
Tak berapa lama Dimas pun keluar dari toilet ia langsung menuju mobil mencari Aditya
"Kemana Aditya, apa dia sudah masuk kedalam " Dimas mencar Aditya
Tak lama mobil Siska dan Arjuna pun sampai
Dimas yang hendak melangkah masuk sehabis memarkirkan mobil terjut
"Nah kalian baru datang "
" Iya, cepat panggil suster bawa Ana masuk kedalam "
Dimas masuk dan melaporkan pada Suster jaga yang tinggal sendirian di ruangan itu
" Sus, tolong cepat bawa pasiennya ada di dalam mobil "
" Pasien yang mana Mas, pasien tadi sudah di bawa keruangan "
Dimas terkejut tak kepalang " Pasien nya baru datang, pasien yang mana yang anda maksud, perempuan hamil yang sedang mengalami pendarahan itu pasiennya suster "
Suster tersebut tampak bingung " Terus tadi yang di dalam mobil dengan muka pucat dan badan dingin itu siapa Mas"
__ADS_1
" Astaga, dia itu sehat walafiat hanya panik saja karena melihat darah yang keluar dari perut istrinya, sekarang dia dimana "
Beberapa orang Suster tampak kembali dari mengantar pasien
" Ayo cepat kita tolong pasien ibu hamil yang baru datang "Mereka mengambil tempat tidur dorong tersebut
Dimas kembali berteriak " Terus dimana kalian bawa lelaki yang di dalam mobil tadi "
" Diruangan anggrek Mas nomor 4 "
Dimas bergegas mencari ruangan tersebut ia tak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Aditya sampai di suntik, apa lagi Aditya sangat takut dengan jarum sama seperti Arya tak butuh waktu lama untuk Dimas mencari ruangan Aditya,
Berlari mempercepat langkah kakinya, lalu membuka pintu terlihat mata Aditya terbelalak besar sekali " Dimas tolong aku "
Dokter yang juga sepupu Aditya tampak sudah siap menyuntikkan suntikan yang berisi obat penenang tersebut
" Dok tolong hentikan " Dimas datang di waktu yang tepat saat dokter hendak mendaratkan suntikan tangan Dimas menghadang, lalu jarum tersebut menancap di lengan Dimas tak butuh waktu lama Dimas jatuh tersungkur lalu mulai mengoceh " Dok kau salah sasaran kami berdua tidak sedang sakit, kami baik -baik saja "
Terdiam dan langsung tertidur, Aditya yang melihat Dimas sudah tak sadarkan diri langsung melompat kebawah
" Sepupu, tolong jangan kau suntik aku lagi. aku ini baik -baik saja sepupu, aku hanya panik saja karena Ana mengeluarkan darah dari perutnya "
__ADS_1
Aditya berusaha menjelaskan pada sepupunya
" Kau tau kan aku phobia dengan darah, ah kau ini "
" Sudah jangan banyak bicara sekarang Ana di mana, ini bahaya bisa mengancam keselamatan nyawanya "
Sepupu Aditya langsung berlari kembali keruangan igd
Aditya juga ikut berlari lalu teringat Dimas yang terbaring di lantai " Aduh aku melupakan Dimas "
Kembali kedalam dan mengangkat Dimas keatas tempat tidur " Thankyou kawan, kau datang tepat waktu sekarang istirahatlah, Aku nanti akan kembali menjengukmu "
Aditya segera berlari menuju tempat dimana Ana sudah terbaring dengan oksigen di hidungnya
"Ana, sayang, kau tak apa -apa, apa kau kesakitan "
Ana menggangguk pelan, mungkin karena darah yang keluar sudah terlalu banyak, pakaian Ana pun sudah di ganti,
" Bagaimana sepupu apa yang harus di lakukan sekarang , istri dan anakku akan baik-baik saja kan Sepupu "
Dokter tersebut tak memperdulika Aditya ia terlihat begitu sibuk mengurus Ana
__ADS_1