
Pagi hari ini suasana hati Siska tampak baik - baik saja sedikit, cerah dan bahagia untuk Siska kebetulan beberapa hari ini tanggal meah dua hari berturut - turut , tentu saja pertanda libur masih panjang
Siska tampak sangat bahagia berjalan sambil menari - nari memikirkan kebebasan yang sebentar lagi akan ia dapatkan belum lagi bayangan wajah Arya kembali melintas singagh di otaknya,
berbeda dengan Siska wajah Arjuna tampak sangat murung sekali, pagi ini ia berpenampilan sangat rapi menggunakan kemeja dan rambut yang di sisir rapi kesamping , lengkap dengan jam tangan merk ternama yang ia pakai langkahnya tampak sangat gontai tak seperti biasanya, matanya tampak sayu tetapi ia berusaha berdiri dengan tegap seperti tak terjadi masalah sama sekali
Ganteng sih sebenarnya cuma mau gimana lagi cinta tak bisa dipaksakan ,
Tanpa di sadari Siska diam - diam memperhatikan Arjuna
Siska sengaja tak membawa baju karena ia berpikir setelah sampai ia akan langsung kembali kejakarta karena sesuai perjanjiannya dengan Arjuna ia hanya menemaninya pulang ke jogja itu saja,Siska tersenyum sangat ramah kepada semua orang di rumahnya, ia mencium setiap wangi bunga yang bermekaran di perkarangan rumah ibunya ,
" Mami kami pergi dulu ya " Arjuna mencium tangan maminya di susul Siska yang tampak amat bahagia
" Iya nak hati - hati di jalan ya " Mami Siska amat menyayangi Arjuna tampak dari cara ia memperlakukan Arjuna
" Siska juga pamit ya Mi " Mencium tangan maminya, sikap Siska tampak begitu bahagia
" Iya nak hati - hati ya jaga sikapmu di sana "
Siska tersenyum bahagia
Maminya tampak sangat senang sekali melihat Siska yang begitu bersemangat untuk pergi bersama Arjuna,
" Siska kau terlihat bahagia nak, mami yakin Arjuna akan selalu membuatmu bahagia "
Siska yang mendengar ucapan maminya tampak cuek saja terkesan tak perduli
Aduh mami, jangan mami pikir, aku sudah bisa menerima kenyataan ya, mami ku sayang, kau tau aku pergi sebentar untuk menjemput impianku, yang sebentar lagi akan tercapai, mamiku selamat bersenang - senag lah engkau
Siska tersenyum
Sebelum naik kedalam mobil, Ponsel maminya berbunyi dengan sangat senang karena hatinya berbunga - bunga Siska menawarkan diri untuk mengambil ponsel maminya " Mami biar Siska aja yang ambil ya, mami tunggulah di sini "
Naminya tampak begitu bahagia " Arjuna lihat istrimu tampak bahagia sekali "
Arjuna hanya tersenyum kecut seolah menyadari rencana Siska selanjutnya
" Mami ini ponselmu " memegang ponsel maminya
" Siapa yang menelpon mami sayang sepagi ini "
" Ini mi, tidak ada namanya seperti nomor luar indonesia "
" Sini mami angkat " Mengangkat telponnya
" Iya halo " Tiba - tiba wajah maminya berubah sangat jutek
Lalu dengan berat hati maminya menyerahkan ponsel miliknya kepada Siska
" Ini daddymu ternyata ia ingin bicara denganmu "
Siska mengambil ponsel dari tangan maminya " Iya daddy, ah itu kak Dimas dan mami yang merencanakannya, ia mendadak "
Terdengar suara daddy nya di telpon marah - marah
tak lama Siska pun menutup telpon
" Tak usah kau dengarkan daddy mu itu, dia hanya bisa. mengoceh saja, selama ini kemana saja dia baru muncul sekarang, mungkin dia mendengar kau menikah dan kenapa ia tak hadir di pesta pernikahanmu "
Bukan itu mami tau daddy sangat marah dengan pernikahan ku, kau dan Dimas telah menikahkan putrinya tanpa memberi tahunya, ya benar dia memang tak bisa menjadi wali nikahku, karena perbedaan agama tapi tetap saja aku terlahir dari benihnya, dan mami dan Dimas tetap salah
__ADS_1
" Dia ayah Siska ya Mi, apa dia marah Siska menikah tak memberi tahunya " Arjuna tampak sangat khawatir
" Ah sudahlah tak usah di pikirkan itu akan menjadi urusan mami, ayo kalian harus berangkat pagi ini "
