
" Sayang mama kembali kekamar ya, kalian makanlah disini, nanti setelah makan kalian kekamar mama ya, "
para pelayan langsung mendorong mama Arjuna kembali kekamar
" Ayo kita pergi, mami sudah kenyang " Menarik tangan gadis yang sedang makan di sampingnya tersebut
Gadis tersebut langsung mengikutinya pergi
Arjuna yang sedang makan langsung mengajak Siska berbicara
" Siska kau tak perlu melakukan hal tadi kepada mama "
" Kenapa emangnya " Siska memandang Arjuna sinis
"Tidak ada , aku cuma mau bilang mbak Siska akting mu sungguh sempurna " Arjuna berdiri
" Aku mau menyusul mama, mbak Siska kau makan lah disini "
Papa Arjuna kemana?, eits tadi ia pergi keluar berbarengan dengan mamanya Arjuana kekamar
" Arjuna kau tenang saja aku masih bisa mengontrol perasaan ku kau tak usah terlalu berharap banyak padaku,sudah pergi sana "
Arjuna tertawa geli melihat tingkah Siska seperti itu dia tau jika IQ Siska memang agak lemah,
Arjuna tersenyum puas " Siska jangan sampai kau terjebak dengan permainanmu sendiri "
Para pelayan masih berdiri di hadapan Siska
"Kalian tidak makan "
" Sudah nona " Berbicara menunduk
"Terus makanan sebanyak ini mau di apakan "
" Biasanya langsung di kasih kambing untuk memakannya "
Siska mengangguk paham
Ya elah untung Siska orang kaya, kambing oake di kasih makan daging, nah kita sayur di angetin, kebalik sama mbeknya orang kaya
.......
Arjuna berbincang - bincang dengan mamanya di dalam kamar " Kau harus jadi lelaki yang sabar ya nak "
Siska yang hendak masuk mendengar obrolan antara Arjuna dan ibunya
Tapi sepertinya Siska tak hebat dalam bersembunyi karena separuh tubuhnya kelihatan
"Siska kemarilah nak, kenapa masih berdiri di di pintu "
Arjuna menoleh kebelakang benar saja ia melihat Siska yang bersembunyi di belakang pintu, untunglah Arjuna memahami kedangkalan otak Siska
" Siska cepatlah kemari " Siska langsung keluar dari balik pintu dengan tersenyum malu
Menggaruk kepala dan duduk di samping mama Arjuna
" Sini nak kemarikan tanganmu "
Tanpa ragu - ragu Siska langsung memberikan kedua tangannya
" Arjuna kemarikan tanganmu nak "
__ADS_1
Arjuna pun memberikan tangannya kepada mamanya
Mama Arjuna menarik kedua tangan mereka hingga saling menyatu " Kalian berdua harus berjanji di depan mama nak " memandangi Arjuna dan Siska
Perasaan Siska masih tak karuan tiba - tiba ia merasakan tak bisa bernafas saat ibu Arjuna mengatakan " Kalian harus berjanji kepada mama " Menatap Siska dan Arjuna secara bergantian
" Berjanji untuk apa Ma, " Arjuna tampak bingung
" Arjuna kau telah menikah nak, didalam keluarga kita tidak mengenal kata perceraian
kau tau kan, lihat saja bibimu meski ia memiliki kelakuan yang sangat buruk tapi pamanmu tak pernah sekalipun berpikir untuk menceraikan bibimu,
saat kita memutuskan untuk menikah dengan seseorang maka kita berarti sudah siap dengan segala resiko yang sudah ada, kita sudah siap menerima segala sesuatu dan kau harus bersabar menghadapi istrimu, seorang lelaki sejati adalah lelaki yang bertahan mencinta satu istri saja, walau di luar sana seribu wanita mengantri untuk menjadi yang kedua, apa kau mengerti nak "
Arjuna mengangguk
" Berjanjilah dengan mama nak, bahwa kau akan menjaga Siska meski nyawamu taruhannya "
Mama Arjuna tampak bersungguh - sungguh
Siska yang mendengar semua nasehat dari ibu Arjuna sangat terkejut,
Ternyata karakter keluarga mereka sangat setia dan sabar, sekarang aku mengerti mengapa mami dan kak Dimas begitu yakin pada Arjuna, aku tau mereka tak mau jika bernasib sama seperti pernikahan mami
Siska mengambil nafas dalam - dalam
" Nak, kau menantuku sekarang menurut hukum agama kita dan semua agama pun pasti mengajarkan kebaikan yang sama,
