Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 60


__ADS_3

" Heiii Ana ,


Ana....


Cepat bangun , kau ini masih sempat mengigau saja didalam heli ini


Cepat lap air liurmu itu


Air liur tampak menetes dari mulut Ana


Aditya menampar - nampar muka Ana agar segera bangun ,


Ana berteriak - teriak memanggil nama Arya dan Siska lalu menangis tersedu - sedu


" Mimpi apa dia ? sampai begini


Ana langsung membuka matanya dengan napas yang terlihat ngos - ngosan , ia memegang pipinya yang basah dan melihat jika helikopter sudah mendarat diatas sebuah gedung yang sangat tinggi


" Syukurlah cuma mimpi ,


Ana langsung memegang pipi Arya , dan juga memeluk Siska dengan erat


" Hei Arya jauhkan wajahmu dari tangan istriku


" Dia yang menyentuh wajahku


" Kau mimpi apa sampe meraung - raung didalam mimpi mu itu


mamiku pernah berkata jika seorang perempuan sedang hamil anak pertama maka baunya sangat harum ,dan menjadi incaran pada hantu Siska mulai menakuti mereka semua


" apa kau tadi lupa membaca doa Ana


" Astagfrullah benar Siska


" Kau itu suaminya bukan


" Tentu saja aku adalah suami nona ini aku akan selalu menjaganya bahkan jika bisa masuk kedalam mimpinya aku akan mengawasi setiap adegan dimimpinya untuk selalu melindunginya


Ana langsung memeluk Aditya


Kau benar didalam mimpiku pun kau selalu melindungiku ,tetapi didalam mimpiku aku sangat berharap kau mengatakan cintaku padamu tapi tetap saja gagal


" Ayo cepat keluar dari helikopter ini , apa kalian mau terbang lagi


" Tidakkk...... ucap Ana langsung meloncat keluar


Mereka berempat keluar dan langsung melihat suasana dibawah gedung yang sangat tinggi


" Malam ini kita akan bermalam disini


" Aku akan pulang , ucap Siska


" Menginaplah disini dulu Siska


" Nanti Dimas akan mencariku jika aku tak pulang kerumah , aku hanya berkata pergi sebentar saja


" Baiklah , kalau begitu biarkan Arya yang akan mengantarmu


" Pakainku masih basah


" Aku naik taksi saja , jangan khawatir

__ADS_1


" Arya tidak mungkin menolak untuk mengantarmu


Aditya dan Ana tersenyum - senyum


Mereka berempat turun kebawah dengan menggunakan lift , Aditya dan Ana langsung masuk kedalak kamar hotel yang mewah itu


sedangkan Arya dan Siska turun kebawah


Mereka berdua masuk kedalam mobil yang sudah terparkir dihalaman hotel mewah tersebut yang tentu saja hotel tersebut milik Aditya Bratawijaya


" Masuklah , Arya berbicara dengan muka datar ia terlihat sangat dingin sebenarnya ia berusaha untuk menyembunyikan perasaannya dari Siska yang dari tadi terus memandanginya


Apa sebenarnya yang sedang ia lakukan memandangiku dari tadi apa dia mulai mengingat kejadian yang terjadi ditempat itu


Arya menengok kearah Siska yang sedang serius menatapnya


" Apa yang kau lihat


" Tidak ada , aku hanya ingin menatapmu saja


apa tidak boleh


Wajah Arya yang sedang menyetir tampak berubah menjadi kaku ia terlihat sangat panik saat Siska terus melihat kearahnya


Arya menghentikan laju mobil


" Bisakah kau menatap kearah depan saja , jika kau terus melihat kearahku aku tidak bisa mengemudikan mobil ini dengan benar


Siska tertawa kecil lalu mengalihkan wajahnya kearah depan


" Jika kau tak bisa membawanya biar aku saja yang mengemudikannya


" Bi, bi bisa , Arya tampak gugup


tak ada satu katapun yang bisa aku ungkapkan padanya , kau ini kenapa Arya biasanya kau sangat ahli jika berhadapan langsung dengan setiap wanita tapi kali ini kau tidak bisa berkutik sama sekali


