
" Aku penasaran ingin melihat wajahnya
" Sudah keras belum
" Sabar pak ini pelan - pelan
" Awwwwwww
" Benar - benar mesum sekali mereka
Siska yang asik menempelkan telinga di layar terjatuh dan melihat Rada sekretaris Aditya di kantor sedang memeriksa luka di bokong Arya yang sudah mengering
" Kak Arya ,
"Siska
Mereka berdua sama - sama terkejut melihat satu sama lain
Rada yang terkejut langsung izin pamit pulang
" Pak Arya saya izin pulang dulu
Rada buru - buru pulang dengan wajah memerah
" Siapa dia ?
Siska seperti tak terkontrol ketika melihat Arya dan perempuan itu berduaan di dalam tersebut
Benar apa yang di sebutkan kak Dimas dia memang seorang playboy , dan tak akan bisa berubah berani sekali dia menyuruh seorang perempuan untuk memeriksa lukanya kenapa tidak suster saja yang memeriksanya
" Siapa dia ?
Wajah Siska sudah memerah memikirkan hubungan antara Arya dan perempuan itu
"Dia sekretaris Aditya di kantor
Seseorang masuk dan membuka pintu
" Siska cepat kau ambil obat Arya di bawah
Siska berdiri dia takut Dimas melihat Arya berada di sebelah Arjuna bisa - bisa Dimas akan menyuruhnya pulang kerumah
cepat - cepat ia menutup layar kamar tersebut
Arya terkejut melihat Siska menutup layar kamar dengan tergesa -gesa
Aduh pasti Siska berpikir macam - macam melihatku dengan Rada tadi
kalau bukan karena Aditya yang menyuruh Rada untuk memeriksa lukaku aku juga tidak mau , harapanku semakin jauh saja untuk mendapatkannya
Dimas berbicara dengan Arjuna yang masih terbaring tak sadarkan diri
" Arjuna bangunlah
" Iya kak Dimas
" Masih sakit kakimu ,
Arjuna menggerakkan kakinya
" Lumayan kak
" Buatlah dia jatuh cinta padamu aku yakin kau lelaki yang baik bisa menjaganya , aku tak mau dia jatuh ke tangan laki - laki tak baik
__ADS_1
aku ini kakak lelakinya , aku bertanggung jawab atas dirinya
" Apakah papa dan mama mu di jogja sudah kau telpon
"Sudah kak tenang saja mereka sudah tenang
Arya mendengar dengan jelas obrolan Dimas
ia tau seorang kakak lelaki akan melakukan segalanya untuk melindungi adik perempuannya
Siska masuk cepat - cepat Arjuna menutup matanya
" Syukurlah dia tidak terkena luka dalam
kau lihat Siska ada orang lain selain aku dan mami yang rela mengorbankan dirinya untuk menyelamatkanmu
Siska terdiam dan menatap wajah Arjuna yang tertidur lelap
" Aku akan pulang kau temanilah Arjuna disini sampai di siuman
"Baik kak
Siska duduk di sebelah Arjuna ini untuk pertama kalinya ia berada di rumah sakit dan dalam ruangan yang sesak seperti ini tapi tak membuat ia menyerah
Benar kata kak Dimas dia telah mengorbankan dirinya untuku , padahal aku sangat muak jika ia selalu membuntutiku kemanapun
Siska mengelus wajah Arjuna
Arya yang di sebelah mendengar dengan jelas obrolan Dimas memegang dadanya
" Sakit tapi tak berdarah ,aku merasakan sakit sesakit ini , tak pernah aku merasakan hal ini
Siska membuka layar sebelah dan melihat Arya yang memegang dadanya
"Tidak aku hanya memikirkan Rada sekretaris tadi
Siska langsung naik pitam mendengar ucapan yang keluar dari mulut Arya tak munafik sebenarnya Siska sudah jatuh hati juga pada Arya cuma ia tak mungkin melangkah tanpa restu Dimas kakaknya
dengan cepat ia menutup tirai pembatas
Arya berusaha menahan sakit di dadanya ia menahan tangisnya agar tak pecah meski ia harus berpura - pura setegar ini
