Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 203


__ADS_3

Sudah satu minggu berlalu dan Ana belum juga menunjukkan tanda -tanda akan sadar kembali keadaan Aditya semakin hari semakin memburuk ia bahkan sudah tak seperti bentuk manusia lagi, rambutnya terlihat acak -acakan,


Dokter pun mengatakan jika nanti Ana tersadar pun maka kemungkinan untuk dia akan hamil lagi sangat kecil, karena akan bisa merenggut nyawanya


Mama dan Papa Aditya saling berpandangan


"Mungkin sudah menjadi takdir keluarga kita Pa, tidak bisa memiliki keturunan lebih dari satu "


Mamanya menangis di pelukan Papa Aditya, Oma Rita berusaha menyabarkan menantunya itu


" Sudahlah sayang jangan kau tangisi lagi, yang terpenting sekarang kau sudah menjadi seorang nenek "


Oma Rita pun ikut menangis, Bima kakak Ana pun juga ada di sana, prediksi dokter hanya menunggu Ana tersadar saja


Siska yang selalu datang setiap hari untuk mengajak Ana mengobrol,


tapi Ana tak kunjung terbangun, bagaimana dengan Rima, semenjak ia mendonorkan darahnya untuk Ana sampai hari ini ia tak pernah muncul sama sekali untuk menjenguk Ana, mereka semua tidak terlalu memperdulikan Rima lagi yang terpenting keselamatan Ana,


bayi Ana semakin hari semakin membaik kondisinya meski ia belum memiliki nama sampai saat ini


" Siapa nama anak kalian "


Bima duduk di samping Aditya yang terlihat kurus karena memang ia tak menyentuh nasi sama sekali seminggu belakangan ini


" Saveri Abel Fabian Bratawijaya


yang artinya , bayi laki -laki yang cerah dan selalu memberikan nafas kehidupan untuk keluarganya , itu nama yang sudah kami rencanakan Kak, aku belum tau mau memanggilnya apa sekarang "


Aditya menangis kembali, Arya yang sudah tak tahan melihat penderitaan sahabatnya tersebut langsung masuk kedalam ruangan Ana ntah apa yang sedang ia rencanakan, tapi ia menarik tangan Siska yang kebetulan datang seorang diri kerumah sakit hari itu, kebetulan Arjuna sedang ada urusan jadi ia izin pulang ke jogja beberapa hari kedepan


" Kak Arya apa yang kau lakukan, sakit sekali"


Siska melepaskan tangannya


Lalu Arya berbisik di telinga Siska, awalnya Siska tak setuju tapi akhirnya ia mengiyakan usulan Arya yang memang tak masuk akal itu,


Arya memastikan tak ada orang sama sekali yang akan masuk kedalam ruangan ia sengaja mengunci pintu dari dalam


" Baiklah , sekarang "


Arya langsung menarik tangan Siska


" Jangan kak Arya, aku mohon jangan lakukan ini padaku, tolong jangan... awwwww... Ana tolong aku cepat, kau lihat Arya gila ini ingin memperkosaku "


Suara Siska terdengar nyaring sekali dari luar

__ADS_1


untung saja mereka yang berada diluar sedang melihat Bayi Ana jadi tak terlalu fokus dengan kelakuan Arya dan Siska di dalam ruangan


" Kau yakin ini akan berhasil "


Siska mulai ragu


" Sudah cepatlah "


Plakkkkkkk, Siska menampar Arya


" Awwww kau sengaja ya, ini sakit sekali aduhhh "


" Kau pikir kau bisa merayuku ha, apa kau ingin melihat Ana memang tak bisa bangun, dan kau akan memberikan anak Ana kepada orang tua Amanda, apa kau sudah gila "


Pertengkaran mereka yang sebenarnya ada sedikit perwakilan hati masing -masing mulai membuahkan hasil,


Mereka tidak menyadari jika jari jemari tangan Ana mulai bergerak


" Apapun yang akan aku lakukan itu lebih baik, bahkan nantinya Aditya pun akan aku suruh untuk menikah dengan Amanda apa kau paham "


"Ana kau dengar, Arya ini buruk sekali sifatnya sama saja seperti kelakuannya yang buruk " Siska tampak sedang menikmati sekali perannya


" Kelakukan buruk ! hei berhentilah membawa-bawa masa lalu seseorang kau dengar ini tidak lucu, atau kau mau aku melucuti seluruh pakaianmu "


Dia melirik Arya dan berpikir ini masih main-main atau sudah mulai serius


Arya melangkah maju selangkah, demi selangkah membuat Siska sekarang yang ketakutan hingga ia benar -benar berteriak kencang sekali


" Anaaaaaaa ! tolong aku ......"


Arya pun sekarang sudah mengunci posisi Siska dan sudah siap untuk memberikan ciuman kepada Siska


tiba -tiba


" Hey apa yang sedang kalian lakukan "


Terdengar suara lirih yang tak asing di telinga mereka Siska dan Arya pun menoleh kearah Ana


" Ana!! kau sudah sadar " Siska memeluk Ana langsung


Arya pun menghela nafas panjang " Untung saja kau cepat sadar Ana, aku hampir saja khilaf, hmm asal kau tau Siska aku barusan sudah tak terpikir lagi dengan rencana awal karena kata -katamu barusan sudah memancing emosiku , hampir saja kau Arya menodai istri orang" Mengurut dadanya


" Untung saja tuhan menyelamatkanku "


Diluar Aditya dan yang lainnya menggedor pintu ruangan dengan kuat sekali, karena mendengar teriakan dari dalam

__ADS_1


" Apa yang kalian lakukan di dalam cepat buka pintunya "


Suara Aditya terlihat marah sekali


"Kak Arya kau lupa, kau tadi mengunci pintunya, cepat buka "


" Astaga aku lupa "


Arya pun buru -buru membuka pintunya


Malang bagi Arya satu pukulan sebelah kiri kembali mendarat di pipinya kali ini dari Dimas yang ternyata baru. datang dan mendengar teriakan Siska dari dalam


" Aduh sakit sekali Dimas apa yang kau lakukan "


Menarik baju Arya


"Apa yang sudah kau lakukan pada Siska ha !" Mata Dimas memerah


" Kak ,hey aku baik -baik saja, lihatlah ini "


Ana yang sedang tersenyum membuat Aditya berteriak histeris


Sedangkan Siska ia seolah tak perduli dengan hantaman yang di berikan Dimas pada Arya


" Ana kau sudah bangun sayang " Memeluk Ana dengan erat sekali


............


Aaaaaaa sudah nungguin ya kalian 😊


Bagaimana readerkuh masih betahkah kalian


mm memasuki minggu -minggu detik -detik terakhir episode ini..


aimm...


Syukurlah kalian masih setia di sini, mm bagusnya panggilan nama anak mereka siapa ya Abel atau Fabian.... mmmm


ini nanti bakal ada cikal bakal gabungan novel selanjutnya ya... arggh nantilah kita fokus satu -satu dulu semuanya


Mmmm Ana belum tau ya kondisinya, jika ia tak bisa hamil lagi, uncchh kasian


Rima pun kemana ya thor, ?? masih ada beberapa misi yang harus di tuntaskan


😌🙌 oke baiklah semangat menanti selalu

__ADS_1


__ADS_2