
Amanda sudah siap dengan mobil jeep yang sudah ia sewa Marisa yang duduk disampingnya terlihat cemas , cuaca sangat terik pagi itu mereka berdua sengaja menunggu Siska keluar dari dalam rumahnya
" Kau yakin
Wajah Marisa sudah tegang karena ketakutan yang amat dalam " Bagaimana ia akan keluar
Amanda mengeluarkan ponsel dari tasnya , lalu menyuruh Marisa mengetik tulisannya
" Kau ketik
" Aku ?
Tangan Marisa bergetar saat mengetik tulisan yang di ucapkan oleh Amanda , mobil jeep ini tampak sangat kotor , mungkin Amanda sengaja menyewanya untuk sekedar bisa mencelakai Siska
....
Titt..
tit..
"Siapa sih hari minggu begini ngirim pesan
Siska meraba - raba ponselnya yang terletak di atas kepalanya
" Nomor baru siapa ini
"Siska aku diluar cepatlah kau jemput aku di depan rumahmu aku menunggumu di samping pohon besar , nggak usah bawa mobil jalan kaki aja " Ana"
jangan telpon ini nomor baru ku
cepat ya ini penting "
Siska langsung panik dan cepat - cepat mencuci mukanya lalu keluar kamar
" Siska , mau kemana
Mami sudah berdiri dengan Dimas heran melihat Siska yang tergesa - gesa ingin pergi
" Aku ada urusan sebentar mi ,
" Maksudmu ,
" Siska mau pergi kedepan sendirian nggak bawa mobil
Dimas menangkap sesuatu yang mencurigakan
" Kau ingin bertemu dengan siapa
Siska berlari keluar pagar
" Sebentar saja mi
....
Amanda dan Marisa yang menunggu di mobil sudah siap merencanakan rencana mereka berdua , kaki Amanda sudah siap memijak pedal gas
" Amanda itu
Marisa menepuk pundak Amanda , tampak Siska berlari keluar sambil menuju pohon besar yang berada di pinggir jalan
Bibir Marisa gemetaran tangannya sudah sangat dingin ia tak mungkin mundur karena Marisa sangat takut padanya tangan dan kakinya berubah menjadi kaku seketika Amanda mulai melajukan mobilnya
"Biar Arjuna aja mi , yang susul Siska
Arjuna memakai baju kemeja yang dibelikan Siska di mall kemarin , kemeja hitam membuat kulitnya yang putih terlihat begitu jelas
" Kacamatamu nggak di pakai nak ,
"Nggak mi, kan nggak kuliah hari ini
Arjuna berjalan menyusul Siska , Dari kejauhan mobil jeep melaju sangat kencang
__ADS_1
Siska yang asik menoleh kekiri dan kekanan untuk mencari Ana tak melihat jika ada sebuah mobil yang melaju sangat kencang
" ****** kau Siska !
Marisa menutup matanya , karena tak sanggup melihat apa yang akan terjadi
Brakkk....
Arjuna menarik Siska yang hampir tertabrak
Arjuna tergeletak di samping Siska
" Arjunaaaaaaaaaa
Siska begitu panik melihat Arjuna yang tergeletak lalu melihat mobil jeep yang sudah melaju dengan kencang
Dimas dan maminya langsung keluar dan langsung menelpon ambulance untunglah ada rumah sakit terdekat rumh sakit yang sama Arya di rawat
"Dok tolong selamatkan dia
Arjuna tak bergerak sama sekali
Siska duduk termenung membayangkan jika Arjuna tak datang tepat waktu maka ialah yang akan mati mobil itu memang sengaja mengincarnya
Siska masih tertunduk lemas membayangkan yang terjadi , tampak maminya menangis tersedu - sedu
"Maaf pak ,bu semua ruangan penuh tapi ada satu ruangan yang bisa untuk berdua bagaimana?
