Lelaki Angkuh Itu Jodohku

Lelaki Angkuh Itu Jodohku
Part 130


__ADS_3

" Bukankah kau sangat menyukainya jika ada perempuan yang mengejar - ngejarmu , ah kau terlalu munafik sudahlah terima saja dia " Aditya masih tertawa geli


" Tapi ini berbeda ah kau ini, seriuslah Aditya jangan begitu " Arya berdiri kembali dengan wajah sangat kesal karena habis di goda oleh Aditya


" Kalau begitu aku pulang saja "


Aditya berdiri dan menarik tangan Arya


"Ayolah kawan jangan kau ambil hati aku hanya bercanda "


Memegang tangan Arya yang hendak keluar


Rada masuk kedalam ruangan Aditya dengan mendadak sekali " Maaf pak "


Aditya masih memegang tangan Arya mereka berdua saling berpandangan dan saling melepaskan , mereka seperti salah tingkah saat Rada masuk dan melihat mereka berpegangan tangan


Aditya membenarkan bajunya lalu


"Maaf pak saya sudah mengetuk pintu dari tadi tapi sepertinya anda tidak mendengar "


Rada merasa tidak enak


"Ya sudah bawa kemari berkas yang akan aku tanda tangani " Aditya menandatangani berkas tersebut lalu Rada permisi keluar


Aditya tertawa " Kau lihat reaksi Rada tadi saat kita sedang berpegangan tangan hahaha "


"Hentikan Aditya aku merasa sangat jijik saat kau menyentuh tanganku tadi , kau sudah memiliki pasangan sedangkan aku masih dalam kehampaan , habislah image ku " Mengelap tangannya dengan tissue


" Aku yakin Rada sedang berpikir jika aku dan kau, hahaha sudahlah "


" Ah biarkan saja dia hanya akan menambah masalahku saja ,biarkan saja dia berpikiran yang tidak - tidak tentangku, itu bukan suatu masalah yang berat " Arjuna bersikap santai


" Cepat ceritakan apa yang ingin kau katakan padaku padahal. kau bisa mengatakannya di rumah " mendesak Arjuna


" Ya, tentu saja aku harus bercerita di kantor "Bagaimana mungkin di rumah aku akan bercerita jika kau sudah pulang kerumah kau tak mungkin bisa keluar dari kamarmu jika Ana tak mengusirmu "


Aditya tertawa kembali " Oke baiklah cepat katakan aku tidak punya banyak waktu "


Baru saja Arya mau berbicara ponselnya berdering kembali " Tunggu sebentar Dit, Dimas menelponku "


" Iya halo apa kau sudah di kampus, oke baiklah aku sebentar lagi kesana "


Mendengar nama Dimas berada di kampus membuat jantung Aditya berdetak tak beraturan kembali he biasa syndrome cemburu Aditya tingkat tinggi jika sudah mengenai Dimas


"Kenapa Dimas "


" Ehem " Aditya berdehem

__ADS_1


" Aku lupa menceritakan padamu jika Dimas memutuskan untuk menyambung S2 di kampus kita, bukankah itu sangat bagus jadi aku akan ada teman untuk mengobrol "


Aditya terlihat mengernyitkan alisnya


.Enak saja itu akan menjadi masalah besar untukku bayangkan saja jika ia setiap hari akan bertemu Ana, belum lagi Siska adalah adiknya mereka akan mengobrol bersama di kantin belakang dengan tertawa riang tanpa memikirkan aku, aku memikirkan nasib anakku bagaimana jika Ana terus - terusan memandang Dimas dan nanti anakku lahir wajahnya akan mirip... "


" Tidakkkkkkkkk "


Suara Aditya tiba - tiba berteriak menggelegar sehingga membuat seluruh isi gedung mendengar teriakannya


Arya menutup telinganya " Kau ini apa - apaan sih Dit, kau sengaja ingin membuatku menjadi tuli ha "


" Bukan begitu kenapa kau membiarkan Dimas melanjutkan kuliah di kampus kita sih " Aditya terlihat kesal


"Memang masalahnya apa Dit, kau ini lagian Dimas juga tau Ana sedang mengandung anakmu lagian kalian berdua saling mencintai sudahlah kau jangan buang - buang waktu dengan berpikiran yang tidak - tidak, percaya saja Ana tak mungkin berpaling dari mu "


Ya memang benar Ana tidak akan mungkin berpaling dariku , tetapi asal kau tau saja, lelaki yang selalu menghibur Ana di saat gundah adalah Dimas, bagaimana mungkin aku bisa merasa baik - baik saja


" Kau tidak tau jika dunia ini sudah gila kau kan tau Dimas sangat menyukai istriku itu, bagaimana jika dia berpikir untuk menunggu Ana menjadi janda "


