
" Baiklah nak , ayah dan ibu juga akan mencari Ana disekitar sini
" gimana apa kata mertua loe
" Dia juga nggak tau , apa orang hamil sifatnya harus seperti ini semua
Aditya tampak begitu pusing
" Bukankah memasang pelacak di ponsel Ana coba saja kau cari dia melalui itu
" Sial kenapa aku tidak memikirkannya dari tadi
Aditya membuka ponselnya lalu membuka aplikasi pelacak yang menghubungkan ponsel Ana langsung ke ponsel miliknya
" Lokasi terakhir di dekat kuburan ?
Aditya terkejut ia langsung menelpon sepupunya untuk membantu pencarian Ana
" Halo sepupu , bisakah kau kerahkan anak buahmu dialamat yang akan aku kirimkam ini
" Siap sepupu anak buahku akan meluncur kesana
" Cepat kau belok kekanan , aku sangat cemas apa yang terjadi dengan Ana
ya tuhan aku menyesal sekali meninggalkan dia sendirian tadi
....
Ana masih berdiam didalam mobil , sedangkan sopir taksi tersebut tampak membetulkan mobilnya , ia tampak sangat ketakutan sekali - kali ia memanggil Ana.
" Neng masih disitu
" Aduh pak tua ini merepotkan aku saja ,
iya pak saya masih disini
Ana pun keluar dari dalam mobil untuk melihat pak sopir yang sendirian berada diluar untuk memperbaiki mobil , lolongan anjing terdengar begitu memekakkan di tengah kuburan membuat Ana dan pak sopir semakin ketakutan meski hujan yang mengguyur mulai berangsur reda
Tak berapa lama dari kejauhan nampak sorot lampu tembak yang begitu terang ke arah mereka ,
Ana langsung melompat kebelakang punggung kecil pak sopir itu
" Pak cahaya apa itu ?
" Aduh neng bapak juga nggak tau
Dia melirik kearah kaki Ana
Bapak tua ini penakut sekali sampai - sampai dalam keadaan seperti ini dia masih sempat memperhatikan kakiku.
Rombongan aparat militer dengan senjata yang lengkap menodongkan pistol kearah Ana dan sopir taksi tersebut mereka semua dengan cepat membuat formasi mengelilingi mereka , suasana kuburan yang tadinya sunyi dan sepi mendadak menjadi terang dan ramai sekali
dari kejauhan suara seseorang terdengar menggunakam speaker
" Jangan bergerak angkat tangan kalian dan letakkan dikepala
Pak sopir itu tampak sangat ketakutan
" Ya ampun neng ada apa ini neng , apa neng ini penjahat
" Kepada bapak yang sedang berdiri disamping perempuan itu ,
iya anda bapak tua , tolong segera menjauh jika terjadi sesuatu pada perempuan tersebut kami tidak segan untuk menembak Ana
" Cepatlah Arya kau kemudikan mobil ini , sepupuku telah memberi tau jika ia menemukan ciri - ciri perempuan seperti Ana di tengah kuburan dengan seorang lelaki tua
Lihat saja jika sampai terjadi sesuatu dengan Ana aku akan menghajar lelaki itu.
__ADS_1
Ana masih tampak bingung dengan banyaknya aparat yang mengelilingi mereka ,
apa lagi bapak sopir taksi cungkring yang tidak tau apa - apa itu
Aditya memasuki kerumunan orang tersebut
" Ana
Aditya langsung memeluk Ana ia tampak sangat khawatir
" Kau tidak apa - apa Aditya memeriksa tubuh Ana lalu melihat kearah supir taksi yang sedang ketakutan tersebut
" kau yang berani membawa istriku kabur ya , apa kau ingin menculiknya
Aditya hampir mau memukul bapak tua itu , untunglah Arya langsung memegangnya
Ana langsung berteriak
" Stop jangan salahkan dia , bapak tua itu hanya sopir taksi , aku yang salah tidak mengatakan padanya mau kemana
kebetulan ia melajukan mobil kearah kuburan ini rupanya mobilnya berhenti dan tidak bisa hidup lagi.
