Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 153


__ADS_3

Arjuna dengan cepat langsung mengambil kunci mobil, padahal. ia sangat lelah seharian menemani mami Siska


"" Kau mau kemana lagi nak "


Mami Siska bertanya


" Siska mintak jemput Mi, di rumah Ana "


" Tapi kau kan baru pulang nak, suruh sopir saja menjemputnya " Mami Siska tampak iba dengan Arjuna yang baru pulang menemaninya seharian, dan harus pergi lagi menjemput istrinya Siska,


meski mami Siska merasa iba melihat Arjuna yang harus pergi lagi , namun Arjuna harus mengikuti permintaan istrinya ,apa lagi mami nya tau bagaimana sifat Siska jika permintaannya tidak di turuti


" Nggak apa - apa mi, Siska itu istri Arjuna, Arjuna akan melakukan segalanya agar ia bahagia " Arjuna mencium tangan mami Mertuanya itu lalu pergi berpamitan meninggalkan rumah untuk segera menjemput Siska


Maminya hanya mengelus dada " Dia sungguh sangat sabar menghadapi putriku yang keras kepala itu " Melihat mobil yang di kemudikan oleh Arjuna hilang dari pandangannya


.......


Situasi di rumah Ana masih sangat ramai, semakin malam, semakin banyak tamu yang datang memadati rumah mereka datang silih berganti, orang - orang penting dan beberapa artis papan atas pun turut hadir di pesta syukuran kehamilan Ana


Siska dan Rima masih duduk di sofa, Siska menunggu Arjuna menjemputnya ia memaksa Rima menunggunya sampai Arjuna datang


" Bagaimana? apa Arjuna akan menjemptmu Siska? " Rima bertanya dengan cemas, karena sudah jam 11 malam apa lagi Arjuna itu tampangya tak terlalu meyakinkan sebagai lelaki pemberani


"Siska tersenyum dengan penuh keyakinan, ia yakin Arjuna akan datang menjemputnya, karena ia tau Arjuna tak mungkin tak mengabulkan permintaannya, terlebih rasa sakit yang barusan terjadi antara dirinya dan Arya, cukup membuat hatinya tercabik - cabik kembali, kisah cinta yang belum usai antara dirinya dan Arya masih meninggalkan bekas di dada


" Kita lihat saja ,apa dia akan datang coba saja kalau dia tidak menjemputku aku akan memberinya pelajaran lebih sadis lagi "


Siska berbicara penuh keyakinan


"


Rima tak berani berkata apa - apa lagi jika sudah mendengar Siskaa berbicara setegas itu


Kurang lebih setengah jam mereka menunggu akhirnya yang di tunggu - tunggu datang juga, Arjuna telah sampai didepan rumah Ana dengan memberanikan diri ia menelpon Siska,karena pengawalan di luar sangat ketat ia pun harus melewati pemeriksaan terlebih dahulu


ponsel Siska berdering, dengan hati yang sangat puas ia menunjukkan kepada Rima


"" Kau lihat dia menelponku " Wajah Siska yang tadinya sedih mendadak sumringah karena melihat Arjuna menelponnya


"Apa aku bilang dia tidak akan mungkin menolak keinginanku, ia akan selalu mengabulkan apapun yang aku mau Rima "


Tersenyum sinis


Rima merasa aneh melihat perubahan sikap Siska yang seperti itu seperti ada sesuatu hal yang berbeda dari sikap Siska tapi ia tak berani bertanya kepada Siska, tau lah ya sikap Siska yang mudah marah


Rasa kesalnya dengan Arya berubah seketika saat mendengar nama Arjuna


" Siska kau.... " Rima langsung menghentikan pertanyaannya


" Kenapa ? " Siska menoleh kearah Rima


"" Tidak ada " Tersenyum kecil dan tidak berkomentar sama sekali


"" Oke aku akan berjalan kedepan "


Siska berjalan kedepan di temani oleh Rima


" Ayo cepat temani aku, dulu kedepan "


Menarik tangan Rima


Tampaklah seorang lelaki sedang menunggu di luar mobil, dengan menggunakan celana panjang dan jaket yang menutupi kepalanya ia terlihat berdiri sambil memegang ponselnya


