
Ana pun langsung tergesa - gesa pulang,
karena jam 8 nanti, ia harus kerumah Amanda.
Didalam Apartament Aditya sudah rapi, ia menggunakan jas hitam lengkap dengan sepatu yang begitu mengkilap,
Ana pun masuk, dan melihat Aditya.
"Ya ampun, seganteng ini ?
Oh, baiklah hanya untuk Amanda ucapnya.
Ana pun bersiap kurang lebih 30 menit, ia keluar dengan gaun hitam panjang, dengan bagian atas dada terbuka,
Ana sengaja memakai kalung berlian berukuran kecil, yang membuat ia semakin cantik,
Rambutnya yang terurai membuat ia semakin sempurna.
Aditya melirik kearah Ana
" Kenapa tiba - tiba aku kangen semuanya darinya,
Bisakah Ana kau melayaniku ?
Eitss Aditya kau meminta Ana melayanimu?
Apa aku tidak salah dengar,
Jangan bilang kau menyesal ya,.
Dia cantikkan, bahkan lebih cantik dari gadis Kanada itu, dia sempurna yaa.. dia akan menjadi Nyonya Dimas subagyo,
Kau cemburu ? iya kan ?
Apa kau mulai jatuh cinta padanya ?
Aditya terlihat gugup melihat Ana menuju kearahnya, jantungnya berdebar sangat kencang sekali
Ana jangan menatapku seperti itu,
Aku bisa mati berdiri jika kau terus menatapku seperti itu.
Ana melihat Aditya yang bediri dihadapannya
Lalu merapikan jaket Aditya dengan kedua tangannya,
"Ini kurang rapi, nah dasinya dirapikan dulu,
Ana tersenyum
"Kau harus terlihat rapi agar Amanda semakin mencintaimu.
Lalu Ana keluar disusul Aditya mereka menaiki satu lift yang sama ,
*****
Didalam lift mereka berdua hanya mematung tanpa suara
Ana malam ini kau begitu cantik,
Apakah kau tak ingin berada diposisi Amanda?
Apakah kau benar - benar menginginkan Dimas segera menggantikanku ?
#####
Aditya kau sungguh tampan malam ini, wangi parfum mu masih menempel ditanganku,
Beruntung sekali Amanda mendapatkan cintamu.
Mereka berdua keluar dari lift ,
Ana menunggu Dimas .
Dan Aditya pergi dengan mobilnya.
Tak lama Dimas pun datang,
Sebenarnya Dimas tak kalah tampan dengan Aditya,
Cuma sepertinya Ana berusaha untuk membuka hatinya dengan Dimas ,
Tapi tetap saja sulit sekali.
"Kau cantik sekali malam ini"
Puji Dimas kepada Ana
Tentu saja Ana merasa sangat senang
Tetapi sebebarnya Ana berharap
Pujian itu keluar dari mulut Aditya.
Terimakasih kak Dimas , kau telah memujiku.
Tapi sebenarnya aku berharap kata - kata itu keluar dari mulut Aditya.
__ADS_1
Heyy Ana ! Ana! apa yang kau harapkan barusan.
kau ingin Aditya memujimu ? Kau lihat dirimu,
Dan kau lihat Amanda .
Mana mungkin Aditya akan melakukan itu ingat jangan berharap lebih.
Mereka pun sampai dirumah Amanda, terlihat semua undangan sudah memasuki rumah Amanda.
Rumah sangat luas dan modern, berlapiskan emas. serta memiliki halaman yang sangat luas.
Aditya juga tampak disana, ia berada disamping Amanda.
Amanda pun melihat Dimas datang bergandengan dengan Ana.
Ia tersenyum lega, berarti kecurigaannya tidak lah benar, mungkin Marisa hanya salah paham saja , mengenaI Aditya dan Anastasya.
"Mmm Ana kamu cantik sekali, aku pikir kamu tidak jadi datang, syukurlah akhirnya kamu datang juga,.
Amanda memuji Ana yang memang
benar - benar cantik malam ini,
Make up Ana , yang tipis membuat ia semakin kelihatan Anggun sekali.
Dimas pun menjawab pujian Amanda,.
" Terimakasih sudah memuji pasanganku,
Dimas mengedipkan matanya, kepada Amanda.
Lalu mereka duduk di kursi yang sudah disiapkan untuk para tamu undangan.
#######
Host kondang pun diundang untuk memeriahkan Acara ulang tahun Amanda
Host tersebut mengucapkan kata sambutan sebelum acara inti dimulai.
