Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 119


__ADS_3

"Sayang " Ana masuk kedalam ruangan merja Aditya tentu saja membuat Aditya merasa begitu surprise


Membuat Aditya terkejut " Sayang ini kejutan kau tadi mengatakan ingin pergi bersama Siska dan Rima, kenapa tidak jadi "


Ana langsung memeluk Aditya " Tidak jadi sayang aku tiba - tiba kangen sama kamu suami ku " Ana merengek manja jika dia bercerita tentang Siska dia pasti akan di narahi Aditya karena mencampuri urusan rumah tangga sahabatnya itu adalah hal yanh tidak baik karena ada batasan dan etika dalam bergaul


" Ah padahal kan malam tadi sudah apa masih kurang " Ana masih memeluk Aditya dengan erat


" Apa itu " Aditya di kagetkan dengan sesuatu yang mencolek perutnya


" Apa sayang " Ana merasa keheranan


" Seperti ada sesuatu yang menendang perutku "


menarik Ana dan kembali merasakan tendangan yang sama


Aditya lalu memegang perut Ana " Sayang dia menendangku ahhhh anakku menendangku "


Aditya tampak senang sekali merasakan tendangan dari dalam perut Ana


" Sayang apa tandanya ia tak suka dengan kehadiranku, kenapa ia menendangku saat aku memelukmu "Aditya merasa aneh apa lagi semenjak Ana hamil ia lah yang begitu sensitif perasaannya


Biasa aja Dit, kau tak perlu seperti itu ini baru tendangannya dari dalam bagaimana jika ia keluar nanti dan menendangmu kau tidak akan sebahagia itu aku yakin kau akan mengambil sapu lalu mengejarnya untuk memukul pantatnya


Ana berusaha menahan tawanya


Ana tersenyum geli " Apa perlu kita membuat perayaan lagi di rumah agar semua orang tau jika anakku sudah bisa menendang papanya "


Ana langsung duduk dan melipat tangannya karena ia sangat tidak suka dengan perayaan orang kaya itu akan membuatnya semakin repot, saja meski ia hanya duduk manis saja


" Dit , kandunganku baru masuk 6 bulan nanti saja kalau udah 7 bulanan " Ana sangat malas sekali jika banyak keramaian kepalanya akan menjadi sangat pusing, Aditya itu aneh jika Ana tidak melarangnya mungkin setiap bulan ia akan mengundang banyak orang untuk membuat perayaan di rumah


Yah tau kalian orang kaya, tapi nggak gitu juga kaleee


" Ya sudah kalau kamu tidak mau bagaimana kalau nanti kita undang ayah dan ibu menginap di rumah " Aditya tampak bersemngaat


" Tapi ayah dan ibu masib di rumah kak Bima mereka masih betah di kalimantan " Ana sudah mulai pusing saat Aditya bertanya tentang ayah dan ibunya


Seseorang mengetuk pintu


Tok


tok


" Masuk "


" Permisi pak, ada beberapa berkas yang harus di tanda tangani " Rada menyerahkan berkas kepada Aditya lalu menyapa Ana yang duduk di samping Aditya


" Selamat datang ibu, bagaimana keadaan ibu" Tentu saja Rada bersikap sangat ramah dengan istri bosnya apa lagi satu kantor sudah tau bagaimana rasa cinta Aditya yang begitu besar kepada istrinya itu


Ana pun merespon sangat baik pertanyaan Rada, apalagi selaku istri pemilik perusahaan sudah sewajarnya ia bersikap baik kepada seluruh karyawan suaminya ,Ana adalah sosok yang baik tidak pernah membeda - bedakan status sosial orang lain, walau ia sudah berstatus nyonya Aditya, tanpa mereka ,para karyawan yang loyalitas terhadap perusahaan tidak akan mungkin perusahaan menjadi besar dan maju


Sembari menunggu berkas di tanda tangani Ana dan Rada berbincang - bincang


" Oh ya baiklah kau tunggu sebentar " Aditya membaca semua berkas dan menandatanganinya


" Pak tadi ada telpon dari pihak rumah sakit kalau pak Arya sudah boleh pulang kerumah "