" Siska kau lihat itu Arjuna " Rima menunjuk Arjuna


Siska langsung tersenyum melihat kearah Arjuna yang sedang berdiri


"" Apa aku bilang, aku selalu bahagia saat ia datang, tak bosan - bosannya aku menyiksanya "


" kau yakin kau benar - benar menyiksanya, tapi aku melihat kau begitu bahagia saat kedatangannya " Rima mulai keceplosan


"Siska langsung melotot " Eh Rima jangan sembarangan berbicara aku hanya bahagia karena akan menyiksanya, kau tak boleh berpikiran aneh - aneh tentangku "


" Iya - iya " Rima langsung terdiam saat kedua bola mata Siska membesar seperti bola ping pong


Mereka berdua berjalan mendekati Arjuna


" Ah lama sekali kau di jalan "


" Iya aku berusaha cepat untuk sampai kesini karena tak mau kau terlalu menungguku, maafkan aku ya "


Rima hanya menggelengkan kepala melihat kesabaran Arjuna yang menurutnya sudah tidak normal lagi, ya balik lagi itu masalah hati sangat sulit di jelaskan dengan logika


Siska melambaikan tangan saat ia naik kedalam mobil


" " Nanti kau sampaikan dengan Ana ya aku pulang duluan , kau jangan khawatir dia tidak akan marah padaku aku sudah mengirimkan pesan padanya "


" Dagh " Rima pun kembali masuk kedalan rumah besar tersebut


..........


Arjuna melihat keadaan Siska yang basah kuyup


" Kenapa bajumu basah " Ia tak berani menyentuh pakaian Siska, cuma terlihat jelas wajahnya tampak panik


" Tidak ada aku hanya habis tercebur di kolam renang tadi " Menjawab dengan santai padahal bibirnya sudah mulai bergetar

__ADS_1


"Bisa kau matikan AC mobil ini " Meminta Arjuna mematikannya padahal ia sendiri bisa mematikannya dengan tangannya


" Baiklah " Mematikan AC dan Siska tampak masih kedinginan Arjuna pun langsung berinisiatif


"" Pakai ini " Melepaskan jaketnya dan memberikan kepada Siska


Pertama Siska menolaknya " Tidak usah aku tidak perlu ini "


arjuna menghentikan laju mobilnya dan memaksa " Jika kau tak memakainya, kau nanti akan sakit bagaimana nanti kau tau siapa yang ada di hatimu "


ucapan Arjuna santai, padat, menancap


Siska merasa kena skak mat mendengar kata. - kata yang keluar dari mulut Arjuna


tetapi dengan cepat ia langsung mengalihkan


pandangannya kepada Arjuna ,ia takut kelihatan begitu nampak tegang


Waaww ini tidak bisa di biarkan ,hei perasaab kau kenapa ha, apa kau mulai merasakan suatu keanehan di hati ini.


aku merasa sangat deg - deggan sekali berada di sampingnya, ini lagi ia memberiku jaket posisinya dan Arya hampir satu sama di hati, benar kan Siska, mengakulah !


" Cepat hidupkan musik " Siska memerintahkan Arjuna agar menghidupkan musik ia mulai terlihat kehabisan kata - kata, padahal sebenarnya ia mulai tampak gugup dan ragu dengan perasaannya sendiri


" Baiklah " Arjuna mengangguk ia lun langsung menghidupkan lagu bergenre romantis, menambah suasana di dalam mobil menjadi tegang, Siska dan Arjuna tak berbicara sama sekali di dalam mobil, ntah apa yang ada di otak mereka masing - masing


" Kau kenapa pulang duluan bukankah acara belum selesai " Arjuna berbicara datar


Apa maksudnya melontarkan pertanyaan itu padaku, apa dia merasa ada yang aneh padaku


Siska tampak terbata - bata menjawab pertanyaan Arjuna ia sendiri bingung kenapa ia bisa menjadi seperti itu ia tak menjawab pertanyaan dari Arjuna dari pada ia bertindak hal bodoh lebih baik ia mengalihkan pembicaraan


." Aku haus cepat belikan aku minum "


menunjuk supermarket yang berada di depan


" Ya berhenti di depan sana "


