Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 120


__ADS_3

" Iya pa, Adit lagi makan nih ada Ana juga tadi main kekantor ,oke Pa jadi Adit tunggu di sini aja ya " Menutup telponnya


" Papa kenapa sayang? "


" Papa mau bicara penting katanya, dia bentar lagi nyampe kesini "


" Mama ikut nggak ya " Ana memelas


" Kamu lupa kalo mama lagi nemenin oma keliling eropa "


" Oh iya aku lupa, kemarin oma video call lagi belanja banyak banget "


" Kenapa sayang kalau kamu mau kan tinggal pesan aja nanti tinggal bayar , pesan aja apapun yang kamu mau "


Ana langsung berhenti berbicara


Ah sepertinya aku salah bicara dia mulai lagi


menepuk keningnya


Tak berapa lama mereka makan Papa Aditya tiba di tempat


" Papa " Ana langsung mencium tangan papa Aditya


" Kau baik - baik saja sayang " mengusal kepala Ana ya karena Ana adalah menantu kesayangan mereka


" Hmm pa, anaknya di sini bukan yang itu " Aditya melambaikan tangannya membuat papanya dan Ana tertawa geli


"Sudah lama kalian menunggu " duduk dan emngambil kursi


" Papa mau makan apa biar Ana pesankan "


Ana memanggil pelayan


"Tidak usah sayang papa buru - buru "


Aditya langsung membuka obrolan " Papa ada apa tumben "


" Papa lagi pusing ngurus kampus pak bambang yang biasa bertuga mengurusi administrasi dan urusan kampus mendadak sakit keras, papa mau menyuruh kamu tapi tidak mungkin kamu sangat sibuk di kantor, bagaimana kalau untuk sementara Arya di tarik dulu di kampus sampai kita ketemu pengganti pak bambang "


Aditya berpikir dan meletakkan sendoknya


" Baiklah pa nanti Adit akan suruh Arya pindah kekampus dulu "


Papa nya tampak lega " Ya sudah kalau begitu papa mau lanjut jalan lagi, Ana kalau kau butuh apa - apa kau beli saja apapun yang kau suka ya nak " Mengelus kepala Ana kembali dan pergi


" Hati - hati ya pa "


Ana tersenyum dan melanjutkan makan kembali


....


Arya bersiap - siap pulang

__ADS_1


" Mari pak saya bantu " Seorang suster menghampiri Arya


" Tidak usah saya bisa sendiri "


Tangan Arya tampak sudah tidak di perban lagi karena luka nya sudah mengering tentu saja karena obat yang diberikan kepada Arya obat terbaik kualitas nomor satu yang membuat luka mengering dalam beberapa hari saja


Ponsel milik Arya bergetar di kantong


"Siapa lagi yang menelpon " Arya langsung mengangkatnya


" Kenapa Dit, Iya nanti sebelum pulang mau jenguk mak gue dulu, iya terserah Dit gue kab anak buah harus siap di perintah di mana aja


iya, aman oke dagh "


Arya mematikan telpon ia tak sadar jika barusan Aditya menyuruhnya mulai besok pagi pindah kekampus untuk bekerja disana


Arya lupa atau bagaimana ia akan bertemu Siska setiap hari di kampus


" Pak mampir dulu kerumah sakit jiwa "


" Baik tuan "


Arya banyak mengambil hikmah di setiap kejadian yang ia alami ia tau jika manusia di dunia tak lepas dari restu orang tua baik buruk orang tua adalah ujian setiap anak untuk berbakti padanya, Arya memang tak pernah membantah orang tuanya itulah kelebihan yang ia miliki ia sangat menghormati kedua orang tuanya meski sikap playboy nya menempel erat padanya


" Ibu " Arya langsung memeluk ibunya


"Arya kau sudah datang nak " Arya terkejut saat ibunya mengenalinya


" Ibu sudah bisa mengenali Arya " Mata Arya basah ia menangis memeluk ibunya apa mungkin ini hadiah dari tuhan karena ia sudah bertobat dan meninggalkan hal - hal buruk dalam hidupnya