Aditya menghela nafas , lalu menggerakkan tangannya untuk membubarkan sekompi pasukan yang mengelilingi mereka , dengan teratur semua pasukan membubarkan diri satu persatu
Kini hanya tinggal mereka berempat saja ,
Aditya meminta maaf kepada supir taksi tersebut
" Maafkan saya pak , telah salah paham dengan anda , lalu memberikan uang yang banyak kepada bapak tua itu ,
" Tidak usah pak , saya ikhlas jangan .
Sopir taksi itu terlihat sangat ketakutan
Arya yang mengerti tentang mesin mobil lalu memeriksa kerusakan mobil itu
" Pak ini yang rusak apa ?
" Ah , si bapak jelas saja nggak mau hidup kuncinya nggak bapak taroh disini
Bapak sopir tersebut menggaruk kepalanya
" Iya benar mas , tadi soalnya bapak kaget tau - tau udah masuk kesini
Arya menghidupkan mobil itu lalu Aditya menyuruh Arya untuk meletakkan uang tersebut di kursi samping kemudi
" Maaf merepotkan anda pak ,
" Neng bapak pamit dulu ya ,
Ana mengangguk dan tersenyum
Aditya berjalan meninggalkan Ana
" Kau mau disini atau ikut pulang
Ana berlari kecil berjalan disamping Aditya lalu masuk kedalam mobil
" Apa kau puas melakukan ini padaku
Ana hanya terdiam dan menunduk kebawah
Kenapa aku harus terjebak dengan pertengkaran suami istri ini
" Kau tau betapa khawatirnya aku memikirkan kau nyawaku terasa mau lepas dari badan saat kau menghilang dari hadapanku
apa kau mau melihatku tak bernyawa lagi
__ADS_1
Apa kau mau memarahiku terus Dit , apa dengan pura - pura menghawatirkan ku dapat membuatku percaya bahwa kau benar - benar perduli padaku , bagaimana dengan kelakuanmu dibelakangku bersama Amanda apa kau mengerti bagaiman menjadi aku.
" Kau masih mau terus memarahi ku Dit ,
Aditya membuang mukanya
" Kalau begitu turunkan aku disini biar saja aku benar - benar menghilang darimu
Aditya langsung memegang waja Ana dengan kedua tangannya ,
" Jangan sekali - kali kau berani mengucapkan kalimat itu lagi , sampai kapanpun kau akan tetap berada disisiku meski nyawaku taruhannya
Aku senang , sangat senang mendengarnya Aditya
kau soo sweet kau lelaki baik dan super hero tapi sayang sekali apa yang kau ucapkan itu tak sama dengan hatimu
kau tau aku tidak semudah itu percaya dengan semua ucapanmu pembohong !
" Kalian bisa berhenti bertengkar tidak aku tidak konsentrasi membawa mobil ini
Arya membentak mereka berdua
Aditya dan Ana langsung terdiam
" Kalian itu sudah menikah , apa akan terus bersikap kekanakan seperti itu sebentar lagi kalian akan menjadi orang tua sampai kapan kalian akan bersikap seperti anak kecil itu.
jika melihat kehidupan yang seperti ini aku lebih baik untuk tidak menikah saja .
Aditya dan Ana saling membuang mukanya
Sedangkan Arya masih terus mengoceh didepan
" Arya berhentilah berbicara kau sangat cerewet sekali
" Waw nona Ana memarahiku , bagaimana rasanya nona kabur dari pesta dengan menggunakan gaun putih itu
Ana langsung salah tingkah ia melihat wajah Aditya seperti sedang menahan senyumnya
" Tidak ada yang lucu mengerti
Ana melipat kedua tangannya
" Aku sudah sangat lelah berkeliling sepanjang malam ini. kau lihat sekarang sudah pukul 03 : 00 pagi
kring
kring
" Iya bu
" Apa Ana sudah ditemukan nak ,
" Iya bu , sekarang dia berada disampingku apa kau ingin bicara padanya bu,
Aditya memberikan ponselnya kepada Ana
" Ini ibu,
Ana menolak untuk berbicara karena ia tau pasti ayah dan ibunya akan sangat marah padanya .
" Aku tidak mau berbicara pada ibu
Aditya memaksa Ana dan meletakkan ponsel ditelinga Ana
Jangan lupa like dan vote nya maemunah , jaenap biar author gercep nulisnya
"Malam - malam makan ubi kayu
__ADS_1
udah malam aa thank youuuu
😍😍😍🙏🙏🙏🙏🙏