
Aditya melambaikan tangannya kearah Ana ,Arya melihat kearahnya.
Sedangkan Dimas ia sudah tau jika Aditya dan Ana sudah menikah
Aku heran dengan sikap Aditya akhir - akhir ini sangat aneh tapi kau menikmatinya kan Ana,
Acara pun selesai Aditya langsung keluar ruangan disusul Ana yang menghampirinya.
Aditya langsung menggenggam erat tangan Ana ,
Dimas melihat Aditya memegang erat tangan Ana ,
" Ana ,
" Kak Dimas
Aditya langsung mengangkat tangannya dan Ana keatas
" Yah, kami sangat bahagia.
Maafkan aku kak Dimas aku tak bermaksud menyakitimu sungguh,
Tampak raut wajah Dimas begitu kecewa ia langsung pergi meninggalkan Aditya dan Ana.
Ana melepaskan tangannya ,
"Kau tak harus bersikap seperti itu dengan Dimas,
Dia sangat baik padaku ,
Aditya sangat emosi saat Ana memuji Dimas
" Kau sadar kau itu siapa ?
Kau adalah nyonya Aditya kusuma
Suara Aditya terdengar di seluruh gedung termasuk Arya.
Semua tamu dan wisudawan melihat kearah mereka.
Mereka semua berbisik dan melihat kearah mereka berdua,
" Aditya hentikan ,
Ana berusaha menutup mulut Aditya dengan cara berjinjit.
" Biarkan saja semua orang tau ,
Yah dia istriku ,
" Aditya hentikan , kau lihat semua orang melihat kita.
Ana langsung menarik Aditya kedalam mobil.
" Kenapa kau lakukan itu ?
" Apa kau tidak suka ?
" Bukan begitu,
" Aku tidak perduli mau suka atau tidak
kau harus tetap suka, aku tidak mau setelah aku wisuda para lelaki dikampus menggodamu
" Maksudmu aku,
" Apa ? kau mau membantah apa , aku ini suamimu paham !
Ana bergerutu
" Semakin hari dia semakin menyempitkan langkahku .
" Dan satu lagi jangan berani - beraninya kau dekat - dekat dengan Dimas .
Aditya mengambil paksa ponsel Ana lalu memblokir nomor telpon Dimas.
" Aditya kau tak perlu melakukan itu pada Dimas,
" Kenapa kau selalu membela Dimas ?
Apa istimewanya Dimas daripadaku ha ?
Kau mencintainya kan ?
jawab !!!!
Aditya tampak sangat marah.
" Kau jangan egois jika langkahku tak bebas maka engkau pun harus sama , sini ponselmu.
Aditya terdiam dan kaku,
" Untuk apa ?
" Untuk melakukan hal yang sama dengan yang kau lakukan padaku.
Kenapa tak kau berikan , kau takutkan
jika diponselmu banyak sekali poto perempuan - perempuan tidak jelas kan,
Ana memalingkan wajahnya.
" Baiklah , ini ambil tapi kau jangan marah ya,
Ana mengambil ponsel dari tangan Aditya
__ADS_1
Ah, mampuslah aku, didalam ponsel itu dipenuhi poto - potomu , Ana semua gaya dan fosemu ada diponselku .
Ana mengecek semua nomor telpon dan memblokir semuanya,
" Impas
Nih, ambil
Syukurlah dia tidak memeriksa galeri ponselku.
" Sekarang kita mau kemana ?
"Kerumah oma aja aku sudah rindu dengan oma ,
" Baiklah ,
Tiba - tiba perut Ana terasa sangat mual ,
"Dit , tolong hentikan mobilnya aku ingin muntah
Aditya meminggirkan mobilnya
" Uwekkk
uekkkkkkkkk...
" Apa kau baik - baik saja Ana.
" Yah , tentu saja , aku baik - baik saja
aku hanya masuk angin biasa
Ayo kita lanjutkan perjalanan
" Baiklah,
Mereka pun langsung menuju kerumah Aditya untuk menemui oma Rita.
*****
Dimas pulang kerumah dengan wajah yang sangat sedih.
Siska melihat wajah kakaknya yang habis wisuda itu dengan heran.
" Kak apa kau baik - baik saja,
Dimas melepaskan toga dan menaruhnya di atas meja.
" Ya tentu saja.
Dengan wajah yang lemas dan tidak bersemangat .
Siska mulai curiga pasti ada sesuatu yang membuat kakaknya itu bersedih .
Siska langsung mengambil ponselnya untuk menghubungi Ana.
