Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 82


__ADS_3

"Bapak harus mengikuti prosedur rumah sakit kita , mohon kerjasamanya pak agar luka bapak tidak terasa sakit lagi


Suster yang tersebut memarahi Arya


Silahkan sus, lakukanlah tugas kalian


Aditya kau lagi bahagia kan


Setelah itu suster tersebut menyuntikan sesuatu ketubuh Arya


" Butuh berapa lama Sus agar ia kembali bisa berjalan normal


" Kami usahakan besok ia sudah bisa berjalan normal pak, kami sudah menyuntikkan obat bius padanya


Tampak Arya langsung tertidur dengan lelap


"Itu lebih baik kawan ,


Aditya tersenyum


........


Wajah Siska pagi itu sangat tidak bersahabat apa lagi ada pria aneh yang mulai saat ini akan selalu bersamanya kekampus


" Siska jangan lupa nanti Arjuna nya di ajak keliling jakarta ya,


Siska tak melawan sedikitpun hanya saja rasanya ia ingin menabrakkan mobilnya kearah Arjuna


" Siska aku dudu di mana ya ,


Mendengar suaranya saja membuat aku ingin memasukkan tangan kemulutnya dan mengaduk - ngaduk kerongkongannya.


" Di atas mobil juga boleh


Lelaki itu tampak manggut - manggut saja


Siska masih memanas mobil , ia sengaja hari ini memakai mobil rubicon milik Dimas , ya karena ada 5 jenis mobil di garasi rumah Ana siapapun di rumah bebas memakainya


Tak lama ia melihat Arjuna sudah tak ada berdiri di samping mobilnya


Ana menoleh kekiri dan kekanan tetapi juga tidak ada


" Kemana dia , ah bodo amat biarin lah paling nanti kak Dimas atau mami yang mengantarnya


Siska langsung melajukan mobilnya


di jalan raya Siska tak menyadari semua mata tertuju pada mobilnya ia tak tau jika Arjuna naik keatas mobilnya ia sedang melambai - lambaikan tangannya dari atas kap mobil miliknya kesemua orang yang melihatnya ibarat seorang raja yang sedang menyapa rakyatnya


Bahkam seorang polisi lalu lintas menggeleng - gelengkan kepala melihat kelakuannya


" Ah polisi itu mencoba menggodaku


ya .. ya.. aku tau aku memang menarik


Siska sudah merasa percaya diri sekali ia berkali - kali melihat wajahnya di kaca


" Masih juga dia melihatku sambil tersenyum , baiklah pak polisi aku akan membuka kaca mobilku lebar - lebar


Dengan tingkat kepercayaan diri hampir 100 persen Siska kembali melajukan mobil miliknya


Akhirnya tibalah ia di kampus , seperti biasa ia memarkirkan mobilnya tepat di samping mobil milik Ana


Siska membuka pintu mobilnya


" Aku mau turun bantuin ,

__ADS_1


Siska terheran - heran ada suara tapi tak ada wujud ia mencari sumber suara berkeliling , suaranya seperti aksen jawa yang sangat kental


" Aku di atas


Siska terkejut melihat Arjuna duduk di atas kap mobilnya


" Heii apa yang sedang kau lakukan di atas mobilku , cepat turun


" Tadi kan kamu yang menyuruhku duduk disini


Dengan logat jawa yang sangat kental dan suara yang sangat lambat


" Sialan ternyata dari tadi semua orang memandangku karena dia duduk diatas mobilku , ya ampun mami dia ini norak sekali


Dari kejauhan beberapa mahasiswa melihat sambil tersenyum geli dengan santainya Arjuna melambaikan tangannya kepada semua orang yang melihat ke arahnya


Siska terkejut lalu menepuk wajahnya


" Ya ampun jangan - jangan sepanjang jalan tadi dia..


aku sudah tak sabar ingin menendang dia dari atas mobilku


Cepat turun !!!


