
" Ini nona tempat duduknya , saya sudah memastikan tempat duduk ini tidak ada kuman dan tidak ada bahan peledak sama sekali
Bodyguard yang tak kalah berlebihan sama seperti tuannya
Ana menghela nafas panjang
Rima hendak pergi memesan makanan
" Biar aku yang pesan kalian mau makan apa
"Duduk saja kau , biar mereka saja yang memesannya
Menunjuk kearah body guard yang sedang berdiri
Ana seolah sedang mencari cara bagaimana cara mengusir mereka yang terus saja berdiri diantara mereka
" Kalian sini
"Iya nona
"Kalian tau kan aku sedang hamil
"Tentu saja kami tau nona
"Baiklah jika seorang perempuan sedang hamil maka ia mengalami masa ngidam kan
sekarang kalian lihat antrian di sana sungguh ramai sekali
Menunjuk kearah kantin yang berdesakan para mahasiwa yang sedang kelaparan
Para bodyguard saling pandang
" Tapi kami tidak boleh meninggalkan nona meski sebentar saja
" Tapi tugas kalian kan sudah jelas , harus menuruti semua keinginanku atau kalian mau aku laporkan dengan suamiku
" Baiklah nona , keempat body guard tersebut langsung bergegas pergi
" Hey tunggu dulu
" Apa lagi nona
" Aku mau makanan yang di antri dengan berdesakan sama seperti mereka apa kalian paham
" Baiklah nona
Mereka semua langsung menghilang dengan seketika dan mengantri di masing - masing tempat
Rima dan Siska saling berpandangan
" Kau keterlaluan Siska apa kau tak iba melihat mereka
"Ah biarkan saja mereka hanya menjadi patung saja sama aja makan gaji buta
" Memang berapa gajinya
Rima penasaran
" Satu orang 100 juta sebula hanya untuk menjadi patung seperti itu belum lagi bonus dan lain - lain
Aditya selalu menghambur - hamburkan uangnya
Rima menelan ludah mendengar gaji bulanan yang diterima oleh para bodyguard yang mengawal Ana
" Wawww Ana aku tak percaya jika uang 100 juta saja sangat tak berarti oleh Aditya
__ADS_1
biarkan aku saja menjadi bodyguar mu
kau lihat ototku tak kalah hebat dengan gatot kaca , apa kau lupa aku pernah membuktikan kekuatanku dengan mendorong motormu kala itu
Ana mengingat kejadian itu
Ya benar kala itu kau membantu mendorong motorku tetapi motorku lah yang malah membantu menopang tubuh besarmu itu yang tak mampu berjalan karena lemak di tubuhmu sudah memberonta untuk menyuruh berhenti
" Tentu saja aku tak akan melupakannya Rima sekarang kau turunkan tanganmu itu , kau lihat baju mu itu sudah sangat longgar
"Besok aku akan menyuruh ibuku mengecilkannya agar terlihat pas di tubuhku
" Aku suka melihat postur mu sekarang Rima
apa kau sedang Diet
" Iyaa karena selama liburan ini ayah dan ibuku tokonya sepi jadi aku tidak bisa makan terlalu banyak , tapi tak apalah hitung - hitung aku diet alami
Ana menahan senyum sekaligus iba mendengar kata - kata yang terucap dari sahabatnya itu
Memang benar semenjak Ana menikah dengan Aditya di kampus Ana selalu mentraktir Rima makan di kantin bahkan Ana kerap sekali membungkuskan makanan agar dapat di bawa pulang oleh Rima
Ana sangat paham kehidupan Rima , sebenarnya Rima sangat cantik cuma saja ia kurang dana untuk mempercantik diri , pakaiannya itu - itu saja , terkadang bekas sobekan di bajunya kerap di jahit kembali dengan tempelan bekas kain perca yang membuat warna belang di pakaiannya
semua orang yang memandangnya sebelah mata tak berani menganggunya karena ia adalah teman baik Ana , teman baik nyonya Aditya yang kaya raya itu
