Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 105


__ADS_3

" Sudah tertidur rupanya " , dengan cepat Aditya melahap serabi yang ia bawa


Keesokan pagi, mereka semua bangun lebih awal bersiap untuk segera kembali pulang kekota, gemericik suara air sungai masih terdengar berbisik indah di telinga , kicauan burung bersahutan semakin membuat Ana dan teman - teman enggan meninggalkan tempat itu


Siska masih berdiri dengan jaket yang masih terpasang di tubuhnya, ia tak tau jika kepulangannya kerumah hari ini akan mendapatkan kejutan yang istimewa


" Aku seperti tak ingin meninggalkan tempat ini ", Siska berdiri dan membentangkan tangannya kearah pemandangan sawah yang terbentang lebar, ia memejamkan matanya lalu menarik nafas dalam - dalam


" Siska, ayo cepat masuk kedalam mobil


Kita akan segera berangkat"


Memanggil Siska yang masih juga berdiri di tepi sungai


" Baiklah, tunggu sebentar"


Siska memejamkan matanya seperti sedang memikirkan sesuatu, saat ia membuka matanya Arya sudah berada di sampingnya


" Apa yang sedang kau lakukan di sini cepatlah kembali kemobil "


Dengan menelan air liur Arya sedang berusaha menahan perasaannya agar tak kebablasan


" mungkin ini yang namanya cinta murni karena sampai detik ini aku sama sekali tak berani untuk menyentuhnya sama sekali"


Aditya dan Ana berpamitan dengan nenek


" Sampaikan salamku kepada Rita"


nenek mengelap air matanya yang menetes dipipi


"Baiklah nenek aku akan menyampaikan salammu untuknya dia juga sangat merindukanmu"


Ana dan Aditya memeluk nenek tersebut


" Sering - seringlah kemari keponakan, kami sangat senang dengan kedatanganmu kemari" tersenyum lebar berharap mendapatkan untung yang besar


" Terimakasih paman, bibi maaf sudah merepotkanmu"


Bilang saja kalian sangat senang mendapatkan untung yang besar sudahlah aku sangat paham,


Ana melambaikan tangannya


Didalam perjalanan pulang terasa lebih singkat terasa, di suguhi dengan pemandangan indah benar - benar ciptaan tuhan yang maha kuasa, dengan gunung - gunung yang masih berdiri kokoh


seolah sedang mengucapkan jangan lupa kembali


Didalam perjalanan semuanya hanya diam seribu bahasa seperti sedang memendam sesuatu tapi tak mampu untuk di ungkapkan


Siska masih duduk menatap keluar jendela dengan tatapan kosong ntah apa yang ada di pikiran, Rima masih sama dengan cemilan di tangannya, Arya sama seperti Siska menatap keluar jendela dengan tatapan kosong


Sedangkan Ana dan Aditya saling berpegangan tangan sambil tersenyum sesekali Ana meletakkan kepalanya di dada Aditya


........


" Semunya sudah di hias?"


Menunjuk beberapa sudut ruangan yang belum di dekorasi

__ADS_1


" Sudah pak, tinggal menaruh vas bunga disana"


Bergegas menghiasi ruangan untuk acara malam nanti


" Pakde dan bude sebentar lagi sampai kesini, bersiaplah"


Rumah Siska tampak sudah sangat cantik sekali setelah di dekorasi untuk acara keluarga malam ini


" Kau sudah menghubungi adikmu ? "


Memberikan ponsel kepada Dimas


" Sudahlah mi biarkan saja, ia akan setuju dengan semua ini "


membuang wajahnya dan kembali memanggil orang untuk segera memindahkan beberapa barang


" Dimas apa ini tidak mendadak nak, apa Siska bisa menerima semua ini nanti "


Memegang dadanya dengan perasaan deg - deggan


" Mau tidak mau dia harus mengikuti kemauan kita mi , demi kebaikannya juga"


Tersenyum dan memeluk maminya


......