Arjuna menepikan mobil " Aku akan membeli minuman " Siska membuka pintu mobil


Dengan cepat Arjuna turun dan menutup kembali pintu mobil Siska " Biar aku saja yang membelikannya, kau tak mungkin turun dengan keadaan baju yang basah seperti itu "


Tampak beberapa bagian tubuh Siska yang terlihat begitu jelas, tentu saja Arjuna tak mau orang lain melihat tubuh istri dadakannya itu


" Oke baiklah, terserah kau saja " Siska duduk dengan manis didalam mobil


i


Arjuna menatap Siska dengan dalam kedua bola mata Arjuna yang tajam dan kedua alisnya yang hitam membuat Siska tambah salah tingkah saat Arjuna menatapnya sebelum masuk kedalam swalayan


" Ada lagi yang mau di beli "


Arjuna masuk kedalam supermarket ,Siska hang merasa perasaannya mulai tak karuan mendengar suara jantungnya deg - deggan karena tatapan mata Arjuna ,


Timbul kembali ide gila di otak Siska ia bermaksud untuk mengerjai Arjuna kembali


"Lihat saja aku akan mengerjainya "


Siska tersenyum sinis


Sekitar 10 menit Arjuna kembali dengan membawa minuman di tangannya


Berlari dan menghampiri Siska


"ini minumannya " memberikan minuman Dingin Kepada Siska


Siska langsung membuangnya dengan santai


" Apa kau sudah gila memberikanku minuman dingin seperti ini, kau tidak lihat ini sudah malam kau bisa membuatku menjadi sakit, aku bisa demam tau "


Betul juga sih, Arjuna salah malah memberikan minuman dingin


Siska tampak gusar " Maafkan aku lupa tunggu aku akan kembali kedalam untuk membelikanmu minuman hangat "


Dengan berlari cepat ia kembali masuk kedalam swalayan


Siska tertawa geli ia bertepuk tangan karena melihat Arjuna yang bolak balik membeli minuman untuknya


" Bukan main Siska kau hebat sekali, coba kau lihat dia selalu mengabulkan semua keinginanmu, owww aku seperti mendapatkan doraemon apapun yang aku pinta ia dengan cepat akan mengabulkannya "


"" Aku mau melihat seberapa sabar ia menghadap seorang Siska, oh Arjuna maafkan aku melakukan ini padamu "


Siska tersenyum puas


Beberapa menit kemudian Arjuna kembali keluar dengan membawa minuman panas di tangannya


" Ini " Memberikan minuman kepada Siska


l


lagi - lagi Siska mengetes kesabaran Arjuna ia dengan sengaja mengatakan " Mana makanan untukku, kenapa tidak kau belikan sekalian untukku "


" Jadi mau bagaimana ,kau tadi tidak menyebutkannya " Arjuna tampak kebingungan


" Ya mau bagaimana lagi perutku tiba - tiba lapar, jika kau tidak mau membelikannya biar aku saja yang turun " Siska memaksa turun


" Tidak usah biar aku saja kau tunggulah di sini "

__ADS_1


" ayo cepat beli lagi, cepatlah masuk kesana lagi , apa yang kau tunggu ! , cepatlah nanti tokonya tutup "


Siska menunjuk kedalam supermarket


Arjuna hanya menarik nafas panjang ia tampak kelelahan bolak balik dari tadi


Siska nampak raut wajah Arjuna berubah tak ikhlas


" Ya sudah jika kau tak mau tak apa - apa sebaiknya kita pulang saja "


Siska tampak marah padahal didalam hatinya ia merasa sangat senang sekali melihat Arjuna menyerah


Hahahah apa ku bilang kau tidak akan sanggup menghadapi aku, ayo menyerahlah


kau bukan nabi ayub yang sabar sekali


kau hanya manusia biasa Arjuna


Arjuna seketika menghilang dari hadapan Siska, tak tampak lagi batang hidungnya


"" Pantang menyerah sekali dia ternyata ya, bolehla aku akan membuatnya menyerah kau lihat saja Arjuna "


Siska masih menunggu didalam mobil seorang diri


10 menit berlalu


20 menit berlalu


30 menit berlalu


49 menit berlalu


Siska melihat lampu supermarket sudah di matikan dan melihat arloji di tangannya ternyata sudah satu jam berlalu, tetapi ia tak melihat batang hidung Arjuna, Siska mulai terlihat panik, ia membuka jendela mobil dan tak menemukan Arjuna