" Oh, ya kenapa mereka tidak memberitahuku biasanya mereka menelponku terlebih dahulu " Ana asik memainkan game di ponsel milik Aditya sambil berbaring di sofa


" Mm pantas saja " Berjalan mendekati Ana lalu mengambil ponsel miliknya , Rada tersenyum kecil melihat ponselnya sedang di mainkan oleh istri Aditya


"Kenapa di ambil pelit sekali sih "


Ana langsung marah ntah kenapa akhir - akhir ini sifat Ana menjadi sangat aneh membuat Aditya pusing dan jantungan setiap Ana berkomentar


" Sayang kenapa tidak kau angkat panggilan di ponselku, lihat ini rumah sakit tempat Arya di rawat dia pulang hari ini " Aditya mengecek ponselnya tetapi ia tak bisa marah sama sekali kepada Ana karena pasal satu Ana selalu benar jika Ana salah kembali ke pasal satu hehehe

__ADS_1


"Jadi kau lebih mementingkan aku dari pada Arya " Ana tampak merajuk, karena melihat suaminya begitu perhatian pada Arya


" Atau jangan - jangan kau dan Arya memiliki hubungan yang tidak aku ketahui "


Ana mulai berpikiran yang tidak - tidak kembali


" Tunggu sebentar " Aditya mengarahkan tangannya tanda supaya Ana bisa berhenti berbicara


Mengambil ponselnya dan memencet nomor telpon Arya


" Hallo Arya, kau hari ini pulang kan, ya tunggulah di sana anak buahku akan menjemputmu pulang ya , bagaimana? oh oke baiklah "


Mematikan telpon lalu kembali membujuk Ana yang dari tadi kelihatan marah sekali


" Sayang udah dong marahnya , nanti hilang cantiknya "


"


" Terus kalau aku nggak cantik lagi kamu nggak cinta lagi sama aku , berarti kamu hanya mencintai fisik aku, bagaimana nanti jika aku tua dan keriput "


Ana berbicara tanpa jeda sudah seperti rel kereta api yang tak putus - putus


" Aku lapar apa kau mau ikut aku kerestoran di depan sayang " Aditya mencolek pipi Ana dan membiarkan Ana mengoceh seorang diri


" Iya tapi aku mau di gendong " Ana memberikan kedua tangannya agar Aditya menggendongnya ,itulah Ana semarah apapun asal dia sudah mengeluarkan unek - uneknya ia akan dengan cepat melupakan semuanya


"Aduh " Aditya menggaruk kepalanya menghadapi tingkah istrinya yang akhir - akhir ini sungguh memalukan Ana seolah tak malu meminta melakukan hal - hal aneh di tengah orang ramai ya mau bagaimana lagi dari pada Ana akan lebih marah lagi, ia akhirnya mengikuti semua keinginan Ana


Aditya menjongkok " Ayo cepat naiklah kepunggungku tuan putri " Ana langsung naik kepunggung Aditya dengan wajah yang berbunga - bunga dan tampak sangat bahagia


Diluar ruangan para karyawan menahan tawa melihat tingkah Ana dan Aditya


beberapa karyawan berbisik dan tersenyum geli


*ah beruntung sekali jadi istrinya pak Adit


Diamlah kalian semua, demi apa ini nak, lihatlah perjuangan papamu


Aditya menghela nafas karena kelakuan Ana, tapi ia tak mampu menolaknya apa lagi Ana sedang hamil, jangan sampai permintaan orang hamil tidak di ikuti, itu sih mitosnya


.......


" Mami.. mami.. " Berteriak dengan tertatih - tatih


" Ada apa Siska ? " Bergegas menghampiri Siska


"Mami tau siapa yang menyetir mobil tadi ?"


berteriak sekencang - kencangnya


" Siapa memangnya " Penuh keheranan karena Siska berbicara dengan terburu - buru


" Kau jangan seperti itu sayang, berbicaralah dengan perlahan bagaimana mami bisa mendengarnya "


Siska menenangkan dirinya


" Oke baiklah mi, ternyata menantu mami itu aeorang penipu ,mami tau ia bisa membawa mobil dengan sangat lancar Mi, Arjuna yang bawa mi dia.... " menghampiri maminya dengan wajah terkejut berharap maminya ikut membenci Arjuna


