Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 39


__ADS_3

Aditya memanjat jambu yang terletak diujung.


Arya yang melihat langsung tertawa terbahak - bahak.


" Waw luar biasa kau Aditya ,aku baru tau jika kau mempunyai keahlian memanjat pohon


yah pasangan serasi monkey girl dan monkey boy.


"Diam kau jangan banyak bicara


Ana tersenyum bahagia saat Aditya melakukan hal itu.


Lalu mereka masuk kembali kedalam mobil


Ana memandangi Aditya yang dari tadi selalu memegangi tangannya.


Meski sangat perih apa yang ada dihati ini


kau memang hebat Aditya bisa berpura - pura mencintaiku ,


Cinta ? kau yakin . Ana kau yang terlalu berharap dia hanya sekedar perduli saja kau dengar itu.


" Bagaimana apa lagi yang kau inginkan ?


Aditya menoleh kearah Ana.


" Aku ingin pulang


" Baiklah ,


Aditya mengelus kepala Ana.


Aku akan tetap mematuhimu , tugasku sebagai istri adalah wajib menuruti semua perintah suami terserah dengan kelakuannya diluar sa**na.


Ana berusaha menenangkan diri.


Arya yang melihat kebersamaan mereka langsung berkomentar.


" Enak banget ya kalo udah nikah , sayang - sayangan , ampe nggak perduli ada orang aoa nggak.


Aditya menoleh kebelakang tampak Arya sedang memangku wajahnya dengan kedua tangannya.


" Udah loe ngeliat kedepan aja nggak usah anggap gue ada , aman kok tenang aja


anggap aja gue bayangan udah sana,


Aditya tersenyum diikutin Ana.


"Makanya loe kejar tu siapa namanya .


Siska biar nggak sendirian lagi.


" Udah la brow nggak usah dibahas,


Kau sedang berpura - pura melihat kebahagiaan aku dan Aditya kan Arya mustahil sekali kau iri dengan kami , kau teman dekat Aditya sedikit banyak kau juga tau kan jika Aditya bermain api denganku.


kenapa kau egois seperti ini Ana ?


Bukankah sejak awal menikah kau sudah tau jika Aditya memang tidak pernah mengatakan cinta padamu haha kau ini lucu , kau kecewa tanpa alasan yang berarti ,


Dia adalah suamiku , aku tidak akan menyerah dari Amanda jika ia bisa berpura - pura seperti mencintaiku , maka hati - hati saja Aditya , kau pasti akan benar - benar mencintaiku.


" Dit kita mampir makan dulu dimana gitu perut gue lapar nih , tuh anak dan istrimu itu apa cuma loe kasih makan jambu aja.


" Ya baiklah kita cari restoran dulu


A**pa restoran ? jangan - jangan restoran tempo hari , ah itu akan membuat selera makanku menghilang , semoga saja tidak.


" Dit,


" Apa , kau mau apa katakan saja.


" Restoran dekat sini aja ya ,

__ADS_1


" Apa kau sudah sangat lapar


Ana memegang perutnya ,


" Baiklah kita cari restoran dekat sini yang aman , steril dan nyaman aku tidak mau anak dan istriku terkontaminasi virus dan kuman.


Aditya kau mulai kumat lagi ,


" Kau tak perlu khawatir Dit , kuman dan virus akan takut saat melihat kedatanganmu.


Goda arya .


Ana berusaha menutup mulutnya untuk tertawa saat mendengar ocehan yang keluar dari mulut Arya.


Semua bodyguard yang mengawal mereka telah sampai lebih dulu direstoran yang dituju , pengawalan ketat mulai kelihatan .


mereka pun turun dari mobil.


" Selamat datang tuan Aditya ,


" Selamat datang


" Silahkan menikmati makanan direstoran kami , semua menu tersedia kami sangat menjaga kualitas rasa setiap makanan.


Pemilik restoran tampak berbicara penuh semangat , hingga membuat percikan - percikan air liurnya keluar dari mulut


Arya yang berada didekat pemilik restoran tersebut mengusap wajahnya.


Ia berbisik ke telinga Aditya


" Aku tak yakin jika restoran ini higienis


Ana sebenarnya melihat saat pemilik restoran ini bebicara , cuma mau bagaimana lagi ia sudah sangat lapar ditambah lagi restoran besar disini hanya ini saja.


