Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 36


__ADS_3

Aditya tersenyum saat melihat seorang perempuan yang sedang mengandung anaknya datang kekantor ,


Ana kau cantik sekali , aku sangat menyukaimu , sampai kapan aku harus menahan ini .dia semakin hari semakin menggoda saj.


" Kenapa kau memandangiku seperti itu ?


apa ada yang salah denganku "


Tentu saja, kau membangunkan sesuatu yang tersembunyi dariku.


Ana melihat - lihat ruangan kerja Aditya yang letaknya tinggi sekali.


" Aku sangat takut untuk melihat kebawah "


Aditya memeluk Ana dari belakang ,


"Dit , kau mau apa ?


Apa yang akan kau lakukan , cepat lepaskan aku ,nanti ada yang melihat kita "


Aditya semakin erat memeluk Ana ,


" Biarkan sajalah orang lain melihat kita , bukankah kita suami istri "


Ana berusaha melepaskan tangan Aditya yang terus melingkar diperutnya ,


Aditya menciumi leher Ana.


" Aku sungguh merindukanmu "


Seorang lelaki masuk keruangan dan melihat Aditya yang sedang menciumi Ana.


" Ehemm..


" Ehemm...


" Letakkan saja disitu "


" Aditya ada orang coba kau lihat "


Aditya membalikkan badannya dan melihat papanya berdiri dibelakang dengan tersenyum kecil ,


Disusul mama Aditya yang berdiri disampingnya


Mereka berdua berbisik sedangkan Aditya berusaha untuk tetap cool ,


Ana masih berdiri dengan muka memerah.


Apa mama dan papa melihat tangan Aditya masuk kedalam bajuku , kan sudah aku peringatkan ia ini kantor , mau ditaruh dimana mukaku.


" Ada apa mama dan papa kesini "


" Mmm apa kau merasa terganggu dengan kedatangan kami , baiklah ayo pa kita pulang saja "


" Mama tidak menganggu , ayo mama duduk disini "


Ana menarik tangan mertuanya itu lalu mempersilahkan duduk. padahal mertuanya tersebut hanya menggoda Ana saja.


Mama Aditya memegang perut Ana


" Ah , sayangku bagaimana keadaanmu disana , nenek sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu "


Ana tersenyum melihat tingkah mertuanya tersebut.


Mama please dia baru seminggu dirahimku , kau masih sangat lama akan bertemu dengannya.


" Aditya kau harus menuruti apa saja keinginan istrimu ini , papa mu dulu selalu mengabulkan apapun yang aku inginkan , bukan begitu pa "


Papa Aditya yang sedang mengobrol dengan Aditya langsung menoleh kearah Ana dan mama Aditya.


" Betul sekali sayang , bahkan dulu waktu mama kalian sedang hamil Aditya , bahkan seekor nyamuk pun tak papa biarkan ia menyentuh kulit mama kalian "


Pantas saja Aditya bersikap berlebihan ternyata buah jatuh tak jauh dari pohonnya.


" Apa kalian jadi hari ini pindah kerumah yang baru , mama dan papa tadi sudah mengecek rumah baru kalian "


" Rumah baru ma ? "


" Iya sayang Aditya menelpon mama dan papa dia memberitahukan bahwa kau sedang mengandung cucuku , dia tidak mau kau nanti tidak nyaman berada di apartament itu "


" Aditya tidak memberitahuku ma "

__ADS_1


Ana melihat kearah Aditya ,


" Tentu saja ma , aku sudah mempersiapkan jika nanti anakku lahir ia bisa bermain - main dengan leluasa "


" Semoga saja kau kuat untuk melahirkan setiap tahun ya sayang "


mama Aditya mengecup kening Ana.


Enak saja kalian menyuruhku melahirkan setiap tahun , kalian pikir aku kucing yang bisa dengan mudah melahirkan .


" Bagaimana keadaan oma Rita ma ? "


Tampak wajah mama dan papa Aditya berubah ,


" Oma baik - baik saja ,


dia sangat betah diluar negeri . kau tak perlu khawatir dengannya ,dia sangat senang mendengar kabar kehamilanmu nak "


" Aditya papa dan mama harus berangkat lagi sore ini untuk menemani oma kalian ,


Semua urusan didalam negeri papa serahkan padamu "


" Baik pa "


" Kau jaga kesehatan ya sayang , jangan sampai kelelahan ,Aditya jaga baik - baik cucuku itu "


" Biar aku saja yang menutup pintunya ma,"


Ana tampak merasa sangat sedih ia terpikir keadaan oma Rita.