"Baiklah Hadirin yang berbahagia , sebelum masuk kedalam acara inti,
Kita akan mengadakan beberapa permainan semua yang ada disini wajib ikut ya "
Semua hadirin bertepuk tangan,
Baiklah kita mulai saja, Didalam kotak ini sudah ada nama - nama seluruh peserta,
Kita akan mengajak dua orang berpasangan untuk maju kedepan.
Host mengambil nama pertama,.
kita buka ya.
"Yah pasangan pertama Dion dan mayang,.
Sema hadirin bertepuk tangan.
Selanjutnya pasangan kedua, siapa ya.
Musik sengaja dimatikan membuat suasana menjadi hening,
"Anastasya dan Aditya..
Semua hadirin pun bersorak sorai,
Tetapi tidak dengan Aditya dan Ana mereka sangat deg - deggan
Amanda dan Dimas pun ikut bertepuk tangan,
Arya yang berada disamping Amanda pun berucap,
"Kau tau , Aditya sangat tidak suka dengan dia.
Berbisik kepada Amanda.
Amanda yang mendengar kata - kata Arya pun semakin tenang.
" Baiklah kita sudah mempunyai dua pasangan dalam permainan ini,
Langsung saja kita mulai permainan pertama
yaitu mengucapkan kata apapun yang didapat dari kotak itu.
Kita mulai dari pasangan pertama mayang dan Dion,
Pasangan pertama pun mengambil kertas didalam kotak, lalu memberikan kepada host tersebut.
"Yups, kata pertama adalah, tentang kentut, baiklah kalian berdua harus mengungkapkan tentang kentut,
Semua hadirin tertawa mendengar kata itu.
Dion pun memulainya
"Mayang? benarkah , ini suara mu,
Suara kentutmu benar - benar indah sekali.
__ADS_1
gombal receh garing
huuuuuuuu
Mayang pun membalas
"Terimakasih karena kau telah menikmati indahnya suara kentutku.
Hadirin tertawa geli melihat permainan konyol tersebut.
Tibalah giliran Aditya dan Ana
mengambil isi didalam kotak tersebut,
Lalu menyerahkan kepada host acara.
"Yah apa ini yah , matikan musiknya,
okee yang kedua ini adalah tentang..
Cinta ?
Kalian berdua harus mengungkapkan perasaan kalian berdua tentang cinta.
Semua hadirin bertepuk sangat meriah
"*Ayoo lanjutkan.
"Aditya kamu pasti bisa*.
Teriak teman - teman mereka ,
Ana tampak begitu panik, lalu mengatakan
"Aku tidak bisa melanjutkan permainan ini
Aditya menarik tangan Ana,
"Kita harus melanjutkan permainan ini tunggu sebentar,
Lampu dimatikan, Hanya disinari kearah Aditya dan Anastasya saja,
Diiringi musik yang sangat selow.
Kenapa aku jadi deg - deggan begini.
Apa yang akan dikatakan Aditya,
ini benar - benar, permainan paling konyol yang pernah ada didunia ini.
Aditya mulai mendekatkan mulutnya ke microphone.
"Ana , aku benar - benar jatuh cinta padamu,
Aku tak ingin jauh - jauh darimu.
Apakah kau juga mencintaiku ?
Duarr... suasana menjadi tambah hening,
Apa lagi Ana ia lebih terkejut lagi saat Aditya mengatakan hal tersebut.
Tampak muka Aditya sangat serius
Arya yang melihat Aditya mengatakan itu
mulai mencurigai sesuatu, ia tak pernah melihat Aditya berbicara seserius itu,
Walaupun itu sebuah permainan tetapi Arya tau apa yang keluar dari mulut Aditya kali ini Adalah benar dari hatinya.
Karena soal cinta Aditya tak pernah
main - main, ditambah lagi
"Aku akan mencari taunya nanti !"
Ana masih berdiri dengan muka yang merah
dengan perasaan berdebar pun .
akhirnya menjawab pertanyaaan Aditya
"Iya.. aku juga mencintaimu
Lampu dihidupkan, semua hadirin bertepuk tangan meriah
Amanda langsung menghampiri Aditya dan Ana, lalu memegang tangan Aditya.
"Untung saja ini cuma permainan, jika ini benar aku bisa sangat cemburu sekali,
Ucap Amanda sambil melihat kearah Ana dan Aditya.
Amanda pun tersenyum , tetapi tidak dengan Aditya dan Ana
Mereka saling tertunduk dengan wajah yang sudah memerah.
__ADS_1