" Tidak ada apa - apa bu " Arya seperti anak kecil yang menangis tersedu - sedu, benarlah kata orang tempat ternyaman itu adalah pangkuan ibu


Dokter masuk dan memberi kabar baik kepada Arya " Pak Arya apa kabar "


Arya langsung berdiri dan menyalami dokter tersebut " Baik Dok"


" Selamat pak Arya kondisi ibu anda semakin menunjukkan kemajuan, mudah - mudahan dua bulan lagi beliau sudah boleh pulang "


Arya lansung memeluk dokter laki - laki paruh baya tersebut


"Terimakasih dok, sudah merawat ibu saya dengan baik "


" Jangan berterimakasih dengan saya pak Arya, berterimakasihlah kepada tuhan anda karena saya hanya perantara saja"


Dokter yang berkebangsaan asing itu tersenyum lalu pergi meninggalkan Arya dan ibunya


"Ibu kau dengar itu "


Seorang suster masuk " Pak waktu besuk sudah habis pasien harus istirahat siang dulu"


.


" Oh iya sus, tunggu sebentar saya mau berpamitan dengan ibu saya dulu "

__ADS_1


" Baiklah pak " Suster tersebut pergi


" Ibu nanti Arya akan menjenguk ibu lagi , kita sama - sama berjuang ya bu, yakinlah rencana tuhan itu baik untuk kita " Arya mengelap air matanya lalu mencium ibunya dan pamit untuk pulang


Arya membalikkan badannya lalu ibunya memanggil


"Arya, siapa gadis itu? "


Arya terkejut saat ibunya bertanya seperti itu


" Maksud ibu " Arya terheran - heran


ibunya tersenyum " Nak percaya saja jodoh itu tidak akan tertukar "


" Ayo bu kita istirahat dulu " Suster membawa ibunya kekamar


Arya berhenti dan heran " Dari mana ibu bisa menebak dengan benar seperti itu "


Arya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum


"Hmm apa itu yang di namakan batin seorang ibu, ia akan tau perasaan anaknya sedang hancur "


Masuk kedalam mobil " Jalan pak kita langsung pulang kerumah Aditya "


Didalam perjalanan mobil yang di tumpangi Arya ternyata terjebak macet di lampu merah


ia terlihat sangat haus sekali " Wah macetnya panjang sekali "


Sebuah motor ninja 4 tag tepat berada di samping mobil Arya " Seperti motor Dimas siapa yang membawanya "


Tampak seorang lelaki duduk di belakang dengan berpegangan erat dengan buntut motor wajahnya tampak pucat seperti ketakutan


Arya memasati wajah di balik helm tersebut


lalu ia membuka helmnya


lagi - lagi perasaan Arya di uji Siska terlihat garang ia langsung membuka helm dengan rambut panjang yang terurai " Panas sekali , menjauh dari ku atau aku akan melemparmu dari atas motor ini "


Terlihat Siska sedang memarahi orang yang naik di atas motornya


memasang kembali helm miliknya lalu membawa motor dengan kecepatan yang tinggi sekali


Siska sudah seperti valentino rosi saja


" Siska "Arya terkejut sekaligus syok melihat Siska yang ternyata jago sekali membawa motor besar padahal ia seorang perempuan


" Kita berhenti atau jalan tuan " Arya terkejut melihat antrian mobil di depan sudah kosong dan tak macet lagi


" Aduh jalan pak kenapa mesti menunggu "


" Soalnya saya tadi melihat tuan Arya kepalanya sampai keluar jendela melihat pengendara motor tadi , makanya saya sengaja tidak melajukan mobil ini "


Arya salah tingkah karena tertangkap basah sedang menatap Siska tadi

__ADS_1


" Ayo pak sudah kita lanjut jalan saja nanti kena macet lagi, saya kira tadi itu teman saya "


Bersikap seperti tidak terjadi apapun padahal Arya malu sekali melihat kelakuannya yang sampai mengeluarkan kepala dari jendela


__ADS_2