" Siska ?
iya haloo siska ,
" Ana kau dimana ?
"Aku lagi bersama Aditya, nanti saja kau menelponku.
" Baiklah,
Ana menutup telponnya.
" Apa itu temanmu yang adik Dimas itu
" Siska
Namanya Siska
" Aku tak perduli siapapun namanya
" Tapi dia sahabat baikku
" Apa aku harus baik padanya , apa kau ingin aku baik terhadap semua perempuan
" Aditya berhentilah mengoceh , kau ini ternyata cerewet sekali
******
Mereka sampai dirumah Aditya
Ana langsung berlari kekamar oma ,
tetapi ia tak menemukan oma rita
" Ibu mita,
" Iya nona Ana ,
" Oma Rita tidak ada di kamarnya
" Iya nona Oma Rita ikut tuan dan nyonya berobat keluar negeri.
" Aditya tidak memberi tahuku ,
" Tuan sengaja meminta merahasiakannya darimu , ia takut kau menjadi stress
karena itu akan mempengaruhi tubuhmu.
Aditya berdehem memberikan kode kepada ibu Mita.
__ADS_1
Dia langsung mengerti dan pergi meninggalkan mereka.
" Kenapa kau tak memberi tau ku jika oma sedang sakit ,
" Oma yang menyuruhku ,
Tiba - tiba Ana kembali merasa mual
" Dit, aku mau ke toilet perutku benar - benar mulas
Aditya berbaring disamping kolam berenang.
Ia berpikir rumah sebesar ini jika dipenuhi anak kecil yang banyak pasti sangat seru dan ramai.
Aku ingin memiliki anak yang banyak , biar rumah ini dipenuhi banyak anak kecil yang berlari - larian ,
" Kita kedokter saja ya ,
" Baiklah, aku merasa sangat pusing
" Tapi nanti kita telpon oma ya,
" iya nanti kita langsung telpon oma.
*******
" Halo , sepupu kau dimana ?
" Aku lagi bersama istriku sepupu,
Ada apa ? Apa kau ingin menambah vitamin yang lebih tinggi lagi ha ,
Aditya mengecilkan suaranya.
" Aduh jangan kau bahas itu , dia bisa memukulku nanti jika tau.
" Baiklah , sepupu apa perlu mu ?
" Aku akan kerumahmu , istriku kurang enak badan, atau jangan - jangan terlalu kelelahan akibat vitamin itu .
" Tenanglah aku dirumah , bawalah dia kemari aku akan memeriksanya.
******
Mereka sampai disebuah rumah besar bergaya klasik berornamen emas ditiangnya,
rumah tersebut tak kalah mewahnya dengan rumah milik orang tua Aditya.
" Rumah yang cantik
puji Ana.
" Kau suka ?
" Tentu saja semua orang menyukainya
" Baiklah nanti kita akan pindah kerumah seperti ini
Ana benar - benar tidak menyadari jika ia memiliki suami yang bisa membeli apapun.
Apa dia tidak tau jika aku ini sangat kaya,
aku heran sekali dengannya .
" Selamat datang dirumah gubukku sepupu.
Tampaklah sepasang suami istri menyambut kedatangan mereka.
Apa dia mengatakan ini gubuk , bagaimana jika ia melihat rumahku apa itu rumah - rumahan semut , ntahlah aku tak mengerti dengan pikiran orang kaya seperti mereka.
Aditya berbisik ketelinga Ana
" Diantara semua keluarga papa ,dia memang orang tidak mampu.
Apa yang kau katakan , seperti ini tidak mampu, kau menghinaku atau mencoba merendahkanku.
Aditya tampak tersenyum melihat ekspresi Ana yang begitu kaget.
" Masuklah
Mereka langsung memasuki ruangan praktek pribadi dirumah itu , alat - alat canggih terlihat didalam ruangan tersebut.
Ana disuruh berbaring ,
tak lama dokter tersebut memeriksa Ana
" Hm.. sepupu aku tak menyangka jika reaksi vitamin tersebut , sangat cepat.
" Ada apa sepupu aku tak mengerti
Ana hanya terdiam tak mengerti apa yang mereka berdua bicarakan
" kau boleh berdiri ,
" Baiklah , ucap Ana dan kembali duduk disamping Aditya.
" Aku akan memberikan vitamin dan obat ini,
Sepupu kau harus ekstra menjaga mereka ya ,
" Mereka maksudnya ?
" Ya, mereka.
Mereka berdua , Anak dan istrimu.
__ADS_1