
Ikatan mata Ana dan Arya terbuka , tampak Ana sedang mengusal matanya melihat sekelilingnya.
sama seperti Arya mereka semua saling berpandangan satu sama lain dengan persaan heran terkejut dan campur aduk
Pemandangan didepan mereka sangat bagus dan indah , terdapat sebuah danau cantik berwarna biru di depan mereka
disamping kiri kanan danau tersebut banyak batu - batuan besar
Angin sepoi - sepoi meniup rambut Ana ia seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat didepannya itu
" Oma ?
Tulisan besar di spanduk bertuliskan
" Happy birthday istriku tercinta Ana "
Ana menangis sejadi - jadinya
" Kalian !!
Arya menutup wajahnya ia sangat malu , lalu menyeburkan diri kedalam danau dengan celana yang penuh dengan kotoran
" Bagaimana mungkin kalian melakukan ini ya ampun aku sudah tidak punya muka lagi
Flashback
Aditya dan keluarganya merencanakan untuk membuat sesuatu yang spesial diulang tahun Ana yang ke 19 tahun , Aditya sudah merencanakan ini sejak Oma Rita berangkat keluar negeri mereka mengatur semuanya , sebenarnya oma Rita emang lagi sakit tapi cuma terapi agar bisa kembali bisa berjalan dengan tegap
Terlihat lima buah helikopter terparkir di lapangan penerbangan mini tak jauh dari danau tersebut
Aditya datang membawa kue dengan lilin ditangannya , ada juwita dokter yang berperan sangat hebat disampingnya
ia mengulurkan tangannya ,
" Bagaimana sepupu apa aktingku sangat bagus ? kau yakin tak pernah melihatku
ia mengedipkan matanya kepada Ana
" Ia mirip pemain FTV yang sering muncul
Dia tertawa terbahak - bahak
Mama papa , oma pun mendekat selamat ulang tahun sayang , ini semua sudah Aditya persiapkan untukmu maafkan kami sengaja membuatmu lelah semalaman
" Sayang
Oma memeluk Ana
" Aku sangat kangen dengann Oma
Aditya tampak tersipu malu ,
" Ehemmm
Ana terkejut melihat kearah Aditya berarti ia tadi membuka pengakuan jika mencintai Aditya
" Obat tadi ?
" Itu vitamin agar anakku dalam perutku tetap sehat
Dua orang lelaki bertubuh besar yang memukul Juwita datang mendekat dengan setangkai bunga ,
" Selamat ulang tahun nona ,
" Kalian ?!
Ana melihat kearah mereka berdua dengan sangat heran ,
mereka berdua memperlihatkan kedua tangannya yang masih tertempel warna merah
lalu memarkan bagaimana ia menampar wajah seseorang hingga membekas
__ADS_1
" Plak..
seseorang menepuk kedua tangannya hingga menghasilkan bunyi suara yang keras
" Lihat merahkan ,
hahahaha
mereka semua tertawa terbahak - bahak
" Kau mencintainya nona, suamimu itu
Ana masih tak menyangka Aditya akan melakukan hal ini padanya ,
" Ada lagi seseorang yang ingin bertemu padamu
" Siapa ?