Arya terdiam


Benar juga apa yang di pikirkan oleh Aditya contohnya saja aku, sampai detik ini aku masih berharap jika Siska menjadi janda aduh aku sudah mulai berhalusinasi


" Hei Arya apa yang kau pikirkan "


" Tidak ada, sudahlah tidak akan mungkin Dimas akan setega itu padamu percayalah "


" Bukankah kau akan segera menghadiri rapat, aku pun harus kembali kekampus karena istirahat siang sudah selesai "


Arya keluar dari ruangan tampak Rada menghindarinya


" Ah terserah kau saja Rada mau menilai aku apa, jika itu membuatmu menjauh dariku itu lebih baik karena aku tak mau lagi menyakiti hati perempuan manapun di dunia ini, apa lagi aku punya ibu, cukuplah kelakuan ku yang lalu menjadi masalalu yang harus aku tebus sekarang di dalam agamaku karma memang tidak ada cuma hukum tabur tuai itu pasti bagaimana jika nanti aku memiliki anak perempuan " Arya tertawa geli ketika ia sudah memikirkan perihal anak sedangkan ia sendiri belum tau kemana jodohnya akan berlabuh


.....


Aditya tampak sangat panik saat mendengar nama Dimas dan kampus dalam bayangannya Dimas dan Ana akan berdekatan Aditya sudah membayangkan hal yang tidak - tidak


mengambil ponsel lalu menelpon Ana


" Sayang kau sedang apa "


" Iya sayang aku di kantin "


"Bersama siapa, ada berapa orang di dekatmu"


Ana merasa sangat heran dengan sikap Aditya yang tiba - tiba kembali menjadi sangat aneh

__ADS_1


" Dengan Siska dan suaminya lalu satu orang teman baru "


"Hai haloo " Terdengar suara Alena berteriak di ujung telpon


" Diamlah kau dia sedang menelpon suaminya" Siska merasa sangat kesal melihat kelakuan Alena


" Oke aku diam " Memelankan suaranya dan tersenyum menampakkan lesung pipi nya yang sangat dalam. dan jelas itu


" Kau kenapa sayang apa ada masalah "


Ana tampak khawatir " Apa Amanda dan Marisa kembali lagi kesini "


Ini bahkan lebih bahaya dari Amanda dan Marisa , Ana! apa kau tau jika Dimas akan berkeliaran di sekitarmu


"Tidak ada aku hanya ingin memastikan jika kau baik - baik saja sayang " Aditya berusaha bersikap seperti biasa


Tak lama seorang pria datang menghampiri mereka " Hai apa aku boleh bergabung dengan kalian "


Belum sempat Ana mematikan telpon suara Dimas terdengar oleh Aditya


" Halo Ana apa itu Dimas " terdengar sangat panik jika ada pintu doraemon mungkin Aditya dengan cepat akan berada di sana


" Betul sekali ada kak Dimas di sini sayang kau hebat sekali menebaknya , aku sungguh salut dengan instingmu " Ana tersenyum


"Siapa? " Dimas menarik kursi nya


"Dia menelpon suaminya " Siska berbicara ketus saat Dimas bertanya


Aditya langsung memutuskan telpon , sudah di tebak ya Aditya akan kemana hahah


"Ngapain kesini loe " Siska memarahi Dimas


"Ya aku akan melanjutkan kuliahku di sini, lagian kasian mami jika nanti kau akan pindah rumah mengikuti Arjuna mami kasihan di rumah sendirian, bukankah sudah kewajibanku sebagai anak lelaki mengurus orang tua, karena mami adalah tanggung jawabku, sedangkan kau aku tak perlu khawatir karena telah menyerahkanmu dengan Arjuna lelaki yang sangat baik "


Dimas tersenyum melirik Arjuna


" Kak Dimas terlalu memujiku " Arjuna tampak tersanjung


"Hentikan khotbahmu itu kak Dimas itu bisa membuat seluruh kotoran di telingaku memberontak apa kau paham! " Membuang muka dengan kesal


" Hei tunggu kalian tak mengenalkanku pada lelaki ini " Alena dengan percaya diri mengulurkan tangannya kepada Dimas


Ana lansgung berbicara " Kenalin kak Dimas ini kakaknya Siska dan juga teman suamiku "


Alena pun memperkenalkan diri " Siti mardalena biasa dipanggil Alena "


Ana dan Siska spontan tertawa terbahak - bahak mendengar Alena menyebutkan nama panjangnya

__ADS_1


" Hahahahahaa "


" Kalian kenapa " Alena terlihat kebingungan


__ADS_2