
Masih dengan rasa sakit dan perih yang sama Arya bangun pagi itu ,
Pesan masuk dari Amanda di ponselnya
" Aku sudah mentransfer uang satu milyar rupiah kerekening mu ,
bagaimana keadaanmu ?
" Perempuan sialan ini benar - benar tidak ada kapoknya, apa dia akan terus - terusan menganggu Ana
" Terimakasih tuan putri
Arya membalas pesan yang dikirimkan Amanda
" Sayang sekali Amanda masa mudamu hanya kau habiskan dengan menuruti emosi cinta sesat mu itu
Pagi ini Ana sengaja diantar Aditya kekampus tetap dengan segala pengawalan yang ekstra ketat
" Kau masih lelah sayang
Aditya membelai rambut Ana
Ana menggelengkan kepalanya , meski ia benar - benar sedang menikmati belaian dan perhatian yang di berikan oleh Aditya
Pintu mobil terbuka , dari kejauhan tampak Amanda dan Marisa turun dari mobil , Ana sengaja minta diturunkan di depan gerbang kampus .
" Adit antar sampai ruangan kelas
Ana sengaja merengek manja minta antar masuk kedalam kelas
Tentu saja Aditya dengan senang hati memenuhi keinginan istrinya, seandainya jika Ana dan Aditya hidup di zaman kerajaan mungkin Aditya pun akan menyanggupi jika di minta istrinya untuk membuat candi dalam semalam eaa... eaaa.. eaa
Amanda kau lihat betapa di manjanya aku oleh Aditya
Kau lihat kan ini kekasih halalku
Ana masih sangat emosi melihat Amanda , ia ingin sekali mencakar mukanya , cuma ia tau menghadapi wanita bersifat siluman seperti Amanda dengan cara yang sama ,
bermain secara halus saja , ia tak akan bisa membayangkan jika Arya tidak datang tepat waktu .maka sudah di pastikan ia lah yang akan menjadi korban keusilan Marisa dan Amanda
Dia sengaja memeluk Aditya sambil berjalan dan berjalan melewati Marisa dan Amanda , Ana melirik sedikit lalu membenamkan kembali wajahnya di dada Ana
" Kau lihat Marisa , dia sungguh menjijikkan memeluk Aditya didepan umum
Marisa terdiam ,dia tidak tau selama Amanda di kanada Marisa juga melakukan hal menjijikkan itu pada Aditya meski Aditya tak pernah menganggapnya ada
untunglah Amanda tidak tau kalau selama ini diam - diam dia telah mendekati Aditya dengan begitu agresif, meski Marisa juga merasa panas melihat Aditya begitu memanjakan Ana
" Iya apa Aditya itu sudah buta tak bisa melihat berlian seperti kita
Marisa tak menyadari ucapannya
" Seperti kita ?
Amanda mulai emosi
" Maksudnya seperti dirimu Amandaku
Marisa segera meralat omongannya , bisa kacau jika Amanda tau selama ini dia
diam - diam mengkhianati persahabatan mereka
" Aku mau kekelas dulu
Marisa tak ingin nanti Amanda terlalu banyak bicara padanya
" Eh nanti dulu
__ADS_1
" Dosennya killer
Marisa berlari dengan cepat
" Uh untunglah aku masih punya alasan untuk kabur darinya
Siska tiba dikampus dengan tergesa - gesa , ia berjalan menyusuri lorong untuk sampai keruangan kelas dengan cepat
tak sengaja ia berpapasan dengan Amanda yang sedang sendirian berjalan , Emosi Siska langsung membludak ketika melihat Amanda
" Hey
Amanda melihat kearah Siska dengan senyum lembut yang penuh kemunafikan ,Emosi Siska sudah berada di ubun - ubun
Ia langsung saja menunjuk muko Amanda.
" Kau ini monster yang sok manis ya
aku sudah tau kau ini manusia licik
Amanda pura - pura tak mengerti apa yang sedang di bicarakan Siska
" Maksudmu apa ?
Aku tidak mengerti anak baru , Amanda mulai menaikkan nada bicaranya ,
Aduh Amanda kau sebaiknya jangan cari masalah dengan Siska dia itu kalau marah lebih mengedepankan ototnya ketimbang otaknya
" Pasti kau yang sudah membuat Arya sampai seperti itu kan , kau tau tidak Arya harus di bawa kerumah sakit untuk melepaskan bokongnya dari kursi apa kau tau !
