
Aditya tersenyum saat melihat seorang perempuan yang sedang mengandung anaknya datang kekantor ,
Ana kau cantik sekali , aku sangat menyukaimu , sampai kapan aku harus menahan ini .dia semakin hari semakin menggoda saj.
" Kenapa kau memandangiku seperti itu ?
apa ada yang salah denganku "
Tentu saja, kau membangunkan sesuatu yang tersembunyi dariku.
Ana melihat - lihat ruangan kerja Aditya yang letaknya tinggi sekali.
" Aku sangat takut untuk melihat kebawah "
Aditya memeluk Ana dari belakang ,
"Dit , kau mau apa ?
Apa yang akan kau lakukan , cepat lepaskan aku ,nanti ada yang melihat kita "
Aditya semakin erat memeluk Ana ,
" Biarkan sajalah orang lain melihat kita , bukankah kita suami istri "
Ana berusaha melepaskan tangan Aditya yang terus melingkar diperutnya ,
Aditya menciumi leher Ana.
" Aku sungguh merindukanmu "
Seorang lelaki masuk keruangan dan melihat Aditya yang sedang menciumi Ana.
" Ehemm..
" Ehemm...
" Letakkan saja disitu "
" Aditya ada orang coba kau lihat "
Aditya membalikkan badannya dan melihat papanya berdiri dibelakang dengan tersenyum kecil ,
Disusul mama Aditya yang berdiri disampingnya
Mereka berdua berbisik sedangkan Aditya berusaha untuk tetap cool ,
Ana masih berdiri dengan muka memerah.
Apa mama dan papa melihat tangan Aditya masuk kedalam bajuku , kan sudah aku peringatkan ia ini kantor , mau ditaruh dimana mukaku.
" Ada apa mama dan papa kesini "
" Mmm apa kau merasa terganggu dengan kedatangan kami , baiklah ayo pa kita pulang saja "
" Mama tidak menganggu , ayo mama duduk disini "
Ana menarik tangan mertuanya itu lalu mempersilahkan duduk. padahal mertuanya tersebut hanya menggoda Ana saja.
Mama Aditya memegang perut Ana
" Ah , sayangku bagaimana keadaanmu disana , nenek sudah tidak sabar ingin bertemu denganmu "
Ana tersenyum melihat tingkah mertuanya tersebut.
Mama please dia baru seminggu dirahimku , kau masih sangat lama akan bertemu dengannya.
" Aditya kau harus menuruti apa saja keinginan istrimu ini , papa mu dulu selalu mengabulkan apapun yang aku inginkan , bukan begitu pa "
Papa Aditya yang sedang mengobrol dengan Aditya langsung menoleh kearah Ana dan mama Aditya.
" Betul sekali sayang , bahkan dulu waktu mama kalian sedang hamil Aditya , bahkan seekor nyamuk pun tak papa biarkan ia menyentuh kulit mama kalian "
Pantas saja Aditya bersikap berlebihan ternyata buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
" Apa kalian jadi hari ini pindah kerumah yang baru , mama dan papa tadi sudah mengecek rumah baru kalian "
" Rumah baru ma ? "
" Iya sayang Aditya menelpon mama dan papa dia memberitahukan bahwa kau sedang mengandung cucuku , dia tidak mau kau nanti tidak nyaman berada di apartament itu "
" Aditya tidak memberitahuku ma "
__ADS_1
Ana melihat kearah Aditya ,
" Tentu saja ma , aku sudah mempersiapkan jika nanti anakku lahir ia bisa bermain - main dengan leluasa "
" Semoga saja kau kuat untuk melahirkan setiap tahun ya sayang "
mama Aditya mengecup kening Ana.
Enak saja kalian menyuruhku melahirkan setiap tahun , kalian pikir aku kucing yang bisa dengan mudah melahirkan .
" Bagaimana keadaan oma Rita ma ? "
Tampak wajah mama dan papa Aditya berubah ,
" Oma baik - baik saja ,
dia sangat betah diluar negeri . kau tak perlu khawatir dengannya ,dia sangat senang mendengar kabar kehamilanmu nak "
" Aditya papa dan mama harus berangkat lagi sore ini untuk menemani oma kalian ,
Semua urusan didalam negeri papa serahkan padamu "
" Baik pa "
" Kau jaga kesehatan ya sayang , jangan sampai kelelahan ,Aditya jaga baik - baik cucuku itu "
" Biar aku saja yang menutup pintunya ma,"
Ana tampak merasa sangat sedih ia terpikir keadaan oma Rita.
