
Apa yang akan ia katakan , Aditya berhentilah membuatku malu.
Sekarang Ana sudah berada didekapan Aditya.
Marisa benar - benar terkejut melihat Aditya memeluk Ana,
Sedangkan Ana ia terlihat pasrah dengan apa yang akan dilakukannya.
Ia mencium bibir Ana didepan semua orang
membuat Amanda merasa sangat terkejut.
"Kau ! menjijikkan..
Ayo kita pergi dari sini.
Amanda dan marisa pergi dari hadapan Aditya dan Ana.
"Ini ponselmu menyerahkan ponsel ketangan Ana.
Muka Ana sangat merah, tentu saja ia tak mungkin menolak apapun yang dilakukan Aditya karena ia adalah suami sah Ana.
" Berhenti menatapku seperti itu , atau aku akan melakukan hal yang lebih gila lagi.
Semua mata memandangi apa yang dilakukan Aditya padanya.
Fix sekarang semua orang akan memandang aku telah menjual tubuhku kepada Aditya ,
apa yang harus aku lakukan Aditya keterlauan.
"Aku mau kekantor papa dulu,
ingat aku ingin menikmati tubuhmu lagi malam nanti.
hahaha
Aditya sengaja melakukan itu agar semua orang mendengarnya.
"Pokoknya siapa saja yang berani menganggu wanitaku ia akan berurusan denganku.
Tentu saja siapa yang berani berurusan dengan orang seperti Aditya ia memiliki kekuasaan tanpa batas.
Ana hanya tertunduk malu ketika semua teman - temannya berbisik tentangnya.
Terserah kalian mau berkata apapun tentangku aku tak perduli.
Rima yang baru datang , terkejut melihat orang seramai itu .
"Hey kalian ada apa ngumpul - ngumpul gitu,
tak ada satupun yang berani menjawab mereka takut jika Ana akan melaporkan kepada Aditya.
Rima melihat Ana sudah tertunduk dengan wajah merah padam dikursi.
" Kenapa dengan wajahmu merah sekali ?
Ana hanya tersenyum saja , tanpa menjawab.
......
Amanda dan Marisa duduk di kantin.
" Aku tak menyangka selera Aditya serendah itu ,
"Berapa Aditya membayar perempuan itu ,
Aku tidak menyangka jika ia sangat berani menantangku , apa dia mencoba
bermain - main , dengan Amanda.
Ana dan Rima berjalan menuju kekantin ,ia melihat Marisa dan Amanda melirik kearahnya.
" Ana , coba kau lihat dari tadi Amanda dan Marisa melihatmu.
"Biarkan saja, mungkin ia ingin seperti aku.
.....
"Aku sudah sangat geram ingin menampar wajahnya,
"Kau jangan sembarangan kau ingat tadi apa yang dikatakan Aditya.
Arya menghampiri Amanda dan Marisa dengan kondisi fisik yang sangat berbeda.
Arya terlihat sangat macho dengan janggut dan brewok yang memenuhi wajahnya.
" Hay ladies, bagaimana menurutmu penampilanku
Amanda dan marisa menutup hidung mereka
__ADS_1
"Bau apa ini ?
"Seperti bau kuburan , uwekksss
"Menyingkirlah dariku ,
Amanda dan Marisa lalu pergi dari kantin.
********
Ana sudah berjanji dengan Siska untuk bertemu di sebuah cafe ,
Sebelumnya,
" Haloo Dit , loe dimana ?
" Iya kenapa, lagi dikantor bokap gue
"Gue kesana ya,
"Ngapain ?kita nongkrong di kafe dekat kantor bokap loe, sekalian gue mau cuci mata
" Ah loe, terserah deh
" Loe yang traktir ya, besok pagi kan elo mau wisuda ,
"ya udah gampang .
Arya sampailah kekantor papanya Aditya yang juga teman bisnis papanya.
" Om , Apa kabar ?
Arya menyapa papanya Aditya
" Hmm, baik Aditya lagi diatas kamu langsung naik aja,
" hehe iya om ,
Papa Aditya langsung naik kedalam mobil
karena harus berangkat kedubai untuk mengurus masalah izin lainnya.
" Hati - hati om,
Arya melambaikan tangannya.
Tak lama Aditya turun kebawah ia sangat terkejut melihat penampilan Arya yang sudah brewokan seperti pedagang Arab saja
apa yang terjadi dengan wajahmu ?
