
Siska masuk kedalam tenda dengan masih menangis terisak memegang jaket yang diberikan oleh Arya sedangkan Rima ia lebih memilih untuk berpura - pura untuk tidur karena tak mau menganggu Siska yang tampak begitu sedih
Sesekali Rima mengintip melihat keadaan Siska yang menangis terisak
" Rima berhentilah berpura - pura tidur aku tau kau dari tadi belum tidur "
Sial dia tau aku belum tidur
" Rima cepatlah kau bangun atau aku akan memukulmu "
mengarahkan tangannya kearah Rima
Mengucek mata lalu tersenyum menyeringai memperlihatkan deretan giginya yang rapi
menggaruk kepala " Iya, iya aku bangun he
" Rima apa kau pernah jatuh cinta "
Bersandar dibagian tenda, sambil menatap kosong tenda yang belum di tutup
" Hm kau ini sedang menghina aku ya "
menunjuk hidungnya dengan wajah yang sewot
"Aku serius ini "
Mengarahkan wajahnya kearah Rima
" Kau kan tau aku selalu menyukai semua pria tampan apa lagi kakakmu Dimas"
tersenyum menyeringai dan kembali menggaruk kepalanya
Siska menghela nafas panjang " Sebaiknya kau tidur saja, bercerita denganmu tidak ada gunanya "
memiringkan badannya lalu menyelimuti tangannya dengan jaket yang diberikan Arya
Jaket ini hangat sekali aku merasakan sebuah perasaan dan tatapan tulus darinya
tapi aku tidak yakin jika tatapan itu hanya diberikannya padaku, ntahlah...
Siska berusaha memejamkan matanya
....
Di tenda yang satunya lagi Aditya dan Ana masih belum bisa tidur dia masih membahas
Siska dan Arya
" Sayang "
Tak ada jawaban dari Aditya ,Ana berdiri dan memastikan jika Aditya sudah tidur atau tidak
menggoyangkan tubuh Aditya
" Kakanda Aditya lihatlah aku sedang menunggumu membuka mata cepatlah kau bangun dari tidur ayam mu itu"
Ana mendekatkan wajahnya kearah Aditya ya semenjak mengandung anak Aditya, Ana terlihat lebih agresif kepada suaminya
" Hmm dia belum juga bangun, baiklah aku akan mengerjainya"
memikirkan sesuatu yang bisa membuat Aditya mendengarkan idenya, didalam tenda mini yang disulap seperti kamar mewah di pinggir sungai membuat Ana nyaman sekali tidur didalamnya, beberapa bodyguard pribadi mereka terdengar berjaga di luar tenda
" Baiklah ini mau mu"
__ADS_1
Ana mengelus perutnya lalu
" Kau lapar ya sayang, maafkan mama ya papamu lihat dia tidak mau bangun "
Sepertinya rencana Ana berhasil padahal Aditya sengaja Berpura - pura tidur agar Ana tidak membahas Siska dan Arya karena kalau soal masalah hati seseorang menurut Aditya ja tak mau terlalu ikut campur
" Iya sayang apa yang kau inginkan ? "
Aditya langsung duduk dengan mata yang tampak segar
Sudah kuduga ia pura - pura tidur
apa dia mencoba menghindari pertanyaan ku
" Apa tadi yang kau inginkan dariku sayang "
Mendekatkan wajahnya dengan Ana sambil memeluknya
"Tidak ada, aku tidak jadi berkata apa - apa
mood ku tiba - tiba hilang "
Ana memalingkan wajahnya tanda ia marah
"Ayo cepatlah apa kau lapar, aku bisa menyuruh bibi memasak makanan apapun yang kau suka "
Aditya memeluk Ana dengan erat
Bagaimana ini apa aku sebut saja aku ingin makan apa, tapi kalau aku katakan aku berpura - pura apa dia akan marah padaku
bagaimana ini
" Lepaskan aku Aditya aku sudah ngantuk "
berusaha melepaskan pelukan Aditya yang semakin erat saja
" Aku ingin serabi "
Ana terkejut dengan apa yang baru ia katakan bagaimana mungkin tengah malam begini ada jual serabi
Astaga Ana apa yang kau katakan bagaimana mungkin ada serabi jam segini
" Baiklah kau tunggu sebentar saja disini aku akan keluar "
Aditya membuka tenda lalu keluar
