miliknya
Rima menutup mulutnya dengan kedua tangannya ia tak tahan untuk tertawa tapi bagaimana mungkin sedangkan Siska wajahnya sudah sangat jutek sekali ia juga takut jika Siska akan marah
" Bagaimana menurutmu Rima apa aku terlihat keren " Arjuna kembali menggoda Rima yang dari tadi berusaha menutup mulutnya agar tak bersuara, bagaimana tidak jika ia sampai mengeluarkan suara bisa - bisa Siska akan semakin marah padanya apa lagi jika Siska marah sangat seram sekali
Siska menoleh kearah Rima dengan wajah melotot seolah memberi pesan " Jangan kau jawab pertanyaannya biarkan saja dia mengoceh seperti itu, sepertinya dia mulai menunjukkan sifat aslinya "
Rima mengangguk tanda mengerti
" Kita pulang saja lah tak usah kerumah Ana " Arjuna membelokkan mobilnya kearah mall
" Hei apa yang sedang kau lakukan, kau tidak dengar aku bilang aku ingin kerumah Ana "
catatan : Pergi kekampus tadi pagi mereka menggunakan motor ninja milik Dimas yang di kendarai oleh Siska, tetapi Arjuna sengaja menelpon mami Siska agar menyuruh orang menukar motor tersebut karena Arjuna phobia sekali naik motor di tambah lagi Siska sengaja membawa motor ngebut sekali
Arjuna tidak perduli dengan ocehan Siska ia terus saja melajukan mobil hingga akihirnya Siska memukul Arjuna dari belakang
" Siska jangan begitu " Wajah Rima tampak pucat saat Siska memukul punggung Arjuna terdengar suara yang sangat keras
" Bugg " Siska memukul dengan sangat kuat
"Kau turunkan aku disini atau aku akan " Mengancam Arjuna dengan mata yang sangat merah menahan amarah
Arjuna masih memegang punggungnya yang sakit karena bekas pukulan Siska yang ternyata sangat kuat sekali tenaga seorang atlit , benar - benar tenaga Siska jangan diragukan lagi
" Atau apa Siska ha , kau barusan melakukan KDRT padaku, aku akan melaporkanmu punggugku sakit sekali "
Suara Arjuba terdengar sangat lirih dan pelan
Arjuna berteriak kesakitan membuat Siska dan Rima semakin cemas saja
awalnya Siska bersikap cuek sekali tetapi mendadak ia menjadi cemas saat melihat Arjuna memegang punggungnya
karena Siska tau dia memang bersalah
tetapi itu kan karena salah Arjuna yang memancing emosinya
" Aduh punggung ku sakit sekali kau harus bertanggung jawab jika terjadi sesuatu padaku Siska, kau harus menjadi saksi Rima kau juga ada saat Siska memukulku "
Rima panik saat Arjuna menghardiknya
"Siska cepat bawa mobilnya bawa cepar Arjuna kerumah sakit "
"Jangan, biarkan aku mati saja , bawa aku kekantor polisi saja aku tak mau nanti jika di bawa kerumah sakit aku tidak bisa melapor kamu Siska "
Menunjuk kearah Siska yang sudah sama dengan Rima pucat pasi
" Siska aku ingin pulang saja, aku tidak mau terlibat "
itulah yang selalu dilakukan Rima membuka pintu lalu meninggalkan Siska dan Arjuna di dalam mobil
......
" Lama sekali mereka sampai " Ana menunggu dikamar karena ia malas jika harus turun kebawah
pesan masuk ke ponsel Ana
" Ana kami tidak jadi kerumahmu ada masalah gawat aku memutuskan untuk pulang naik taksi, ini pasti bayarannya sangat mahal sekali bisakah kau meminjamkan aku uang, nanti aku akan menyicilnya .
pulsa terakhir kalau perlu telpon saja aku , aku tidak bisa membalas lagi.
Mata Ana terbelalak melihat pesan yang dikirimkan Rima padanya "Astaga apa lagi yang terjadi dengan Rima dan Arjuna "
"Halo Rima, kau dimana sekarang? "
"Aku masih di dalam taksi kau bisa pinjamkan aku uang tidak "
"emang kau mau membayarnya pakai apa., sudah cepat lah kerumahku dulu nanti supirku akan mengantarmu pulang" Mematikan telpon dan menunggu kedatangan Rima di rumah
__ADS_1
"