"Sudahlah ayo kita makan aku sudah lapar,
.
Mereka langsung menuju kafe terdekat ,kafe yang terbilang sepi.
tak lama muncul seorang perempuan ,
yang dikenal oleh Arya, ia dia Siska.
" Ya ampun Dit bidadari gue,
Aditya hanya tersenyum - senyum melihat tingkah Arya yang menggemaskan itu.
Arya memperhatikan Siska yang duduk dimeja seorang diri , ia memangku wajahnya dengan kedua tangannya.
"Sungguh cipataan manusia yang sempurna
Oh Siska , coba kau lihat Dit , ia memegang buku menu itu saja sangat anggun.
"kau sungguh lebay, brow hahhaa
Siska menunggu kedatangan Ana seorang diri ia memutuskan untuk memesan minuman
" Ah hidung ku sangat gatal , baiklah "
Siska mengorek hidungnya dengan dalam ia tak sadar ,kalau dari tadi Arya dan Aditya memperhatikan dirinya.
"Umm dapat , tidak ada orang juga.
Dia menempel upilnya di buku menu tersebut.
Arya dan Aditya yang melihat itu seketika
"Cuihh...
" Benar - benar jorok sekali wanitamu itu
aku jadi tidak selera untuk makan ditempat ini.
__ADS_1
Wajah Arya berubah sangat masam sekali
"Aku juga tidak menyangka jika ia sejorok itu Dit.
Apa kelakuan temannya itu persis sekali mirip Ana sama - sama jorok , jika kau masih menyukainya kau benar - benar sudah buta berarti Arya.
Siska memanggail pelayan lalu menyerahkan buku menu tersebut.
" Pelayan ,
" Baik nona ,
" ini bukunya ,
" Terimakasih nona , silahkan menunggu.
Aditya dan Arya saling berpandangan
" Aku tidak bisa membayangkan bagaimana bila ada orang yang membuka buku menu itu,
aku sangat jelas melihatnya dia menempelnya dengan berkali - kali.
sungguh menjijikan.
" Aku tidak melihatnya ,
"Kau sudah buta ,
" Aku tak masalah jika ia menempelkan seberapa banyak didadaku aku rela..
" Ah sudahlah cepat kau pesan makanan atau aku akan pergi ,
Tak berapa lama Ana masuk kedalam restoran mereka berdua langsung berselfie
yah , seperti kebiasaan yang sering mereka lakukan untuk eksis di medsos.
Ana langsung duduk disamping Siska
terlihat wajah Aditya begitu bahagia melihat kedatangan Ana.
Aku ingin sekali mencium bibirnya yang merah itu, kenapa jika aku melihatnya begitu tergoda,
Hmm Ana lihatlah kemari lihat aku suamimu ada disini.
Arya melihat kearah Aditya ,
"Kau kenapa ?
" kau ingin mendekati dia bukan ,
Aditya menaikkan alisnya.
"Ayo ikut aku ,
Arya terkejut saat Aditya duduk diantara Siska dan Ana.
" Mau dia apakan gadisku itu ?
Dengan sigap Arya mengikuti Aditya dan bergabung bersama mereka.
Ana dan Siska sangat terkejut saat Aditya bergabung bersama mereka.
"Bolehkah aku bergabung ?
Apa lagi yang kau inginkan dariku Aditya berhentilah menggangguku ,
Aditya tersenyum lalu memegang pipi Ana.
"Tentu saja aku bebas memegangnya bukan begitu nona ?
Aditya melirik kearah Siska yang terbelalak melihat tingkah Aditya senekad itu.
Arya tak fokus dengan Aditya ia lebih fokus dengan Siska dihadapannya.
"Aku tak perduli jika tangan mu bekas mengorek kedua hidungmu,
bahkan jika semua jari kakimu pun kau buat untuk mengorek seluruh hidungmu
aku tetap akan menyukaimu Siska.
Siska menutup hidungnya ,
"Bau apa ini ?
Bisa membuat aku pingsan menciumnya.
Sebenarnya itu adalah bau farfum melati milik Arya yang ia beli dari toko farfum langganannya ia meminta wangi farfum asli dari saripati bunga melati , bayangkan saja baunya seperti apa.
"Kau akan pingsan karena mencium bau farfum ku ini kan , mengakulah apa kau deg - degan.
__ADS_1
" Kak arya ? temannya kak Dimas
Siska menunjuk Arya.