Arjuna langsung buru - buru melompat dari atas mobil ,ia lebih tinggi dari Siska sebenarnya ia nggak jelek - jelek amat lah ya ,


Cuma gaya kampungannya membuat ia menjadi agak sedikit norak


Dari kejauhan beberapa mahasiwa berlari dengan wajah ketakutan Rima melihat Siska dan langsung menghampiri


" Ayo cepatan


Rima tak menyadari ada sosok lelaki di samping Siska


Rima menarik tangan Siska


Mereka sampai di depan toilet semua mahasiswa berkumpul di depan toilet dengan memegang ponsel masing - masing di tangannya


"Ini kenapa sih Rim


"Di dalam toilet yang rusak dari tadi terdengar suara perempuan menangis dan berteriak


bahkan salah seorang senior dari jurusan hukum sempat pingsan


Astaga aku lupa , Marisa masih terkunci di toilet ternyata dia semalaman berada di sana


Wajah Siska berubah menjadi kaku , ia agak sedikit cemas bagaimana jika Marisa tak bernafas lagi , bisa - bisa ia akan masuk penjara


Dari kejauhan pak Kumis dan beberapa dosen datang mereka sudah bersiap dengan alat untuk pendobrak toilet yang terkunci itu


" Dari dalam sana pak , suaranya makin lirih saja


Ucap salah seorang mahasiswa lainnya


Siska yang sudah tau itu Marisa mengikuti pak kumis dan beberapa dosen lainnya ,ia penasaran dengan keadaan Marisa


" Siska kau mau kemana


" Kau tunggu saja di sini aku akan melihatnya


Ana sengaja berada di dalam kelas karena para bodyguard tak mengizinkan ia keluar karena takut terjadi apa - apa dengan kehamilannya


" Toooolonggg


" Toolonggg

__ADS_1


Suara dari dalam toilet terdengar sangat lirih dan pelan


Membuat beberapa dosen dan pak kumis sendiripun mundur karena ketakutan


Syukurlah dia masih bersuara , berarti aku aman


" Cepat buka pintunya


" Baik pak


Pak kumis berdoa sebelum menerjang pintu toilet tersebut


Brakk


Brakk


Pintu terbuka tampak Marisa sudah terduduk lemas tak berdaya di dalam toilet


" Marisa ? apa yang sedang kau lakukan di dalam


Tentu saja semua orang kenal dengan Marisa yah selain cantik semua orang akan lebih di kenal dengan kekayaan atau pun kecerdasannya


" Aduh nanti dulu kalian bertanya , cepat bawa dia keluar


Siska tersenyum puas meski sebenarnya ia tak bermaksud mengerjai sampai semalaman dia benar - benar lupa jika mengunci Marisa kemarin


" Lagian kenapa dia tak menelpon minta tolong sama siapa gitu


Siska bergerutu kecil


" Apa yang kau katakan tadi Siska


" Oh tidak ada , ayo kita kekelas tidak terlalu penting untuk melihatnya


Siska menarik Rima dia melupakan jika Arjuna tak berada bersamanya itu lah kebiasaan yang selalu tak bisa di handle Siska ia sangat pelupa


Rima dan Siska masuk keruangan mata Ana tertuju pada penampilan Rima yang berbeda


" Wah.. wah.. ada yang sungguh berbeda hari ini


Ana tersenyum bahagia melihat penampilan Rima dengan rambut panjang lurus dan pakaian yang pas di badan dengan celana jeans hitam ketat


" Aduh kau ini Ana jangan membuatku menjadi malu


Rima menutup wajahnya dengan kedua tangannya


" Bagaimana bagus kan


Siska melipat kedua tangannya di dada dengan bangga


" Di luar tadi kenapa rame - rame katanya ada suara tangisan ya , di toilet


" Kamu nggak mau lihat apa


" Lihat tu


Menunjuk pengawalan ketat yang di lakukab beberapa bodyguard


" Itu Marisa


Ana langsung melihat kearah Siska yang dengan cepat pura - pura membuang muka


Ana tau siapa Siska ia sudah berteman sangat lama dengan teman baiknya itu jadi dia tau apa saja yang bisa ia lakukan


" Siska

__ADS_1


Ana menatap Siska yang sedang berdiri tampak jelas Siska sedang berusaha menghindari pertanyaan darinya


__ADS_2