Siska melihat Rima
" Kau juga pintar ya , aku banyak mendengar dari Ana
Tapi semenjak menikah Ana sangat sulit untuk di ajak kemana - mana , mau nggak kapan - kapan kamu aku jemput , temanin aku main kemana gitu
Rima senang sekali ia tak menyangka ada orang kaya yang mau berteman dengannya
" Tentu saja aku mau Siska kau bisa menjemput ku kapan saja
Gayung bersambut Siska yang memang otaknya agak lemah saat menangkap pelajaran . sangat senang sekali mendengar tawaran yang diucapkan Rima padanya
" Ah Rima kau baik sekali
Siska memeluk Rima
"Hati - hati Rima dia akan terus memintamu untuk mengerjai tugasnya nanti
Mereka semua tersenyum
Tak lama menunggu makanan datang
Ana memanggil salah satu bodyguard nya yang sedang mengantri untuk beli minuman
" Hey kalian kemari
" Ana apa yang sedang kau lakukan , mereka sedang mengantri
"Aku haus ingin minum orange jus itu
Ana menunjuk salah satu otlet di kantin itu
"Aduh biar aku saja yang membelinya kau tunggulah di sini
Bodyguard itu pun datang menghampiri mereka
"Iya nona kau memanggilku
" Mm tidak jadi, kembalilah mengantri
__ADS_1
" Baik nona
Siska langsung berbicara
"Didalam hati bodyguard itu pasti sedang mengutukmu Ana
Siska membesarkan suaranya lalu berkata
" Untung saja dia istri tuanku kalau tidak sudah kupastikan daging nya sudah kucincang - cincang diatas meja hahahahaha
Rima bergegas membelikan mereka minuman
" Dia baik sekali ya
" Ia makanya aku sangat betah berteman dengannya
Sedang asyik mengobrol Siska terkejut melihat sosok perempuan berdiri dari kejauhan dengan melambaikan tangannya
" Apa aku tidak salah melihat
" Apa yang kau lihat
Ana menoleh kebelakang
" Mami , apa yang sedang ia lakukan di sini
Wajah Siska tampak berubah karena maminya datang kekampus itu dengan pakaian yang begitu nyentrik tentu saja maminya menjadi pusat perhatian di kampus
Siska dan Dimas sangat berbeda kelakuannya dengan orang tuanya meski mereka dari keluarga broken home sikap Dimas dan Siska sungguh sangat santun dan bersahaja
jadi siapapun yang melihat maminya akan sangat terkejut
Seorang perempuan berambut pirang , dengan menggunakan anting - anting besar seukuran gelang dan menenteng sebuah tas bermerk langsung menghampiri mereka berdua
" Siska
Ana langsung mencium tangan mami Siska
" Apa kabar tante ,
" Baik sekali sayang , kau makin terlihat sangat cantik ya , bagaimana kandunganmu
Ana melirik Siska
Dia sudah bercerita dengan maminya tentang kehamilanku , awas saja kau ya
Siska langsung membuang mukanya , ia tau Ana akan marah jika ia bercerita dengan maminya
" Mami kenapa tak memberi tau kalau mau kemari
" Mami tadi menyuruh Dimas untuk mengurus semua berkas pembayaran uang kuliahmu
tapi mami lihat dia masih tidur
ya sudah mami memutuskan untuk kemari sekalian ingin melihat anak gadis mami bagaimana apa suka dengan tempat kuliahnya yang baru ini
" Tentu saja ia sangat suka tante , apa lagi ada Ana disini
Dari kejauhan pak kumis yang terkenal sebagai penjaga killer di kampus itu berlari kearah mereka sambil memegang sesuatu
" Permisi apa ini kunci mobil anda nyonya
Mami Siska membalikkan badan dan terkejut melihat pak kumis yang berdiri di hadapan mereka
" Wijaya ?
__ADS_1
" Saraswati ?
Ana dan Siska saling berpandangan melihat maminya dan pak kumis saling mengenal