
Suasana di pagi hari tersebut tampak sangat tegang sekali, bahkan tetesan embun yang berjatuhan di pagi hari, terkalahkan beningnya dengan air mata ketulusan yang terjatuh di pipi seorang ayah, ia seorang ayah yang baru saja sangat bahagia karena kehadiran sang buah hati di dunia ini
Aditya bratawijaya lelaki yang angkuh dan kaya itu terdiam membisu lemah tak berdaya
memikirkan nasib anak dan istrinya
ia terlihat tak karuan bukan karena ia tak punya iman tetapi siapapun yang berada di posisinya akan tau bagaimana sulitnya hidup, Aditya beruntung dia tak memikirkan masalah biaya, berbeda dengan mereka yang di luaran sana yang harus berjuang dengan keringat dan tetesan air mata
Arya yang duduk menyetir di samping Aditya tak tau harus berbicara apa lagi ia hanya mengucapkan " Kau tenag saja Dit, jangan khawatir Ana pasti akan baik -baik saja "
Aditya hanya diam saja membiarkan Arya membawa mobil yang tak tau akan berhenti dimana
" Kita mau kemana Dit " Arya berbicara dengan berhati -hati sekali karena takut sekali jika sampai menyinggung perasaan Aditya
" Ketepikan mobil ini " Menunjuk kearah trotoar
" Di sana ?" Arya mendadak heran
" Iy di sana "
" Dit, apa kau tak lihat di sana ada rambu tak boleh berhenti " Menunjuk kearah rambu jalan
" Kau turunkan saja aku di sana, dan kau tunggu aku di sebrang sana "
Arya heran sebenarnya apa yang akan di lakukan oleh Aditya sepagi ini di tengah keramaian orang yang lalu lalang ingin berangkat kerja ,tapi ia tak berani bertanya
karena takut jika Aditya kembali membentaknya, karena dari nada suara Aditya sudah kelihatan jika ia sedang sangat emosi sekali
" Mm baiklah, aku akan menunggumu
di sana " Menunjuk parkiran mobil yang berada di sebrang jalan
Aditya pun turun kejalan dan langsung masuk kesalah satu toko perlengkapan alat tulis, tampak ia membeli karton dan spidol
Arya yang melihatnya dari sebrang jalan bertanya dengan penuh keheranan
__ADS_1
"Apa yang ia lakukan, kedalam toko itu "
Tak berapa lama Aditya keluar dengan karton di tangannya yang bertuliskan " Saya sedang mencari donor darah AB untuk istri saya yang kritis dirumah sakit ,saya akan membayar berapapun untuk sekantong darah yang kalian punya saya membutuhkan lima kantong pagi ini "
Seketika Arya langsung berdiri keluar dari mobil, ia terkejut dengan apa yang ia lihat di depan matanya, benar -benar di luar dugaan jika seorang Aditya bisa bertindak senekad ini di pinggir jalan di tengah keramaian ia merendahkan dirinya untuk Ana
Arya langsung menangis dan segera menyebrang ia memeluk Aditya yang sedang memegang karton
Lalu berlari ketoko buku dan ia melakukan hal yang sama
Aditya melirik kearah Arya " Kau tak perlu melakukan ini Arya "
Arya menahan air matanya agar tidak terjatuh, tetapi akhirnya jatuh juga
" Jangan khawatir tingkat pertemanan itu di uji pada saat teman kita berada di titik terendah, dan kau adalah teman terbaikku,
bagaimana mungkin aku bisa meninggalkanmu berjuang seorang diri untuk menyelamatkan belahan hidupmu, aku sangat bangga padamu Dit, ternyata cinta sejati itu benar -benar ada, bahkan aku tak mungkin bisa sekuat ini bila berada di posisimu, Ana harus bertahan dan ia harus melihat bagaimana perjuangan suaminya untuk menyelamatkanmu "
Dan sekarang berdirilah dua orang lelaki yang gagah dan tampan dengan memegang karton di tangannya, pertama orang -orang tak perduli, hingga akhirnya Arya berteriak dengan kencang " Adakah di antara kalian yang memiliki golongan darah yang kami cari, aku mohon istri temanku ini sedang sangat membutuhkannya , aku mohon kami sedang tidak main -main "
Beberapa orang pun akhirnya melihat kearah Aditya dan Arya,
Aditya megangguk dan mengucapkan terimakasih, beberapa orang datang menghampiri untuk memberikan dukungan moril pada Aditya dan bahkan seorang perempuan sampai menangis memeluk Aditya melihat perjuangannya
Jam sudah menunjukkan pukul 09:30 tapi tak ada satupun dari pejalan kaki yang bergolongan sama dengan golongan darah Ana,
Arya membiarkan Aditya tak mengetahui jam berapa sekarang padahal ia sangat tau jika sekarang hanya tuhanlah yang bisa menolong Ana
Dan mereka pun masih berdiri, ternyata Aditya tersadar jika ia sudah beberapa jam berdiri "Sebentar lagi jam sepuluh dan sepertinya tuhan sedang menguji keimananku " Aditya mencoba tegar
Didalam kegalauan hati Aditya dan Arya
datanglah sepasang suami istri menghampiri mereka " Apa kalian membutuhkan golongan darah AB "
Arya langsung mengangguk tak bersuara karena sudah dari tadi mereka kelelahan menjawab pertanyaan yang sama dari orang-orang yang lewat padahal jelas -jelas sudah tertera di karton mereka sedang mencari golongan darah yang sama
__ADS_1
" Baiklah , kami siap mendonorkan darah kami sekarang "
Aditya yang tadinya lemah tak berdaya mendadak seperti baterai baru yang kembali bertenaga ia langsung menarik tangan kedua orang tersebut
" Ayo cepat kita kerumah sakit "
Pada saat melintas jalan raya Aditya tak melihat kiri kanan lagi karena tak sabar lagi ingin menyelematkan Ana, hingga ia tertabrak sebuah mobil yang sedang melaju sangat kencang
" Adityaaaaaaaaaaaaaaaaa!!! " Suara teriakan Arya terdengar keras sekali
............
Author kembali menjawab, haha bab ini pasti heboh banget ya, cup cup jangan nangis ah tuh lihat ponsel author jadinya ikutan
" basah...basah... "
" Cepetan jawab dong thor lama amat "
" Sabar lagi nanggung ini "
Oke... oke.. baiklah
A : Thor itu pasti yang kecelakaan Arya kan thor dia yang tertabrak demi nyelamatin Aditya ?
B : Sumpah ngakak banget baca pertanyaan ini , kalian kok tega banget sama Arya hahaha
Next
A : Thor aku sedih banget ðŸ˜
B : Nih tissue, cepat lap ingusnya itu udah meler 😂
Next
A :Jadi mau gimana sad ending atau Happy ending Thor
__ADS_1
B : Ya.. ya.. liatin aja, jangan lupa like.. like authornya,
Nex... nextt... nantikan terus bab selanjutnyaa ya.. tanpa kalian aku hanya butiran debu 😌