" Sayang bagaimana kalau besok pagi saja "
Ana tampak khawatir padahal itu hanya
akal - akalannya saja justru ia tau bakal merepotkan banyak orang
" Sudah , aku ini seorang suami siaga apapun oermintaanmu akan aku kabulkan " Dengan percaya diri keluar tenda
****** lah kau Ana malam ini semua orang akan repot karena keinginanmu dia selalu begitu selalu dengan cepat mengabulkan apapun yang aku inginkan
" Aku takut sendirian sayang "
Ana berusaha menghentikan Aditya
" Kau tunggu saja di dalam ada pengawal yang berjaga di luar "
terdengar langkah kaki Aditya berlari keatas padahal diluar masih gerimis
__ADS_1
Ana mengintip melihat suaminya ,ia melihat tenda Siska dan Rima lampunya sudah di matikan " Mereka sepertinya sudah tidur"
Arya tak bisa tidur ia tak pernah merasakan kegelisahan seperti ini, ia memutar badannya, berdiri, berjongkok, tiarap dan bergelantungan di jendela kamarnya untuk berusaha menenangkan perasaannya
" Aku bisa gila jika terus seperti ini"
Arya memegang hatinya
" Bagaimana mungkin semakin sakit saja hatiku, aku menyesal mengikuti permainan bodoh tadi, sialll ! "
Arya menarik rambutnya
Terdengar suara kegaduhan di bawah
" Paman, Bibi ? "
Aditya menggedor pintu kamar paman dan bibinya,
"Aduh apa lagi mau anak itu "
Tampak paman dan bibinya terganggu untunglah Aditya punya jurus ampuh agar mereka tak marah
Mereka membuka pintu kamarnya tentu saja Aditya sengaja mengibaskan uang yang sengaja ia pegang di kedua tangannya lembaran merah yang sangat tebal, tidak begitu berarti bagi seorang Aditya di tambah lagi ia melakukannya demi istri tercinta
Paman dan bibinya yang tadi cemberut langsung tersenyum sumringah melihat uang yang dipegang oleh Aditya
" Ada apa keponakan kau membangunkan kami tengah malam begini, ada yang bisa kami bantu "
Tersenyum ramah sekali sambil menatap uang yang di pegang oleh Aditya
" Paman, bibi kan tau istriku lagi hamil, aku bingung dimana mencari serabi tengah malam begini , apa paman dan bibi tau dimana jual serabi di desa ini "
Tersenyum lebar dengan menampakkan giginya
Dengan sigap paman dan bibinya mengambil uang dari tangan Aditya " Jangan khawatir keponakan kami akan membuat serabi terlezat untuk istrimu yang juga keponakan kami, kau tak usah khawatir kami akan memberikan pelayanan terbaik untuk kalian"
Dengan cepat dan bola mata yang tadinya sayu mendadak segar kembali mereka bergegas kedapur
" Apa yang terjadi di bawah, apa ada yang memasak "
Arya yang tak bisa tidur mendengar kegaduhan di dapur
"Apa mereka memasak jam segini atau jangan - jangan itu suara "
Arya yang penakut langsung bersembunyi dibalik selimut, sekejap perasaan kecewanya dengan Siska hilang karena ketakutannya mendengar suara orang memasak di dapur
Aditya tersenyum sambil duduk di kursi menunggu serabi yang akan di masak oleh oaman dan bibinya
" Masih lama bi ? "
" Sebentar lagi keponakan kau tunggu sajalah ya "
Lebih kurang 15 menit paman dan bibinya datang membawa serabi 8 buah mm wanginya bukan main Aditya saja yang tidak suka kue tradisional langsung melahapnya dengan banyak " Ini enak sekali "
Tampak paman dan bibinya sangat puas
" Ada lagi yang kau inginkan keponakan "
tersenyum sangat ramah
"Tidak ada paman,bibi baiklah kembalilah kalian tidur, maaf sudah menganggu kalian "
"Tidak apa - apa keponakan"
__ADS_1
buru - buru masuk kekamar untuk menghitung uang yang diberikan Aditya
Aditya kembali ketenda dengan serabi di tangannya saat ia membuka tenda ia melihat Ana sudah tertidur lelap.