Mobil yang di bawa Arya untuk mengantar Siska mati mendadak mereka terkunci didalamnya dan tak bisa keluar


" Kenapa ? Siska mulai terlihat panik


" Mobilnya mati mendadak dan kita terkunci didalamnya


" Bagaimana ini ,


Arya tak tau harus berbuat apa , apa harus senang atau malah panik untunglah kaca mobil belakang terbuka separuh jika tidak mereka berdua bisa mati karena tidak ada sirkulasi udara dalam mobil tersebut , sering kita mendengar banyak orang yang meninggal saat menghirup udara beracun dari dalam mobil yang menyala


" Bagaimana ini , ponselku mati Dimas tidak bisa menghubungi ku


Arya mengeluarkan ponsel miliknya


" Pakailah ponselmu beritahu Dimas jika mobil kita tidak bisa dibuka


Ana menolak menghubungi Dimas dengan menggunakan ponsel Arya karena Dimas sudah memperingatkan jika ia jangan terlalu dekat dengan Arya selain dia seorang badboy yang sering bergonta - ganti perempuan Dimas tidak menyukai Arya yang selalu berusaha mendekatinya


Kak Dimas akan marah besar jika tau aku pergi berdua Arya apa lagi sekarang sudah jam 1 pagi , dia akan berpikiran yang tidak - tidak dengan kami


bagaimana ini !


Tut..


tut..

__ADS_1


Ponsel Arya mati rupanya baterai hapenya sedang lowbet


" Ah sial kita terjebak di tempat ini


Arya dan Siska saling berpandangan , benar kata petuah orang dulu jangan berdua - duaan karena yang ketiga adalah setan


Mereka berdua terlihat sangat cemas bukan karena takut tidak bisa pulang , takut jika setan malah berusaha menggoda iman mereka


Mereka membelakangi satu sama lain


tak lama tampak cahaya motor menghampiri mereka dengan plat belakang mobil yang tidak asing lagi


" Aditya ?


Dimas menghampiri mobil yang berhenti dipinggir jalan tersebut


Arya menegakkan kepalanya


" Dimas ?


" Kak Dimas ?


Siska menegur Dimas


Dimas tampak langsung emosi melihat Siska dan Arya yang berdua - duaan didalam mobil


" Apa yang sedang kalian lakukan ditempat ini dari mana kalian berdua !!


Dimas membuka pintu mobil dan terbuka


" Terbuka ucap Arya , dengan lega


Dimas menarik Arya keluar dari mobil lalu memukulnya


" Kau taukan dia adikku sudah berapa kali aku peringatkan padamu aku tidak pernah suka jika kau ingin dekat dengannya , kau ini tidak pernah bosan ya ! " banyak perempuan yang sudah kau tiduri apa kau juga mau berbuat seperti itu pada adikku kau ini memang tidak punya hati


Dimas kembali mendaratkan pukulan kewajag Arya


" Kak Dimas hentikan aku akan menjelaskannya dia tidak melakukan apapun padaku


" Kau mulai membelanya , kau tak tau seburuk apa dia aku ini sudah berteman dengannya sejak lama


Siska berlari menahan tangan Dimas


" Ayo kak cepat kita pulang


Arya tak melawan sedikitpun karena menurutnya wajar jika Dimas melakukan itu padanya, ia hanya melindungi adiknya dari lelaki buruk seperti dirinya


" Kau benar Dimas aku lelaki yang buruk aku memang tidak boleh terlalu dekat dengan Siska , aku memang tak pantas untuknya


Arya memegang mobil dan melihat mobil itu kembali menyala secara otomatis


" Terimakasih kawan , kau telah mati diwaktu yang tepat aku lupa kau ini otomatis sangking gugupnya aku bersama perempuan tadi aku sampai lupa jika kau mobil yang canggih


mengelap darah yang keluar dari sudut bibirnya


.....


" Kau tak perlu melakukan itu padanya kak !!


Siska berteriak dan membanting pintu kamar miliknya

__ADS_1


" Kau tau apa tentang dia ,aku yang lebih mengenalnya


__ADS_2