" Jangan begjtu mi, dia tetap mertua Arjuna biar nanti Arjuna akan menelponnya Arjuna akan memjnta restu padanya "
Siska langsung memotong pembicaraan Arjuna " Aku rasa tidak perlu, itu akan sia - sia saja , ayo sebaiknya kita segera berangkat '
Sok minta restu, apa kau yakin Arjuna pernikahan kita ini akan langgeng selamanya, oh Arjuna ku kau terlalu berharap lebih ternyata
"
Mereka pun akhirnya naik kedalam mobil menuju bandara
Mereka sengaja naik pesawat penerbangan pertama
Didalam pesawat Siska tertidur pulas, ya Siska selalu begitu ia lebih baik tertidur dari pada harus mengobrol dengan Arjuna , karena niatnya untuk ikut ke jogja adalah untuk sebuah tujuan yang sangat jelek
Tak berapa lama pesawat pun mendarat di bandara
" Kita sudah sampai "Menepuk pundak Siska
Siska tak menyangka secepat itu mereka sampai padahal menurutnya ia baru saja memejamkan mata
" Oh terimakasih sudah membangunkan ku "
Siska berjalan keluar dengan tersenyum. lebih bahagia lagi
"Kau terlihat sangat bahagia sekali Siska "
Arjuna tersenyum kearah Siska
Ah matahari pagi ini kau cantik sekali, mm awan kau begitu kelihatan putih bersih
"Tentu saja aku sangat bahagia, aku rasa tak ada orang yang sebahagia aku hari ini "
Tersenyum manis menampakkan giginya kepada Arjuna
Wajah Arjuna langsung memerah, karena melihat wajah istrinya yang menggemaskan itu
Siska berjalan sambil berjingkrak - jingkrak mengikuti Arjuna
Arjuna berjalan cepat sekali ternyata sebuah mobil mewah telah menunggu untuk menjemput mereka tampak seorang pelayan perempuan langsung menyambut Siska " Ayu tenan bojo ne Raden mas Arjuna "
memuji Siska dengan menggunakan bahasa jawa ,meski ia tak mengerti tetapi Siska mencoba bersikap ramah padanya
,
Siska pun tersenyum sangat manis
" Maaf saya nggak ngerti bisa pakai bahasa indonesia saja " Siska sengaja bersikap seperti itu untuk melancarkan tujuannya
" Maaf Den ayu " Pelayan perempuan itu langsung menutup mulutnya dan segera mengajak Siska masuk kedalam mobil
Arjuna berubah menjadi sosok yang berbeda seperti seorang raja berada di tanah kelahirannya, tak sedikitpun ia memandang Siska ,terkesan cuek dan berbeda sekali saat berada di jakarta
" Bagaimana keadaan mama mbok " Arjuna bertanya dengan suara perlahan
Siska yang tak terlalu perduli dengan tujuan Arjuna pulang diam - diam mendengar obrolan antara Arjuna dan pelayan tersebut
"Mendengar Mas Arjuna udah tiba ia tampak bersemangat " Suara perempuan itu tampak sangat sedih
__ADS_1
Pelayan tersebut memandangi Siska dari tadi
ntah apa yang di pikirkannya dari tadi , tetapi ia diam - diam memandangi Siska dari ujung kaki sampai ujung rambut
Ah apa yang dia lakukan melihat diriku aku sungguh tak menyukai caranya melihatku seperti itu, ah tapi biarkan saja masa bodoh la ya, aku juga tak tertarik sama sekali dengan majikanmu, jika kau memandangku seperti itu lama - lama aku akan menelanmu,
atau aku kerjai saja dia
Siska tertawa geli membayangkan hal gila yang akan ia lakukan kepada pelayan perempuan tersebut
Siska yang usil dan jahil, duduk di belakang berdua dengan pelayan wanita tersebut dengan menahan tawa ia langsung melancarkan aksinya
Siska membelalakkan matanya sebesar mungkin dan menatap kearah pelayan tersebut
Mata Siska tampak membesar ia sengaja melihat kearah pelayan tersebut
"Astagfrullah hal adzim ayu, ayu demit "
Tampak ia mengurut dadanya sambil memejamkan matanya, ia tak menyangka jika istri pilihan Arjuna sefrontal itu
Siska kembali mengeluarkan giginga seperti seorang drakula yang siap menerkam mangsanya
" Ya tuhan kasian bener nasib Den Arjuna " Memalingkan wajahnya dengan mulut berkomat - kamit
Arjuna yang melihat tingkah Siska dari kaca menahan mulutnya untuk tertawa, ia merasa heli melihat tingkah Siska seperti itu
......
