
Wajah mami Siska tampak salah tingkah begitu juga pak kumis , untuk pertama kalinya mereka tau bahwa nama pak kumis adalah wijaya
" Apa kabar , mami Siska menjulurkan tangannya
" Kau tak berubah masih sama seperti dulu ucap pak kumis
" Bagaimana kabarmu
Belum sempat menjawab pak kumis langsung pergi meninggalkan mami Siska
" Ini kunci mobilmu , aku harus segera membersihkan bagian kantin yang kotor
Siska paham ia menangkap ada sesuatu yang berbeda dari tatapan maminya itu
" Mami pulang dulu ya , mami akan sering mampir kesini
" Dagh mami
Siska melambaikan tangannya
Seperti biasa Amanda dan Marisa sudah siap dengan segala rencana barunya , kali ini ia memegang sebuah benda dan langsung menuju tempat dimana Ana dan teman - temannya berkumpul
Amanda dengan sengaja menjatuhkan cicak mati di kursi milik Ana , Ana langsung berdiri tegak dengan sigap Marisa mengoles sesuatu di kursi Ana
" Aaaaaaaaa apa itu !!
Ana berteriak karena kaget ada cicak di bahunya
Ana berdiri langsung kesamping Siska
" Eits sorry... ucap Marisa lalu mengambil kembali cicak tersebut
" Silahkan duduk , aku tidak sengaja menjatuhkan cicak cantik ini
Marisa dan Amanda lalu pindah tempat duduk kesebelah
Ana masih berdiri dan melihat kearah kursinya
Siska juga takut dengan cicak makanya ia hanya terdiam saja mematung
" Ayo kau duduk kembali , lihat sudah tidak ada apa - apa disana
" Aku sudah tak sabar ingin melihat ia tak bisa beranjak dari kursi tersebut
" Kau dapatkan itu dimana ?
" Tenang saja aku sudah membeli lem kayu terbaik dari toko material bangunan
" Ahahaha kerja bagus , kau memang luar biasa Amanda
Arya tampak berlari dari kejauhan
" Ana... Ana...
" Arya , ucap Siska senang
tetapi seketika ia langsung berpura - pura tidak begitu peduli , ia kasihan dengan Arya jika sampai Dimas melihatnya lagi itu akan menambah masalah baru lagi buat Arya
ditambah lagi kondisi Arya yang sudah tak punya apa - apa lagi
" Kenapa kau berlari - lari
Belum sempat Arya berbicara Ana sudah memaksakan Arya untuk duduk dikursinya , lalu Ana berpindah kekursi milik Rima , Arya sekarang tepat berada di sebelah Siska
" Ada apa kau berlari - lari kemari
Arya terdiam tidak mungkin ia memberi tau jika ia lah yang membelikan Amanda lem kayu tersebut , karena Amanda merasa jika Arya adalah kaki tangannya yang akan membantunya untuk memisahkan Ana dan Aditya
" Sial apa yang dilakukan Arya di tempat itu
__ADS_1
lihatlah dia sedang duduk di kursi yang aku olesi lem itu
" Bagaimana ini Marisa , lem kayu itu tidak bisa di lepas dengan mudah apa lagi jika sudah melekat
" Ayo kita pergi saja dari sini
" Apa kau tidak mau melihat Arya
" Sudah biarkan saja , nanti biar aku transfer saja bonus untuknya mengobati bokongnya itu
" Kau yakin akan baik - baik saja
"Ayo cepat kita pergi
Amanda dan Marisa buru - buru pergi dari kantin karena takut jika Arya melihat mereka salah sasaran
Beberapa orang bodyguard datang membawa makanan yang dipesan mereka bertiga
" Akhirnya datang juga
Rima pun datang dengan membawa tiga buah minuman
" Kak Arya kau mau makan juga
Siska menawarkan makanan kepada Arya
" Tidak usah aku bisa memesannya sendiri
dengan tegas dan membuang wajahnya
Arya mencoba berdiri tetapi
Kenapa ini , kenapa aku tidak bisa berdiri sama sekali ,
Atau jangan - jangan
Arya menoleh kearah Amanda dan Marisa
bagaimana ini aku tak mungkin bisa memaksakan untuk berdiri , kalau tidak kulit dan bokongku bisa terkelupas , tolong aku Aditya
Ana , Rima dan Siska sibuk melahap makanan dan minuman di depan Arya , dengan mulut di penuhi makanan Siska dan Rima kembali menawarkan makanan
" Apa kau tidak lapar kak ?