" Kemana dia tadi ,
Seseorang muncul dari balik batu besar
" Aku sedang bersembunyi disana
Ana langsung memeluknya
" Siskaa !! kau juga ikut terlibat dalam hal ini ,
kau sungguh keterlaluan
" Hey , tunggu dulu . aku tidak terlibat dalam perencanaan ini aku hanya diajak oleh suamimu itu untuk merayakan ulang tahunmu ditempat seindah ini , mengalahkan bukit pesona base camp kita
" Lalu kenapa kau mesti bersembunyi dibalik batu itu ,ha
Siska menggelengkan kepalanya
" Aku tidak percaya dia melakukan hal segila dan sebodoh itu
Mereka melihat Arya yang sedang berendam didanau tersebut ,
" Ayo naik
memberikan tangannya kepada Ana
mencium kening Ana dihadapan orang banyak
" Ahhh soo sweet sekali, ucap Siska
" Terimakasih untuk semua yang telah datang kemari dan membantu memberikan kejutan untuk ulang tahun istriku
hari ini adalah hari terindah untukku mendapatkan istri yang mencintaiku dan mendapatkan kabar bahwa istriku yang keras kepala ini sedang mengandung anakku
Dari semua rangkaian yang sudah kita laksanakan beberapa hari ini , aku menyadari dan mendapatkan seorang sahabat yang tulus dan dengan rela mengorbankan hidupnya untuk aku dan istriku
" Arya
Semua orang bertepuk tangan melihat kearah Arya
Kenapa kau tak mengatakan ini padaku Aditya, kau bahagia aku menderita , aku melihat dengan jelas Siska keluar dari batu besar itu dia sembunyi karena melihatku buang air besar kan ,
Kenapa kau tak mengajakku juga untuk bekerja sama , kau lihat celana ku penuh kotoran
aku tak perlu pujianmu sekarang ini aku sangat malu
Arya menutup wajahnya lalu mengintip sedikit kearah Siska yang memandangnya diam - diam
Ntah apa yang sedang dipikirkannya tentangku sudah tak ada satupun yang bisa aku tutupi didepannya aku telah kehilangan harga diriku
Melihat kearah Aditya dan Ana yang saling berpelukan
" Makanan datang ,
__ADS_1
Beberapa orang pramusaji sengaja didatangkan untuk menyiapkan makanan enak di tepi danau biru nan indah itu.
dengan begitu cekatan dan dibantu warga desa menyiapkan meja yang sudah diikat dengan pita berwarna pink
semua masakan enak terhidang diatas meja
tampak raut wajah mama , papa , oma begitu bahagia berada ditempat itu
" Apa kau suka ?
Aditya tampak berbicara serius dengan tulus
wajah Ana menunduk malu , ia teringat bagaimana tadi mengatakan isi hatinya terhadap Aditya
Ana melihat sekeliling benar kata Siska tempat ini sungguh indah , lebih indah dari bukit pesona andalan mereka
" Aku ingin kau selalu bahagia , maafkan aku membuatmu sampai menangis seperti itu ya ,
aku janji tidak akan membuatmu menangis lagi
Mengusap mata Ana yang terlihat masih sembap , tapi berbeda kali ini Ana mengeluarkan air mata bahagia , ia tak menyangka diberi kejutan seindah ini
" Amanda ?
" Aduh kau jangan merusak suasana nanti akan aku jelaskan semuanya di jakarta
" Adit, aaa... aaa pa kau mencintaiku ?
Oma Rita dan mamanya memanggil mereka
" Lihatlah mereka berdua masih saja berdiri diatas batu besar itu ,
cepat panggil kemari suaraku tidak bisa dibesarkan
ucap oma Rita
" Aditya ..
Ana..
cepatlah kalian kemari ayo , makanan ini sungguh enak
Mereka menuju meja makan dan bergabung bersama yang lainnya
" Heiiiiii Aditya ,Ana !
Ana dan Aditya yang sedang berjalan menoleh kearah danau ,
" Apa kalian lupa ada seseorang dibawah sini
Arya berteriak sambil berkacak pinggang melihat kearah mereka berdua dengan mata melotot
" Baiklah kawan sepertinya kalian sangat senang melihatku berenang - renang didanau ini sendirian
Aditya dan Ana tersenyum menahan mulut mereka
Aditya memberikan kode kepada orang suruhannya untuk memberikan pakaian dan handuk padanya
Siska yang sedang berdiri langsung mengambil paksa baju Arya dari lelaki tersebut
" Biar aku saja yang memberikannya
" Ehemm
Suara batuk Ana tidak diperdulikan oleh Siska ia segera turun kebawah untuk memberikan pakaian itu kepada Arya
bentuk danau itu terletak dibawah sedangkan tempat itu berbentuk lingkaran dengan dikelilingi pohon pinus disekitarnya
" Ini pakaianmu
Kenapa mesti dia sih , yang memberikan pakaian ini kau tak tau Siska aku sungguh sangat malu melihatmu dengan jarak sedekat ini , kau sudah melihat semuanya kan
__ADS_1
ntah kenapa aku hanya malu padamu tetapi tidak dengan yang lain
Arya buru - buru naik keatas tidak memperdulikan Siska