Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 177


__ADS_3

" Dit, tahan amarahmu, kau lihat saja Ana ia bisa dengan santai berpura - pura tidak mengetahui kejadian itu "


" Bagaimana mungkin aku bisa santai ,dia hampir saja membuatku kehilangan istri dan bayiku, apa kau bisa bersabar jik menjadi aku ha "


Aditya berbicara tepat di telinga Arya dengan berbisik


" Aku sangat mengerti ,tapi apa kau tidak tau hanya seorang psikopat yang bisa bersikap santai seperti itu "


" Ya aku tau, tapi kau tak perlu menggenggam erat tanganku seperti ini juga kan " Melirik kearah tangannya yang di genggam erat oleh Arya


Arya melihat kebawah dan dengan cepat melepakan tangannya


"Aku jadi curiga jangan - jangan karena patah hati kau sekarang... "


Aditya tersenyum sinis


" Hentikan ocehanmu fokus ke rencana awal "


Arya sedikit kesal


" Bagaimana selanjutnya"


" Cepat ikut aku , kita bisa memantaunya dari sini "


mengajak Aditya keruangan yang sudah ia desain untuk memantau gerak - gerik Rima

__ADS_1


" Dan kau tidak usah khawatir aku sudah mengirimkan orang - orangku untuk mencari tau bukti - bukti lebih detail lagi


Arya dan Aditya memantau Ana dan Rima yang sedang mengobrol


" Kau lihat Dit, ekspresinya menangis benar - benar, natural sekali, tampak sangat tulus "


" Kau benar aku tak menyangka jika ia selama ini adalah duri dalam daging "


" Menggunting dalam lipatan "


" Maling teriak maling "


" Tong kosong nyaring bunyinya "


Mereka berdua tanpa sadari berbalas - balasan pepatah


Di ruang keluarga Rima memeluk Ana, masih dengan uraian air mata yang sangat banyak


" Kau tak melihat Ana saat nenek bercucuran darah di bawa kemari,bahkan aku tidak menyangka nenek akan pergi secepat itu ,semuanya seperti mimpi "


Rima memegang tangan Ana


" Mungkin tuhan tau bagaimana sedihnya aku jika melihat langsung apa yang terjadi pada nenek, untunglah aku tak harus melihat nenek ntah bagaimana jadinya jika aku melihat nenek secara langsung ,aku akan menjadi manusia paling bersalah karena membiarkan nenek meninggal karena menyelamatkan aku dan bayiku "


Ana melepaskan pegangan tangan Rima dan mengelus perutnya

__ADS_1


" Kau benar nenek telah mengorbankan nyawamu untukmu dan calon keponakanku"


Rima tampak sangat peduli pada Ana


Didalam hati kecil Ana ia benar - benar tak menyangka jika Rima setega itu padanya


" Rima sampai saat ini pun aku masih tak Percaya jika kau adalah pelakunya ,benarkan Rima, tolong kau yakinkan aku jika kau benar - benar tulus padaku ,yakinkan mereka kalau kau tidak ada hubungannya dengan semua kejadian ini "


Rima menaruh tangannya kedepan wajah Ana


" Ana apa yang kau pikirkan dariku, kau tak berpikir buruk padaku kan "


Ana terkejut seketika saat Rima mengatakan hal itu padanya


"Berpikiran buruk? maksudmu aku berpikiran apa? " Ana berpura - pura tidak tau meski jantungnya mulai berdegup kencang karena yang ia hadapi bukanlah orang bodoh, tetapi perempuan cerdas yang tak tau apa isi otaknya


Aditya dan Arya tampak cemas saat Rima langsung mengatakan itu " Arya kau dengar apa yang dia katakan ,aku harus keluar melihat mereka "


Aditya berdiri hendak keluar


"Jangan dulu Dit , kita lihat saja dulu kau tenanglah, kau lihat itu "


Arya menunjuk dibelakang guci, di samping tangga


" Mereka adalah orang - orang profesional yang paham gerak - gerik psikopat yang akan menyerang orang, kau jangan khawatir

__ADS_1


aku sudah menyiapkan semuanya dengan sangat aman, percayalah padaku "


__ADS_2