Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 80


__ADS_3

" Mm begini


Maminya langsung memegang tengkuk Siska seperti sedang panik dan berusaha menenangkan diri


Dimas langsung memotong pembicaraan maminya


" Pokoknya kamu akan aman bersama kang Arjuna


Dimas menepuk pundak lelaki aneh itu


" Kan dia bisa bawa mobil sendiri mi,


" Dia nggak bisa bawa mobil , makanya kamu yang setirin mobilnya


" Kak Dimas aja


"Eenak aja


" Sudah .. Sudah.. Kak Dimas mau melanjutkan S2 nya tapi 6 bulan lagi , sekarang ia masih tertarik menjalani bisnis jual beli mobil antik , mana mungkin kak Dimas mengantar Arjuna lagian pesan pakde dan budemu kamu yang harus menemani ia kemanpun


" Aku tidak mau


Siska kembali kekamarnya dengan penuh kekesalan


" Aku harus bersama wayang orang itu kemana - mana, dan ia akan bergabung dengan genk ku , hii membayangkannya saja aku sudah jijik


Siska menutup wajahnya dengan bantal


"Aku mau mau Video call dengan Ana dan Rima ah


Siska mengambil ponselnya lalu menghubungi kedua temannya itu sebelumnya ia sudah mengirimkan pesan terlebih dahulu


" Angkat telponnya kalian cukup hanya menaruhnya karena aku ingin bercerita


Rima mengangkat telponnya tampak ia sedang belajar di kamarnya


lalu ia menaruh ponselnya di antar buku - buku


Sedangkan Ana lambat sekali di angkat lalu


Aditya mengangkatnya dan tampaklah mereka berdua sedang menggunakan selimut


"Haloo ucap Aditya dan Ana


"Kalian menjijikkan sekali , cepat matikan ponsel ini


Aditya dan Ana langsung tertawa terbahak - bahak melihat wajah Siska yang terkejut melihat mereka berdua


" Apa kita keterlaluan ?


Mereka merasa geli melihat wajah Siska yang terkejut melihat mereka berdua tadi


.....


" Kenapa kau marah - marah Siska ?


" Ah kau tak melihat kelakuan Ana dan Suaminya itu


" Kenapa emang nya ,


Rima masih asyik mengetik tugasnya di laptop lusuh miliknya yang sudah diikat - ikat pakai karet gelang


" Rima hari - hari ku akan menjadi lebih buruk


" Kau ini kenapa sih Siska , tak bersyukur sekali


Rima mengambil ponselnya lalu memperlihatkan dek rumahnya yang sudah mulai bocor , tampak dua orang anak kecil duduk di samping Rima


" Eh Rima itu siapa , hallo


Ucap Siska ramah

__ADS_1


Dua orang anak laki - laki bertubuh gempal sedang duduk di sudut sambil membaca buku


" Halo kak Siska ucap Rima , dia adikku


" Aku baru tau kau punya adik , kenapa aku tak pernah melihat mereka berdua


" Mereka ini selalu di rumah belajar , kadang juga latihan gulat


" Mereka atlit ?


Siska tak menyangka Rima dan sodara - sodaranya memang berprestasi meski hidup seadanya


" Iya kemarin baru pulang lomba di austria membawa medali emas


" Ah keren sekali kalian semuaa


" Kamu kenapa , Rima langsung menanyakan kembali kepada Siska


Tampak kedua adiknya itu bertanya tentang jawaban soal pada Rima


" Siska kamu mau ngomong apa tadi ?


Siska tak jadi menceritakan kekesalannya


"Besok saja di kampus ya ,, dagh...


Siska mematikan ponselnya


" Aku tak bisa membayangkan jika harus kekampus dengan laki - laki berpenampilan kuno itu , dia akan menambah beban hidupku saja


Dari namanya terlihat keren aslinya aduh ..


sakit mata


........


Keesokan pagi Aditya berangkat pagi - pagi sekali karena banyak kerjaan yang harus ia handle sendiri , belum lagi Arya tak bisa membantu ia masih seperti orang sunatan karena bokongnya masih terasa perih , meski sudah di berikan salap oles kulalitas internasional


" Mana Ana ?