Melihay jam tangannya " Sebentar lagi kita akan sampai " , Aditya memberi aba - aba


Arya tak bergeming sama sekali, Aditya tau jika Arya lah yang tak ingin perjalanan ini berakhir


Arya memegang dadanya seperti sedang menahan sesuatu, Mobil pun berhenti di lampu merah mobil yang mereka tumpangi berhenti tepat berdampingan membuat Siska dan Arya yang berbeda mobil saling menatap satu sama lain


Aditya melihat jelas tatapan mata Arya dan Siska yang saling beradu


" Jika berhubungan dengan hati semua orang akan menjadi tampak gila " .


"Apa yang kau katakan sayang


melihat Aditya yang masih melirik kearah luar jendela, berusaha melihat sesuatu yang juga di lihat Aditya


" Sudah tidak apa - apa "


menghalangi pandangan Ana


"Sebentar lagi kita akan sampai di rumah "


mengelus kepala Ana


......


Lima jam perjalanan yang mereka tempuh dengan tiga buah mobil akhirnya sampai di rumah ponsel Siska langsung dimasuki banyak pesan


" Siapa lagi yang menghubungiku sebanyak ini "


Membuka ponselnya dan melihat panggilan tak terjawab dari Dimas kemarin


" Apa dia sudah pulang ? " Siska tampak khawatir tetapi ia berusaha untuk bersikap tenang

__ADS_1


" Rima ayo kita pulang " buru - buru mengambil kunci mobilnya dan memasukkan barang - barangnya kemobil ia juga lupa mengembalikan jaket Arya yang sudah ia pakai


" Oke baiklah hati - hati ya ,Jangan lupa besok kita kekampus " , Ana melambaikan tangannya


" Siska kenapa kau terburu - buru sekali ?"


menggigit bibirnya menutupi perasaanya yang mulai tampak gugup


Masih tak bersuara, membuat Rima merasa aneh dengan sikap Siska " Siska ? "


" Ya Rima, aku baik - baik saja, biasalah aku kangen mami " mencoba berbohong agar Rima tak banyak bertanya


Sampai di depan rumah Rima tak seperti biasanya Siska langsung menurunkan Rima dan pergi tanpa berpamitan


Membuat Rima berdiri heran melihat tingkah Siska


" Aneh sekali dia tak seperti biasanya"


Masuk kedalam rumah dengan menenteng oleh - oleh yang banyak untuk keluarganya


" Ayah, ibu Rima pulang " tampak sepasang anak lelaki kembar gempal menyambut kedatangannya.


Siska melajukan mobilnya dengan cepat perasaannya mulai tak karuan, kacau sekali ia sangat takut dengan Dimas,


" Bagaimana ini, apa yang akan dilakukan kak Dimas padaku nanti, sial ! " .


Tangan Siska sudah mulai dingin ia terlihat sangat cemas saat memasuki halaman rumah


" Ada acara apa di rumah "


Terheran - heran, dan juga terkejut seperti akan diadakan sebuah acara keluarga


" Apa mami mengadakan acara hajatan, ah tapi tak mungkin biasanya mami kan membuat acara di hotel mewah "


Memarkirkan mobilnya dan mengambil pakainnya dari dalam mobil


" Non Siska biar saya saja yang bawa "


seorang pembantu rumah tangga buru - buru menghampiri Siska dan dengan cepat masuk kedalam rumah


Siska melirik kekanan kiri ruangan yang sudah di dekorasi ia pun memanggil salah satu asisten rumah tangga


"Mbok ini ada acara apa ? "


Asisten ruamah tangga tersebut langsung menunduk ketakutan saat Siska memanggilnya


" Sayang kau sudah pulang " maminya memeluk Siska


" Cepat kau mandi dan berganti pakaian sebentar lagi acara akan di mulai "


Ibarat sebuah jebakan Siska mengikuti perintah maminya meski ia merasa sangat heran acara apa sebenarnya di rumah nya semua orang tampak sangat sibuk


Siska masuk kedalam kamar nya tampak sebuah kebaya berwarna kuning keemasan terbentang di atas kasurnya


" kebaya ini cantik sekali , apa kak Dimas akan menikah ? "


Siska masih bertanya keheranan.

__ADS_1


__ADS_2