" Terus kenapa , bukankah bagus nak suamimu bisa melakukannya " maminya menjawab dengan santai, seperti sudah mengetahui jika Arjuna bisa membawa mobil


Mengambil vas bunga yang berada di sampingnya dan melemparkannya ke dinding


"Aku benci kalian semua " Siska kembali tersulut emosinya


Siska masuk kekamar dan membanting pintu kamarnya


" Arjuna kau jangan ambil hati nak " Maminya merasa tidak enak sekali atas perlakuan Siska

__ADS_1


" Tenang saja mi jangan khawatir aku baik - baik saja " Arjuna bersikap santai dan tenang


Didalam kamar Siska memeluk jaket milik Arya ia memeluk erat sambil menangis terisak "Dunia ini tidak adil kepadaku kenapa aku yang harus terpilih menjalani ini semuaa tuhan "


Berdiri di cermi dan melihat dirinya


" Hai Siska, apa kabarmu hari ini


bagaimana hidupmu sekarang apa kau bahagia? " Bertanya di depan cermin dengan mata yang masih sembab dan air mata bercucuran


" Siska , Siska buka pintunya " Terdengar suara Dimas mengetuk pintu


" Mau apa lagi dia, tidak puaskah dia merampas kehidupanku "


" Apa lagi kak Dimas , aku tidak mau di ganggu "


" Bukalah sebentar " Dimas masih berdiri di depan pintu


" Apa lagi yang kau inginkan dariku, belum puas kau menyiksaku kak Dimas jahatt " Siska berteriak sekencang - kencangnya


" Jika kau tak membukanya maka bagaimana Arjuna akan mengganti pakaiannya "


Siska terdiam dan mengelap air matanya


" Maksudnya apa mengganti pakaiannya "


" Apa lagi yang dia inginkan pakaian apa , jangan mengangguku lagi "


" Pakaian Arjuan yang sudah di pindahkan di dalam lemarimu "


Siska terkejut dan langsung memeriksa lemarinya, didalam kamar Siska terdapat banyak lemari besar lemari khusus sepatu, boneka, piyama, jeans karena ukuran kamar Siska yang sangat besar sekali umpamanya 3 mobil besar muat untuk parkir didalam


Tak lama Siska membuka pintu kamarnya


"Arjuna masuklah " Dimas menyuruh Arjuna masuk kedalanm


Dimas langsung kembali pergi lagi


Siska seperti sedang merencanakan sesuatu


" Siapa yang menyuruhmu menaruh pakaianmu di lemariku " Siska berteriak tepat di telinga Arjuna


Kau lihat saja Arjuna aku akan menyiksamu aku akan membuat kau menyesal menyetujui pernikahan ini kau lihat saja


Seolah sudah paham dengan apa yang akan di lakukan Siska, Arjuna mengambil kapas yang ia sumpal di telinganya


Sialan apa? dia menyumpal kapas di telinganya , hmm baiklah kau mengajakku bermain - main baiklah, jika aku menunjukkan ketakutanku maka ia akan semakin tidak tahu malu


" Aku juga tidak tau kenapa pakaianku bisa berada di sana mbak Siska " Kembali menggunakan logat jawanya


" Hentikan aktingmu yang kampungan itu, kau ini bunglon ya bisa berubah sesuka hatimu jangan panggil aku mbak, mulai sekarang panggil aku nyonya "


Siska sangat berang sekali


"Baiklah kalau begitu nyonya, nyonya Arjuna "


Arjuna tersenyum polos memperlihatkan wajahnya yang pura - pura bloon


"Sial , kau ini semakin tidak tahu malu saja ya


Nyonya Arjuna? , apa aku tidak salah dengar "


tertawa sinis


"Aku sudah bilang jangan berharap lebih kau ini tidak tahu malu sekali "


kau lihat lah Arjuna aku akan membuat kau menceraikan aku, akan aku cari tau apa saja yang kau tidak suka

__ADS_1


Tersenyum sinis dan siap mengatur rencana baru


__ADS_2