Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 147


__ADS_3

Menangis tersedu - sedu


" Aku akan membuatmu kehilangan kesabaran atas sikapmu, kau atau aku yang akan melanggar janji, kau bilang aku yang akan menyerahkan segalanya untukmu, apa kau mempunyai indera keenam hingga begitu yakin aku akan kalah, kau lihat saja nanti "


Siska membuka jendela kamar Arjuna, ia sangat terkejut ketika membuka jendela kamarnya, ia tak menyangka jika pemandangan dari kamar Arjuna sangat indah , Siska melepaskan segala kepenatannya dan sejenak melupakan semua oermasalahn yang terjadi


" Astaga ternyata di belakang rumah mereka yang luas menghadap ke pantai " Siska yang amat sangat menyukai pantai langsung melompat - lompat kegirangan


" Kenapa dia tak pernah menunjukkan aku tentang pemandangan seindah ini "


Lagi - lagi Siska tak menyadari jika ia sangat betah sekali berada di sini sampai ia lupa untuk kembali kejakarta dan memenuhi janjinya untuk bertemu Ana besok pagi


Arjuna pergi kekamar mamanya malam ini ia


menemani mamanya yang sedang sakit sendirian di kamar itu, meski di kelilingi beberapa perawat tetap saja berbeda, jika yang menemani adalah darah daging sendiri ia lelaki yang sangat baik, anak yang sholeh dan dari keluarga baik - baik , tidak salah bukan jika Dimas amat menyukai Arjuna


........


Malam semakin larut kesibukan di rumah Ana dan Aditya masih saja terlihat, karena ini memang perhelatan besar yang akan di adakan oleh keluarga Bratawijaya grup


Suara teriakan sangat keras membuat suasana di rumah itu terkejut


" Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa "


Suara tersebut terdengar dari kamar bawah


membuat Aditya turun kebawah dan memanggil seorang pelayan untuk menjaga Ana


Suara tersebut berada di kamar tamu


Tampak ibu Ana berkeringat dingin, ayah Ana dan beberapa pelayan segera datang memberikan minuman kepada Ana


" ini minumlah ibu " Ibu Ana tampak begitu tegang


Beberapa orang tampak berkerumun


" Ada apa bu '


Ayah tampak kaget juga


" Aku bermimpi buruk sekali tentang Ana "


Wajah semua orang tampak mulai cemas karena yang bermimpi adalah ibu kandung Ana, karena firasat seorang ibu sangat peka sekali

__ADS_1


" Sudah ibu cuma mimpi tak usah di pikirkan " Ayah Ana tampak berusaha menenangkan Aditya dan beberapa orang di sana


" Sudahlah ibu, hanya bermimpi saja maklumlah, mimpi hanyalah bunga tidur saja terkadang setang sengaja masuk kedalam mimpi manusia untuk menguji kadar keimanan seseorang "


Ayahnya berusaha menenangkan


" Sudah ayo lanjutkan tidur kalian "


Ayah Ana langsung menyuruh mereka semua keluar kamar dan dengan cepat menutup pintu


Paman dan bibi yang berasal dari desa, tentu saja masih berpikiran agak primitif


" Keponakan, aku takut jika akan terjadi sesuatu, kau lihat tadi ibu mertua mu sampai berkeringat dingin, kalau di kampung - kampung biasanya dilakukan doa selamat dan sedekah kepada orang tak mampu untuk menolak balak, ingat kalian jangan terlau berpesta besar sedangkan ada orang - orang di sekeliling kalian yang tidak mampu "


Bibi nya juga tampak cemas " Sudah istriku ini sudah malam ayo kita tidur aku sangat mengantuk sekali "


Arya dan Aditya langsung duduk dan berbincang di sofa " Sekarang bagaimana? "


Aditya merasa khawatir


" Apa kita sedang melupakan seseorang Dit "


Arya dan Aditya saling berpandangan


Aditya langsung mengambil tindakan cepat


"Kau harus membuat penjagaan super ketat Arya aku tak mau , Ada prang lain yang tidak di kenal masuk kedalam rumah ini, apa kau paham "


Arya mengangguk mengerti


Aditya kembali kedalam kamar dan memastikan Ana baik - baik saja


ia membuka pintu kamar dan menyuruh beberapa orang pelayan keluar dari dalam kamarnya


Lalu memeluk tubuh Ana dan menciumnya berkali - kali


" Ya Allah lindungilah istriku selalu jangan sampai terjadi sesuatu hal yang buruk kepada istriku "


Memeluk erat tubuh Ana kembali sehingga membuat Ana tersadar " Sayang kau kenapa "


Ana merasa heran melihat mata Aditya yang basah " Ana berjanjilah kau akan selau mendampingiku kapanpun , kau tau bukan kau adalah nafas ku, jika terjadi sesuatu padamu maka aku tidak akan bisa bernafas lagi " Memeluk Ana


Berusaha menenangkan Aditya yang tampak begitu aneh malam ini menurut Ana

__ADS_1


" Eh Adit, coba kau lihat aku dulu " Menampar dengan pelan wajah Aditya


" Apa kau lupa aku seorang wanita super, kau lupa bagaimana pertama kali aku bertemu denganmu, ha " Ana mendekatkan wajahnya kepada Aditya


Aditya tersenyum " Maafkan aku sayang aku sungguh mencintaimu" Aditya kembali mengecup kedua tangan Ana berkali - kali


Ana seperti sangat senang sekali " Aditya apa yang kau katakan tadi ?"


Aditya terkejut dengan apa yang ia ucapkan


Lalu ia berdiri karena malu " Apa yang aku ucapkan ha "


Menggaruk kepalanya


" Aku ingin mendengarnya cepat katakan lagi"Ana tampak memohon


" Baiklahh nanti aku akan mengatakannya"


"Tapi aku maunya sekarang "Ana kembali meminta dengan penuh rengekan manja kepada Aditya


" Tidakk bisaaaa... tidak bisaa "


Sambil melipat kedua tangannya


" Aku mohon! " Ana kembali merayu Ana


" Jangan memohon tolong hentikan "


Ana langsung berdiri dan memeluk Aditya


"Kalau seperti ini bagaimana "


sambil membenamkan wajahnya di punggung Aditya


" Kalau begini ceritanya kau berarti sedang menantangku " Aditya langsung menggendong Ana dan kembali mengajak Ana bertarung sampai pagi


"Sampai pagi "


" Tidak bisa, nanti anakmu akan marah jika kau berlama - lama di atas ibunya "


"Aku akan memarahinya karena telah mencoba merebut kesenanganku, bagaimana"


Aditya kembali memulai seperti biasa, kali ini suara teriakan Ana yang terdengar bersahutan dari atas kamar.

__ADS_1


"


__ADS_2