Kurang lebih satu jam di perjalanan dari bandara kerumah Arjuna
" Kita sudah sampai " Arjuna memberi tahu Siska yang tidak menyadari jika sudah sampai kerumah Arjuna yang besar dan megah itu karena asik menakut - nakuti pelayan itu
Arjuna melirik Siska yang masih saja membuat lelucon aneh, apa lagi pelayan tersebut tak pernah mendapatkan perlakuan aneh seperti itu terlebih perempuan itu adalah istri dari orang yang sangat di segani di rumah ini
Pelayan itu turun dan tampak ketakutan sekali ia mengambil tas Arjuna dan berlari masuk kedalam rumah
" Mana mama " Arjuna berlari masuk kedalam rumah mencari mamanya wajahnya tampak sangat khawatir
Siska masih berdiri di luar rumah, seorang perempuan tua menunggu Siska di luar, ia seorang nenek yang sudah sepuh tapi bergaya nyentrik , Siska berusaha bersikap sangat sopan pertama kali menginjakkan kakinya di rumah itu karena mengingat pesan maminya, tapi sepertinya seseorang sengaja menguji kesabarannya
"Ini toh istrinya Arjuna " Berbicara bernada llembut sekali cuma seperti agak menghina karena bibirnya seperti sedang mencibir Siska
Tentu saja dia salah besar jika ingin bermain - main dengan Siska
Siapa perempuan bau tanah ini berani sekali ia berbicara sombong di depanku
" Iya perkenalkan saya Siska " Siska mengulurkan tangannya untuk bersalaman masih dengan sangat sopan dan lembut sekali, ia masih menjaga sikapnya
" Oh " jawaban yang singkat padat dan menyebalkan, ia langsung Membuka kipas di tangannya lalu pergi meninggalkan Siska begitu saja tanpa membalas jabat tangannya
Siska tampak sangat emosi karena di perlakukan seperti sampah oleh perempuan itu
" Sialan siapa sih dia berani sekali menghinaku, lihat saja nanti aku akan memberikanmu hadiah kecil kau sedang bermain - main denganku ternyata "
Siska tampak marah dia menahan emosinya, bayangkan saja ia baru saja datang harus di sambut dengan perlakuan yang sangat buruk oleh seseorang yang baru ia kenal
Siska berdiri dengan berkacak pinggang melepas sendalnya lalu mengarahkan sendalnya kearah perempuan tadi seperti hendak memukulnya
Beberapa pelayan yang berdiri di dekat Siska dari kejauhan terkejut melihat sikap. Siska yang seperti itu mereka terlihat sedang berbisik - bisik
" Apa lagi yang di lakukan para pelayan bodoh tersebut, ah mereka mencoba membicarakanku sepertinya, sayang sekali aku sama sekali tidak takut dengan kalian, apa lagi kalian harus tau jika aku adalah tamu di sini "
__ADS_1
Berbicara sangat keras hingga membuat beberapa pelayan merasa sangat ketakutan mereka berlari masuk kedalam rumah karena takut melihat Siska