
Prakkk dahan kayu retak dan jatuh kebawah
Hahahahah
Lalu Siska menangis
" Hidupku tidak ada harapan bergelimang harta iya , tapi keluarga ku harus bercerai tidak ada istimewanya hidupku ini ,
Krakk.. dahan kayu jatuh kebawah
" Siskaa lihat dahan kayu didekatmu patah
Ana menangis tersedu - sedu
Setetes darah mengenai wajah Ana , lalu Ana memegangnya
" Darah ?
Aditya apa kau baik - baik saja diatas sana
Suara Ana tampak sangat cemas.
" Tenanglah Ana aku baik - baik saja ,
Arya yang berada tersangkut dipohon sebelahnya tampak tertawa
" Ini gilaaaaa , tuhan sedang menguji kita karena mencoba - coba mempermainkan takdir
Ana terdiam lalu berbicara dengan pelan
" Ada seorang gadis yang terlahir dari keluarga miskin separuh hidupnya hanya dihabiskan dengan belajar dan belajar saja , ia pernah berjualan keliling membantu ibunya ayahnya hanya buruh swasta sedangkan ibunya hanya tukang jahit
Dia sangar cerdas , ia memliki sebuah diary lalu menulis setiap impiannya di buku itu hingga suatu hari semua impian yang ia tulis harus ia hapus dengan terpaksa
ia harus membayarnya dengan menikahi seorang lelaki yang sama sekali tak ia kenal ternyata yang menjadi suaminya itu adalah lelaki yang terkenal angkuh dan sombong dikampusnya
ia sangat tak terima dengan takdirnya
terlebih saat ia tau lelaki itu tak mencintainya.
Tetapi tuhan berkata lain , saat benci itu berubah menjadi cinta ia tak bisa berbuat
apa - apa , saat getaran itu semakin kuat ia hanya bisa pasrah mencintai dalam diam
ia tak pernah berharap banyak tentang hidupnya , ia hanya ingin hidupnya bisa membahagiakan kedua orang tuanya
ia hanya gadis miskin yang tak punya taring untuk memilih takdir,
Ana menangis dengan tersedu - sedu
Hingga suatu hari lelaki yang ia cintai itu berhasil merebut kesuciannya , aku tau itu haknya , tetapi ia tak pernah mencintaiku aku selalu menunggu kapan saatnya ia mengutarakan rasa cintanya padaku ,
Benar , ia memang selalu menunjukkan sikap peduli padaku . tapi aku ingin mendengar langsung dari mulutnya bahwa dia mencintaiku , dirahim ini ada makhluk kecil yang sedang tumbuh dan berkembang aku melihat perubahan besar pada dirinya ntah karena anak ini , atau karena ia memang mulai membuka hatinya untukku
Aku tau kita hanya akan menunggu waktu untuk jatuh kebawah , karena maut , rezeki dan jodoh sudah di tulis sebelum kita lahir didunia ini ,
Aku tak tau jika hidup gadis miskin itu akan tragis seperti ini ,..
Tetesan darah dari atas pohon semakib menetes kewajah Ana
__ADS_1
ia terlihat mulai panik ,
" Aditya ? kau kenpa , cepat beritahu aku apa kau baik - baik saja diatas sana
Krakkkk...
