
Arya masih tertidur saat seseorang masuk kedalam kamarnya " Kau masih tidur rupanya"
"Kau " Seperti tidak percaya melihat Dimas sudah berada di depannya dengan membawa makanan " Ini aku bawakan makanan kesukaanmu "
Dimas berdiri di samping Arya " Bunga? "
" Ya kau taulah aku kan terlalu banyak penggemar " Bersikap seolah ia masih baik - baik saja
Arya kau sedang berusaha meyakinkan aku bahwa kau masih sama seperti dulu
Dimas berusaha bersikap biasa ,padahal rasa menyesal telah salah menilai sahabatnya masih sangat terlihat jelas
" Bagaimana keadaanmu " Duduk di sisi Arya
" Aku baik - baik saja "
" Permisi Tuan Arya " Seorang suster masuk dan kembali membawa bunga dan coklat di tangannya
" Saya membawakan titipan ini lagi "tersenyum lalu meletakkannya disamping Arya
" Dari siapa? " Arya memegang bunga dan coklat
"Masih dari orang yang sama tuan , tadi dia ingin masuk tapi tidak jadi karena melihat ada tamu di kamar anda, saya permisi tuan "
Suster tersebut keluar kamar
Arya masih terheran - heran siapa gerangan yang mengirimkan bunga padanya
" Masih laku keras ternyata " Dimas menyenggol Arya
" Hmm harus lah " Arya berpura - pura semangat sedangkan batinnya jangan di tanya
" Kata dokter kau boleh pulang hari ini "
Dimas menenangkan Arya
"Padahal aku tidak ingin pulang " Mendadak Sedih
Dimas paham tapi dengan cepat Arya langsung kembali tertawa " Syukurlah aku sudah tidak sabar lagi ingin menjenguk ibuku dia sepertinya sudah agak sehat "
" Aku yakin kau bisa melewati semua ini Arya"
menepuk pundak Arya lalu berpamitan untuk lulang
" Berhati - hatilah " Arya melambaikan tangannya
" Capek sekali aku harus berpura - pura seperti tidak terjadi apapun, sakitttttttt "
memegang dadanya lalu meremas bajunya
" Sampai detik ini bayangan Siska tak bisa aku lupakan " Membuang bunga dan coklat yang berada di sampingnya
" Semakin melihat Dimas semakin aku tak bisa menghilangkan bayangan Siska dari bayanganku "
.....
" Iya aku dan dia telah sah menjadi suami istri" Siska menangis dan memeluk Ana dengan erat
" Kita pergi ke bukit pesona apa kau mau "
Ana mengajak Siska dan Rima
"Aku akan menelpon Aditya dulu meminta izin"
" Halo sayang , aku mau minta izin pergi dengan Siska boleh tidak "
__ADS_1
" Iya sayang, kemana aku lagi banyak kerjaan ini "
" Pokoknya di sekitar sini kok sayang jangan khawatir " Memelas dan memohon penuh harap agar Aditya membolehkan ia pergi
" Ya sudah " Merasa aman karena para bodyguard mengawal ketat kemana saja Ana pergi ada atau tidak Amanda, Ana tetap harus di jaga kemanapun ia berada
" Yes Aditya mengizinkan " Ana merasa sumringah sekali
" Tapi bagaimana dengan Arjuna "
Ana melirik Siska
" Sudah biarkan saja dia bukan sesuatu yang harus di pikirkan " Siska terlihat kesal
" Tapi dia suamimu Siska, setidaknya kau harus tetap meminta izin padanya " Ana tampak serius
" Iya Siska jangan begitu biar bagaimanapun dia sekarang suamimu " Rima menimpali
" Suami ya. suami yang tidak aku cintai "
Siska berjalan dan memaksa Rima memapahnya "
Arjuna berdiri melihat Siska, Ana dan Rima yang tampak hendak pergi
"Kalian mau kemana " Arjuna menghampiri
" Kami mau pergi.. "
Siska langsung memotong pembicaraan
: Apa urusanmu aku mau kemanapun "
" Aku hanya bertanya Siska "
" Kalau aku tidak mau menjawabnya kau mau apa ha ?! kau mau menceraikan aku silah kan saja " Siska tampak sangat berang
Ana dan Rima tentu saja menjadi tak enak
" Ana aku mendadak sakit perut sebaiknya aku pulang duluab saja ya " Rima berlari keluar dan langsung naik keatas ojek yang sedang mangkal
" Ayo bang cepat jalan " Memukul bahu tukang ojek yang terlihat kaget
" Dagh " Melambaikan tangan lalu meninggalkan Ana dan Siska