" Kau kenapa apa yang kau pikirkan "


" Oma Rita ? "


" Sudah jangan kau pikirkan , oma Rita "


Aditya memeluk Ana.


Aditya bisakah kau mengatakan padaku


bahwa kau mencintaiku , bukankah setiap perempuan butuh pengakuan bahwa ia mencintai perempuan tersebut.


" Kau beristirahatlah disana "


" Kenapa ada kasur atau .... "


" Atau apa , berhentilah berpikir buruk tentangku . bukankah kau tau aku baru beberapa hari ini wisuda.


yang benar saja tolong berikan pengertian diotakmu itu jangan asal menuduh yang tidak - tidak ,kasian anakku itu "


Ana merebahkan tubuhnya di sofa tersebut ,


sedangkan Aditya melanjutkan pekerjaan di laptop.


Tok.


tok..


tok


" Pak ada seseorang yang ingin bertemu "


Seorang perempuan menerobos masuk kedalam kantor.


" Amanda ? "


" Ya , aku sedang mencari istrimu Anastasya aku mau memberikan salad buah ini untuknya"


Apa yang sedang kau rencanakan untuk anak dan istriku Amanda.


Berani kau menyakiti mereka aku patahkan tanganmu.


" Taruh saja disitu , kau lihat istriku sedang tertidur , aku rasa dia kelelahan "


" Tentu saja Dit "


apa aku boleh duduk disini,


" Jika urusanmu sudah selesai sebaiknya kau tinggalkan tempat ini "


" Baiklah "

__ADS_1


Amanda berjalan kearah pintu , lalu ia


berpura - pura terjatuh ,


" Aduh "


" Berdirilah segera jangan kau harap aku


akan menyambut tanganmu saat kau terjatuh,


nanti istriku bisa bangun aku tak mau ia melihatku memegang tanganmu "


Amanda tampak kesal saat Aditya mengatakan hal tersebut ,lalu ia berpamitan .


" Permisi "


" Salad buah , aku sangat curiga dengan sikap anehmu .


Dari laporan anak buahku yang mengawal Ana kau tadi mencari keributan kan dengan istriku .


Secepat itukah kau berubah , heh sayang sekali aku sangat mengenalmu Amanda "


Aditya membuang salad buah itu kedalam tong sampah , ia mendekati Ana yang sedang tertidur .


" Kau pelengkap kesempurnaan dalam hidupku"


Aditya mengeluarkan ponselnya lalu memotret wajag Ana.


Ntah mengapa dengan memandang wajahnya saja , aku merasa sangat tenang


ia benar - benar manis .


Aku harus memastikan jika Amanda tidak akan menganggumu lagi.


Aditya membelai wajah Ana.


****


Dimas duduk termenung memandangi langit yang terlihat cerah dan bewarna biru tersebut.


Siska menghampiri Dimas.


" Kak, apa rencanamu selanjutnya setelah ini "


" Ntahlah.. "


" Kau jadi akan melanjutkan kuliah magistermu "


" Kau kapan kembali kekanada"


Dimas kembali bertanya pada Siska


" Bulan depan kak "


" Aku akan kembali kekanada , mengikutimu "


Dimas terlihat pasrah.


Siska mengangguk ia sangat mengerti apa yang sedang dirasakan oleh Dimas


" Apa sebelum kau berangkat kekanada kau tak ingin bertemu Ana dulu,


kau katakan saja apa yang ada dalam hatimu kak, itu akan membuatmu sedikit lega "


Dimas terdiam ia hanya mendengar apa yang dikatakan oleh Siska barusan


Dimas membuka ponselnya ia memandangi poto wajah Ana diponselnya.


"Kau sungguh berbeda Ana , kau sempurna


Bisakah kau meninggalkan Aditya untukku "


Dimas memukul tembok dengan menggunakan kepalan tangannya.


" Sakit sangat sakit , bukankah kau mencintai Amanda , Aditya .


aku pernah mengalah dulu darimu saat kau ingin memliki Amanda.


Tapi sekarang kau masih saja serakah , kau telah merebut dua orang perempuan yang singgah dihatiku menjadi milikmu "


Siska mendengar ucapan yang keluar dari mulut kakaknya,

__ADS_1


Sebelum berangkat kekanada ia pernah memang melihat poto Amanda tertempel dikamar Dimas.


__ADS_2