" Kemana dia " Siska melihat kekiri dan kekanan tapi tak menemukan siapapun


" Arjuna kemana dia " Siska mengambil ponselnya " Sial ponselku mati , kemana saja dia padahal aku hanya menyuruhnya untuk membeli roti " Siska tampak kesal


Membuka pintu mobil dan turun untuk mencari. Arjuna ,


beberapa orang pemuda yang tengah mabuk berjalan menghampiri Siska mereka melihat Siska yang tampak sedang mencari sesuatu


Mereka pun datang mendekati Siska dengan berjalan sempoyongan


"Sendirian aja neng " Salah satu pemuda menyapa Siska dan mencoba memegang pipi Siska, tapi Siska dengan cepat langsung menghindar


Dari kejauhan tampak seseorang lelaki ya benar ia melihat Arjuna datang dengan berlari - lari kecil dengan memegang sesuatu di tangannya


Arjuna terkejut dan langsung berdiri di depan Siska


Siska mundur dan menempelkan tubuhnya di mobil, ketiga pemuda mabuk itu tidak tau jika Siska adalah seorang atlit bela diri, menghadapi mereka bertiga bukanlah sesuatu hal yang sulit baginya tapi ia sengaja ketika melihat Arjuna mendekatinya


Arjuna terlihat panik sekali wajahnya langsung berubah


"Hei apa yang kau lakukan padanya , Siska cepat minggir " Arjuna berdiri tepat di depan Siska "


Sambil memegangi roti di tangannya


"Kau tenanglah Siska jangan khawatir aku akan melindungimu " Siska hanya mencibir ucapan Arjuna dari belakang


Aku ingin melihat seberapa kuat tenagamu menghadapi penjahat kelas teri itu


Siska menguap dan membuka pintu mobil


""Waw ganteng sekali pemuda ini, dia siapa kekasihmu ya " Mereka bertiga tertawa melihat Arjuna yang sibuk berdiri untuk melindungi Siska


"" Tenang saja kami hanya sedang lewat dan melihat ia berdiri sendirian di luar kau jangan khawatir "


"Cepat berikan kami uang dan kau akan aman pulang '


Mereka terlihat mengancam Arjuna, sedangkan Siska di dalam mobil masih bisa bersantai dengan memakan roti di tangannya


ia terlihat sangat menikmati suasan malam ini


" Arjuna memberikan uang dari dalam sakunya " Ini ambillah, kalian boleh pergi sekarang "


" Apa ini, kau menghina kami ya , ini Kurang !! " Mereka meminta lebih banyak lagi


" Cuma itu yang ada " Arjuna nampak terpojok


Siska didalam mobil semakin mencibir Arjuna " Payah sekali , paling sebentar lagi aku yang akan turun tangan untuk menghajar mereka "


Salah seorang dari pemuda mabuk itu mengeluarkan senjata tajam siap menusuk Arjuna, Siska tampak berdiri dan keluar dari dalam. mobil berteriak " Arjunaaa awasss "


Arjuna dengan sigap menangkis serangan daru mereka bertiga membuat mereka jatuh keaspal dengan wajah babak belur, Siska terheran - heran tak menyangka jika Arjuna bisa melakukan itu


"" Aku akan menelpon polisi " Mengeluarkan ponsel dari Sakuny lalu menelpon polisi


Siska masih tak percaya melihat apa yang ada di depan matanya " Kau bisa "


Arjuna melirik kearah Siska dengan pandangan cuek sekali " Ayo kita pulang "


Siska tak berani berkata apa - apa


Jurus yang ia pelajari lebih tinggi dari ilmu bela diri yang aku punya, apa dia seorang atlit juga


Siska menatap Arjuna sesekali, sedangkan Arjuna tak berbicara sepatah katapun

__ADS_1


Sesampainya di rumah ia langsung membuka pintu mobil " Cepar turun lah "


"Aku akan keluar sebentar " Siska heran melihat Arjuna yang kembali keluar tengah malam begini, ada rasa khawatir saat ia melihat Arjuna pergi keluar seorang diri


__ADS_2