" Kau kenapa apa yang kau pikirkan "
" Oma Rita ? "
" Sudah jangan kau pikirkan , oma Rita "
Aditya memeluk Ana.
Aditya bisakah kau mengatakan padaku
bahwa kau mencintaiku , bukankah setiap perempuan butuh pengakuan bahwa ia mencintai perempuan tersebut.
" Kau beristirahatlah disana "
" Kenapa ada kasur atau .... "
" Atau apa , berhentilah berpikir buruk tentangku . bukankah kau tau aku baru beberapa hari ini wisuda.
yang benar saja tolong berikan pengertian diotakmu itu jangan asal menuduh yang tidak - tidak ,kasian anakku itu "
Ana merebahkan tubuhnya di sofa tersebut ,
sedangkan Aditya melanjutkan pekerjaan di laptop.
Tok.
tok..
tok
" Pak ada seseorang yang ingin bertemu "
Seorang perempuan menerobos masuk kedalam kantor.
" Amanda ? "
" Ya , aku sedang mencari istrimu Anastasya aku mau memberikan salad buah ini untuknya"
Apa yang sedang kau rencanakan untuk anak dan istriku Amanda.
Berani kau menyakiti mereka aku patahkan tanganmu.
" Taruh saja disitu , kau lihat istriku sedang tertidur , aku rasa dia kelelahan "
" Tentu saja Dit "
apa aku boleh duduk disini,
" Jika urusanmu sudah selesai sebaiknya kau tinggalkan tempat ini "
" Baiklah "
__ADS_1
Amanda berjalan kearah pintu , lalu ia
berpura - pura terjatuh ,
" Aduh "
" Berdirilah segera jangan kau harap aku
akan menyambut tanganmu saat kau terjatuh,
nanti istriku bisa bangun aku tak mau ia melihatku memegang tanganmu "
Amanda tampak kesal saat Aditya mengatakan hal tersebut ,lalu ia berpamitan .
" Permisi "
" Salad buah , aku sangat curiga dengan sikap anehmu .
Dari laporan anak buahku yang mengawal Ana kau tadi mencari keributan kan dengan istriku .
Secepat itukah kau berubah , heh sayang sekali aku sangat mengenalmu Amanda "
Aditya membuang salad buah itu kedalam tong sampah , ia mendekati Ana yang sedang tertidur .
" Kau pelengkap kesempurnaan dalam hidupku"
Aditya mengeluarkan ponselnya lalu memotret wajag Ana.
Ntah mengapa dengan memandang wajahnya saja , aku merasa sangat tenang
ia benar - benar manis .
Aku harus memastikan jika Amanda tidak akan menganggumu lagi.
Aditya membelai wajah Ana.
****
Dimas duduk termenung memandangi langit yang terlihat cerah dan bewarna biru tersebut.
Siska menghampiri Dimas.
" Kak, apa rencanamu selanjutnya setelah ini "
" Ntahlah.. "
" Kau jadi akan melanjutkan kuliah magistermu "
" Kau kapan kembali kekanada"
Dimas kembali bertanya pada Siska
" Bulan depan kak "
" Aku akan kembali kekanada , mengikutimu "
Dimas terlihat pasrah.
Siska mengangguk ia sangat mengerti apa yang sedang dirasakan oleh Dimas
" Apa sebelum kau berangkat kekanada kau tak ingin bertemu Ana dulu,
kau katakan saja apa yang ada dalam hatimu kak, itu akan membuatmu sedikit lega "
Dimas terdiam ia hanya mendengar apa yang dikatakan oleh Siska barusan
Dimas membuka ponselnya ia memandangi poto wajah Ana diponselnya.
"Kau sungguh berbeda Ana , kau sempurna
Bisakah kau meninggalkan Aditya untukku "
Dimas memukul tembok dengan menggunakan kepalan tangannya.
" Sakit sangat sakit , bukankah kau mencintai Amanda , Aditya .
aku pernah mengalah dulu darimu saat kau ingin memliki Amanda.
Tapi sekarang kau masih saja serakah , kau telah merebut dua orang perempuan yang singgah dihatiku menjadi milikmu "
Siska mendengar ucapan yang keluar dari mulut kakaknya,
__ADS_1
Sebelum berangkat kekanada ia pernah memang melihat poto Amanda tertempel dikamar Dimas.