" Lakukanlah yang terbaik , ucap mami Siska
" Mami tenang ya , Dimas sudah menghubungi orang tua Arjuna
Maminya masih menangis tersedu - sedu , Sedangkan Siska hanya terdiam seribu bahasa tak tau harus berkata apa - apa
"Ibu tenang saja tidak terjadi luka dalam atau pun pendarahan otak hanya saja ada cidera sedikit di tangan dan kaki , mungkin karena ia menahan kepalanya agar tidak terbentur dengan aspal sebentar lagi dia akan sadar
"Mi , Siska mau kekantin mau cari minum dulu
Sesampai di kantin ia melihat jam tangannya menunjukkan pukul 09 : 00 Wib
ia menghela nafas panjang tak menyangka Arjuna akan melakukan itu padanya padahal ia sudah bersikap buruk pada Arjuna
" Ya tuhan dia mengorbankan dirinya untukku
Siska menghabiskan dua botol air mineral yang besar ia tak menyadarinya
" Mbak air mineralnya satu botol lagi
Pelayan di kantin tersebut terkejut saat melihat Siska memesan lagi
" Mbak yakin mau pesan lagi
Sambil menunjuk dua botol air mineral yang sudah habis di minumnya
" Astaga , aku sudah menghabiskan air sebanyak ini , sudah seperti sapi glonggongan saja aku
Kring..
Kring..
" Nomor baru lagi ?
Siske mengangkat telponnya
" Siska ini aku Ana , save nomor baru aku yah
Siska terkejut
" Bukannya tadi pagi kamu sms aku ya
" Sms apaan ngawur , makanya cuci muka jangan tidur muli wooy
__ADS_1
Jantung Siska berdegup sangat kuat
Ada seseorang yang tidak menyukai
siapa yang berani melakukan ini padaku
aku akan mencari tau nya
" Apa aku harus bercerita dengan mami dan kak Dimas , ini sudah menyangkut masalah nyawa , bagaimana jika tadi Arjuna tidak datang tepat waktu
" Siskaaa ... halo?
Siska mematikan ponselnya
" Ah dimatikan , dasar pemalas aku yakin ia lanjut tidur lagi
Siska berpikir keras ,jika ia bercerita dengan mami dan Dimas maka ia pasti akan di kekang tak boleh kemana - mana, ia akan bernasib sama seperti Ana dan Siska tentu saja tidak bisa
Aku harus menceritakan ini pada Ana
Dimas datang kekantin
" Kamu lama amat di kantin
" Aku haus kak
" Ayo kita menjenguk Arjuna ia sudah pindah keruangan
Siska berdiri dan menyusul maminya , Dimas melirik tiga buah botol air mineral berukuran besar di tempat duduk Siska
Seorang perawat menunjukkan ruangan Arjuna , nampak maminya baru keluar ruangan
" Bagaimana keadaan Arjuna mi,
" Kau tunggulah di dalam , mami mau pulang orang tua Arjuna tak bisa kemari ia mempercayakan semuanya pada kita
Siska terheran - heran orang tua macam apa yang tak kaget mendengar kabar anaknya sedang sekarat tak datang , tetapi Siska sengaja tak bertanya pada maminya karena wajah maminya tampak sangat pucat karena panik
" Mami pulanglah , biar Siska di sini menemani Arjuna
Suster yang berjaga berpesan jangan mengeluarkan suara yang akan menganggu kenyamanan pasien karena pasien yang berada disamping Arjuna sedang dirawat juga
Siska membuka pintu kamar tampak layar tertutup pasien nomor satu
Siska langsung menuju layar kedua tampak Arjuna masih terbaring lemah tak sadarkan diri
Siska duduk disamping Arjuna bersebelahan dengan layar pasien satu , ya karena rumah sakit ini penuh termasuk ruangan vvip hanya ada ruangan ini yang kosong dari pada nyawa Arjuna tak bisa tertolong apa boleh buat mami Siska mengiyakan kamar ini
Suara pintu kamar terdengar terbuka kembali
seseorang masuk kedalam bilik layar pasien disebelahnya , terdengar suara layar terbuka
" Pak aku membawa ini untukmu
" Taruh saja di sana
" Boleh aku melihat lukamu
Siska yang iseng meletakkan telinganya di layar tersebut penasaran ingin tau obrolan mereka
"Jangan sakit sekali
" Suaranya seperti tidak asing
" Pelan - pelan saja aku bukanya aku ingin melihatnya sedikit saja
" Baiklah hanya sedikit saja , dia masih belum keras kau jangan memegangnya
Siska semakin penasaran dengan apa yang sedang mereka lakukan
" Apa yang sedang mereka lakukan di rumah sakit ini, dasar tidak bermoral
__ADS_1