Kau bencilah padaku Siska aku tak pantas untukmu , Dimas dan orang tuamu sudah menyiapkan lelaki yang di sampingmu itu untuk menjadi jodohmu biarlah rasa cinta ini
aku simpan sampai nanti mungkin ini hukuman atas setiap hati yang pernah tersakiti olehku
Siska meneteskan air mata, ia tak menyangka jika Arya secepat itu melupakannya ia bahkan ingat bagaimana Arya yang mati - matian ingin mendapatkan cintanya
Air mata Siska menetes di tangan Arjuna yang pura - pura tidak sadarkan diri
" Sakit sekali , ucap Siska lirih
aku membencinya sungguh
Arya menahan sakit di dadanya meski mereka hanya di batasi selembar tirai pembatas bersebelahan fisik dan hati tetap saja ada jurang dalam yang tak mungkin bisa di jangkau oleh Arya , ia sedang jatuh terpuruk tak memiliki apapun lagi bahkan rasa cintanya di hatipun harus berhenti karena tak di restui
Arjuna bangun karena tak tahan melihat
bulir - bulir air mata yang keluar dari pipi Siska yah Arjuna memang sudah jatuh cinta saat pertama kali orang tua Siska menunjukkan poto Siska padanya Arjuna sengaja berpenampilan seperti itu agar kontras dengan penampilan Arya, Dimas sudah menceritakan semuanya
Pintu kamar terbuka kembali
" Arya apa kau baik - baik saja , hei kawan kenapa kau menangis
__ADS_1
Suara Aditya memecahkan kesunyian yang mencekam di dalam hati Siska dan Arya
" Luka ku perih
" Bagaimana mungkin , sedangkan Bella mengatakan besok pagi kau sudah boleh pulang
Arya memang sudah sehat lukanya pun tidak terasa sakit tetapi hatinya lah yang sedang tercabik - cabik
" Kami membawakan ini untukmu , terdengar suara Ana
" Ana ?
Cepat - cepat mengapus air matanya ,sedangkan Arjuna kembali berpura - pura tertidur
" Seperti ada yang memanggilku
Siska membuka tirai sebelah dan tampaklah Aditya dan Ana berdiri di samping Arya
" Siska , kau di sini juga
" Iya Arjuna kecelakaan
" Hah , bagaimana mungkin
Siska mengeluarkan ponselnya lalu menceritakan jika ada nomor baru yang mengaku menjadi Ana .
Arya , Aditya saling berpandangan .
Ana langsung melihat Arjuna ,
" Bagaimana keadaannya apa dia ?
" Untunglah dia datang tepat waktu dan menarikku jika tidak aku tak tau apa yang akan terjadi padaku.
" Apa kau sudah melapor polisi
Siska menggeleng " Aku takut seseorang sakit hati padaku , tapi aku tak tau siapa
Aditya dan Arya berbisik
" Aku yakin ini ulah Amanda
" Dia ingin mencelakai Siska
" Kita harus cepat bertindak kalau tidak Keselamatan Ana dalam bahaya dia benar - benar sudah gila ,
aku tak menyangka jika akan begini jadinya
" Tadi Rada kemari , aku senang kau menyuruhnya memperhatikanku
Aditya bingung dengan obrolan yang di ucapkan Arya bukankah ada Siska di sampingnya , apa Arya tak tau jika kata -katanya barusan dapat menghilangkan kesempatan untuknya bisa dekat dengan Siska
Siska terdiam mendengar ucapan dari mulut Arya , tampak jelas air mata di mata Siska akan kembali terjatuh Ana memahami isi hati Siska , ia juga heran melihat perubahan hati Arya
Ana menepuk pundak Siska
" Aku sedih melihat keadaan Arjuna
tangis Siska pecah
Maafkan aku Arjuna aku harus mengkambing
hitamkan kamu , aku sangat sakit ketika Arya menyebut nama perempuan lain , seolah ia tak memperdulikan kehadiranku di sini , dia benar - benar playboy sejati dengan mudah ia memberi harapan kepada setiap wanita
__ADS_1
lalu meninggalkan seenak hatinya jika sang wanita mulai membuka hatinya.