Arya berusaha sok cool padahal cacing di perutnya sudah berdemo ingin makan , ditambah lagi air liur nya sudah berapa kali meluncur kedalam kerongkongan karena di telan berkali - kali
" Tidak terimakasih
Arya masih duduk di tempat itu , dengan keringat yang sudah mulai bercucuran , kakinya terasa kaku ponsel di kantung celananya berdering ia tahu pasti itu telpon dari Aditya yang ingin tau bagaimana kabar Ana
Plakk
Ponsel Arya jatuh kelantai
Bagaimana cara aku mengambilnya sementara bokongku sudah menempel dan menyatu di kursi ini seperti cintaku yang sudah terpaut erat di hatimu Siska
Aduh Arya , ini bukan saat yang tepat untuk mengeluarkan jurus rayuanmu itu pikirkan nasib bokongmu itu
" Kak Arya ponselnya jatuh
Ucap Rima
"Iya aku tau , ehemm
Pengawal cepat kau ambil ponsel ku itu
Arya masih duduk dengan tegapnya sesekali ia memandang jam tangan miliknya
" Ayuk kita masuk kekelas , bentar lagi jam kedua
__ADS_1
Ana berdiri diikuti oleh Rima , tidak dengan Siska ia masih tetap memandang Arya yang sama sekali tak menoleh kearahnya , dengan memangku wajahnya dengan kedua tangannya
Apa yang sedang ia lakukan dengan menatap wajahku seperti itu Siska , hentikanlah kau lihat Ana dan Rima sudah pergi kekelas
" Dimana Siska ,
Ana melihat Siska tak mengikuti mereka
Ana menoleh kebelakang melihat Siska masih duduk memandang Arya
" Ah apa yang sedang dia lakukan disana
" Siska !
Siska !
Siska terkejut karena ia hanya tinggal berdua dengan Arya di meja itu , buru - buru ia melihat kekiri dan kekanan , ia takut jika Dimas tiba - tiba muncul dan akan menghajar Arya lagi
Siska langsung berlari mengejar Ana dan Rima yang sudah duluan berada di depan
"Kau sedang memandang Arya ya,
Ana menggoda Siska
"Tidak ada , ayo kita kekelas
Sekitar dua jam berlalu jam pelajaran pun berakhir , di luar hari sudah mulai gelap tak lama hujan turun deras
Ponsel Ana berdering
" Iya suamikuh
" Kau baik - baik saja sayang
Suara Aditya tampak sangat khawatir
" Tentu saja
" Apa tadi ada Arya bersamamu
" Iya ada , kenapa sih
" Kemana dia dari tadi aku hubungi ponselnya tidak aktif
Ana berpikir apa dia masih di kantin
"Baiklah aku akan melihatnya apa dia masih ada di kantin
"Baiklah yang penting kau baik - baik saja
Ana merasa heran tapi ya sudahlah ia mau tidak mau suka atau tidak Aditya sekarang selalu mencemaskan keadaannya
" Ana kau mau kemana?
Siska dan Rima menghampiri
" Mau kekantin melihat Arya , tadi Aditya menelpon ponselnya tidak aktif
" Aku ikut , ucap Siska
Mereka bertiga berjalan kekantin suara petir terdengar menggelegar
" Ngeri sekali suaranya , ucap Rima
Sesampai di kantin mereka terkejut melihat Arya sedang duduk berada ditengah hujan
Siska yang terlihat begitu sangat panik
" Kak Arya ,
__ADS_1
" Apa yang sedang ia lakukan di tengah hujan begitu
Siska mondar - mandi mencari payung