" Emangnya kau ini siapanya Arya apa urusanmu
Ana baru tiba di kelas
" Kau duduklah disini ya ,
Siapapun yang melihat pasti merasa sangat iri melihat pasangan ganteng dan cantik ini
" Ana..
Ana..
Rima berlari tergesa - gesa
" Ada apa Rima ,
" Cepat kedepan Siska dan Amanda sedang berkelahi
Ana langsung berdiri , tetapi Aditya menahannya
" Jangan lakukan hal bodoh , aku tidak mau seujung rambutmu lecet
" Iya sayang , kakanda, suamiku
pujuk Ana karena Aditya masih memegang tangannya
" Aku akan segera kekantor , aku tak mau mencampuri urusan sesama perempuan
Aditya melepaskan tangan Ana lalu membiarkannya pergi ia menitipkan pesan kepada para bodyguard untuk mengawasi Amanda dan Marisa karena mereka sangat berbahaya , mereka bisa saja kapanpun mencelakai Ana dan bayinya
" Siska hentikan
tampak kedua perempuan itu sedang berguling - guling di lantai dengan menjambak rambut masing - masing
Beberapa mahasiswa yang melihat ada yang berdiri saja dengan mengompor - ngompori dan juga ada yang mengambil kesempatan untuk menjadi ajang taruhan siapa yang akan memenangkan pertarungan ,udah seperti sabung ayam aja bang, he
" Kalian cuma diam aja ayo bantuin
__ADS_1
Seketika langkah kaki berhenti diantara kerumunan orang banyak semua mahasiswa mendadak bubar dan melarikan diri , tinggal Siska dan Amanda yang masih berkelehi
" Siska !
" Amanda !
Hentikan ini
Mereka berdua masih tak bergeming , bahkan mereka sempat tertendang kaki pria itu hingga pria tua itu jatuh tersungkur
Ana dan Rima berusaha untuk memanggil Siska yang masih dengan semangat 45 menjambak rambut Amanda
" Amanda !
Lelaki itu adalah profesor Doyot , profesor yang terkenal killer dan tak pandang bulu
ia mengambil air mineral di dalam tasnya lalu berdiri mengguyurkan air mineral dikepala Amanda dan Siska , hingga membuat mereka menghentikan pertarungan tersebut
" Siapa yang mengguyurkan air ini
Siska berteriak dengan suara 7 oktaf
sedangkan Amanda terduduk tak berdaya
Kan udah di bilang Amanda Siska itu jangan di lawan ototnya itu otot petarung. hadeh
" Sutttt ,, sutt
Siska lihat itu
Ana memberi kode
" Apa?
" Di belakangmu
Siska menoleh kebelakang
" Pak do.. do sen
" Ayo Rima kita cepat kekelas
Ana langsung buru - buru kekelas
" Siska aku yakin kau pasti bisa menyelesaikannya sendiri ,semangat ucap Ana
Didalam kelas Ana dan Rima saling menatap satu sama lain
" Mereka tidak masuk kekelas
" Apa Siska baik - baik saja
Ana mulai khawatir
" Tapi aku suke melihat Amanda berada di posisi bawah tadi , Siska mengahajarnya dengan sangat kuat hahaha
biar ****** sekalian
" Huss , Rima kau tak boleh berbicara seperti itu
Dosen pun keluar ruangan mereka berdua mencari Amanda dan Siska diruangan dekan tampak di dalam ruangan itu , ada mami Siska dan orang tua Amanda , tentu saja Ana mendadak emosi melihat ibunya Amanda ia tidak bisa melupakan bagaimana perlakuan ibunya Amanda di tempat pesta tempo hari
" Nenek sihir itu ada disini juga
aku sangat muak melihatnya , tampak wajah Amanda habis kena cakaran kuku Siska hingga membuat waja cantinya tergores , rambutnya pun terlihat acak - acakan tak beraturan
" Aku rasa Amanda sungguh menyesal telah mencari gara - gara dengan Siska
__ADS_1
Rima tertawa geli melihat Amanda.