Ana merasa tidak enak biar bagaimanapun Siska sekarang adalah istri Arjuna , Ana tidak mau nanti karenanya Siska akan kembali mendapatkan masalah pasalnya Siska di paksa menikah setelah pulang berlibur bersamanya
" Siska, aku lupa kalau hari ini harus check up ke dokter kandungan nanti Aditya marah kalau aku tidak mengikutinya "
Dengan cepat Ana langsung naik kedalam mobil lalu pergi meninggalkan Siska yang terheran - heran melihat sikap dua temannya yang tak seperti biasa
" Maafkan aku Siska lain kali kita akan pergi bertiga " Ana melambaikan tangannya
Siska terdiam mematung dengan Arjuna yang masih berdiri di sampingnya
" Tuan Arjuna maafkan saya tidak bisa menyetir, kaki saya tiba - tiba kram sepertinya asam urat saya naik "
Siska yang sudah berada di dalam mobil terlihat tegang
" Kaki ku sakit, memang di dalam mobil ini banyak manusia yang tidak berguna "
Siska menyindir Arjuna
Arjuna yang mendengar ucapan dari Siska langsung membuka pintu mobil dan mengambil alih kemudi " Biar saya saja pak "
" Tuan Arjuna bisa " Memberikan kunci mobil pada Arjuna
__ADS_1
Siska tampak ketakutan karena Arjuna tidak bisa membawa mobil " Insha Allah pak "
Arjuna memajukan mobil dia melihat wajah Siska di belakang melalui spion tampak sangat cemas Arjuna tersenyum
." Berpegangan ya pak, Bismillah "
Arjuna memutar mobil kekiri dan kekanan Siska dan pak sopir tampak berpegangan erat di kursi
" Jika tak bisa jangan memaksakan diri, jika ingin mati kau saja jangan bawa - bawa kami "
Siska berbicara kencang kearah Arya
"Jika aku mati kau pun harus ikut bukan "
Arjuna memainkan matanya kepada Siska
Sialan kebohongan apa lagi yang tidak aku tau dia bisa membawa mobil ternyata apa lagi ini kau memang seorang penipu ulung
dia mengedipkan matanya padaku dan aku ingin sekali mencongkel matanya
" Bagaimana kalau kita mampir sebentar ketoko buku " Arjuna berbicara kepada pak sopir di sebelahnya
" Aku ingin pulang! "
Siska membentak Arjuna
" Tapi aku yang mengemudikan mobil ini "
Arjuna berbicara santai
" Ternyata kau ini sungguh licik "
Pak sopir seperti terjebak pertengkaran suami istri ia merasa menjadi tak enak sekali. " Bagaimana kalau saya naik taksi aja Tuan "
"Ee bapak mau kemana "
membuka pintu dan langsung naik taksi meninggalkan Arjuna dan Siska didalam mobil
Sial kaki ku masih sakit kalau tidak aku akan turun juga
Arjuna melirik kearah Siska ia memegang wajahnya
Siska yang sadar melihat lirikan wajah Arjuna langsung melempar Arjuna dengan buku yang berada dalam tasnya
" Jangan sekali - kali kau memandangku aku sangat jijik melihatmu " meski penampilan Arjuna terlihat sangat keren dan tampan tetap saja tidak bisa menarik hati Siska terlebih Siska yang keras tidak segampang itu jatuh cinta
" Kalau begitu kau saja yang memandangku "
Arjuna membalikkan badannya dan melihat kearah Siska
" Cepat pulang atau aku akan berteriak sekarang " Siska mengancam Arjuna
" Oke baiklah " Arjuna kembali melajukan mobilnya ia sengaja mengambil rute jauh agar lambat sampai di rumah
Arjuna sengaja berpura - pura berpenampilan kolot dan tidak bisa membawa mobil karena permintaan dari Dimas, karena dia tau Siska menyukai Arya yang bergaya metroseksual sedangkan Dimas ingin Siska menyukai Arjuna yang sengaja di bentuk berbeda 180 derajat dari Arya
" Siska apa kau tidak mau mencoba jadi temanku " Arjuna membujuk Siska
Siska tak menjawab ia langsung memasang earphone di telinganya agar tak mendengar apapun yang sedang di ucapkan oleh Arjuna
" Jika kau tak bisa mencintaiku, setidaknya aku hanya ingin menjadi teman dekatmu "
Arjuna berbicara panjang lebar tetapi tak di respon oleh Siska
.Teruslah mengoceh aku sangat benci melihatnya, dia menjijikkan aku sangat muak.muak ... dan sangat muak ini semua karena Dimas yang telah membuatku menikah dengan orang yang sama sekali aku benci
__ADS_1