Makanan pun langsung disiapkan oleh pelayan ,Aditya juga risih dengan pemilik restoran yang terus berbicara dari tadi


ia menggunakan tangannya sebagai kode untuk segera membawa pemilik restoran tersebut menjauh dari meja makannya ,


Bau aroma yang lezat dari makanan tersebut sudah masuk kekerongkongan Ana , tanpa sungkan Ana yang dari tadi menahan lapar langsung menyantap makanan dihadapannya


" Sepertinya nona Ana sangat lapar sekali


Arya menggoda Ana sambil menutup mulutnya menahan tawa.


" Kau makan saja , ini enak sekali.


Aditya yang melihat Ana begitu lahapnya pun langsung berkomentar.


" Pelan - pelan aja sayang ,


" Ehemm....


Aditya juga melahap makanan dihadapannya tersebut


Enak , pantas saja Ana selahap itu


" Kau makan lah brow, ini enak sekali , coba dulu .


" Kemana pemilik restoran tadi ,


" Tenanglah aku sudah menyuruh orangku untuk mengajaknya mengobrol didepan


Dua orang perempuan memasuki restoran tersebut .


Wajah Arya tampak langsung berubah.


" Ana ?


Dia menghampiri Ana.


" Siska , wajah Ana tampak langsung berubah bahagia


" Kau dengan siapa kemari ,

__ADS_1


Siska pun menunjuk maminya yang sedang berdiri


Ana langsung berdiri dan menyalami mami Siska.


" Apa kabar tante sudah lama tak bertemu tante makin kelihatan awet muda


" Ah kau bisa saja nak ,


Itu bukan Aditya kusuma temannya Dimas


Siska mendekati maminya


" Ia mi dia suaminya Ana


Aditya berdiri lalu memperkenalkan diri


" Ana kau sudah menikah , Siska tak menceritakannya pada mami.


Mami juga sebenarnya sudah tak sabar ingin menimang seorang cucu.


Siska melihat pria yang sedang duduk tertunduk di kursi ,


" Kak Arya ,


Arya hanya tersenyum tak seagresif biasanya , membuat Siska bertanya - tanya


Kenapa dia tidak seperti biasanya ,


Biasanya jika ia melihatku ia akan menatapku dengan aneh , penampilannya pun berubah tidak brewokan seperti kemarin ia terlihat sangat rapi.


Arya menyadari jika Siska sedang memperhatikannya.


Hentikan Siska , aku mohon berhentilah menatapku seperti itu , apa kau heran melihat wajahku yang tidak lagi ditumbuhi bulu - bulu diwajahku , aku sedang berusaha menguburkan perasaanku kepadamu , aku sekarang sudah tak memiliki apapun Siska


kau dan aku sekarang jauh berbeda ,


kau hanya akan menjadi impian yang sulit aku gapai.


Arya berdiri


" Brow gue tunggu dimobil aja ya,


" Ya udah sana,


Siska melihat Arya seperti menghindarinya ,tentu saja merasa heran tetapi justru membuat Siska penasaran dengan sikap Arya


" Kenapa dia menghindariku ?


Ana masih mengobrol dengan maminya Siska.


" Kalian masih mau mengobrol , tanya Aditya


" Mm kami juga akan segera pulang , ucap Siska ia mengerti lirikan mata Aditya kepada Ana.


" Kau sebaiknya segera pulang ,


Siska belum tau perihal kehamilan Ana karena Ana belum sempat menceritakannya.


" Baiklah kau nanti berkunjunglah kerumah baruku , ucap Ana.


Maminya Siska memotong pembicaraan


" Ana kalau bisa kau carikan lah Siska pacar agar ia segera menikah ,


" Ah mami , Kak Dimas kan lebih tua dariku sebaiknya dia duluan saja yang menikah.


Ana terdiam.saat mendengar nama Dimas


" Hmm Dimas tak bisa diharapkan , ia selalu tergila - gila dengan title, kau lihat saja dia akan melanjutkan sekolahnya lagi


akan terus seperti itu ntah sampai kapan dia bisa menyadarinya


coba lihat Aditya

__ADS_1


Mami Siska memegang perut Ana ,


" Kau tampak kurang sehat nak , Apa kau hamil ?


__ADS_2