Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 205


__ADS_3

Jika kita berbicara cinta maka tidak akan ada habisnya sebuah perasaan suci yang bersemayam di dalam seonggok daging setiap insan yang di sebut hati apakah ia memiliki salah?


Cinta tak pernah salah yang salah hanya jika ia salah tempat melabuhkan perasaannya kemana ia akan bermuara


Aditya mencintai Ana dengan sangat tulus bagaimana tidak, seorang lelaki angkuh awalnya, menjelma sebagai lelaki pelindung untuk Ana air mata bergelinangan di pipinya, jatuh dan tumpah tak beraturan saat melihat istri tercinta sedang bertarung nyawa, segala upaya ia lakukan melangitkan doa dan berharap tuhan mengabulkan


" Sayang jangan pernah tidur selama ini lagi "


Tangis haru kembali menyelimuti rungan sebelum keluar ruangan Ana di minta untuk tidak terlalu banyak bicara ia harus mengontrol emosinya dan menjaga kondisi tubuhnya agar cepat pulih kembali


Suster mengetuk pintu " Permisi, kami mau mengantarkan putra anda "


Wajah Ana langsung berbinar -binar bahagia


ia tak tau jika sekarang telah resmi menjadi seorang ibu, di luar dugaan Ana malah berteriak histeris


" Anakkkuu.............. " Membuat bulu kuduk Aditya yang tadinya rebahan sekarang malah berdiri


" Sayang kau kenapa "


" Kau menduduki tanganku Dit, lihat ini "


Menunjuk tangannya yang terjepit di sela -sela tempat tidur, buru -buru Aditya berdiri


" Maaf sayang, maafkan aku "


Oeeee eakkk... eakkk oaaa.... eaakkk aooooo hek... hikk... hikk..


Ana dan Aditya menjadi panik saat mendengar suara bayinya menangis, diluar ternyata seluruh keluarganya sudah tak sabar ingin masuk, mentang -mentang ini rumah sakit milik mereka, hmm keluarg kaya itupun langsung masuk saja tanpa memperdulikan peringatan dari dokter tadi untuk tidak menganggu Ana dulu


" Sayang mana cucu Mama "

__ADS_1


Mama nya langsung mendekati anak Ana dan Aditya


" Ana ingin menggendongnya Ma, tolong bawa kesini "


Mama Aditya langsung terdiam, ia tak bisa menjawab dan mengabulkan permintaan Ana karena ia sudah lupa bagaimana cara menggendong bayi, lagi pula ia takut melihat cucunya itu yang masih merah sekali


" Aduh sayang, suruh Papa saja lah "


Papa Aditya pun juga tampak sangat kaku juga ia juga takut jika ia menggendong cucunya maka akan terjatuh atau maklumlah orang tua akan berpikiran macam -macam


Tapi Ana kembali bersikeras agar mertuanya menggendong anaknya yang sedang menangis itu


" Ayo Papa cepat gendong berikan pada Ana "


Orang tua Aditya sama sekali tak pernah bisa menolak keinginan menantu satu -satunya itu


" Papa, ayok cepat lihat ia menangis "


Oma Rita hanya tertawa geli melihat kelakuan mereka tersebut


Ana langsung merengek pada ibunya


" Berikan pada Papa bu, biar dia menggendong cucunya itu "


Seisi ruangan tertawa karena tau jika papa Aditya sama sekali tak bisa menggendong bayi, terakhir ia menggendong Aditya itu pun sudah lama sekali


" Beginikan tanganmu itu " Oma Rita mendekat dan melipat tangan papa Aditya


" Ini besan peganglah cucu pertama mu " Ibu Ana menyerahkan bayinya "


Wajah papa Aditya memerah ia kesenangan dan juga ketakutan ia langsung mencium cucunya itu " Cucuku aku berhasil menggendongmu, hei lihatlah aku menggendong cucuku " Papa Aditya berteriak besar sekali, ia bahkan membuat mama Aditya juga iri sekali ,sehingga kedua pasangan suami istri tersebut berebutan untuk menggendong bayi tersebut

__ADS_1


" Pa, cepat sekarang berikan pada Mama, ini giliran mama, berikan Pa "


Terjadilah keributan yang membuat seisi ruangan panik, karena khawatir pada bayi merah itu, al hasil bedongnya pun terbuka, karena belum di pasangkan popok bayi wajar saja jagoan kecil dari bayi Ana dan Aditya mengeluarkan semburan pertama kewajah kakek dan neneknya


Semua orang tertawa terkekeh


" Pintar sekali dia, kakek dan neneknya harus terkena guyuran perdana "


Wajah Mama dan papa Aditya tampak basah


" Lihatlah Pa, dia baru di gendong saja sudah mengerjai kita "


" Tapi ini sebuah pembuktian Ma, keturunan kakeknya ia memiliki semburan air yang kencang "


" Papa!!! " Mama Aditya berteriak sambil mencubit suaminya , sehingga seisi ruangan kembali tertawa


.....


Hay author mau menjawab keluh kesah kalian


karena banyak yang komentar " jangan tamat dulu dong Thor,


Mmm oke baiklah ,author akan menulis sampe awal bulan depan bagaimana ? , biar kita ngeliat bagaimana repotnya Papa Aditya


mengurus Bian kecil


Lagian masih penasaran kan dengan Rima dan Dimas,


oh ya Arjuna, Siska dan Arya itu bakal di bahas di novel selanjutnya ya,


Kalau disini paling cuma lewat -lewat aja

__ADS_1


Follow dong ig author @Sandihasan90


dari kemarin mau bagi -bagi give away nggak ada yang ikutan... terimakasih 😘


__ADS_2