" Ana apa yang kau lakukan sayang , jangan capek - capek , jika kau capek ia akan membuatmu menyuruhku memakan makanan aneh lagi


Dia tergesa - gesa pergi


" Kau tak sarapan dulu sayang ?


Aditya mengambil roti dan meminum susu saja , lalu pergi meninggalkan Ana


Ana pun berlari keatas bersiap untuk segera kekampus


Tampak Arya tergopoh - gopoh memakai sarung


" Arya kau mau kemana ,


Ana menutup mulut sambil menahan tawa melihat penampilan Arya yang memakai sarung dan memakai jas


" Aku mau kekantor


" Dengan penampilan seperti itu.


Arya berjalan mengangkang tinggal di tambahkan kaca mata hitam dan peci ia sudah persis seperti tukang pijat


.....


Aditya tiba di kantor ia langsung masuk kedalam dan membuka laptopnya


Seorang lelaki menerobos masuk ruangan


" Anda cari siapa pak ?


Security mengejar lelaki yang tampak tergesa - gesa naik kedalam lift

__ADS_1


Arya yang baru tiba di kantor , berjalan mengangkang dengan perlahan.


" Kenapa aku seperti kena kutukan berkali - kali , demi tugas dan gaji aku rela pergi kekantor meski bokong ku masih terasa perih


Arya melihat tak ada security di depan


" Kemana security , ini akan menambah pekerjaanku , susah sekali membuka pintu ini


Dengan sekuat tenaga Arya akhirnya berhasil membuka pintu kantor tersebut lalu ia naik keaatas kebetulan ruangannya juga bersebelahan dengan ruangan milik Aditya


....


Lelaki tersebut masuk keruangan Aditya hingga membuat Aditya terkejut , seorang security langsung mengikuti


" Maaf pak lelaki ini memaksa masuk


" Oh tidak apa - apa kalian kembalilah bekerja dia kakak iparku


Security tersebut pergi keluar , diluar tampak semua karyawan menahan tawa melihat penampilan Arya yang seperti tukang pijat habis sunatan


" Pak Arya ,


" Habis sunatan ya pak


" Cie bapak udah kayak penghulu aja ,


Arya sengaja berjalan dengan cool padahal mungkin luka di bokongnya yang sudah agak kering itu sedang menjerit - jerit ingin mengelupas


Bima melempar sebuah poto yang sudah ia print


" Kau jelaskan ini apa ?


Bima tampak marah , lalu ia mengeluarkan bekas sobekan perjanjian kontrak antara Ana dan Aditya


Bima menarik baju Aditya hingga membuat Aditya tercekik


Arya yang baru masuk ruangan langsung terkejut melihat pemandangan itu


Meski dengan menahan rasa sakit di bokongnya ia menarik tangan Bima yang sedang memegang kerah baju milik Aditya


" Hentikan , kau ini siapa !


Cepat lepaskan Aditya


Terjadi tarik menarik antara mereka bertiga


" Kak Bima , lepaskan dulu aku akan menjelaskannya


Rada yang berada di luar mendengar keributan langsung masuk kedalam ruangan


Arya menjerit saat Rada juga menjerit


Sarung yang di pakai Arya melorot kebawah tentu saja Arya memang sengaja tak memakai celana dalam karena tak mungkin bokongnya masih sakit


" Aaaawwwwwww


Rada menutup wajahnya


Arya pun berteriak tetapi yang membuat Arya tak bisa menarik sarungnya adalah tangannya terkunci karena Bima menahan tangannya


"Aduh pria asing cepat kau lepaskan tanganku , lihat ini sarungku melorot


Bima yang sedang memegang kerah baju Aditya pun langsung terkejut melihat pria setengah bugil di sampingnya ini


Buru - buru Arya memasang kembali sarungya


" Nasib - nasib ada aja cara tuhan bikin gue malu


Rada yang tadi berdiri syok langsung menutup pintu ruangan Aditya


Bima menahan tawa ,

__ADS_1


Aditya langsung membereskan bajunya kembali


" Kak Bima duduk dulu aku akan menjelaskan semuanya , ini semua tidak seperti yang kak Bima bayangkan


__ADS_2