Ranting pohon Arya patah dan ia terjatuh kebawah
" Aryaaaaaaaaaaa !!! Ucap Siska berteriak
Ana menangis tersedu - sedu dengan Siska yang masih tertawa sekuat - kuatnya sambil meneteskan air mata ,
Tampak burung elang bergerombolan lewat dari atas , mengelilingi mereka pertanda ada mayat dibawah sana
Arya sengaja membentangkan tangannya pada saat cabang pohon tempat ia tersangkut itu terjatuh Arya tampak.sudah sangat siap dengan memejamkan mata ia berteriak
" Siskaaa aku mencintaimu , aku akan menunggumu dikehidupan selanjutnya
Sayup - sayup suara Arya hilang dan tak terdengar lagi ,
Suara auman binatang buas terdengar sangat jelas dari bawah pohon tinggi itu , apa mungkin mayat - mayat yang bergelimpangan dibawah menjadi santapan binatang buas ditempat ini,
" Sudah ini giliran ku , ucap Siska
Ana berteriak sekencang - kencangnya
" Tuhannnn.... tolonglah kami disini
hiks hiks hikss
Aku tak pernah meminta apapun padamu selama ini , tetapi kenapa kau harus memberikan ujian seberat ini kali ini aku hanya ingin mencoba hidup bahagia sekali ini saja
" Kau sudah gila Siska
" Kau lihat itu Aditya kepalanya penuh darah
Ana memutar kepalanya keatas tetapi tetap saja ia tak bisa melihat keadaan Aditya dengan jelas hanya kaki Aditya yang terjuntai saja yang bisa ia lihat dengan jelas
Angin bertiup sangat kencang membuat pohon tersebut bergoyang sangat kuat di hantam angin itu
" Ini seperti angin topan saja ucap Siska
Ia melebarkan tangannya dan melepaskan pegangannya pada pohon tersebut
Ana melihat Siska dengan sangat panik
" Siskaa apa yang sedang kau lakukan itu bisa membahayakan nyawamu cepat berpegangan kembali
" Hahahahhhaha
kita semua sedang menunggu giliran Ana apa lagi yang bisa aku lakukan selain menikmati detik - detik hidup ini
Seekor ular merayap mendekati Ana
" Ularrr...
Ana menangis , ular tersebut menegakkan kepalanya tepat didepan wajahnya
Ana terlihat terdiam dan pasrah
__ADS_1
ia sangat takut
Ya tuhan mungkin ini saatnya telah tiba aku ikhlas
Plakkk ular itu terjatuh kebawah
"Aditya ...
Aditya menendangnya dengan kakinya yang terlihat gontay tersebut , sekarang posisi Aditya sudah berada di dahan pohon yang agak keujung dan tentu saja akan membuat dahan itu lebih cepat rapuh
Tampak wajah Aditya berlumuran darah selalu mengucur tak henti
" Aku akan selalu melindungi kau dan anakku Ana , hingga nyawaku tak adala lagi disini
tenanglah kau akan baik - baik saja percayalah tim penyelamat sedang menuju kemari untuk mencari kita ,kau lihat ponsel dikantong mu itu , ya aku sudah menaruh pelacak disana
kau akan tertidur dikasur empuk milik kita tenang saja
Ana menangis kembali disaat seperti ini Aditya masih saja meyakinkan dirinya
" Aditya apa kau mau bernyanyi , lihatlah sepertinya dahan pohon kita akan segera patah
Angin masih bertiup sangat kencang hingga membuat tubuh mereka bergoyang
Ana tak sanggup melihat Aditya yang masih berlumuran darah didepan matanya
" Tuhannn.. kenapa aku harus mengalami ini semua , setelah kau beri aku bahagia maka kau buat aku harus melihat kejadian ini didepan mataku
" Ana apa yang sedang kau bicarakan tenang lah dinda , kanda akan selalu menjagamu
stttttt ...
Tampak Aditya meletakka telunjuknya di bibir
" Kau tak boleh mencaci tuhan , ia sudah memberikan kita banyak kebahagiaan ia sudah memberikan kita nikmat yang banyak sampai hari ini coba kau lihat langit diatas begitu cerah bukan ?
" Drama kalian sungguh manis , sebentar lagi kita akan bertemu tuhan siapa yang lebih dulu sampai akan mengeluarkan unek - uneknya
Krakkk.....
" Ana aku duluann , Siska melambaikan tangannya saat ia terjatuh kebawah
Aku sangat beruntung mempunyai sahabat sebaik dirimu , aku sangat menyayangimu kau adalah saudara perempuan bagiku percayalah kita akan tetap menjadi saudara sampai kapanpun
Tak terdengar lagi suara Siska , kembali terdengar lolongan anjing dibawah menyambut tubuh Siska
Ana mengantukkan kepalanya ,
" Ana hentikan , Aditya mengarahkan tangannya kearah Ana yang sedang menangis itu
sayang lihat aku , kau ingat aku berjanji tak akan membuatmu menangis lagi
Ana melihat kearah Aditya dengan rasa iba
" Kau selalu begitu pada saat seperti ini saja kau masih mencoba ingin melindungiku , kau lihat dirimu itu Aditya kau sudah berada di ujung kematianmu
Dengan Air mata yang mengalir dera dipipinya
Aditya berbicara
__ADS_1