Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 210


__ADS_3

Aditya dan Arya tediam " Sekarang bagaimana ini "


" Kau tenang saja aku akan mengurus semuanya, santai " Arya buru -buru pergi meninggalkan Aditya sang papa baru


Semua urusan perusahaan di ambil alih dulu sementara oleh papanya


Pagi itu ibu Ana setelah memandikan cucunya berpamitan pulang, ia mempercayakan semuanya kepada kedua orang tua Aditya


" Besan aku pamit dulu ya, tolong jaga Aditya baik -baik, Aditya ya Besan " Sambil berbisik -bisik ntah apa yang sedang ia bicarakan lalu mereka tersenyum kecil


" Nak ibu dan ayah pamit ya, titip Ana dan Bian ya, nanti ibu akan sering -sering kemari "


Mencium tangan kedua mertuanya lalu mengantar mereka sampai kedepan pintu, supir sudah menunggu untuk mengantar mertuanya


" Hati -hati ayah ibu "


Diatas Ana masih berbaring meski sesekali ia mencoba untuk berjalan walaupun masih sakit , Bian kecil sudah tertidur lelap setelah di mandikan, Bian akan tidur pagi sampai sore dan akan terjaga pada malam hari, ini lah yang akan di hadapi oleh Aditya setiap malam, besar sekali pengorbanan seorang Ayah lihat saja jika ayah nya terbaik seperti Aditya pasti banyak anak -anak yang sangat beruntung di dunia ini, memiliki ayah dan suami yang siaga,


Beruntung memiliki orang tua itu tak harus tentang materi saja, kasih sayang berlimpah, kehidupan yang harmonis dan sikap yang selalu bersyukur menerima keadaan itu lebih dari cukup


Aditya masih saja bermuka masam, apa lagi wajah Ana sudah mulai segar kembali konon katanya aura perempuan yang baru melahirkan itu benar -benar menggoda, seperti kembali menjadi gadis perawan ah.. masa sih...

__ADS_1


" Sayang kenapa "


Ana mendekati Aditya yang duduk di ujung kasur


" Tidak ada apa -apa sayang "


Sial makin cantik saja istriku ini


Aditya menggigit ujung bajunya, ketegangan berada di level tinggi sebaiknya Ana kau harus segera menjauh ini sangat berbahaya


Tuhan tolong aku, please sesuatu mulai menyempit


" Sayang tolong kau menjauhlah dulu dariku selama empat puluh hari ini jangan mendekatiku "


" Tidak ada apa -apa " Berdiri mengambil handuk lalu masuk kedalam kamar mandi


" Aku mau mandi dulu sayang, "


Ana langsung memeluk Aditya


" Sayang apa aku tidak menarik lagi setelah melahirkan, apa aku sekarang gendut dan jelek "

__ADS_1


Aditya menarik nafas dalam -dalam


" Bukan itu Ana jika kau terus begini maka aku takut aku bisa membunuhmu " Aditya membayangkan apa yang di ucapkan Arya malam tadi


Seperti kata -kata yang sudah di doktrin di otak Aditya " Jika kau nekad melakukan itu pada Ana bisa mengancam keselamatan Ana "


" Tidakkkkkkk......... ! "


Aditya berteriak kencang sekali hingga membuat Ana dan Bian terkejut, bahkan Bian sampai menangis menjerit


Plukk.. Ana memukul Aditya " Lihat Bian papamu ini berteriak seperti orang tak waras saja, " Ana terlihat marah sekali meski ia masih merasakan perih bekas luka, tapi ia berusaha untuk menggendong Bian


Karena Suster pendamping belum datang dengan cepat Aditya yang menggendong Bian


" Waduh anak papa nangis ya sayang, cup.. cup sini papa gendong aja "


Aditya tak berani melirik kearah Ana yang masih melotot dengan melipat kedua tangannya


......


Thorr lanjutr....

__ADS_1


" Asiapppp"


Baterai low ini ponsel jadull... nanti author lanjut tenang aja...


__ADS_2