
Arjuna yang cerdas paham jika Siska sengaja melakukan itu karena ada Arya di sana, ia pura - pura tidak tahu saja karena mengikuti saja alur cerita yang di buat oleh Siska
Ya teruslah kau begitu Siska padaku
Arya melajukan mobilnya dengan cepat melelwati Siska dan Arjuna, ia membunyikan klakson saat melewati Siska dan Arjuna
Arjuna mengangkat tangannya, Siska pun tersenyum manis
Padahal di dalam hati mereka semua sama - sama merasakan sakit yang teramat dalam
Arya dengan cintanya yang tak mungkin terbalas, Siska yang menikah dengan Arjuna tanpa cinta dan Arjuna yang memilih mencintai tanpa berharap terbalaskan
Arya berlalu dan Siska kembali dengan sikap juteknya " Awas minggir, "
Arjuna pun memberi jalan mereka berjalan menuju mobil
" Dimana kau parkir mobil ,jauh sekali "
Siska bergerutu padahal jarak keparkiran
hanya beberapa langkah saja, itu hanya alasan Siska yang sengaja ia buat karena ia memang tidak menyukai Arjuna
" Disana "
Arjuna menjawab dengan sangat lembut
__ADS_1
karena jika ia bersikap sama keras seperti Siska tidak akan pernah menyelesaikan masalah, api ketemu api, semakin terbakar
batu, ketemu batu sama - sama keras
air, ketemu air sama -sama tenggelam
jadi sebaiknya jika ada api maka yang lainnya menjadi air, tapi jika Arjuna selalu bersikap seperti air sepertinya salah besar karena Siska bukanlah orang yang mau mengalah apa lagi jika ia menganggap dirinya adalah korban,
" Cepat buka pintu mobilnya, panas tau berdiri lama - lama, apa kau sengaja ingin membuat kulitku menjadi gosong "
Klik
Suara pintu mobil terbuka ,Siska membuka
pintu mobil, lalu membantingnya dengan keras, untung saja itu mobil keluaran terbaru dengan sistem yang sangat canggih, tak bisa di bayangkan jika itu mobil pak tua taksi yang sering di jumpai oleh Ana,
bisa - bisa mobil tua itu tinggal kerangka
Arjuna yang tampan duduk di samping Siska ia tak berbicara sama sekali membiarkan Siska dengan kejutekannya
Diam tanpa ada suara musik apapun di dalam mobil, Arjuna tau jika tak segampang itu meluluhkan hati wanita di sampingnya ini
" Kok kamu bisa menjemputku di restoran, siapa yang menyuruhmu "
" Kamu mau jawaban yang bagaimana "
__ADS_1
Niat hati mau mengajak Siska bercanda malah cacian yang di dapatkan oleh Arjuna
" Nggak usah sok -sok akrab deh sama aku, kamu harus banyak -banyak tau diri Arjuna
dan jangan berharap apapun dari ku, jika bukan karena kamu yang mengIyakan pernikahan ini, maka aku tak akan mungkin terjebak di suasana sesulit ini paham! "
Arjuna seolah sudah kebal dengan semua cacian dari Arjuna ia bahkan membiarkan saja Siska yang terus bersikap brutal padanya " Aku di suruh kak Dimas menjemputmu "
"Ya... ya.. yaa.. aku sudah paham dan menurutku jawabanmu sudah tidak terlalu berguna bagiku "
Siska membuang mukanya
aku sudah menduga kak Dimas yang menyuruhnya menjemputku, aku sangat muak melihatnya, tapi tunggu dulu bagaimana keadaan mami, apa tadi ia bertemu kak Dimas
Atau jangan -jangan mami sudah pulang kerumah ya, aku tanya aja kali ya, sama Arjuna
"Eh Arjuna, "
Arjuna sama sekali tak menoleh kearah Siska ia membiarkan Siska berbicara sendiri
" Arjuna, kau dengar aku tidak! "
Siska berteriak di telinga Arjuna dengan sangat keras
"Apa? "
__ADS_1
Menoleh kearah Siska dengan muka yang sangat datar