surga mu sekarang telah berpindah kepada anakku Arjuna, dan engkau telah resmi menjadi anakku juga, mama sangat bersyukur. kau bisa sangat bersabar dengan tingkah Arjuna,"
Bukannya kebalik, anak anda yang begitu sabar menghadapiku, tapi ya itu karena resiko ia yang dengan santai mengiyakan menjadi suamiku, itu bukan salahku
Cinta itu tidak bisa di paksakan
Siska tersenyum dengan menampakkan giginya kearah Arjuna dengan tersenyum sangat puas
Ibu Arjuba tersenyum " Mama tau kau adalah gadis yang sangat baik. mama yakin kau akan menjadi istri yang sangat baik untuk mama, berjanjilah nak kau akan tetap setia mendampingi Arjuna "Mata ibu Arjuna tampak berkaca - kaca
Darah Siska terasa berdesir saat ibu Arjuna menyuruhnya untuk berjanji, bahkan tak pernah terpikir sama sekali dalam dirinya untuk menghabiskan hidupnya dengan lekaki yang sama sekali tak pernah ia cintai
Siska meneteskan air mata ia tak tau apa yang harus ia katakan pada seorang ibu yang amat sangat mencintai anak lelakinya itu
" Nak, kenapa kau menangis ?" Ibu Arjuna tampak heran melihat Siska meneteskan air matanya
Arjuna langsung menarik tangannya dari atas tangan Siska
" Ma, Arjuna mau ke toilet dulu " Arjuna langsung keluar dari kamarnya
Ibu Arjuna memegang erat tangan Siska
" Siska tatap mama nak " Tampak ia tersengal - sengal mengatur nafasnya
" Umur mama mungkin tidak lama lagi, keinginan mama sudah terpenuhi melihat Arjuna menikah, dengan gadis pilihan mama"
Menarik nafas dalam - dalam
Berbicara lembut dengan perlahan
"Apa Arjuna tidak membuatmu bahagia nak "
menatap wajah Siska dalam - dalam
__ADS_1
Apa yang harus aku katakan padanya
kelemahanku adalah aku tidak bisa membohongi seorang ibu, apa lagi ia begitu baik memperlakukanku
apa yang harus aku lakukan
Arjuna masuk kembali kedalam kamar
lalu mengambil tissue dan memberikan kepada Siska
" Arjuna apa kau telah melukai hati istrimu, apa dia tidak bahagia nak menikah denganmu" Ibu Arjuna tampak panik wajahnya tampak begitu sedih
Langsung saja Arjuna memeluk Siska dan mengecup keningnya " Tidak mungkin ma ia tidak bahagia., Arjuna tau Siska sangat bahagia ia menangis karena terlanjur bahagia berada bersama mama di sini, sebaiknya Siska malam ini tidur di kamar Arjuna dulu ya ma, "
Wajah Siska tampak Syok karena Arjuna dengan tiba - tiba melakukan hal itu padanya
ia sudah tidak sabar ingin menamparnya
Masuk kedalam kamar dan terjadilah pertengkaran hebat
" Kau berani sekali melakukan itu ya "
Plakkkk
Siska menampar wajah Arjuna
Arjuna langsung memegang pipinya
" Kau tau kenapa aku melakukan itu, kau tau Siska untuk apa "
Arjuna berbicara melambat dengan menahan air mata menetes dari pipinya
" Aku tidak perduli !" Siska tak kalah keras membentak Arjuna yang telah menahan amarahnya
Habis sudah kesabaran Arjuna ia langsung memegang kepala Siska dengan kedua tangannya, menatap mata Siska dengan tajam
" Kau tau, kenapa aku melakukan itu, ha
aku hanya ingin menyelamatkanmu agar tak membuat janji di depan mama tadi, kau tau di keluargaku sebuah janji itu sakral sekali, kau paham!, kami sangat memegang teguh janji
janji itu adalah harga diri keluarga kami.
aku tau kau tak bisa mencintaiku dan aku tau oermintaanmu kau ingin bercerai denganku
kan, aku tak akan melakukannya karena aku telah berjanji, sedangkan kau tidak maka kau bebas melakukan apapun "
Arjuna melepaskan Siska.
tampak Siska terkejut karena di perlakukan
begitu oleh Arjuna
" Dan satu hal lagi , aku tidak akan pernah memaksamu untuk memenuhi kewajibanmu padaku, tidak akan, sampai kau sendiri yang memintanya "
Arjuna keluar kamar
Menendang pintu kamar tersebut
" Jangan bermimpi Arjuna, jangan bermimpi !"
Arkhhhhhhhhhhhhh
__ADS_1
Siska berteriak kencang sekali di dalam kamarnya, untunglah kamar tersebut kedap suara.